Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemberdayaan dan Peningkatan Potensi Pertanian di Desa Nginamamu Kecamatan Wolomeze Kabupaten Ngada Igniosa Taus; Umbu A. Hamakonda; Victoria C. Lea; Oriensi Y. K. Teftae; Antonius Dolu; Mikael lauda Pati; Victoria A. Puspita; Marten U. Kaleka
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.2914

Abstract

Nginamanu Village has superior potential in the agricultural sector and the livestock sub-sector which is the main source of income for the community. This potential has not been utilized optimally due to the limited knowledge and skills of the community in the management of their natural resources. This Community Service Activity (PKM) aims to empower the farming community in Nginamanu Village and improve the quality of human resources to be able to manage and develop local potential in a more productive and sustainable manner. This activity involved students from the Agrotechnology and Agribusiness Study Program, accompanied by lecturers from both study programs as facilitators and resource persons. The methods used in this activity include community empowerment through a participatory approach, the formation of local work teams, community-based training, and ongoing mentoring in the field. The training materials include modern agricultural cultivation techniques, agribusiness management, processing of agricultural products, and institutional capacity building of farmer groups. In addition, training was also provided on the development of environmentally friendly household-scale farms. The results of the activities show a significant increase in community knowledge and skills, which is reflected in increasing agricultural productivity, the use of appropriate technology, and growing awareness of the importance of efficient farm management. The community is able to apply the training materials through direct practice on their respective farms. On the other hand, this activity is a medium for the implementation of knowledge and field experience for students, strengthening their active involvement in village development. This PKM activity proves that synergy between universities and village communities can be a driving force in improving welfare based on local potential.
Pemberdayaan Petani melalui Uji Adaptasi Beberapa Varietas Padi Unggul dalam Mendukung Kemandirian Benih Padi di Desa Were III Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada Victoria Coo Lea; Kristianus Soba; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.78

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada ini bertujuan untuk: mendorong masyarakat agar menghasilkankan varietas padi unggul yang beradaptasi baik dan cocok untuk dilepaskan kepada para petani sebagai sumber benih bermutu dan spesifik lokasi serta berbasis potensi SDA yang dimiliki secara baik dan arif untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui uji adaptasi beberapa varietas padi unggul. Peningkatan produksi padi sebagai makanan pokok tetap merupakan tantangan utama di masa depan. Ketersediaan varietas unggul dengan mutu baik, produktivitas tinggi, tahan terhadap hama penyakit dan cekaman lingkungan, serta sesuai dengan kebutuhan konsumen merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi pada era industrialisasi pertanian dalam persaingan perdagangan bebas. Sebelum suatu calon varietas dilepas menjadi varietas unggul perlu dilakukan uji adaptasi atau uji observasi bagi varietas lokal padi dan palawija dengan memenuhi kaidah-kaidah statistik. Berdasarkan hasil analisis dapat dilihat penanaman varietas TCIPB202105 dan varietas TCIPB202106 menunjukan hasil adaptasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan varietas lain karena kedua varietas tersebut memiliki lebih banyak keunggulan dari varietas lainnya, hal dapat dilihat dari umur penen kedua varietas yang relatih lebih cepat, rata-rata jumlah anakan produktif yang lebih banyak, jumlah rata-rata gabah isi yang lebih banyak, jumlah gabah kosong yang relatif lebih rendah dari varietas lain dan jumlah rumpun panen dari kedua varietas yang lebih banyak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Were III Kecamatan Golewa Selatan Kabupaten Ngada sebagai desa binaan. Pembuatan demplot dilaksanakan pada areal kosong seluas 12 Are atau dibawah tegakan pohon kelapa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa dan pemerintah kabupaten Ngada
Pendampingan dan Pelatihan Pembukuan Sederhana Kelompok UMKM Kopi Desa Colol dan Kelompok UMKM Kakao Desa Tanah Rata Kabupaten Manggarai Timur Igniosa Taus; Agustinus De Rozari; Victoria A. Puspita; Umbu A. Hamakonda; Victoria C. Lea
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.91

