Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Hukum Islam Terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Putusan Pengadilan Negeri Kendari Nomor 16/Pdt.Sus-Phi/2020/PN Kdi) Ardiansyah, Arsyah; Diab, Ashadi L.; Rusnam, Rusnam
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 4 No 1 (2022): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v4i1.4228

Abstract

Akibat pandemi Covid-19, Pemutusan hubungan kerja mengalami peningkatan yang signifikan. Jumlah kasus PHK mencapai puluhan juta kasus, sebagian besar perusahaan beralibi PHK dilakukan sebagai upaya efisiensi karena keadaan memaksa (Force majeure). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan pandangan hukum islam terhadap PHK pada masa pandemi Covid-19 pada perkara Nomor 16/PDT.SUS-PHI/2020/PN KDI. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus yang dipertajam dengan pendekatan normatif Syar’i. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa studi pustaka terhadap bahan hukum maupun bahan non hukum dan  dalam teknik pengolahan data, penulis menggunakan metode seleksi, kelasifikasi dan penggolongan.Dari hasil penelitian pada perkara nomor 16/PDT.SUS-PHI/ 2020/PN KDI, penulis kemudian menyimpulkan bahwa fasakh atau PHK yang dilakukan oleh PT. Cilacap Samudera Fishing Industry cabang Kendari kepada 4 pekerjanya merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan sebab adanya keadaan yang memaksa (force majeur) akibat pandemi covid-19, olehnya dalam perkara ini fasakh diperbolehkan. Tindakan perusahaan yang melakukan PHK harusnya disertai dengan pesangon sebagai konsekuensi yang timbul akibat PHK.
Pengelolaan Manajemen Hotel Dan Penginapan Syariah Di Kota Kendari Ditinjau Menurut Perspektif Maslahat Mursalah Athirah, Zahirah; Rusnam, Rusnam
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 5 No 1 (2023): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v5i1.4379

Abstract

Industri perhotelan syariah harus dilihat sebagai potensi bukan sekadar pelabelan semata atau mengikuti tren yang ada Permasalahan dalam penelitian ini adalah terdapat pada manajemen hotel yang menerapkan label syariah tapi sesungguhnya pada manajemennya dijalankan secara syariah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen hotel dan penginapan syariah di Kota Kendari dilihat dari konsep hotel syariah serta mengetahui Implementasi maslahat mursalah dalam pengelolaan hotel dan penginapan syariah di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, data yang diperoleh menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa manajemen pengelolaan hotel Fauziah Syariah, Wisma Indonesia, Azizah Syariah dan Zahra Syariah telah menerapkan konsep-konsep syariah saja pada hotel Wisma Indonesia dan Fauziah Syariah tidak menyeleksi tamu dengan jenis lain, sedangkan sertifikasi syariah hanya dimiliki oleh hotel Azizah Syariah dan Zahra Syariah. Serta manajemen maslahat mursalah pada hotel syariah telah sesuai dengan syarat maslahat mursalah, tetapi untuk hotel Wisma Indonesia dan Fauziah Syariah tidak menyeleksi tamu perempuan dan laki-laki sehingga telah menyeleng dari konsep maslahat mursalah dan bertentangan dengan nash Al-Qur'an.
PROBLEMATIKA KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENETAPAN PENERIMA DANA PKH (studi implementasi permensos no 1 tahun 2018 tentang program keluarga harapan di desa sumber jaya, kecamatan lalembuu, kabupaten konawe selatan) Restiana, Yuniarti; Ahmadi, Ahmadi; Rusnam, Rusnam
Fawaid : Sharia Economic Law Review Vol 4 No 2 (2022): Fawaid: Sharia Economic Law Review
Publisher : Fakultas Syariah IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/flr.v4i2.4385

