Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI RUMAH SAKIT TK. IV GUNTUNG PAYUNG BANJARBARU Amaliyah Wahyuni; Ade Rita Puspa Negara; Nurmiati Nurmiati
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v4i2.241

Abstract

High Alert drugs are drugs that must be watched out for because they often cause serious errors (sentinel events) and drugs that have a high risk of causing Unwanted Drug Reactions (ROTD). The High Alert drug group includes high-risk, look-alike and sound-alike drugs (LASA), and high concentrations. The purpose of this study was to determine the percentage of suitability of High Alert drug storage based on SPO at Tk Hospital. IV Guntung Umbrella Banjarbaru. The type of research used is non-experimental research with descriptive survey research methods. This research was conducted by cross-sectional and the sampling technique used was a saturated sampling technique. The study was conducted at the Tk Hospital. IV Guntung Umbrella Banjarabaru. The research tool used in this study was an observation sheet. The total number of High Alert drugs is (n=70) items, consisting of high-risk drugs (n=22); LASA (Look Alike Sound Alike) (n=45) items; and high concentrate (n=3) items. The results showed the percentage of storage suitability based on the SOP for Tk Hospital. IV Guntung Payung Banjarbaru amounted to 77.14% (54). While the suitability by category, high risk drugs is 72.72% (16), LASA (Look Alike Sound Alike) 77.78% (35), and High Concentrate is 100% (3).
PENILAIAN POTENSI BIOMASSA SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI KELISTRIKAN Petir Papilo; Kunaifi Kunaifi; Erliza Hambali; Nurmiati Nurmiati; Rizfi Fariz Pari
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.57 KB)

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber daya listrik merupakan salah satu solusi yang dapat dikembangkandalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan mewujudkan ketahanan energi nasional. Untuk itu sebagai langkah awal bagi menguji kelayakan pengembangan biomassa sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, diperlukan analisis tentang potensi sumber daya, terutama dari beberapa komoditas unggulan, baik dari sisa hasil pertanian maupun perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi biomassa berdasarkan ketersediaan pasokan sumber daya yang tidak termanfaatkan yang dapat diperoleh dari sisa hasil pertanian. Beberapa sisa hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi target penilaian antara lain adalah jerami dan sekam padi sawah, jerami dan sekam padi ladang, batang dan tongkol jagung, batang ubi kayu, serta serat, cangkang, tandan kosong, kernel dan limbah cair yang terdapat di perkebunan kelapa sawit. Hasil analisis dengan pendekatan statistik, menunjukkan bahwa total energi teoritis biomassa yang dapat dihasilkan adalah sebesar 77.466.754,8 Gj/Tahun. Secara teoritis berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 21.518.542,8 MWh/Tahun.Kata Kunci: Biomassa, Potensi Teoritis, Rasio Elektrifikasi
Isolasi Bakteri Pendegradasi Limbah Cair Industri Minyak Sawit Monica Kharisma Swandi; Periadnadi Periadnadi; Nurmiati Nurmiati
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.4.1.%p.2015

Abstract

An isolation of degrading bacteria of Palm Oil Mill Effluent (POME) was conducted from May to October 2014 at the Laboratory of Microbiology, Department of Biology, Faculty of Natural Sciences, Andalas University. This study aimed to describe the characteristic of the bacteria which can degradate the POME. The result obtained five isolates ie BLS1, BLS2, BLS3, BLS4 and BLS5 and their characters were rod-shaped (basil), gram-positive, motile, positive catalase and forming endospores.                                                                                                        Keywords:       isolation, characterization, degrading bacteria, POME
POTENSI MIKROBIOTA INDIGENOUS PULP TIGA VARIETAS KAKAO (Theobroma cacao L.) SEBAGAI STARTER DALAM FERMENTASI BIJI KAKAO Sri Indrayati; Silmi Yusri Rahmadani; Periadnadi Periadnadi; Nurmiati Nurmiati
Biopropal Industri Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36974/jbi.v12i1.6459

