Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Konsep Etnomatematika pada Arsitektur Rumah Adat Jawa dalam Mengembangkan Kemampuan Koneksi Matematis Kusuma, Gusti Eliangga; Sari, Dewi Purnama; Yusrizal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/vehr3921

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep etnomatematika pada arsitektur rumah adat Jawa serta mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis siswa dalam memahami hubungan antara budaya dan konsep geometri, dengan kebaruan pada pemetaan terpadu antara elemen arsitektur, kurikulum Fase D, dan tiga indikator koneksi matematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di MTs PAB 5 Klambir Lima melibatkan 30 siswa kelas VIII yang dipilih secara purposif berdasarkan rekomendasi guru untuk mewakili variasi kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan koneksi matematis yang telah divalidasi ahli, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arsitektur rumah adat Jawa, khususnya rumah Joglo, secara eksplisit merepresentasikan konsep prisma dan limas pada struktur atap, konsep balok dan kubus pada ruang dan tiang, serta konsep simetri dan kesebangunan pada ornamen dan bidang penyusun bangunan. Kemampuan koneksi matematis siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 78,20, di mana siswa kategori tinggi mampu mengintegrasikan beberapa konsep secara utuh, siswa kategori sedang telah mengenali hubungan dasar namun kesulitan pada bangun gabungan, dan siswa kategori rendah hanya mampu pengenalan visual tanpa penalaran prosedural. Temuan ini menegaskan potensi etnomatematika sebagai konteks pembelajaran yang bermakna, sekaligus mengidentifikasi perlunya desain pembelajaran yang lebih terstruktur untuk menjembatani pengenalan visual dengan penalaran matematis formal, serta merekomendasikan pengembangan LKPD berbasis etnomatematika dengan tahapan bertahap dari identifikasi bentuk menuju analisis bangun gabungan.
Hubungan Keterampilan Manajemen Kelas Guru SD Dengan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Kelas VI SD Swasta PAB 14 Klambir Lima Fauziah, Hanifah; Calam, Ahmad; Sari, Dewi Purnama
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/4avfzw81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan manajemen kelas guru dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas VI SD Swasta PAB 14 Klambir Lima. Keterampilan manajemen kelas merupakan kemampuan guru dalam menciptakan, memelihara, dan mengendalikan kondisi belajar yang kondusif sehingga dapat mendorong keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VI SD Swasta PAB 14 Klambir Lima, dengan jumlah sampel sebanyak 22 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman's Rho karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan koefisien korelasi r = 0,500, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0,391 > 0,05). Dengan demikian, hipotesis alternatif (Hₐ) ditolak dan hipotesis nol (H₀) diterima, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan manajemen kelas guru dengan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan manajemen kelas memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif, meningkatkan partisipasi siswa, serta mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu terus mengembangkan keterampilan manajemen kelas sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Analisis Pemahaman Relasional Terhadap Siswa Kelas X Pada Materi Relasi dan Fungsi Tri Adinda Meiranti; Ainul Marhamah Hasibuan; Dewi Purnama Sari
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman relasional siswa kelas X pada materi relasi dan fungsi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pemahaman relasional diartikan sebagai kemampuan untuk mengaitkan ide-ide dengan cara yang rasional dan berarti, bukan semata-mata mengingat langkah-langkah prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 14 siswa kelas X di Yayasan Al-Imam Kelumpang Kebun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman relasional, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori tinggi, 6 siswa (42,86%) berada pada kategori sedang, dan 8 siswa (57,14%) berada pada kategori rendah. Siswa kategori sedang mampu menguasai sebagian besar konsep dasar, namun belum sepenuhnya konsisten dalam mengaitkan konsep dan menggunakan berbagai representasi. Sementara itu, siswa kategori rendah cenderung menghafal prosedur tanpa memahami makna konsep, kurang mampu menghubungkan konsep dengan konteks nyata, serta pasif dalam komunikasi matematis. Faktor yang memengaruhi perbedaan tingkat pemahaman tersebut meliputi kemampuan berpikir logis, penguasaan konsep dasar, keaktifan dalam pembelajaran, serta pengalaman belajar sebelumnya yang lebih menekankan hafalan prosedural. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar konsep dan aplikasi kontekstual untuk meningkatkan pemahaman relasional siswa.    
Meningkatkan Minat Pembelajaran PAI Melalui Teori Motivasi Pada Siswa Kelas VIII MTS Muhammadiyah Kampung Delima Reni Dianti Rukmini; Dewi Purnama Sari; Idi Warsah
Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 2 (2024): Islamic Education Research
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/btu.v9i2.6660

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) has a very vital role in shaping the character, morals, and spiritual understanding of students. In addition to functioning as a means of providing religious knowledge, PAI also plays a role in instilling religious values that guide students in their daily lives. Various theories of motivation, including intrinsic and extrinsic motivation in building student motivation in increasing interest in learning PAI. The purpose of this study was to see the motivation of class VIII students of MTS. Muhammadiyah Kampong Delima in increasing interest in learning PAI. This study uses a qualitative research type. The results of the study indicate that motivation plays a very important role in influencing the behavior and achievement of an individual. Both in terms of intrinsic motivation and extrinsic motivation.
Turn-Taking Organization in a Classroom Interaction: A Conversation Analysis at MAS Mu’allimin NW Gunung Rajak Sari, Dewi Purnama; Gufron, Moh.; Hadi, Marham Jupri
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 9 No. 2 (2026): Journey: Journal of English Language and Pedagogy (On going)
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v9i2.3604

Abstract

This study examines turn-taking organization in classroom interaction in MAS Mu’allimin NW Gunung Rajak through the lens of Conversation Analysis (CA) approach.. This qualitative study collected data through classroom observations and audio recordings in a grade XI science class. The analysis focused on the strategies of taking the turn, holding the turn, and yielding the turn  based on the theory of Anna-Brita Stenström theory. The findings revealed that classroom interaction was dominated by the teacher through strategies such as starting up, turn allocation, repair, and clarification, while students mostly participated through short responses, interruptions, and overlap. The study concludes that turn-taking organization plays a crucial role in maintaining effective classroom communication, although the interaction remained predominantly teacher-centered.