Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Simplified Habit Reversal Training (SHRT) Sebagai Intervensi untuk Mengurangi Keparahan Gagap pada Mahasiswa Yuliandri, Anisa; Saptandari, Edilburga Wulan
Gadjah Mada Journal of Professional Psychology (GamaJPP) Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajpp.90696

Abstract

Hambatan berbicara stuttering atau gagap memiliki dampak negatif pada pengalaman emosi, kognitif, perilaku, sosial, dan akademik seorang mahasiswa. Artikel ini merupakan case report intervensi Simplified Habit Reversal Training (SHRT) pada seorang mahasiswa (inisial F, perempuan, usia 20 tahun) yang memiliki kegagapan. Intervensi SHRT mengajarkan respons tandingan, yaitu pengaturan napas, untuk menggantikan perilaku gagap yang telah menjadi kebiasaan. Intervensi dilakukan dalam empat sesi, yang menghasilkan penurunan pada tingkat keparahan kegagapan F. Penurunan ini terlihat dari berkurang frekuensi kemunculan gagap serta skor dampak negatif yang lebih rendah pada skala Overall Assessment of the Speaker’s Experience of Stuttering. Temuan ini menunjukkan bahwa SHRT dapat menjadi pilihan intervensi keperilakuan yang efektif untuk mengurangi keparahan gagap pada mahasiswa yang belum pernah menerima penanganan sebelumnya. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi penerapan SHRT secara lebih luas dalam penanganan gagap.
HEALTH AND RESILIENCE THROUGH MINDFULNESS AND NUTRITION FOR YOUTH (HARMONY): SEBUAH GERAKAN REMAJA SEHAT MENTAL DAN FISIK DI KOTA YOGYAKARTA Yogik Onky Silvana Wijaya; Titin Setiyani; Risky Oktriani; Diandha Septiana Rubi; Arta Farmawati; Sunarti Sunarti; Bagas Suryo Bintoro; Edilburga Wulan Saptandari; Yosephin Anandati Pranoto; Diah Wulandari
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 32 No. 2 (2026): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/me2c4d35

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia produktif yang rentan mengalami permasalahan kesehatan fisik dan mental, yang salah satunya dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, rendahnya literasi gizi, serta meningkatnya paparan stres dan kecemasan. Kondisi ini menuntut adanya intervensi promotif dan preventif yang terintegrasi sejak dini. Program Health and Resilience through Mindfulness and Nutrition for Youth (HARMONY) dikembangkan sebagai gerakan berbasis sekolah untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental remaja melalui pendekatan edukasi gizi, mindfulness, dan aktivitas fisik. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 5 Yogyakarta sebagai sasaran pilot program dalam dua tahap, yaitu survei kesehatan (sosiodemografi, aktivitas fisik, pola makan, kesehatan reproduksi, dan kesehatan mental) dan skrining kesehatan serta penyuluhan. Hasil survei 78 siswa menunjukkan bahwa siswa menggunakan waktu selama 42±0,95 jam/minggu untuk beristirahat dan 12±0,77 jam/minggu untuk berolah raga. Sebanyak 66,67% siswa terpapar makanan ultra proses dan status mental yang masuk kategori ambang batas (borderline) dengan nilai skor Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) 14.03±4,13. Selanjutnya, program memberikan penyuluhan kesehatan yang berfokus pada pemilihan makanan sehat dan strategi mengatasi kecemasan. Hasil survei evaluasi menunjukkan bahwa program ini diterima dengan baik yang menguatkan bahwa kegiatan serupa perlu untuk dilanjutkan secara berkelanjutan dan memperluas cakupan masyarakat sasaran.  Kata Kunci: kesehatan mental, status nutrisi, gaya hidup sehat; kesehatan reproduksi; diet sehat
Struggling Amidst Limitations: The Psychological Well-Being of Youth in the School-to-Work Transition Alisa Permata Hetri; Edilburga Wulan Saptandari
Intuisi : Jurnal Psikologi Ilmiah Vol 17 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/intuisi.17.2.2025.46-56

Abstract

The School-to-Work transition is one of the crucial milestones during the developmental phase towards adulthood. This phase poses unique challenges for young people, particularly those from underprivileged backgrounds. This study explores the psychological well-being of underprivileged youth during their transition into the world of work. This research is a phenomenological study with data obtained through photo-elicitation interviews from three participants. Interpretative Phenomenological Analysis is used to analyze the data.  The findings are presented through three main themes: (a) the school to work transition, encompassing their initial experiences in entering the labor market; (b) the state of psychological well-being; and (c) traces of self-change, which illustrate both adaptive and maladaptive responses developed throughout the transition. The study reveals that two participants became trapped in unfavorable working conditions and struggled to manage responsibilities in professional settings, further complicated by disharmonious relationships with colleagues, contributing to low job satisfaction. In addition, all three participants expressed difficulty in accepting their current life circumstances. These factors collectively impacted the psychological well-being of the participants.