Abstract

Usaha Mikro Kecil menengah (UMKM) Petani Kopi berlokasi di Desa Colol Kecamatan Poco Ranaka Kabupaten Manggarai Timur dan UMKM Petani Kakao berlokasi di Desa Tanah Rata Kecamatan Kota Komba Kabupaten Manggarai Timur, mendapatkan pendampingan dan pelatihan pembukuan sederhana untuk usaha tani yang dijalankan selama ini oleh instruktur Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) yang berkolaborasi dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Petani Kopi dan Petani Kakao dalam melakukan pembukuan sederhana, mengetahui kendala yang terjadi pada kegiatan pendampingan dan pelatihan serta mengetahui progres dari kegiatan pelatihan pembukuan sederhana yang sudah dilakukan. Metode penelitian menggunakan pendekatan melalui pelatihan dan pendampingan serta praktek terhadap materi pelatihan yang sudah diberikan kepada kelompok usaha tani. Hasil penelitian terlihat bahwa petani belum pernah mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang pembukuan sederhana serta menyusun dan membuat laporan keuangan terhadap usaha yang dijalaninya, petani tidak melakukan pencatatan yang berkaitan dengan pengeluaran maupun penerimaan dari usahatani Kopi dan Kakao sehingga dengan adanya pelatihan serta pendampingan pembukuan sederhana ini petani pelaku usaha dapat mengetahui keadaan keuangan usahanya, membuat analisa sebelum mengambil keputusan dan memperoleh kemudahan memperoleh dana melalui pinjaman modal dari bank demi peningkatan dan keberlanjutan usaha tani.
Edukasi dan Pendampingan Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Kakao secara Biointensif di Kelompok Tani Kakao Desa Kisol Kabupaten Manggarai Timur Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.226

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan edukasi dan pendampingan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan pengetahuan petani tentang metode pengendalian hama selain metode kimiawi termasuk pengetahuan pengendalian hayati sehingga petani dalam mengendalikan hama tidak hanya terpaku pada metode kimiawi saja, membuka pola pikir bahwa banyak metode pengendalian hama penyakit yang dapat diterapkan dalam usaha taninya, meningkatkan pengetahuan petani di bidang biopestisida berbahan aktif mikroba bermanfaat serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik isolasi, perbanyakan, dan produksi agensia pengendali hayati.dari golongan jamur. Metode Pelaksanaan PKM dilakukan melalui tiga tahapan yaitu: edukasi dan pemberian materi, kegiatan Pembuatan Biopestisida yang berbahan dasar Beauveria bassiana dan  Trichoderma sp dan pemantauan dan evaluasi ? Hasil edukasi dan pendampingan pada UMKM Kakao diperoleh hasil yakni: (1) Kelompok UMKM memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan produksi tanaman kakao, namun kendala utama adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Olehnya respon yang positif diberikan kelompok UMKM Kakao selama kegiatan edukasi dan pendampingan, terbukti dengan begitu antusias mengikuti kegiatan ini, (2) Kelompok UMKM kakao  memahami filosofi dari ekosistem budidaya tanaman kakao dan siklus hidup Helopeltis sp, (3) Kelompok UMKM kakao telah memahami tentang pengendalian OPT dengan memanfaatkan agen hayati berupa Beauveria bassiana dan Trichoderma sp serta telah mampu melaksanakan dengan baik kegiatan pembuatan pupuk organik menambahkan dekomposer jamur Trichoderma sp untuk mempercepat proses dekomposisi.
Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Kakao Secara Kimiawi di Kelompok Tani Kakao Desa Kisol Kabupaten Manggarai Timur Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.317

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), khususnya hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman kakao di Desa Tanah Rata, Kabupaten Manggarai Timur. Kakao merupakan komoditas unggulan yang menjadi penggerak perekonomian dan sumber pendapatan masyarakat setempat. Namun, sebagian besar tanaman kakao di wilayah ini telah berusia tua, kurang mendapat perawatan intensif, dan mengalami serangan OPT, sehingga produktivitasnya rendah. Hama utama yang menyerang adalah penggerek buah kakao (Helopeltis spp.), sedangkan penyakit yang sering ditemukan adalah busuk buah yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora. Faktor-faktor ini menjadi penghambat utama dalam peningkatan produksi kakao di Desa Tanah Rata. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-28 Agustus 2024 dengan menggunakan metode observasi. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani kakao untuk mengidentifikasi permasalahan dan teknik pengendalian hama, yang kemudian divalidasi melalui pengamatan langsung di lapangan. Langkah awal meliputi survei pertanaman kakao dan wawancara dengan anggota kelompok tani untuk memahami kendala yang dihadapi. Pengendalian dilakukan berdasarkan prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT), dengan penekanan pada penggunaan teknologi ramah lingkungan dan bahan kimia sintetis sebagai alternatif terakhir jika serangan OPT melebihi ambang ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan beberapa dampak positif, antara lain peningkatan pemahaman petani tentang rehabilitasi tanaman kakao dan pengendalian OPT berbasis PHT, munculnya pucuk baru, bunga, dan bakal buah pada tanaman, serta peningkatan produksi kakao secara bertahap. Selain itu, petani memahami pentingnya pengendalian OPT yang ramah lingkungan sebagai langkah preventif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan produksi kakao sekaligus memperkuat pengelolaan UMKM berbasis kakao di wilayah tersebut.
Pelatihan Teknis Budidaya Kakao Guna Peningkatan Produktivitas di Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur Victoria Ayu Puspita; Umbu Awang Hamakonda; Igniosa Taus; Victoria Coo Lea
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i2.334

