Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Effect of Fluid Velocity on the Diffusion of Trimethylene Glycol through a Reverse Osmosis Membrane in Microchannel -X Sugeng Hadi Susilo; Zahratul Jannah; R.N. Akhsanu Takwim
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 21 No 1 (2021): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v21i1.2271

Abstract

The study aims to observe the diffusion process which is influenced by different velocity and fluid concentrations. Using a microfluidic system and the diffusion process through a reverse osmosis membrane. The research was carried out by flowing fluid into the microchannel. The diffusion process is known by measuring and analyzing the density of liquid waste aquades-trimethylene glycol. The results showed the amount of diffusion through the membrane was influenced by flow velocity and fluid concentration. this is because the velocity of the flow produces pressure on the wall so that it pushes the fluid to diffuse through the membrane.
PELATIHAN LAS PERINTIS PEMBUATAN PORTAL JALAN LINGKUNGAN RT.09/RW.07 KEL. MOOLANGU– KEC..LOWOKWARU KOTA MALANG Santoso; Maskuri; R.N. Akhsanu Takwim; Sudarmadji; Khambali; Bambang Sulistyono
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v7i1.25

Abstract

Perkembangan daerah pemukiman di wilayah kodya Malang menambah jalur-jalur baru dan menimbulkan kerawanan, sehingga perlu pengawasan khusus untuk mengurangi tingkat kejahatan atau pencurian. Hal ini membutuhkan penjagaan ekstra atau membatasi jalur masuk dan keluar pada waktu-waktu tertentu, sehingga pengawasan lebih mudah dilakukan. Pembuatan portal untuk setiap block (gang) pada komplek perumahan merupakan hal penting dalam rangka mengurangi tingkat kejahatan/pencurian pada waktuwaktu tertentu, sehingga warga RT09/RW.07 Kelurahan Mojolangu sepakat untuk membuat portal mulai block 1 s/d block 5. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat dikategorikan pada program pemberdayaan masyarakat terhadap lingkungan dan hal ini perlu mendapat perhatian, karena beberapa hal antara lain, perlunya meningkatkan kepedulian masyarakat dalam ikut serta membangun lingkungannya, perlunya dana pendamping untuk menggali kemampuan masyarakat untuk membangun lingkungannya, dan perlunya meningkatkan kesadaran untuk menjaga fasilitas umum, sehingga tetap terpelihara, karena dengan terlibatnya dalam kegiatan ini berarti semua warga ikut memilikinya. Objek kegiatan ini adalah lingkungan yang menjadi jalan alternatif serta sering adanya kegiatan warga yang memanfaatkan jalan tersebut di lingkungan RT.09 / RW.07 Kelurahan Mojolangu. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini antara lain: meningkatkan kepedulian masyarakat dalam ikut menjaga lingkungan dari kemungkinan adanya kejahatan/pencurian, mengali kemampuan masyarakat untuk ikut serta membangun lingkungan yang konduksif, dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal pembuatan fasilitas umum khususnya portal jalan. Manfaat yang dapat diperoleh dalam kegiatan ini bagi warga dan masyarakat adalah terjadinya kerja sama sesama warga, dapat ikut serta dalam merencanakan kegiatan pembuatan portal jalan yang benar, dan dapat memperoleh portal jalan yang dapat digunakan atau dimanfaatkan di lingkungannya. Dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini metode yang digunakannya adalah melakukan observasi dan konsultasi kepada sebagian besar warga dalam kegiatan pertemuan rutin warga yang dilakukan setiap sebulan sekali, menyiapkan materi, persiapan alat, bahan, dan tempat yang diperlukan dalam membuat atau merakit portal jalan, proses bimbingan prosedur pembuatan portal jalan yang meliputi : (1). Rancangan awal portal jalan, (2). Standar warna (3). Ukuran panjang dan bebannya. Evaluasi akan dilakukan untuk melihat prosedur yang dijalankan dari anggota masyarakat atau peserta untuk setiap hasil kegiatan mulai awal sampai proses asembling dan hasil akhinya. Pada akhir pelaksanaan dilakukan dilakukan pemasangan ditempat yang sudah dimusyawarahkan secara bergotong royong.
PELATIHAN PEMBUATAN TIANG POT BUNGA PERUM GRIYA SAMPURNA DESA AMPELDENTO KEC. KARANGPLOSO KAB. MALANG Pondi Udianto; Haris Puspito B; Bagus Wahjudi; Moh. Hartono; RN Akhsanu Takwim
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.57

