Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

SCAFFOLDING THE CREATIVE WRITING OF JENIUS WRITING STUDENTS Elfa Eriyani; Yus rizal; Anggia Pratiwi
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v14i2.18890

Abstract

The purpose of this study was to discuss the scaffolding techniques used in the Jenius Writing (JW) program to support students’ creative writing. The Jenius Writing 58 (JW 58) class was studied using a qualitative case study method. The data were gathered through documentation from posts on the JW 58 WhatsApp Group and Gen JW International’s Facebook page. Data analysis was performed using Miles and Huberman’s data analysis technique, which included data reduction, data visualization, and conclusion drawing. The findings reveal four distinct types of creative writing scaffolding techniques: (1) writing inconsequentially, directly, or as things; (2) utilizing a hypnotic pattern or employing wording and phrases that can influence the development of writing; (3) employing a paragraph pattern to build writing, specifically writing based on the structure of words or phrases that focus on a single concept; and (4) using questions to develop a piece of writing.
Penggunaan Lambang Kias dalam Tradisi Lisan Jambi Yusrizal Yusrizal; Anggia Pratiwi; Elfa Eriyani
Lingua Susastra Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.099 KB) | DOI: 10.24036/ls.v3i2.121

Abstract

Tradisi lisan Jambi diambang kritis. Istilah ini tepat digunakan untuk menggambarkan kondisi tradisi lisan di Provinsi Jambi yang mulai dilupakan. Tradisi lisan hanya ditampilkan ketika saat acara resmi, minimnya inventarisasi dan dokumentasi tradisi lisan, serta dalam pembelajaran sastra (terutama sastra lisan) di sekolah, guru hanya menyadur silabus dan materi dari internet. Misalnya, menyesuaikan dengan kearifan lokal yang dimiliki oleh daerah satu di antaranya tradisi lisan. Hal ini menyebabkan sebagian masyarakat terutama generasi muda tidak mengetahui dan memahami tradisi lisan daerahnya sendiri, terutama makna ungkapan dalam tradisi lisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengungkap penggunaan simbol kiasan dalam tradisi lisan tradisional Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data penelitian ini adalah tradisi lisan tradisional Jambi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa penggunaan lambang kiasan dalam tradisi lisan Jambi dalam bentuk kalimat. Pertama, penggunaan lambang kiasan hewan didasarkan pada kedekatan dengan manusia. hewan sebagai sumber pangan, ekonomi, penolong dalam aktivitas, dan ancaman dianalogikan dengan kehidupan manusia. Kedua, penggunaan lambang kiasan tumbuh-tumbuhan didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan pangan, sumber pendapatan, dan sebagai pakan ternak serta kondisi wilayah agraris Jambi. Ketiga, penggunaan simbol kiasan manusia meliputi fisik, pengalaman batin, aktivitas, dan benda-benda di sekitar kehidupan. Pendayagunaan manusia: tubuh, jiwa, aktivitas hidup dan kehidupan.
Language politeness in the context of Jambi Malay based on gender Pratiwi, Anggia; Yusrizal; Sri Utaminingsih
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 9 No. 02 (2025): IRJE |Indonesian Research Journal in Education
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v9i02.43490

Abstract

This research aimed to analyze and describe politeness in the learning process between lecturers and PSPBSI STKIP YPM Bangko students in the Jambi Malay context. This research uses a qualitative method with a case study sapproach. The data sources in this research were lecturers and class B students, semester VII, who acted as respondents. The results of the research indicate that (1) politeness in the learning process of lecturers and students is characterized by (a) direct speech acts of declarative, interrogative, and imperative, (b) first-person singular pronoun "I" and second-person singular pronoun "you", (c) greetings, (d) bilingualism (Indonesian-Malay Jambi Bangko dialect), (e) avoiding code-switching, (f) not interrupting conversation or suddenly changing speech, (g) giving verbal or nonverbal responses (kinesics), (h) the maxim of quantity (i) considering social distance and social status of the interlocutor; and (j) using jokes. In this research, the researcher found (1) characteristics of politeness in Indonesian in the Malay-Jambi context, (2) limits of politeness in Indonesian in the Malay-Jambi context, and (3) the scale of politeness in Indonesian in the Malay-Jambi context.
Speech act modes in the thesis examination process: The Case of a private university Yusrizal; Anggia Pratiwi; Sri Utaminingsih
Indonesian Research Journal in Education |IRJE| Vol. 9 No. 02 (2025): IRJE |Indonesian Research Journal in Education
Publisher : Universitas Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/irje.v9i02.43528