Abstract

ABSTRACTCocoa (Theobroma cacao, L) is one of Indonesia's main and essential non-oil commodity export. In West Sumatera, TSH 858, Scavina, and ICS 60 are three superior cocoa varieties that attempt for their cultivation. This study aimed to observe the potential fermentative of indigenous microbiota from pulp three cocoa varieties TSH 858, Scavina and ICS 60 as a starter in cocoa bean fermentation. One way anova used for data analyzed such as pH, alcohol, reducing glucose value, and fermentative intensity. Meanwhile, the Wilcoxon signed test was used for organoleptic analysis. Variable of this study was fermentation without starter (A), Fermentation with starter of TSH 858 variety (B), fermentation with starter of Scavina variety (C), and fermentation with starter of ICS variety (D). After 12 days fermentation, the fermentation product showed which total indigenous microbiota for A were (4,3 x1010cfu/ml), B (2,2x1014 cfu/ml, C (2,97 x1014 cfu/ml) and D (5,1x1014 cfu/ml). Alteration in pH value for A was (3,56-4,07), B (3,55-3,90), C (3,64-4,05), and D (3,56-4,08). Meanwhile, the reducing glucose value for A was (5,6%), B (5,7 %.), C (6,1%), and D (5,3%). The best fermentation intensity comes from treatment with addition starters (A, B, and C) that occurred on the 3rd day, while without starter occurred on the day 6th. Alcohol value from all treatment were A (2,5%), B (1,3 %.), C (2,5%), and D (1,3%). The highest averages preference for cocoa bean aroma was D (3,2; likes).Keywords: cacao, fermentation, indigenous microbiota, starterABSTRAKKakao (Theobroma cacao, L.) merupakan salah satu komoditi utama dan andalan ekspor non migas Indonesia. TSH 858, Scavina dan ICS 60 merupakan tiga varietas kakao yang unggul dan sedang diusahakan perkembangannya di Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi fermentasi mikrobiota indigenous pulp dari tiga varietas kakao TSH 858, ICS 60 dan Scavina sebagai starter untuk fermentasi biji kakao. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dianalisis secara statistik dengan uji Rancangan Acak Lengkap dan nilai organoleptik dianalisis secara statistik dengan Uji Jenjang Bertanda Wilcoxon. Perlakuan yang digunakan adalah (A) tanpa starter (kontrol); (B) penambahan starter varietas TSH 858; (C) penambahan starter varietas Scavina; (D) penambahan starter varietas ICS 60. Setelah 12 hari fermentasi, produk  fermentasi menunjukkan hasil bahwa jumlah mikrobiota indigenous perlakuan A (4,3 x1010cfu/ml), B (2,2x1014 cfu/ml, C (2,97 x1014 cfu/ml) dan D (5,1x1014 cfu/ml). Perubahan  nilai pH pulp kakao dari awal sampai akhir fermentasi pada perlakuan A  (3,56-4,07), B (3,55-3,90), C (3,64-4,05), dan D (3,56-4,08). Pengurangan kadar gula untuk perlakuan A (5,6%), B (5,7 %.), C (6,1%), dan D (5,3%). Intensitas fermentasi terbaik pada perlakuan dengan penambahan starter (B,C,dan D) terjadi pada hari ke-3, sedangkan pada perlakuan tanpa starter (A) terjadi pada hari ke-6. Kadar Alkohol Perlakuan A (2,5%), B (1,3 %.), C (2,5%), dan D (1,3%). Nilai rata-rata kesukaan terhadap aroma biji tertinggi (3,2;suka) adalah pada perlakuan D.Kata kunci: fermentasi, kakao, mikrobiota indigenous, starter 
DISEMINASI TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN NILA NIRWANA INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN DI KELURAHAN LIMAU MANIS KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Efrizal Efrizal; Chairul Chairul; Anthoni Agustien; Nurmiati Nurmiati; Zuhri Syam; Suwirmen Suwirmen; Ferry Lismanto Syaiful
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 1 No 4.a (2018)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.159 KB)