Abstract

Perumahan Griya Sampurna merupakan salah perumahan yang ada di Desa Ampeldento Kec. Karangploso Kab. Malang kondisi perumahan dengan penduduk yang heterogen dan merupakan perumahan kelas menengah ke bawah, maka kondisi sarana dan prasarana yang ada perumahan, masih jauh dari layak sebagai sebuah perumahan yang ideal dan nyaman. Salah satu sarana yang masih kurang adalah rambu-rambu lalu lintas Berkaitan dengan hal tersebut kegiatan pemberdayaan masyarakat telah dilakukan kegiatan yaitu Pelatihan Pembuatan Rambu-rambu Jalan. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah melalui pelatihan teori & praktek las fabrikasi secara langsung di bengkel warga Perum Griya Sampurna. Hasil dari kegiatan PKM ini karang taruna dan warga memiliki ketrampilan dasar pengelasan sehingga mampu membuat produk tiang pot bunga.
PEMBUATAN KOLAM TERPAL UNTUK BUDI DAYA IKAN LELE DI PONDOK PESANTREN AT-THOHIRIYAH, TERPATIH GALAK SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Satworo Adiwidodo; Imam Mashudi; Utsman Syah Amrullah; R.N. Akhsanu Takwim; Moh. Hartono
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.62

Abstract

Pondok Pesantren At Thoiriyah adalah pondok yang mengasuh kegiatan madrasah dinniyah dan tafidz Qur’an. Selain bekal agama yang mumpuni, pondok pesantren juga berusaha untuk membekali santri/santriwatinya dengan kemampuan untuk bisa mandiri di masyarakat dengan kemampuan pertanian, peternakan, pertukangan dan lain sebagainya. Santri/santriwati perlu dirangsang untuk belajar mandiri atau diajari melalui proses bimbingan untuk berperan aktif sebagai subyek pembangunan masyarakat. Sejalan dengan pemikiran di atas, diusulkan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu pelatihan dan pembuatan kolam terpal untuk budi daya ikan Lele di di Pondok Pesantren At-Thohiriyah, Terpatih Galak Slahung, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dirintis sebagai usaha untuk membangkitkan minat santri/santriwati untuk memulai usaha berdasarkan potensi usaha yang ada di lingkungan sekitar. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa 1 buah kolam terpal bulat dengan diameter 3 m dengan kedalaman 1 m dengan rangka wiremesh dengan alas terpal dan seperangkat modal awal untuk memulai usaha budidaya lele berupa benih dan pakan lele serta modul pelatihan.
Mekanisasi Proses Pemotongan Daging di Pondok Pesantren At- Thohiriyah Terpatih Galak Slahung Ponorogo Satworo Adiwidodo; Pondi Udianto; Utsman Syah Amrullah; R.N. Akhsanu Takwim; Bagus Wahyudi
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.137

Abstract

Sebagai tempat pendidikan agama, pondok pesantren seringkali menjadi pusat kegiatan keagamaan, diantaranya kegiatan perayaan hari besar umat Islam yaitu Idhul Qurban. Hal yang sama dilakukan di Pondok Pesantren At Thohiriyah, sebuah pondok yang mengasuh kegiatan madrasah diniyah dan tahfidz Qur’an. Dalam kegiatan perayaan Idhul Qurban, salah satu kegiatan utama adalah pemotongan hewan qurban, berupa kambing, domba, ataupun sapi. Dalam kegiatan ini seringkali tenaga yang di butuhkan masih kurang, sehingga waktu pemotongan dan penimbangan daging menjadi lama. Belum lagi proses yang dibutuhkan untuk distribusi hewan Qurban. Kegiatan pemotongan daging hewan tidak hanya terjadi pada saat Idhul Qurban, sering juga masyarakat menitipkan kambing aqiqah untuk di sembelih dan dipotong di pondok pesantren. Maka untuk membantu pondok dalam hal pemotongan daging baik untuk acara Idhul Qurban maupun kegiatan aqiqah, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian sebuah mesin potong daging berpenggerak motor listrik 500-watt dengan pisau pemotong gergaji pita (band saw) dengan spesifikasi tinggi pemotongan maksimum 240 mm, lebar pemotongan maksimum 250 mm yang dihibahkan kepada Pondok Pesantren At Thohiriyah Ponorogo.
Effect of Temperature Variation of Static Thermal Tensioning on Angular Distortion and Sensitization behavior of GMAW Welded SUS 304 Stainless Steel Plate R.N. Akhsanu Takwim; Purwoko; Bayu Pranoto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 21 No. 3 (2021): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1435.487 KB) | DOI: 10.31940/logic.v21i3.218-224

