Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH DOSIS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN METIL METSULFURON TERHADAP GULMA DIANELLA SP. (HEMEROCALLIDACEAE) Setiawan, Nonong; Syahputra, Edi; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i4.79512

Abstract

Gulma Dianella sp. menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit karena tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan. Pengendalian herbisida tunggal sering tidak sesuai harapan. Penggunaan herbisida campuran diharapkan dapat mengendalikan gulma Dianella sp. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron terhadap gulma Dianella sp. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan (Juni - September 2020) di Rumah Kawat Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan terdiri dari 6 taraf dosis herbisida dan 1 kontrol, dengan 5 ulangan. Dengan persentase perbandingan herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron 20:1. Variabel yang diamati adalah gejala keracunan herbisida terhadap gulma dan Biomassa gulma setelah aplikasi herbisida. Herbisida metil metsulfuron lebih efektif megedalikan gulma Dianella sp. dibandingkan dengan herbisida glifosat maupun campuran, kematian gulma tampak jelas pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA), pada seluruh dosis perlakuan yang menyebabkan kerusakan 100%. Kecuali dosis 12,5 g/ha kerusakan sebesar 68,3 %. Sedangkan herbisida campuran pada semua dosis perlakuan menyebabkan kerusakan 100%, kecuali dosis 0,25 l/ha dan 0,5 l/ha hanya mampu menekan sebesar 39,4 % dan 80,43%. Untuk herbisida glifosat hanya mampu menekan sebesar 23,75 % dan 24,14 % pada dosis 4 dan 8 liter/ha.
KEEFEKTIFAN HERBISIDA CAMPURAN BAHAN AKTIF CYHALOFOP-BUTYL DAN PENOXSULAM TERHADAP GULMA ECHINOCHLOA CRUSS-GALLI L. DAN CYPERUS IRIA. Masmudah, Masmudah; Sarbino, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.88540

Abstract

Pemakaian herbisida tunggal yang dilakukan terus-menerus akan menimbulkan resiko resistensi gulma, untuk mengatasinya perlu dilakukan pencampuran herbisida. Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif bertujuan untuk memperluas spektrum pengendalian gulma dan menghambat terjadinya resistensi gulma,campuran herbisida antar satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat bersifat aditif, sinergis, dan antagonis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat aktivitas campuran herbisida yang berbahan aktif cyhalofop-buty dan penoxsulam terhadap gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan tingkat dosis perlakuan dan diulang sebanyak 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida yaitu herbisida tunggal cyhalofop-butyl (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; l/ha), herbisida penoxsulam (0; 5; 10; 20; 40; 80 l/ha),dan campuranbahan aktif dari cyhalofop-butyl dan penoxsulam (0; 2,25; 4,5; 9; 18; 36 l/ha). Gulma yang menjadi sasaran adalah gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Variabel yang diamati yaitu tingkat keracunan dan bobot kering gulma. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS untuk menentukan LD50 tiap perlakuan herbisida tunggal dan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam memiliki nilai LD50 perlakuannya sebesar 238,8507 g/ha dengan nilai indeks kombinasi (IK) sebesar 0,98 (IK≤1) sehingga campuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam bersifat sinergis. .
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS PINANG DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad; Sarbino, Sarbino
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Edisi APRIL
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4189

Abstract

Areca palm plants in Kubu Raya Regency have the advantage of being an export commodity. The aim of this research is to develop a strategy by identifying key factors in the development of areca nut commodities in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The research method was carried out using a survey method. Data collection method using FGD. The analysis method uses SWOT. The research results show that the potential for areca nut development is strong, supported by the availability of suitable land. farmer motivation, available labor and superior varieties. There is a large opportunity for development supported by it as an export commodity, availability of parent/seed plantations and local government supportKeywords; betel nut; export commodities; SWOT; strategyINTISARITanaman pinang di Kabupaten Kubu Raya mempunyai keunggulan sebagai komoditas ekspor. Tujuan penelitian ini adalah menyusun strategi dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci dalam usaha pengembangan komoditas pinang di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian dilakukan dengan metode survey. Metode pengumpulan data dengan FGD. Metode analisis menggunakan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi pengembangan pinang kuat didukung oleh ketersediaan lahan, lahan yang sesuai. motivasi petani, tenaga kerja yg tersedia dan varietas yang unggul. Peluang pengembangannya besar didiukung sebagai komoditas eksport, tersedia kebun induk/benih dan dukungan pemerintah daerahKata kunci; pinang; komoditas eksport; SWOT; strategi
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4 D DALAM MENGENDALIKAN GULMA DEANELLA SP Mita, Rusmita; Sarbino, Sarbino; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.73085

