Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Pengaruh Intensitas Cahaya Led (light Emitting Diode) Dengan Warna Merah, Biru, Dan Putih Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (brassica Rapa Var Parachinensis) Di Dalam Ruang Valentisa Zulviana; M Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 7, No 1 (2020): April 2020
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah lahan yang semakin berkurang serta cuaca yang tidak menentu menjadi hambatan untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas baik. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan cara menanam tanaman di dalam ruangan. Namun, salah satu kendalanya yaitu tidak ada sinar matahari yang menjadi sumber cahaya. Oleh karena itu, sumber cahaya yang digunakan diganti dengan lampu LED. Sistem penanaman yang dibuat terdiri dari 10 ruang penanaman yang diberi lampu LED dengan intensitas dan spektrum warna cahaya berbeda-beda. Jenis tanaman yang digunakan pada penelitian ini adalah sawi hijau (Brassica rapa var parachinensis) sebanyak tiga bibit di setiap ruangnya. Proses pengamatan akan dilakukan setiap hari selama 20 hari dengan parameter yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Data dari setiap ruang penanaman akan dibandingkan dengan tanaman yang terkena cahaya matahari langsung untuk mengetahui bagaimana pengaruh intensitas lampu LED dengan warna merah, biru, putih, dan ungu terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau agar dapat membantu proses penanaman di dalam ruang lebih baik lagi. Pada penelitian ini dilakukan percobaan sebanyak dua kali. Tanaman di ruang ungu 32 lux memiliki rata-rata pertambahan tinggi paling besar yaitu 3.451 cm dan rata-rata jumlah daun paling banyak yaitu 9.111 helai daun. . Kata kunci : sawi hijau, intensitas, LED, spektrum warna The decreasing amount of land and unpredictable weather are obstacles to get good quality crop. One alternative solution that can be used is to plant crops indoor. However, there is no sunlight which is the source of light. Therefore, the light source used is replaced with an LED lamp. The planting system is made up of 10 planting rooms that are given LED lights with varying intensity and color spectrum of light. The type of plant used in this research is mustard greens (Brassica rapa var parachinensis) that consist of three seeds in each planting room. The observation process will be carried out every day for 20 days with parameters measured are plant height and number of leaves. Data from each planting room will be compared with plants that are exposed to direct sunlight to find out how the effect of the intensity of LED lights in red, blue, white, and purple on the growth of green mustard plants in order to help the planting process in the room even better. In this reserach two experiments were carried out. The plants in the 32 Lux purple room had the highest average height, which was of 3.451 cm and the average number of leaves was 9.111 leaves. . Keywords: mustard green, intensity, LED, color spectrum
Analisis Produksi Energi Listrik Sistem Sedimen Sel Tunam Mikroba Dengan Menggunakan Limbah Cair Tahu Sebagai Substrat Elza Anggia Putri; M. Ramdlan Kirom; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Energi fosil membutuhkan alternatif berupa energi yang dapat diperbarui. Saat ini energi terbarukan yang sedang dikembangkan yaitu sel tunam mikroba (STM) yang merupakan sistem yang dapat menghasilkan listrik dari substrat dengan kandungan bahan organik yang dioksidasi oleh mikroorganisme sebagai katalis. Di Indonesia banyak tersebar industri kecil pembuatan tahu yang tidak memiliki saluran pembuangan limbah yang memenuhi standar baku mutu, sehingga pembuangan limbah secara langsung ke sungai atau badan air dapat menimbulkan pencemaran. Penggunaan limbah cair tahu selain untuk mengurangi pembuangan limbah yang dapat menjadi polutan dipilih karena masih mengandung bahan organik berupa protein, karbohidrat, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk metabolisme bakteri. Penelitian kali ini menggunakan tipe reaktor single chamber yang berjenis sedimen sel tunam mikroba. Sedimen terdiri dari lumpur sawah disekitar Telkom University yang dicampur dengan bahan organik berupa limbah cair tahu dari Pabrik Tahu Jl. Nyalindung di daerah Dago, Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa reaktor I yang berisi lumpur sawah sebanyak 800 ml memiliki rata rata tegangan, arus, dan rapat daya yang paling besar selama 15 hari penelitian yaitu dengan nilai masing masing 0,573 V, 0,306 mA, dan 745,762 mW/m2. Pada penelitian ini adaptasi mikroorganisme pada lumpur sawah sebagai sumber bakteri akan lebih lama apabila volume limbah cair tahu yang ditambahkan lebih banyak dibandingkan volume lumpur sawah, karena penambahan limbah cair tahu memiliki pH rendah sehingga mikroorganisme membutuhkan waktu beradaptasi dengan kondisi baru agar didapatkan kondisi optimum untuk aktivitas metabolisme berlangsung sehingga dapat menghasilkan elektron. Kata kunci: sel tunam mikroba, sedimen, lumpur sawah, limbah cair tahu. Abstract Fossil energy needs an alternative which can be renewable. Currently, the renewable energy that is being developed is the microbial fuel cell (MFC), which is a system that can generate electricity from a substrate containing organic material which is oxidized by microorganisms as a catalyst. In Indonesia, a lot of small industries of tofu factory do not have sewage drains which meet quality standards, so their direct disposal of waste into rivers or water bodies can cause pollution. The use of tofu wastewater in addition to reduce the disposal of waste which can become pollutants was chosen because tofu wastewater still contains organic materials which are protein, carbohydrates and fats which can be used as an energy source for bacterial metabolism. This research used a single chamber reactor type, which is a type of sediment microbial fuel cell. The sediment consists of paddy mud around Telkom University mixed with organic material in the form of tofu wastewater from the Tofu Factory Jl. Nyalindung in Dago, Bandung. The results of the study showed that reactor I containing 800 ml of paddy mud had the greatest average voltage, current, and power density during the 15 days of the research, with respective values of 0.573 V, 0.306 mA, and 745.762 mW/m2. In this research, the adaptation of microorganisms in paddy mud as the source of bacteria will take longer time if the added volume of tofu wastewater is more than the volume of paddy mud, because the addition of tofu liquid waste has a low pH, so microorganisms need time to adapt to new conditions in order to obtain the optimum conditions for metabolism activity so that it can produce electrons. Keywords: microbial fuel cell, sediment, paddy mud, tofu wastewater
Perangkat Dan Metoda Kalibrasi Sensor Universal Otin Khotimah; Dudi Darmawan; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKalibrasi sensor sangat perlu untuk dilakukan dalam kegiatan pengukuran suatu besaran fisis agar nilai yang dikeluarkan oleh alat ukur atau sensor tersebut akurat dan sesuai dengan standar. Penelitian ini berkaitan dengan alat dan metoda yang dilakukan untuk melakukan kalibrasi pada suatu sensor dalam alat ukur. Proses kalibrasi umumnya hanya melakukan penyesuaian nilai awal dan linierisasi saja. Dimana proses linierisasi ini terbatas dan terikat pada daerah kerja sensor tertentu dan dapat dipengaruhi oleh kondisi elemen perasa sensor yang bisa berubah. Pada penelitian ini, memberikan solusi proses kalibrasi yang dapat digunakan beberapa sensor berbasis keluaran elektrik, mengakomodir hubungan non linier antara besaran terukur dan besaran keluaran sensor yang sebenarnya, dan memberikan kemudahan untuk melakukan kalibrasi melalui komunikasi dengan PC/Laptop sebagai perangkat pengolah data dengan tujuan untuk menghasilkan pencocokan kurva serta membentuk model persamaan yang sesuai dengan pola data sensor. Dengan adanya model persamaan non linier ini maka daerah kerja sensor dapat diperlebar. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat kalibrasi menggunakan dua sampel sensor yaitu sensor suhu LM35 dan sensor cahaya LDR, hasil penelitian menunjukan pada sensor suhu LM35 dan sensor cahaya LDR didapatkan kurva yang paling baik yaitu kurva eksponensial dengan nilai error terkecil 0,9-2% untuk sensor suhu LM35.Kata Kunci – Kalibrasi, alat ukur, pengukuran, sensor, model persamaan
Rancang Bangun Alat Pemantau Postur Leher Untuk Terapi Leher Pengguna Gawai Endang Rosdiana; Rahmat Awaludin Salam; Fikri Firmansyah
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