Abstract

Due to its rust resistance properties, the use of stainless steels, especially SUS304 for industrial equipment is increasing. The manufacturing process that is often used is GMAW welding. One of the disadvantages of SUS304 is the occurrence of distortion and sensitization when welded. In this study, the effect of temperature variations of Static Thermal Tensioning on angle distortion and microstructure behavior due to GMAW welding of SUS 304 T-joint plates was studied. Heating by electric heater is given to both parts of the base metal plate SUS 304 5mm thick with temperature variations of 200 oC, 250 oC and 300 oC. Cooling water with a temperature of 24 oC is provided on the back side of the welded track. Welding using filler ER 304 with a diameter of 0.8 mm with welding parameters such as welding current, voltage, gas flow and travel speed controlled at 75 A, 22 V, 10 l/min and 8 mm/s, respectively. Angular distortion of welding results for each treatment temperature variation was measured using a bevel protractor, and perform metallographic test to knowing the microstructural behavior. The results of the measurement of the average angular distortion of three repetitions show that at a temperature of 250 C static thermal tensioning produces the smallest angular distortion of 3ᵒ70', compared to other temperature variations which produce angular distortion 4o45’ at 200 oC and 3o86' at temperature 300 oC. The findings of the largest Cr (carbide) deposits due to sensitization were found at a temperature of 300 oC at 16,49% and the lowest at a temperature of 200 oC at 7,05%
Corrosion Rate and Residual Stress on GMAW Weld Joint of SUS 304 Steel with Static Thermal Tensioning Treatment R.N. Akhsanu Takwim; Anggit Murdani; Bayu Pranoto
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 22 No. 3 (2022): November
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1115.83 KB) | DOI: 10.31940/logic.v22i3.269-275

Abstract

One of the biggest problems in the metal welding process, especially for stainless steel, is the occurrence of large distortions. To reduce distortion during the welding process, it is recommended to provide secondary thermal like Static Thermal Tensioning. However, the provision of secondary thermal is allegedly able to decrease residual stress but reduce the corrosion resistance of stainless steel . In this study, variations in temperature of static thermal tensioning were applied during the GMAW process of SUS 304 plate. Furthermore, the results of the welding were made test specimens to determine the residual stress and corrosion rate of each temperature variation. The measurement of the residual stress using slitting method and measurements of the corrosion rate was carried out with the Autolab PGSTAT 204 potentiostat. The measurement results showed that residual stress of the welding results decrease along with the increase in the temperature of the Static Thermal Tensioning treatment where the treatment temperature of 200 ºC have highest residual stress at 113.79 MPa, followed by the treatment temperature of 250 ºC with 105.67 MPa value, and the lowest residual stress at temperature of 300 ºC with 77.82 MPa value. But, the corrosion rate value at the opposite way where the treatment temperature of 200 ºC produces the lowest corrosion rate, which is 0.70 mm/year, followed by the treatment temperature of 250 ºC of 0.99 mm/year and at a treatment temperature of 300 ºC with a corrosion rate of 1.27mm/year.
Experimental investigation on strain behavior of jute/polyester composite with an open hole under axial loading Anggit Murdani; Utsman Syah Amrullah; R.N. Akhsanu Takwim
Jurnal POLIMESIN Vol 21, No 3 (2023): June
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v21i3.3931