Abstract

Gulma merupakan salah satu masalah utama dalam budidaya perkebunan, salah satunya gulma dianella yang menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. Bumi Pratama Khatulistiwa. Gulma deanella ini tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan pengendalian gulma deanella menggunakan herbisida tunggul tidak efektif, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengendalikan gulma Denaella menggunakan herbisida campuran glifosat dan 2,4-D. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif glifosat dan 2,4 - D terhadap gulma Deanella sp, serta sifat campuran herbisida tersebut antagonis atau tidak antagonis dalam mengendalikan gulma Deanella sp. Penelitian ini telah dilaksanakan kurang lebih 3 bulan dari bulan Januari sampai April di Lahan Praktikum dan Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering deanlla setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-D menunjukkan nilai indeks kombinasi sebesar 0,99 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis
ANALISIS FAKTOR EPIDEMI PENYAKIT HAWAR BELUDRU (VELVET BLIGHT) PADA TANAMAN LADA DI KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Sandi, Sandi; Suswanto, Iman; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2641

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara faktor budidaya dan lingkungan terhadap keparahan dan insiden penyakit hawar beludru pada lada. Penelitian dilakukan di Desa Ratu Sepudak Kecamatan Galing selama 3 bulan dari bulan Juli sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dan kuisioner terbuka digunakan untuk melihat variabel yang berkaitan dengan penyakit hawar beludru. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 25 kebun yang diamati didapatkan keparahan penyakit berkisar antara 6% sampai 88% dengan masing- masing tingkat keparahan penyakit adalah 13 kebun kategori ringan, 9 kebun kategori sedang dan 3 kebun dengan kategori berat. Sedangkan insiden penyakit rata- rata 80%. Kebun dengan tingkat keparahan penyakit kategori berat terdapat pada kebun yang berbatasan dengan kebun karet, sistem tanam tumpang sari, penggunaan tanjar hidup, varietas Bengkayang, tanaman menghasilkan, pemupukan NPK rendah, tidak memberi pupuk organik, keadaan suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya matahari berada pada di atas atau di bawah keadaan normal yang diinginkan tanaman. Kata kunci : insiden penyakit, keparahan penyakit, tanaman lada, penyakit hawar beludru.
STUDI KEANEKARAGAMAN BAKTERI ENDOFIT PADA TANAMAN LADA (Piper nigrumL) YANG TERSERANG HAWAR BELUDRU (Septobasidiumsp.) DI DESA SEMPARUNG KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN PONTIANAK rianto, priyo; Zakiatulyaqin, Zakiatulyaqin; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5354

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang siklus hidupnya berada didalam jaringan tanaman, bakteri ini dapat menginduksi ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit dan sebagai PGPB (Plant Growth Promoting Bacteria).Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data keanekaragaman bakteri endofit yang ada pada tanaman lada sakit terserang Septobasidium sp.di Desa Semparung, Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Pontianak.Penelitian bersifat deskriptif dengan metode survey, pengambilan sampel secara porposif yaitu jaringan buah, cabang dan akar dengan 3 kriteria tanaman 1).Tanaman lada sehat, 2).Tanaman lada sakit dan 3).Tanaman lada sehat diantara tanaman lada sakit.Hasilisolasi jaringan tanaman diperoleh 58 isolat bakteri endofit.Morfologi koloni terbanyakberwarna putih, bentuk bulat, pinggir rata, elevasi cembung, dan permukaan halus.Isolat bakteri terbanyak terdapat pada jaringan akar, kemudian cabang dan paling sedikit pada buah.Tingkat keanekaragaman isolat bakteri endofit berdasarkan indeks Shannon pada tanaman lada sakit dengan nilai 1, tanaman lada sehat 0,67 dan tanaman lada sehat diantara tanaman lada sakit 1,67 menunjukkan keanekaragaman yang tergolong rendah. Tingkat kesamaan isolat bakteri endofit pada tanaman lada sakit terserang Septobasidium sp. berdasarkan Jaccard Meassuredengan nilaitertinggi 0,47terdapat pada akar. Kata Kunci: Bakteri endofit, Keanekaragaman, Septobasidium sp., Tanaman Lada
PENGARUH KONSENTRASI HERBISIDA 2,4 D TERHADAP PERTUMBUHAN CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) SECARA In Vitro Perwitasari, Maya; Hendarti, Indri; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5355