Abstract

Kegiatan IPTEKS berbasis dosen & masyarakat (IbDM) ini dilakukan dengan tujuan untuk diseminasi teknologi budidaya ikan Nila Nirwana secara intensif dalam upaya meningkatkan produktivitas perikanan di Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani ikan (masyarakat) Kelurahan Koto Tangah dalam bidang usaha pemeliharaan ikan Nila Nirwana di Sumatera Barat, sehingga diharapkan mereka dapat melakukan pemeliharaan dengan cara/teknik yang baik dan ramah lingkungan. Selain itu kegiatan IbDM ini juga diharapakan mampu mengurangi biaya operasional dalam pemeliharaan ikan Nila Nirwana dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan para petani (masyarakat) Kelurahan Limau Manis melalui pengembangan usaha budidaya ikan yang berkelanjutan. Untuk mencapai hasil diseminasi teknologi yang optimal maka sasaran utama IbDM di Kecamatan Pauh ini adalah kelompok tani ikan dan para pembina/pemuka masyarakat Kelurahan Limau Manis yang diharapkan mampu memberikan motivasi kepada petani untuk mensosialisasikan metoda pembuatan pakan formula alternatif untuk pengembangan budidaya ikan Nila Nirwana secara intensif dan ramah lingkungan. Metoda yang digunakan dalam kegiatan ini adalah (1) Penyuluhan (ceramah), dengan materi utama : (a) memberikan pengetahuan tentang berbagai macam bahan baku yang dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan, (b) memberikan pengetahuan tentang penyusunan formula/komposisi makanan buatan, (c) memberikan pengetahuan tentang proses pembuatan makanan buatan (d) menambah pengetahuan masyarakat tentang cara menyimpan pelet yang baik agar lebih tahan lama dan (e) pemberian materi tentang pengujian mutu pakan, baik secara fisika, kimia dan biologis; dan (2) Peragaan pembuatan pakan pelet alternatif untuk budidaya ikan Nila Nirwana secara intensif. Dari hasil kegiatan IbDM ini didapatkan bahwa pengetahuan dan keterampilan kelompok tani Kelurahan Limau Manis Kec. Pauh, Padang sebelum dilaksanakan kegiatan IbDM ini masih sangat rendah. Namun demikian motivasi atau keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbDM untuk melakukan usaha budidaya atau pemeliharaan ikan sangat besar. Hal ini terlihat dari keinginan masyarakat kelompok tani mitra IbDM untuk menguasai teknologi pembuatan pakan ikan dari hasil limbah daun dan batang talas yang diproses menjadi tepung relatif cukup tinggi. Lebih jauh dari hasil kegiatan IbDM pada masyarakat ini dapat menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencari pakan alternatif untuk pakan ikan sehingga kegiatan budidaya dapat berjalan dengan baik di daerah mitra IbDM. Agar kegiatan budidaya berjalan dengan baik di daerah mitra IbDM perlu dilakukan kegiatan IbDM secara berkelanjutan tentang teknik pembuatan pelet ikan alternatif dan teknik pemeliharaan ikan yang efisien dan efektif. Disamping itu perlu dukungan dana atau pemberian kredit oleh pihak yang berwenang kepada masyarakat atau petani ikan untuk modal pengembangan usahanya.
DISEMINASI TEKNOLOGI PAKAN BUATAN ALTERNATIF UNTUK PENGEMBANGAN BUDIDAYA IKAN GURAME INTENSIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERIKANAN DI KELURAHAN LIMAU MANIS KECAMATAN PAUH KOTA PADANG Efrizal Efrizal; Nurmiati Nurmiati; Chairul Chairul; Anthoni Agustien; Suwirmen Suwirmen; Rusnam Rusnam; Deswati Deswati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.612 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v3i1.347

