Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Traces of Local Language in Lembak Ethnic Folktales: Inventory and Documentation as a Medium of Cultural Literacy Agung Nugroho; Inda Puspita Sari; Cekman; Houtman
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 01 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i01.14511

Abstract

Folklore is an important medium for preserving regional languages and transmitting cultural values to the community. However, most Lembak ethnic folklore has not been systematically documented, thus facing the potential for extinction as the number of speakers of the local language decreases. This study aims to identify the uniqueness of the language, document the folklore, and uncover the cultural values contained in Lembak ethnic folklore as a medium for local cultural literacy. This study uses a qualitative approach with vocabulary and linguistic element inventory methods, story documentation through transcription and transliteration processes, and content analysis to examine the cultural values contained in the story texts. The results show that the Lembak language has distinctive phonological, morphological, and syntactic characteristics, which are reflected in vocabulary, traditional expressions, and sentence patterns that represent the community's oral traditions. The documentation of the folklore also successfully captures local history, community cosmology, heroic values, and traditional beliefs as part of Lembak cultural identity. The content analysis reveals the existence of moral, social, religious values, and local wisdom that are relevant to strengthening character education. Thus, Lembak ethnic folklore has the potential to become an effective local cultural literacy medium to support the preservation of regional languages, strengthen cultural identity, and become a source of contextual learning in educational environments.   Cerita rakyat merupakan salah satu media penting dalam pelestarian bahasa daerah dan transmisi nilai budaya kepada masyarakat. Namun, sebagian besar cerita rakyat etnik Lembak belum terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi mengalami kepunahan seiring berkurangnya penutur bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekhasan bahasa, mendokumentasikan cerita rakyat, serta mengungkap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat etnik Lembak sebagai media literasi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode inventarisasi kosakata dan unsur linguistik, dokumentasi cerita melalui proses transkripsi dan transliterasi, serta analisis isi untuk mengkaji nilai budaya yang terdapat dalam teks cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Lembak memiliki karakteristik fonologis, morfologis, dan sintaktis yang khas, yang tercermin dalam kosakata, ungkapan tradisional, dan pola kalimat yang merepresentasikan tradisi tutur masyarakat. Dokumentasi cerita rakyat juga berhasil merekam sejarah lokal, kosmologi masyarakat, nilai kepahlawanan, serta kepercayaan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Lembak. Analisis isi mengungkap adanya nilai moral, sosial, religius, dan kearifan lokal yang relevan dengan penguatan pendidikan karakter. Dengan demikian, cerita rakyat etnik Lembak berpotensi menjadi media literasi budaya lokal yang efektif untuk mendukung pelestarian bahasa daerah, memperkuat identitas budaya, serta menjadi sumber pembelajaran kontekstual di lingkungan pendidikan.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI TEMA PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI SISWA KELAS X SMA KARANG JAYA Inda Puspita Sari; Cekman .; Eka Purwati
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 8 No 2 (2025): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah dan Asing
Publisher : LPPM Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v8i2.4017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi tema puisi melalui model pembelajaran make a match di siswa kelas X SMA Karang Jaya. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Karang Jaya. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), pengamatan (Observasi), dan refleksi (Reflecting). Teknik dalam pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik tes dan non tes. Terlihat 92,59 % siswa dapat mencapai ketuntasan belajar pada siklus kedua, sedangkan pada siklus pertama sebanyak 70,37 %. Rata-rata hasil belajar siswa siklus pertama sebesar 67,59 dan pada siklus kedua sebesar 78,33. Jika dibandingkan antara pratindakan dan akhir siklus kedua terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 21,22 %.
TRANSFORMATION OF DRAMA APPRECIATION LEARNING THROUGH INTERACTIVE MULTIMEDIA BASED ON ARTICULATE STORYLINE FOR UNPARI STUDENTS Agung Nugroho; Inda Puspita Sari; Dian Ramadan Lazuardi
Linggau Journal Science Education (LJSE) Vol. 5 No. 2 (2025): Linggau Journal Science Education
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop interactive multimedia based on Articulate Storyline for Drama Appreciation learning for students of the Indonesian Language and Literature Study Program at UNPARI (Indonesian University). The research method used was Research and Development (R&D) using the ADDIE development model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects consisted of validation experts, lecturers, and students of the Indonesian Language and Literature Study Program at UNPARI. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and tests, using validation sheets, response questionnaires, and evaluation questions. The results showed that the developed interactive multimedia product achieved a validity level with an average score of 0.89, which is categorized as very valid. The results of the practicality test, based on lecturer and student assessments, showed a percentage of 96.15%, categorized as very practical. Furthermore, the effectiveness test, analyzed using N-Gain, showed an average score of 0.72, which is categorized as high. This indicates an increase in students' understanding of the Drama Appreciation material after using this learning media. Based on the research results, it can be concluded that interactive multimedia based on Articulate Storyline in Drama Appreciation learning for UNPARI students has proven valid, practical, and effective, making it suitable for use as a learning medium to improve the quality of student learning processes and outcomes.
ANALISIS NILAI KEARIFAN LOKAL PADA NOVEL “KETIKA CINTA BERSUJUD” KARYA HUDLI LAZWARDINUR Revi Yana; Inda Puspita Sari; Agung Nugroho
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v6i1.799