Abstract

Tanaman kakao atau kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang mempunyai peranan penting dalam menunjang  perekonomian nasional dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Data BPS Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan produksi tanaman kakao mengalami peningkatan pada 2 tahun terakhir, namun produktivitas kakao di Kabupaten Manggarai Timur masih tergolong rendah karena hanya berada di angka 3,3, ton/ha. Berdasarkan hal tersebut, maka Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang merupakan salah satu CSR dari PT. Astra International berkolaborasi dengan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Ngada yakni Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) guna mengubah pola pikir petani kakao di wilayah Manggarai Timur sehingga dapat melaksanakan kegiatan budidaya tanaman kakao berdasarkan SOP yang ada sehingga pelaksanaan tata kerja produksi kakao secara benar, tertib dan tepat, untuk diperoleh produktivitas optimal. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi pemberian materi terkait Manajemen Teknis Budidaya Tanaman Kakao dan dilanjutkan dengan pendampingan pencatatan harian terkait semua kegiatan pemeliharaan tanaman kakao. Hasil yang diharapkan adalah para petani kakao di  salah satu binaan yaitu para petani binaan mulai bisa untuk melakukan teknis budidaya tanaman kakao yang baik dan disesuaikan dengan SOP yang telah dibuat.
Penyuluhan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kakao pada Masyarakat Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada Victoria Coo Lea; Umbu Awang Hamakonda; Victoria Ayu Puspita; Igniosa Taus; Umbu N. Limbu
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.402