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan salah satu cendawan entomopatogen. Cendawan ini banyak ditemukan didalam tanah. Salah satu faktor penghambat pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) adalah adanya senyawa kimia. Herbisida 2,4 D merupakan herbisida sintetik untuk mengendalikan gulma. Herbisida 2,4 D selain beracun terhadap gulma, herbisida ini diduga juga dapat bersifat racun terhadap M. anisopliae (Metsch.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi herbisida 2,4 D terhadap pertumbuhan M. anisopliae (Metsch.) secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dengan metode peracunan media. Konsentrasi herbisida 2,4 D yang digunakan adalah 0,02%, 0,15%, 0,20%, 0,40%, 0,50% tiap-tiap perlakuan diulang lima kali. Pengamatan dilakukan mulai dari hari ke 4 setelah isolasi, dengan selang waktu dua hari selama 14 hari. Variabel pengamatan meliputi rata-rata diameter pertumbuhan, hari terbentuknya spora, jumlah spora dan morfologi cendawan secara makro dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi maka pertumbuhan diameter cendawan semakin terhambat, pembentukan spora menjadi terhambat dan jumlah spora menjadi berkurang, namun konsentrasi herbisida tidak berpengaruh terhadap bentuk spora. Kata Kunci :Daya hambat cendawan, Herbisida 2,4 D, Metarhizium anisopliae
UJI PERSISTENSI ISOLAT BAKTERI ENTOMOPATOGEN TERHADAP LARVA Crocidolomia pavonana (F.) sapransyah, gusti agus; Hendarti, Indri; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5575

Abstract

ABSTRAK Persistensi merupakan faktor yang sangat penting dalam pengendalian hama di lapangan, semakin tinggi tingkat persistensinya semakin tinggi pula keberhasilan dalam mengendalikan hama di lapangan. Pada umumnya insektisida biologi yang bersumber dari mikroorganisme belum diketahui secara pasti tentang persistensinya di lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persistensi bakteri entomopatogen terhadap larva Crocidolomia pavonana (F) pada permukaan tanaman brokoli di lapangan. Metode pengujian yang dilakukan adalah metode force feeding. Serangga uji larva instar II dipaksa untuk memakan daun yang telah disemprtotkan isolat bakteri (residu pada daun). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu selang waktu antara aplikasi bakteri dengan infestasi hama C. pavonana dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil dari pengujian yang dilakukan ternyata bakteri yang diujikan mempunyai daya persistensi yang cukup tinggi di lapangan. Hal ini terlihat dari mortalitas larva C. pavonana pada selang waktu perlakuan 14 hari, kematian yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada larva masih mencapai 52%. Kata Kunci : Bakteri entomopatogen, Crocidolomia pavonana (F), Persistensi.
PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea masy saccharata Sturt) Listifia, Henny; Sarbino, Sarbino; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7300

Abstract

PENGARUH WAKTU APLIKASI HERBISIDA PARAQUAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Mahasiswa, 2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh waktu aplikasi herbisida paraquat yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi pada tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah waktu aplikasi 3 minggu setelah tanam (P1), Waktu aplikasi 4 minggu setelah tanam (P2), waktu aplikasi 5 minggu setelah tanam (P3), waktu aplikasi 6 minggu setelah tanam (P4) dan pendangiran (P5). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), berat kering brangkasan jagung (g), diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm), berat bersih tongkol per tanaman (g), berat tongkol per bedengan (kg) dan berat kering gulma (g). Hasil Penelitian menunjukan bahwa waktu penyemprotan herbisida paraquat tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering brangkasan jagung, diameter tongkol, panajang tongkol, berat bersih tongkol per tanaman, berat tongkol per bedengan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma, penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan P2 (waktu penyemprotan 4 MST) memberikan hasil terbaik terhadap berat tongkol bersih yaitu 298,8 gram per tanaman. Kata Kunci : Herbisida Paraquat, Jagung Manis, Waktu Aplikasi THE INFLUENCE OF TIME IN PARAQUAT HERBICIDE APPLICATION TO THE GROWTH AND THE RESULTS OF SWEET CORNS (Zea mays saccharata Sturt) Henny Listifia1) Sarbino dan Rahmidiyani2) 1)Student, 2)Lecturers in Agriculture Faculty of Tanjungpura University ABSTRACT The aim of this research is to know the influence of implementation time of herbisida paraquat to growth of and production of sweet corn plants. This research used randomized block design (RBD), consists of 5 implementations by 3 repetitions and each repetition consists of 5 samples. The intended treatment is implementation time 3 weeks after planting (P1). Implementation time 4 weeks after planting (P2), implementation time 5 weeks after planting (P3), implementation time 6 weeks after planting (P4) by cultivation (P5). The variable that observed in this research includes the higher plants (cm), dry weight stover of corn (g), cob diameter (cm), the length of the cob (cm), net weight of the cob each plants (g), weight of the cob each plot (kg) and dry weight of weeds (g). The result of this research shows that the time of spraying herbisida paraquat is not influential to the higher plants, dry weight stover of corn, cob diameter, cob length, cob net weight, cob weight each plot but it is influential to dry weight of weeds, this research shows that from all of implementation, P2 give the best result, that is implementation time 4 weeks after planting with the net weight of the cob each plants is 298,8 gram.Key words: Herbisida paraquat,sweet corn, implementation time
PENGARUH PENGGUNAAN HERBISIDA SISTEMIK TERHADAP PENGENDALIAN GULMA DIPERKEBUNAN KELAPA RAKYAT PADA LAHAN GAMBUT DI PADANG TIKAR KECAMATAN BATU AMPAR ERPIANI, ERPIANI; SARBINO, SARBINO; RAHMIDIYANI, RAHMIDIYANI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7615