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai Kearifan Lokal dalam novel Ketika Cinta Bersujud karya Hudli Lazwardinur. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik membaca keseluruhan isi novel yang dilakukan secara mendalam, mengklasifikasi berdasarkan kategori atau tema tertentu, mencatat hal-hal yang penting, menganalisis, dan menyimpulkan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ditemukan nilai kearifan lokal yang tergambar dalam novel Ketika Cinta Bersujud berupa nilai religi, seni, dan gotong royong. Nilai religi menunjukkan bahwa manusia memiliki sikap jujur, rendah hati, menghormati orang tua, iklas, mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala. Nilai seni melalui kendahan bahasa, gaya penulisan, serta penggambaran kehidupan sosial yang penuh makna. Nilai gotong royong yang terlihat dalam kegiatan sehari-hari seperti kerja sama dalam menyelenggarakan acara, memiliki sikap empati dan solidaritas yang ditunjukkan oleh para tokoh. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan nilai kearifan lokal dalam novel Ketika Cinta Bersujud karya Hudli Lazwardinur, hal ini karena novel yang diangkat berkaitan langsung dengan kehidupan sehar-hari di masyarakat.
MAKNA CINTA DAN KASIH SAYANG PADA NOVEL 172 DAYS AKU IKHLAS TAPI AKU RINDU KARYA NADZIRA SHAFA MELALUI PENDEKATAN ROMANTISME Riska Setiawati; Agung Nugroho; Inda Puspita Sari
Kajian Sastra Nusantara Linggau ( KASTRAL) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Kastral
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/kastral.v6i1.800

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan makna cinta dan kasih sayang pada novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa Melalui Pendekatan Romantisme. Metode penelitian ini menggunakan deskripsikualitatif, dengan mengkaji permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini yakni, membaca berulang-ulang keseluruhan isi novel untuk memahami secara detail, memahami jenis-jenis makna cinta dan kasih sayang pada novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa melalui pendekatan romantisme, mencatat hasil yang sudah ditemukan, menganalisis data yang sudah dikelompokan, dan menyimpulkan hasil analisis mengenai makna cinta dan kasih sayang pada novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa melalui Pendekatan Romantisme. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditemukan, makna cinta dan kasih sayang manusia dan Tuhan melalui pendekatan romantisme meliputi kedekatan spiritual yaitu beribadah, dan perasaan ikhlas menerima takdir, makna cinta dan kasih sayang pria dan wanita melalui pendekatan roamantisme terdapat unsur cinta, kasih sayang, pengorbanan, dan keikhlasan menerima takdir, makna cinta dan kasih sayang sesama manusia melalui pendekatan roamntisme meliputi menggambarkan wujud kasih sayang antar sesama manusia yang digambarkan pada cinta dan kasih sayang dari keluarga, serta sahabat, dan makna cinta dan kasih sayang orang tua dan anak melalui pendekatan roamntisme meliputi dukungan orang tua dalam masa sulit, kasih sayang yang tulus tanpa syarat, dan doa yang dipanjatkan orang tua untuk anaknya pada novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa.
STRENGTHENING ACADEMIC LITERACY THROUGH GUIDANCE IN WRITING ACCREDITED JOURNAL ARTICLES FOR UNPARI BIDIKMISI STUDENTS Agung Nugroho; Inda Puspita Sari; Cekman
Jurnal PKM Linggau: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Linggau (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55526/pkml.v6i1.942

Abstract

Low academic literacy among students, particularly in writing scientific articles for publication in accredited journals, is a persistent problem among Bidikmisi students in the Indonesian Language and Literature Education Study Program at PGRI Silampari University (UNPARI). This condition results in low scientific publication skills and delays in the completion of final assignments. This community service activity aims to improve students' academic literacy through mentoring in writing scientific articles based on accredited journals. The method used is a collaborative, participatory approach with workshops, writing clinics, and ongoing mentoring. Evaluation was conducted through pre- and post-tests, observations, and analysis of student writing. The results of the activity showed a significant increase in academic literacy, from an average score of 61.4 to 87.2. Eighty-eight percent of students were able to draft scientific articles, and 70% reached the journal submission stage. Furthermore, there was an increase in student motivation and confidence in scientific writing. The conclusion of this activity is that mentoring in writing scientific articles based on strengthening academic literacy is effective in improving Bidikmisi students' publication skills, both in terms of knowledge, skills, and academic attitudes.
Deep Learning Based Adaptive Strategy Assistance in Supporting Learning Quality at Muhammadiyah University of Palembang Houtman; Agung Nugroho; Inda Puspita Sari
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): January-April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v6i1.2118

Abstract

The development of educational technology requires universities to adopt an adaptive and student-centered learning approach. However, the implementation of a deep learning approach in the learning process still faces various obstacles, such as limited lecturer understanding, a lack of implementation strategies, and suboptimal technology integration in teaching and learning activities. This community service activity aims to improve lecturers' competency in designing and implementing deep learning-based adaptive strategies to support the quality of learning at Muhammadiyah University of Palembang. The methods used include socialization, training, intensive mentoring, and evaluation. The training focused on understanding the concept of deep learning, designing adaptive learning, and utilizing supporting technology. Next, mentoring was provided in the development of learning tools and their implementation in the classroom. Evaluation was carried out through observation, questionnaires, and analysis of learning quality improvements. The results of the activity showed an increase in lecturers' understanding and skills in developing deep learning-based learning strategies. In addition, there was an increase in active student participation, critical thinking skills, and the quality of learning interactions. Lecturers were also able to integrate technology more effectively into the learning process. The conclusion of this activity is that mentoring with deep learning-based adaptive strategies is effective in improving the quality of learning in higher education. This program is recommended to be implemented sustainably with the support of institutional policies to achieve more optimal improvements in the quality of education.