Abstract

Dalam Pasal 1 angka , Peraturan Mentri Sosial Nomer 1 Tahun 208 tentang Program Keluarga Harapan menjelaskan bahwa Program Keluarga Harapan yang biasa disebut PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin, yang diproses oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahtraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat KPM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kebijakan pemerintah desa dalam penetapan penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) studi implementasi permensos nomer 1 tahun 2018, juga untuk mengetahui problematika kebijakan pemerintah desa dalam penetapan penerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) studi implementasi permensos nomer 1 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Yuridis empiris normative, yaitu jenis penelitian yang menggabungkan antara penelitian yuridis empiris dan yuridis normatif, yaitu mengkaji sebuah kejadian dimasyarakat serta membandingkan dengan peraturan yang terdapat didalam Uundang-undang apakah peraturan yang diterapkan dimasyarakat sudah sesuai dengan Undang-undang atau belum, Dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus.Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah Desa dalam penetapan penerima dana PKH dapat dilihat pada Petunjuk Teknis PKH, yaitu: Fasilitator musyawarah sosialisasi didesa/kelurahan, pengusulan nama calon KPM, mengeluarkan surat keterangan mampu, lebelisasi. Sedangkan problematika yang terdapat dalam kebijakan pemerintah desa penetapan penetapan penerima dana PKH yaitu: Frekwensi musyawarah desa sangat minim, kurangnya komunikasi, kurangnya pengawasan dari pemerintah desa, kurangnya pemahaman pemerintah desa.
Water Stress Influence For Tomato (Solanum Lycopersicum) Production Rusnam Rusnam; Ridho Adi Surya; Muhammad Makky
Andalasian International Journal of Agriculture and Natural Sciences (AIJANS) Vol. 2 No. 01 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.91 KB) | DOI: 10.25077/aijans.v2.i01.25-37.2021

Abstract

Tomato, also known as Solanum lycopersicum, is one of the horticultural commodities that have a good priority to be developed. Tomato production in Indonesia has decreased over five decades. This lack of production is caused by the limitation of water supply during the dry season as to effect of its rooting. One of the ways of ensuring water supply is using an irrigation system, including drip irrigation. The use of drip irrigation will save a lot of water, but the allocation of water to be given will cause to salinity. This phenomenon requires actions to control the water for tomato production. Research in this area is being carried out in the subdistrict of Lubuk Kilangan, Padang City. The current study observes the effect of salinity on the amount of leaf, the productivity, and the sweetness of the tomato fruit. Based on the results, the efficiency of drip irrigation is around 96.28%, and there is no real effect of salinity on the amount of leaf. Additionally, salinity does not affect productivity. The highest productivity is on the treatment of giving water at -15%, amounting to 2.30 kg, and the lowest is at -5%, amounting to 1.72%. Salinity increases the sweetness of tomato, and the highest sweetness level is on the treatment of giving water at -20%, amounting to 5.6600 Brix, and the lowest sweetness level is at the control treatment, amounting to 5.1100 Brix.
Analisis Sebaran Debu Jatuh Padang Industrial Park (PIP) Menggunakan Dustfall Canister Rusnam, Rusnam; Nurmala, Nurmala; Irsyad, Fadli; Dasril, Cintya Junia
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2025.012.03.4