k Penelitian ini terkait rancang bangun alat pemantau postur leher untuk terapi pengguna gawai. Penggunaan gawai dengan posisi postur leher yang tidak baik dapat menyebabkan penyakit text neck. Text neck adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa sakit berkelanjutan pada leher akibat cara melihat gawai dengan posisi leher ditekuk ke bawah untuk frekuensi yang terlalu sering dan waktu yang terlalu lama. Modul sensor yang digunakan dalam Penelitian ini adalah MPU6050. MPU6050 terdiri atas sensor giroskop dan sensor akselerometer yang mengukur parameter sudut derajat postur leher. MPU6050 ini diletakkan di bagian C7 leher belakang pengguna gawai. Titik awal MPU6050 adalah saat postur leher tegak, dan akan bertambah sudut derajat apabila leher menekuk ke bawah. Digunakan aktuator koin getar dan lampu led yang akan menyala apabila sudut postur leher melebihi threshold 15 0 selama 1 menit. Pengujian alat dilakukan dengan membandingkan nilai dengan kalibrator goniometer. Saat diujikan pada modul uji coba alat menghasilkan grafik kalibrasi yang liniear, namun saat diujikan pada salah satu naracoba alat mengalami error pengukuran dibawah sudut postur leher 300 . Penelitian ini dilakukan pada 6 naracoba yang berbeda-beda dan dilakukan dalam 3 sesi, yaitu 25 menit sesi pengujian, 5 menit sesi istirahat dan 15 menit sesi pengujian kembali. Hasil respon grafik pengujian dipengaruhi oleh waktu sesi pengujian sesaat memasuki detik 1500 dan biodata naracoba yaitu perbedaan umur dan kebiasaan bermain gawai. Hasil data survey menujukan 83,3% naracoba juga menjawab alat menigkatkan kewaspadaan postur leher. Hal ini dipengaruhi penggunaan 2 aktuator yaitu koin getar dan lampu led dalam memberi peringatan. 100% naracoba juga menjawab alat nyaman dan mudah digunakan selama pengujian. Hal ini hasil dari desain alat dimana menggunakan tas lengan sebagai tempat modul elektronik dan korset leher sebagai tempat MPU6050. Kata Kunci: Text neck,akselerometer,giroskop,MPU6050,goniometer.
Web-Based Formaldehyde Detection System in Chickens using IOT and Fuzzy Logic Azizurahman Arafah Mufti; Siti Amatullah Karimah, S.T., M.T.; Hilal Hudan Nuha; Endang Rosdiana
International Journal on Information and Communication Technology (IJoICT) Vol. 10 No. 1 (2024): Vol. 10 No.1 June 2024
Publisher : School of Computing, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21108/ijoict.v10i1.885