Abstract

Pengaruh Penggunaan Herbisida Sistemik Terhadap Pengendalian Gulma Di Perkebunan Kelapa Rakyat Pada Lahan Gambut Di Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar Erpiani(1), Sarbino(2), Rahmidiyani(2) (1)Mahasiswa, (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan herbisida sistemik terhadap pengendalian gulma di perkebunan kelapa dan konsentrasi yang tepat dalam pengendalian gulma yang tumbuh di perkebunan kelapa rakyat pada lahan gambut di Padang Tikar Kecamatan Batu Ampar. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m sebelum dan sesudah penyemprotan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 kontrol dan 5 taraf konsentrasi herbisida yaitu P0 (secara mekanis yaitu dengan cara ditebas), P1 (konsentrasi 4 cc/l setara dengan dosis 2 l/ha), P2 (konsentrasi 5 cc/l setara dengan dosis 2,5 l/ha, P3 (konsentrasi 6 cc/l setara dengan dosis 3 l/ha), P4 (konsentrasi 7 cc/l setara dengan dosis 3,5 l/ha), dan P5 (konsentrasi 8 cc/l setara dengan dosis 4 l/ha). Hasil pengamatan menunjukkan terdapat 11 jenis gulma dari 8 family yang ditemukan di lokasi penelitian. Jenis gulma dominan yang terdapat di lokasi penelitian sebelum penyemprotan adalah gulma Scleria sumatrensis dengan nilai SDR 15,94%, tetapi setelah penyemprotan gulma yang dominan menjadi gulma Stenochlaena palustris dengan nilai SDR 30,29%. Gulma yang mampu bertahan terhadap penyemprotan adalah Stenochlaena palustris, Nephrolepsis bisserata, Gleichenia linearis, dan Scleria sumatrensis. Kata Kunci : Gleichenia linearis, gulma, herbisida sistemik, Nephrolepsis bisserata , Scleria sumatrensis, dan Stenochlaena palustris. EEFECT OF THE USE SYSTEMIC HERBICIDE TO THE WEEDS CONTROL AT PEOPLE"™S COCONUT PLANTATION IN PEATLANDS IN PADANG TIKAR DISTRICT OF BATU AMPAR Erpiani(1), Sarbino(2), Rahmidiyani(2) (1)Student, (2) Lecturers of Agriculture Faculty Tanjungpura University Pontianak ABSTRACT This study aims to determine the effect of the use of systemic herbicides to control weeds in coconut plantations and the appropriate concentration in the control of weeds that grow on people"™s coconut plantations on peatland in Padang Tikar District of Batu Ampar. The study was conducted with vegetation analysis using the least squares method measuring 1m x 1m before and after spraying. The research was conducted using a randomized block design (RBD) with 1 control and 5 herbicide concentration level, are P0 ( mechanically by means of cut down), P1 (concentration of 4 cc/l dose equivalent to 2 l/ha), P2 (concentration of 5 cc/l is dose equivalent to 2.5 l/ha, P3 (concentration of 6 cc/l dose equivalent to 3 l/ha), P4 (concentration of 7 cc/l dose equivalent to 3.5 l/ha), and P5 (concentration of 8 cc/l dose equivalent to 4 l/ha). The results showed there are 11 types of weeds from 8 family found at the location. The dominant weed species found in the research location before spraying weeds is Scleria sumatrensis with the SDR value 15.94%, but after spraying weeds became dominant is Stenochlaena palustris with the SDR value 30.29%. Weeds are able to survive after spraying is Stenochlaena palustris, Nephrolepsis bisserata, Gleichenia linearis, and Scleria sumatrensis. Keywords: Gleichenia linearis,weeds, systemic herbicide, Nephrolepsis bisserata, Scleria sumatrensis, and Stenochlaena palustris.