Abstract

Mechanical assembly requires joint mechanism involving fasteners and holes. Deformation of the holes will greatly affect the integrity of the mechanical joins. This research objective is to reveal the strain behavior of jute/polyester composite containing open hole under axial loading. It is very important to know the behavior of the strain surrounding the hole under loading. Experiments were carried out by preparing jute/polyester composites. The composites were manufactured by using a vacuum infusion method. There are two configurations of the number of laminations, i.e., 3 and 5 sheets and of hole sizes, i.e., 5 and 10mm holes. An axial load is applied to the specimen through a tensile test. Strain gauges are attached near the holes, axially and laterally. Strain in axial and lateral directions in the vicinity of a hole is recorded and presented. The research result shows that the strain gauges located parallel to the loading axis indicate a positivestrain value. On the other hand, the strain gauges located lateral to the loading axis indicate a negative value. Furthermore, the strain gauges located beside the hole in the direction parallel to the loading axis indicate the highest strain value in all types of specimens.
Analisis Pengembangan Produk Mesin Pengiris Keripik Pisang dengan Metode Quality Function Deployment (QFD) Pratama, Rico Wahyu; Muzaki, Mochamad; Sari, Nurlia Pramita; Firmansyah, Hilmi Iman; Takwim, R.N. Akhsanu
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 19 No. 2 (2024): Volume 19, Nomor 2, Agustus 2024
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v19i2.4672

Abstract

Wilayah Kabupaten Malang merupakan dataran tinggi yang dikelilingi oleh beberapa gunung pada ketinggian 250-500 meter di atas permukaan air laut. Adapun salah satu produk olahan yang paling populer di daerah tersebut adalah keripik pisang. Pembuatan keripik pisang melaui beberapa tahapan diantaranya pengupasan kulit, pengirisan, penggorengan dan pemberian bumbu. Diantara beberapa tahapan ini proses pegirisan membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan proses yang lain. Permasalahan yang terjadi pada customer adalah hasil dari irisan   kotor karena disebabkan getah dari buah pisang yang menempel pada pisau pengiris, dan kapasitas produksi masih terbatas. Mesin perajang yang pernah digunakan masih kurang aman, kapasitas terbatas dan membutuhkan daya listrik yang cukup tinggi. Sedangkan alat perajang manual yang digunakan saat ini juga mempunyai beberapa kekurangan diantaranya sering melukai tangan, hasil dari ketebalan rajangan tidak konsisten, kurang sempurna dan kapasitas produksi masih terbatas. Sehingga perlu adanya penelitian dengan tujuan untuk mengembangkan mesin pengiris keripik pisang yang sudah ada sesuai dengan kebutuhan produsesn keripik pisang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mesin pengiris keripik pisang dengan metode Quality Function Deployment. Dalam pengaplikasian QFD kebutuhan dan keinginan konsumen atau sering disebut  Voice of Customer (VoC) dipetakan dalam alat yang bernama  House of Quality (HoQ). Setelah dilakukan interview kemudian pembentukan desain matriks pada model HoQ, ditemukan bahwa produsen keripik buah apel mengingiinkan perajang yang mampu menhasilkan tebal rajangan 1,5 - 3mm dengan kualitas dan performa yang lebih baik dibandingkan alat yang sudah ada. Kemudian hasil benchmarking menunjukkan produk yang dikembangkan memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan produk yang sudah ada.Setelah dilakukan pengolahan data maka dapat disimpulkan bahwaterpilih konsep dengan kombinasi putaran rpm diatur menggunakan dimmer, ketebalan rajangan diatur dengan baut tekan, tuas pengarah menggunakan pegas tarik dan model mesin tipe vertikal.
Geometry Optimization of PET Regrind Plastic Dust Separator Machine hartono, Moh.; Takwim, R.N. Akhsanu; Subagiyo, Subagiyo; Puspitasari, Etik; Alia, Nila; Nurvian Amrullah, Radhi
Evrimata: Journal of Mechanical Engineering Vol. 02 No. 02, 2025
Publisher : PT. ELSHAD TECHNOLOGY INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70822/evrmata.vi.76

Abstract

This study aims to analyze the effect of various operational factors on the weight of dust collected by a dust collector machine. Using a multilevel factorial design, this study evaluates the interaction between frequency (Hz), hose length (m), and tube height (m). Analysis of variance shows that all three factors have a significant effect on the dust weight response (P-Value <0.05). The regression model with an R² of 99.15% shows a very high prediction accuracy. Parameter optimization was carried out to maximize the weight of dust collected, resulting in optimal conditions at a frequency of 50 Hz, a hose length of 2 m, and a tube height of 0.3 m with a dust weight of 72.75 g.