Abstract

Chicken is a widely consumed source of animal protein globally, valued for its high protein content and essential nutrients. Ensuring the freshness of chicken meat is crucial to guarantee its healthiness and prevent harm to consumers. Unfortunately, there are concerns about the use of hazardous substances like formaldehyde by some traders for meat preservation. Formalin, a clear liquid with a pungent odor, is commonly utilized as a food preservative. To address the misuse of formaldehyde in broiler chickens, an innovative solution is proposed involving IoT technology and Fuzzy Logic. The developed formaldehyde detection system employs an ESP8266 microcontroller and a TCS3200 sensor to assess color variations in chicken meat samples mixed with Schiff's reagent. The TCS3200 sensor detects color changes, and the ESP8266 Microcontroller converts measurements into RGB basic colors. Calibration of the sensor yielded a 98.30% relative accuracy at a 3 cm distance. Fuzzy Logic is then applied to determine formaldehyde levels, displayed on an LCD screen. The tool exhibits a 95% reliability for achieving a 0 ppm level, 93% for 40 ppm, 92% for 80 ppm, and 100% for 200 ppm
Moluskisida Kombinasi Mikroenkapsulasi Daun Kacang Babi, Daun Serai Wangi, dan Kitosan sebagai Pembasmi Keong Mas pada Tanaman Padi Valentina Adimurti Kusumaningtyas; Devitri Amisa; Hernandi Sujono; Senadi Budiman; Sukrido Sukrido; Trisna Yuliana; Melina Melina; Yana Maolana Syah; Lia Dewi Juliawaty; Tia Setiawati; Endang Rosdiana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v2i4.146