Abstract

ABSTRAK  Kawasan industri merupakan penyumbang polusi udara terbesar, salah satu kawasan industri yang berdiri berdampingan dengan kawasan pertanian ialah Padang Industrial Park (PIP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran polusi udara yang ada di Padang Industrial Park (PIP), menggunakan metode Dustfall Canister serta metode analisis yang digunakan ialah Gravimetri untuk mendapatkan konsentrasi dari debu jatuh. Selanjutnya dilakukan analisis lanjutan dari pengaruh debu jatuh pada kesehatan tanaman dengan menggunakan nilai Air Pollution Tolerance Index (APTI) untuk menuntukan toleransi tanaman terhadap polusi udara. Hasil yang diperoleh dari 9 titik sampel yang terdiri dari komoditi jagung dan padi, didapatkan nilai APTInya berada pada kategori sensitif. Hal ini menandakan komoditi jagung dan padi yang hidup di sekitar kawasan Padang Industrial Park (PIP) memiliki toleransi yang rendah terhadap polusi udara. Selanjutnya, konsentrasi tertinggi debu jatuh yang didapatkan selama 14 hari berada pada titik sampel 2 berjumlah 7,3516 ton/km2/bulan, nilai ini tidak melebihi standar baku mutu yang diperuntukan pada kawasan pemukiman. Sehingga, kualitas udara yang berada di kawasan industri Padang Industrial Park (PIP) termasuk pada kategori baik, namun perlu dilakukan pemantauan secara berkala. Kata kunci: APTI, debu jatuh, gravimetri, jagung, padi ABSTRACT Industrial areas are the largest contributors to air pollution, one of the industrial areas that stands side by side with agricultural areas is Padang Industrial Park (PIP). This study aims to analyze the distribution of air pollution in Padang Industrial Park (PIP), using the Dustfall Canister method and the analysis method used is Gravimetry to obtain the concentration of falling dust. Furthermore, further analysis was carried out on the effect of falling dust on plant health using the Air Pollution Tolerance Index (APTI) value to determine plant tolerance to air pollution. The results obtained from 9 sample points consisting of corn and rice commodities, the APTI value was found to be in the sensitive category. This indicates that corn and rice commodities that grow around the Padang Industrial Park (PIP) area have a low tolerance to air pollution. Furthermore, the highest concentration of falling dust obtained for 14 days was at sample point 2 amounting to 7.3516 tons/km2/month, this value does not exceed the quality standards intended for residential areas. Thus, the air quality in the Padang Industrial Park (PIP) industrial area is included in the good category, but regular monitoring is necessary. Keywords:  APTI, corn, dustfall, gravimetri, rice
Biosorption Performance of Biochar from Exhausted Kahwa Coffee on Cadmium Removal Under Various Operational Parameters Nika Rahma Yanti; Aninda Tifani Puari; Frisca Lora Amalya; Rusnam Rusnam; Rahmi Awalina
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 3 (2025): June 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i3.764-771

Abstract

The primary goal of this study was to investigate the biosorption performance of biochar derived from exhausted kahwa coffee (EKC) on removing heavy metal ion, Cd²⁺ in the solution. The operational parameters, for instance pH, dosage and contact time, were varied in a certain range and the efficiency and the capacity of removal were determined. The pH was in a range of 5 – 11, while the biochar dosage in a range of 0.075 – 0.15 g and the contact time was in between 30 – 180 minutes. The batch biosorption test showed that the EKC biochar had higher removal performance in alkaline condition, with a proposed pH of 10. Meanwhile, the applied dosage showed that addition of 0.1 g EKC biochar was more effective than adding more dosage. Furthermore, the batch experiments showed that 60 minutes of biosorption process resulted in more effective removal compared to the longer biosorption time. According to the ANOVA analysis on the three conditions, it was shown that the pH and contact time had significant effects on the removal performance of EKC biochar on cadmium ion in the solution.  Keywords: Biochar, biosorption, Exhausted kahwa coffee, Heavy metal ion, Operational parameters.
Analysis of Irrigation Modernization Readiness Using FAHP Method Berliana Larasati; Delvi Yanti; Rusnam Rusnam
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.437-447

Abstract

Irrigation modernization is a solution proposed to achieve an effective, efficient, and sustainable participatory irrigation management system. The purpose of this study was to measure the value of irrigation modernization readiness (IKMI) and determine the priority order of the Batang Anai Irrigation Area (IA). The IKMI method used 5 criteria for irrigation modernization (reliability of water supply, water and irrigation resource facilities and infrastructure, management of water and irrigation resources systems, water and irrigation resource management institutions, and human resources) and determines the priority order for modernization preparation using the Fuzzy Analytical Hierarchy Process method. Direct observation activities were carried out for the pillars of irrigation infrastructure and water availability, while interviews and questionnaires were used to assess management systems, management institutions, and human resources. The IKMI value 67.50 for the Batang Anai IA implies modernization is postponed, and irrigation system improvements can be carried out for 1-2 years. The priority order for irrigation modernization is water availability, management institutions, irrigation management, irrigation infrastructure, and human resources. Recommended actions for modernization readiness include checking the water supply system, normalizing irrigation channels, repairing damaged irrigation infrastructure, increasing farmer participation through socialization and training activities, and building synergy between irrigation managers. Keywords: FAHP, IKMI, Irrigation, Modernization, Sustainability.