Abstract

Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) pada kakao merupakan tantangan utama bagi petani di Desa Boba, Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Serangan hama seperti penggerek buah kakao dan penyakit seperti busuk buah menyebabkan menurunnya produktivitas secara signifikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas petani dalam mengenali serta mengendalikan hama dan penyakit tanaman kakao melalui pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan materi tentang jenis-jenis hama dan penyakit utama pada tanaman kakao, diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion), serta kunjungan lapangan ke kebun petani untuk observasi langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani sangat antusias dan aktif terlibat dalam seluruh tahapan kegiatan. Mereka menunjukkan peningkatan pengetahuan dalam identifikasi gejala serangan dan pemilihan metode pengendalian yang sesuai, seperti sanitasi kebun, pemangkasan, serta penggunaan insektisida secara bijak. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas lokal petani dalam pengelolaan kakao secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan secara berkala sebagai bagian dari program revitalisasi tanaman kakao di wilayah tersebut.
IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN GOLEWA SELATAN KABUPATEN NGADA Igniosa Taus; David Januarius Djawapatty; Umbu A. Hamakonda
Jurnal Agriovet Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v3i2.492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danpermasalahan dalam bidang pertanian. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah pendekatan deskriptif eksploratif. Hasil penelitianmenunjukan bahwa di Kecamatan Golewa Selatan memiliki potensibidang pertanian pada komoditi pangan, hortikultura dan perkebunan.Luas lahan pertanian padi sawah sebesar 530, 69 ha dengan jumlahproduksi 1082,292 ton/ha. Luas lahan jagung 121,86 ha dengan jumlahproduksi 281,25 ton/ha. Pisang memiliki luas lahan 192,05 ha denganjumlah produksi 392,5 ton/ha, tanaman perkebunan kakao memilikiluas lahan 204,2 ha dengan total produksi 376,53 ton/ha, kemiridengan luas lahan 152,04 dan total produksi 102,7 ton/ha. Hasil akhirdari penelitian ini adalah mengetahui potensi pertanian danpermasalahan yang ada serta solusi terhadap permasalahan pertanian dikecamatan Golewa Selatan. Kata Kunci : Pertanian, Golewa Selatan, Deskriptfi Eksploratif
POTENSI POPULASI TERNAK DAN PERMASALAHAN PEMELIHARAAN DI KECAMATAN RIUNG BARAT, KABUPATEN NGADA Egidius Rembo; Umbu A. Hamakonda; Jenny R. Bay
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah populasi ternak(Sapi, Kuda, Kerbau, Kambing, Babi, Ayam dan Itik/Bebek) danpermasalahan dalam proses pemeliharaan di Kecamatan Riung Barat,Kabupaten Ngada, Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitudeskriptif eksploratif dengan melakukan observasi lapangan danpengambilan data populasi ternak dari setiap desa. Jenis ternak yangpaling dominan dipelihara oleh masyarakat pertanian di KecamatanRiung Barat yaitu ternak sapi (800 ekor), babi (975 ekor), dan ayam(7085 ekor). Usaha peternakan bagi masyarakat di Kecamatan RiungBarat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Selainmemenuhi kebutuhan protein hewani, ternak juga dapat digunakanuntuk meningkatkan status sosial dan memenuhi kebutuhan adatistiadat. Namun usaha peternakan bagi masyarakat di KecamatanRiung Barat hanya dijadikan sebagai usaha sampingan karena matapencaharaian masayarakat di kecamatan Riung Barat adalah petanisehinga rendahnya perhatian terhadap ternak yang di pelihara.Kata Kunci : Masyarakat Kecamatan Riung Barat, Potensi Ternak,Permasalahan Pemeliharaan
IDENTIFIKASI POTENSI DAN MASALAH DIBIDANG PERTANIAN KECAMATAN RIUNG BARAT KABUPATEN NGADA PROVINSI NTT Umbu Awang Hamakonda; Egidius Rembo; Jenny R Bay; Igniosa Taus
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i2.648

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi danmasalah di bidang pertanian. Metode penelitian ini adalah deskriptifeksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dikecamatan Riungbarat Kabupaten Ngada memiliki potensi dibidang pertanian danmemiliki luas lahan pertanian tanaman padi sebesar 1060 Ha danjumlah produksi 5,5 Ton/Ha, jagung luas luas lahan 829 dengan jumlahproduksi 2,5 Ton/Ha, kacang tanah memiliki luas lahan 38 Ha denganjumlah produksi 1,5 ton/ha, singkong memiliki luas areal 471 ha danproduksi sebesar 1,5 ton/ha, tanaman cabai memiliki luas areal 22 Hadan produksi sebesar 12,93 ton/ha sedangkan tanaman perkebunankopi robusta memiliki luas areal 81,5 Ha dengan jumlah produksisebesar 61,1 ton/Ha. Masalah dibidang pertanian adalah perubahaniklim dan kurangnya teknologi yang baik serta ketersediaan air danpupuk sehingga mempengaruhi hasil produksi pertanian yang kurangbaik. Salah satu alternatif dalam upaya pemecahan masalah di bidangpertanian adalah mempersiapkan lahan secara optimal, pupuk sertaketersediaan teknologi dalam proses pengolahan tanah.Kata Kunci : Potensi dan masalah pertanian (padi, jagung, ubi kayu,cabai dan kopi robusta) The purpose of this research is to identify potentials and problemsin agriculture. This research method is descriptive exploratory. Theresults showed that the district of Riung Barat, Ngada Regency haspotential in agriculture and has an area of 1060 Ha of agricultural landfor rice and a total production of 5.5 tons/ha, corn has an area of 829with a total production of 2.5 tons/ha, peanuts has a land area of 38 hawith a total production of 1.5 tons/ha, cassava has an area of 471 haand a production of 1.5 tons/ha, chili plants have an area of 22 ha and aproduction of 12.93 tons/ha while plantation crops Robusta coffee hasan area of 81.5 Ha with a total production of 61.1 tons/Ha. Problems inagriculture are climate change and lack of good technology as well asthe availability of water and fertilizers so that it affects agriculturalproduction that is not good. One alternative in efforts to solveproblems in agriculture is to prepare the land optimally, fertilizers andthe availability of technology in the soil processing process.Key words: Agricultural potential and problems (rice, corn, cassava,chili and robusta coffee)