Abstract

Lecturer and community based science and technology activities (IbDM) were carried out with the aim of disseminating technology for Gurame culture intensively in an effort to increase fisheries productivity in Limau Manis, Pauh Subdistrict, Padang City and increase the knowledge and skills of fish farmers (community) in Koto Tangah Village in the field of Gurame fish maintenance business in West Sumatra, so that they are expected to be able to carry out maintenance in a good / environmentally friendly manner. Besides this IbDM activities are also expected to be able to reduce operational costs in maintaining Nirwana Tilapia and in the end can increase the income of the farmers (community) of Limau Manis Village through the development of sustainable fish farming. To achieve optimal technology dissemination results, the main target of IbDM in Pauh Subdistrict is fish farmer groups and community leaders / leaders of Limau Manis Village who are expected to be able to motivate farmers to socialize the method of making alternative formula feeds for intensive development of Nirwana Tilapia aquaculture and environmentally friendly. The methods used in this activity are (1) counseling, with the main material: (a) providing knowledge of various kinds of raw materials that can be used for fish food, (b) providing knowledge about the preparation of artificial food formulas / compositions, ( c) provide knowledge about the process of making artificial food (d) increase public knowledge about how to store pellets that are good to be more durable and (e) provision of material on testing the quality of feed, both physically, chemically and biologically; and (2) Intensive demonstration of making alternative pellet feeds for Nirwana Tilapia aquaculture. From the results of the IbDM activity, it was found that the knowledge and skills of farmer groups in Limau Manis Sub-district, Kec. Pauh, Padang before the IbDM activities were carried out was still very low. However, the motivation or desire of the community of IbDM partner farmer groups to carry out the culture or maintenance of fish is very large. This can be seen from the desire of the IbDM partner farmer group to master the technology of making fish feed from the results of leaf waste and taro stems which are processed into flour relatively high. Furthermore, the results of IbDM activities in the community can increase the knowledge and skills of the community in finding alternative feed for fish feed so that culture activities can run well in IbDM partner areas. In order for aquaculture to run well in partner areas of IbDM, it is necessary to carry out IbDM activities continuously on the techniques of making alternative fish pellets and efficient and effective fish-raising techniques. Besides that, it needs financial support or credit by the authorities to the community or fish farmers for capital to develop their businesses.
DISEMINASI TEKNOLOGI FORMULATED DIET ALTERNATIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN NILA INTENSIF DI KOTA PADANG Efrizal Efrizal; Nurmiati Nurmiati; Chairul Chairul; Anthoni Agustien; Zuhri Syam; Suwirmen Suwirmen; Rusnam Rusnam; Deswati Deswati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v4i4.534

Abstract

Fish cultivators generally experience difficulties providing quality artificial feed (pellets) due to a lack of knowledge and skills in processing technology and making alternative feeds. Besides that, the costs incurred for feed procurement are relatively large, reaching 70 - 80% of the total production costs. However, the provision of feed is often an obstacle because, in addition to the increasingly high price, the quality of available feed does not always match the nutritional needs needed by Fish. The provision of quality feed for intensively cultivated tilapia dramatically affects the resulting growth and productivity. The higher the quality of the feed, the production will also increase. One of the technologies that can be applied to overcome this problem is the manufacture of alternative formulated diets using local raw materials. The method used in this service activity is the transfer of knowledge presented in the socialization activities in the form of 1) introduction to the types of alternative fish feed ingredients sourced from the area, (2) preparation of artificial tilapia feed formulations, (3) manufacturing technology artificial feed (pellets) and 4) monitoring and assistance. The socialization was carried out in the form of a lecture and was followed by a question and answer session. The results of farmer activities recognize the types of local feed that can be used as fish feed, know the preparation of feed formulations, and alternative artificial feed manufacturing technologies. The knowledge and skills possessed by fish cultivators are expected to overcome the difficulties of fish farmers in providing feed so that fish production and cultivation business increase.
TINJAUAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA SAMARINDA Nurmiati Nurmiati
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.974 KB)