Abstract

Abstract In this research, acombination biopesticide, a combination biopesticide from Tephrosia vogelii leaves and Cymbopogon nardus leaves has been made as an exterminator of golden snail in rice plants. The golden snail is one of the plant pest organism in rice plants which are capable of damaging plant in a short time. This study aim to determine the efficacy of a combination biopesticide of a mixture of T. vogelii leaves extract, C nardus leaves and kitosan as golden snail pest exterminators in rice plants. Three types of variance were used, namely formula I (1:1:1), II (1:2:1) and III (2:1:1) from the mixture of T. vogelii leaves extract, C nardus leaves powder and chitosan. From the test results obtained the fastest inial death time were formulation I (24.49 hours), LC50 of 10,60 g/kg which mildly toxic, 100 % daily mortaly in formulation III (day 5) and the fastest efficacy in formulation III were 38.89 % (day 2). Keywords : Golden snail, combinations biopesticide, Tephrosia vogelii, cymbopogon nardus and chitosan Abstrak Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan biopestisida kombinasi dari daun kacang babi, daun serai wangi dan kitosan sebagai pembasmi keong mas pada tanaman padi. Keong mas merupakan salah satu organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman padi yang mampu merusak tanaman dalam waktu cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi biopestisida kombinasi dari campuran ekstrak daun kacang babi, daun serai wangi dan kitosan sebagai pembasmi hama keong mas pada tanaman padi. Digunakan tiga jenis variansi yaitu formula I (1:1:1), II (1:2:1) dan III (2:1:1) dari campuran ekstrak daun kacang babi , serbuk daun serai wangi dan kitosan. Dari hasil pengujian diperoleh waktu awal kematian tercepat yaitu formula I (24,49 jam), LC50 sebesar 10,60 g/kg yang bersifat tosik ringan, mortalitas harian 100 % pada formula III (hari ke-5) dan rfikasi tercepat pada formula III yaitu 38,89 %(hari ke-2). Kata kunci : Keong mas, biopestisida kombinasi, kacang babi, serai wangi dan kitosan
Rancang Bangun Pendeteksi Kadar Formalin pada Mie Basah Menggunakan Sensor Warna TCS3200 : Design and Development of Formalin Contents Detection in Wet Noodles using Color Sensor TCS3200 Rani Laras Wati; Endang Rosdiana; Valentina Adimurti Kusumaningtyas
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.831

Abstract

Wet noodles have a short shelf life because they are spoiled more quickly by microorganisms. Therefore, some irresponsible wet noodle producers add formalin so that the noodles can last longer. However, formalin is a substance that is prohibited from being used because it is dangerous to health. In this research, an instrument has been made that can detect formalin levels in wet noodles which have formalin concentrations of 0 ppm, 40 ppm, 95 ppm and 150 ppm. The instrument consists of a TCS3200 color sensor and an ATmega328P microcontroller. The color detected by the TCS3200 sensor is the color from mixing the formalin wet noodle sample withreagent schiff's. Furthermore, the sample will be selected by the instrument based on the RGB color value detected by the TCS3200 color sensor. The test results obtained the reliability of the instrument in selecting the sample of formalin wet noodles with a concentration of 0 ppm worth 92.5%, 40 ppm worth 95%, 95 ppm worth 97.5% and 150 ppm worth 100%.
Pengontrolan Pemanfaatan Daun Kacang Babi dan Telur Keong Emas sebagai Nutrisi Alami pada Tanaman Cabai Hidroponik dengan Sistem NFT: Controlling the Utilization of Tephrosia vogelii leaves and Pomacea canaliculata eggs as Natural Nutrients in Hydroponic Chili Plants with the NFT System Endang Rosdiana; Rica Isma Ariij; Valentina Adimurti Kusumaningtyas
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i6.1325