Abstract

NURMIATI, 2014, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus, Samarinda.Tinjauan Kinerja Pegawai Pada Dinas Lingkungan Hidup Di Kota Samarinda, di bawah bimbingan H. Ahmad Jubaidi, S.Sos. selaku pembimbing I danJamiah, S.Sos, M.Si. selaku pembimbingII. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah kinerja pegawai yaitu kualitas kerja, ketepatan waktu, inisiatif, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab dan kerjasama serta faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai  yaitu faktor kemampuan motivasi dan peluang. Penelitian ini menggunakan tekhnik penelitian Purposive Sampling yaitu bertanya kepada informan yang dianggap paling tahu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Library Research yaitu data yang dikumpulakan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan (Field Work Research) melalui wawancara dengan informan, observasi langsung dilapangan serta dokumantasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai Dinas Lingkungan Hidup di pengaruhi oleh faktor kemampuan, motivasi dan peluang, karena pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawabnya dan menghasilkan pekerjaan yang baik secara kualitas dan kuantitas, serta mutu kerjayang sangat memuaskan. Meskipun dalam hal kedisiplinan masih ada beberapa pegawai yang terlambat mengikutin apel pagi dan ada yang keluar kantor di saat jam kerja, di harapkan dari komunikasi yang baik dari atasan ke bawahan dapat menimbulkan kesadaran di dalam diri pegawai, serta akan dibuatnya peraturan tertulis serta sanksi yang tegas bagi pelanggar peraturan tersebut.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Berbantuan Media Kokami Terhadap Hasil Belajar Siswa Firman Firman; Nurmiati Nurmiati; Nurfitrayani Nurfitrayani
Indonesian Journal of Educational Science (IJES) Vol 2 No 1 (2019): Indonesian Journal of Educational Science (IJES)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/ijes.v2i1.529

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Team Game Tournament (TGT) berbantuan media Kotak Kartu Misterius (Kokami). Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Alu dengan sampel 27 siswa Kelas XI MIA1 sebagai kelompok eksperimen dan 25 siswa kelas XI MIA2 sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran menggunakan instrument berupa 30 butir soal pilihan ganda. Temuan penelitian ini adalah adanya perbedaan hasil belajar kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil analisis data menunjukkan nilai Sig. 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media kokami terhadap hasil belajar.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK SELF-CONCEPT TERHADAP SISWA PERINGKAT AKHIR KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Muzdalifah Muzdalifah; Kasypul Anwar; Nurmiati Nurmiati
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 7, No 1 (2021): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.96 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v7i1.2206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1)motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin sebelum diberikan layanan (2)motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin sesudah diberikan layanan (3)efektivitas layanan konseling kelompok teknik self concept untuk meningkatkan motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Penelitian kuantitatif ini bersifat eksperimen, one group pretest-posstest design dengan purposive sampling yaitu 8 siswa peringkat akhir. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin sebelum diberikan layanan berada dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 127,75 (2) motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin sesudah diberikan layanan berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 177,8 (3)layanan konseling kelompok teknik self concept untuk meningkatkan motivasi belajar siswa peringkat akhir kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah efektif, dilihat dari perbedaan selisih rata-rata sebesar 51,25. Uji wilcoxon juga menunjukkan nilai Z sebesar -2.521 dengan pvalue (Asymp Sig 2 tailed) 0,012 dimana kurang dari batas kritis penelitian =0,05 yang berarti Ha diterima dan terdapat perbedaan bermakna antara pretest-posttest._______________________________________________________________This study aims to find out: (1) students' learning motivation in the final grade VIII class at SMP Negeri 1 Banjarmasin before being given a service (2) student learning motivation in the final class VIII grade at SMP Negeri 1 Banjarmasin after being given services (3) the effectiveness of technical group counseling services self-concept to improve student motivation in the final grade VIII grade at SMP Negeri 1 Banjarmasin. This quantitative research is experimental, one group pretest-posstest design with purposive sampling that is 8 students ranked last. The data collection method uses observation and learning motivation questionnaire. Data analysis using descriptive statistics and Wilcoxon test. The results showed that: (1) the learning motivation of students in the final grade VIII at SMP Negeri 1 Banjarmasin before being given services was in the low category with an average score of 127.75 (2) the learning motivation of students at the end of class VIII in SMP Negeri 1 Banjarmasin after being given a service that is in the high category with an average score of 177.8 (3) self-concept technique group counseling services to increase students' learning motivation in the final grade VIII grade at SMP Negeri 1 Banjarmasin is effective, seen from the difference in the average of 51 25 years old. Wilcoxon test also showed a Z value of -2.521 with pvalue (Asymp Sig 2 tailed) 0.012 which is less than the critical limit of research a = 0.05 which means Ha is accepted and there are significant differences between pretest-posttest.