Abstract

Salah satu efek  penggunaan nutrisi kimia AB-Mix dalam jangka panjang pada penanaman sistem hidroponik  adalah  tidak terserapnya seluruh unsur nutrisi tersebut oleh tanaman. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengganti nutrisi kimia tersebut dengan jenis nutrisi alami. Pada penelitian ini telah dibuat rancang bangun sistem kontrol nutrisi alami untuk tanaman cabai sistem hidroponik, yang mana nutrisi alaminya terbuat dari daun kacang babi dan telur keong emas. Pengontrolan dilakukan terhadap kadar pH dan TDS dimana setpointnya telah disesuaikan dengan pH dan kadar TDS tanaman cabai hidroponik. Dari hasil kalibrasi diperoleh akurasi sensor pH sebesar 99,8% dan sensor TDS sebesar 89,04%. Adapun hasil pengamatan tumbuh kembang tanaman cabai hidroponik hingga hari ke-57, untuk yang menggunakan protein alami diperoleh tinggi tanaman setinggi 29 cm, lebar daun 6,5 cm, dan panjang daun 12,23 cm, yang mengunakan AB-Mix diperoleh tinggi tanaman 15,5 cm, lebar daun 4,95 cm, dan panjang daun 9 cm, dan tanaman yang tumbuh dengan menggunakan media tanah dimana tinggi tanaman 4,25 cm, lebar daun 1,625 cm, dan panjang daun 2,6 cm.
Pengendalian Keluaran Massa Beras Pada Sistem Dispenser Beras Berbasis Load Cell Rashyad, Muhammad Kevan Azzriel; Suhendi, Asep; Rosdiana, Endang
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras yang merupakan kebutuhan mayoritas masyarakat Indonesia menjadi sebuah bahan pokok yang sangat banyak di produksi namun tidak semua orang dapat mengkonsumsinya karena keterbatasan ekonomi. Banyak pihak telah membagikan bantuan beras secara gratis namun pada kejadiannya di lapangan sering terjadi kerusuhan yang hingga menyebabkan kematian. Maka dibuatlah ATM beras yang merupakan hasil Tugas Akhir dari mahasiswa S1 Teknik Fisika Universitas Telkom. Alat tersebut memiliki fitur yang lengkap dan didukung koneksi internet serta RFID reader, namun memiliki kekurangan pada sistem keluarannya dimana volume pada tangki mempengaruhi keluaran dari sistem tersebut. Pada penelitian ini sistem keluarannya dibuat agar berbasis sensor load cell, sehingga hasil beras yang keluar tidak kurang dan tidak melebihi dari target yang telah ditentukan. Percobaan yang dilakukan menggunakan 2 macam beras membuktikan bahwa bentuk beras tidak mempengaruhi hasil keluaran dan volume beras tidak mempengaruhi pula keluaran dari sistem. Kesalahan maksimal pada sistem adalah 0,04kg dari target. Dimana error tersebut salah satunya adalah kecepatan motor servo dalam menggerakkan katup. Kata kunci— Beras, Arduino UNO, Load Cell, ATM Beras, Raskin, Sensor Berat
Rancang Bangun Sistem Monitoring Ph Air Dan Kekeruhan Air Pada Akuarium Budi Daya Ikan Hias (Goldfish Carassius Auratus) Aisamuddin, Muhammad Fadhil; Rosdiana, Endang; Darmawan, Dudi
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan hias dapat dijadikan sebagai sarana hobi dan/atau untuk dinikmati keindahan ikan hias. Ikan hias dapat dibudidayakan dan dijual belikan di pasar, mulai dari harga yang terjangkau hingga yang cukup mahal. Salah satu ikan hias yang memiliki nilai jual relatif mahal dan harganya relatif stabil yaitu ikan mas koki (Goldfish Carassius Auratus). Ikan mas koki ini dapat bertahan hidup dan memiliki toleransi terhadap kualitas air ruang lingkup hidup yang cukup baik dan beragam. Akan tetapi walaupun memiliki daya toleransi hidup yang cukup baik, perlu adanya pemantauan dan pengecekan kualitas air pada ruang lingkup hidup ikan mas koki. Dari beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan ikan mas koki meliputi nilai pH air dan nilai kekeruhan air akan menyebabkan penyakit pada ikan seperti jamur, kerusakan kulit, kelesuan atau bahkan kematian pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat yang dapat memonitoring parameter kualitas air akuarium tersebut secara automatis. Parameter- parameter tersebut meliputi pH air dan kekeruhan air di dalam akuarium. Alat ini dilengkapi oleh dua sensor, yaitu sensor pH dan sensor Turbidity, yang berfungsi untuk memonitor pH air dan kekeruhan air. Alat ini dapat memonitor data kapanpun selama alat dalam kondisi menyala (stand by). Untuk mengetahui nilai ambang batas kekeruhan air yang dapat di toleransi oleh ikan mas koki, dilakukan menggunakan 4 akuarium berbeda. Hasil yang diperoleh dari akuarium 4 (P4) dengan pemberian pakan sebanyak 4 kali dalam sehari dan akuarium 3 (P3) dengan pemberian pakan ikan sebanyak 3 kali dalam sehari memiliki kelangsungan hidup yang rendah. Kata Kunci: Ikan Mas Koki, Parameter, Kualitas Air, Kelangsungan Hidup Ikan