Abstract

This research examined speech act modes in the thesis examinations of students in Indonesian Language and Literature Education at the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Merangin. This research used a qualitative descriptive research design. The data obtained in this research consisted of words, phrases, clauses, and sentences during the thesis examination. Data analysis was conducted using a content analysis method that focused on the quality of meaning in the context of direct and indirect speech acts. The direct and indirect speech act modes in the examination process conducted by the examiners and students were found to be as follows:1) Declarative mode, including for managing speaking turns, opening the exam, informing, ordering, and so on; 2) Interrogative mode, aimed at asking, ordering, refuting, investigating, clarifying, and so on; 3) Imperative mode, used for ordering, prohibiting, arguing, expressing gratitude, apologizing, and so on. In-depth research in pragmatic studies is necessary to inform the development of thesis course learning plans and the implementation of thesis examinations.
RELEVANSI ETIKA KEADILAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN : STUDI KASUS DI MTSN X MERANGIN Riska Meisyi Putri; Hidayatul Fadliah; Andri Ani Suryawijaya; Renny Yuliarti; Dismawati; Yusrizal; Retno Wahyu Ningsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9088

Abstract

This study aims to describe the relevance of the ethics of justice to teacher decision-making in education, specifically at MTsN X Merangin. The ethics of justice emphasizes equal treatment, moral responsibility, and respect for student rights. This study used a descriptive qualitative approach with three teachers and one principal as subjects. Data were obtained through interviews, observation, and documentation, then analyzed thematically. The results indicate that teachers at MTsN X Merangin have attempted to apply the principle of justice in decision-making related to learning, assessment, and student development. This implementation is evident in providing equal opportunities for students to express their opinions, process-oriented assessments, and resolving violations using a dialogical approach. However, a dilemma remains between normative justice (based on rules) and contextual justice (based on empathy and individual situations). Overall, the ethics of justice has been shown to have strong relevance to the formation of wise, humane, and morally value-oriented teacher decisions in education.
PEMBINAAN APRESIASI SASTRA MENGGUNAKAN PUISI DENDAM SIJUNDAI SEBAGAI PENGUAT NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL PADA SISWA SMA NEGERI 15 MERANGIN Ari Diana; Muhibul Fahmi; Wiko Antoni; Susilawati Susilawati; Khairul Anwar; Baitullah Baitullah; Sri Utaminingsih; Yusrizal Yusrizal
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i3.309

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh semakin menurunnya minat dan pemahaman peserta didik terhadap sastra daerah akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi serta masuknya budaya populer secara masif ke dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, karena jika dibiarkan berlanjut maka generasi muda akan semakin jauh dari akar budayanya sendiri dan berisiko kehilangan identitas sebagai bagian dari masyarakat Melayu yang memiliki kekayaan warisan sastra tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan apresiasi puisi sekaligus memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai luhur budaya Melayu melalui pembinaan apresiasi puisi Dendam Sijundai. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 di SMA Negeri 15 Merangin dengan sasaran siswa kelas X dan XI.
Nilai-Nilai Karakter dalam Corak Hukum Adat Tradisi Lisan Jambi sebagai Penguatan Profil Pelajar Pancasila Yusrizal; Laspida Harti; Baitulah; Muhammad Tulus Akbar
Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum Vol 4 No 1 (2026): Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : PT. Meja Ilmiah Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70308/adagium.v4i1.291

Abstract

The oral tradition of Jambi customary proverbs embodies patterns of customary law that reflect character values relevant to the Pancasila Student Profile. This study aims to describe the patterns of customary law (communality, deliberation/consensus, traditional, visual) in Jambi customary proverbs and link them to the six dimensions of the Pancasila Student Profile. Employing a qualitative approach with descriptive methods and content analysis, this research analyzes 12 documented examples of Jambi seloko/proverbs. Data were collected through document studies and analyzed using a modified Mayring procedure. Data validity was ensured through source and theory triangulation. The findings indicate that: (1) the communality pattern is closely related to the dimensions of mutual cooperation and independence; (2) the deliberation/consensus pattern supports the dimensions of critical reasoning, mutual cooperation, and global diversity; (3) the traditional pattern bolsters the dimensions of faith, piety, noble character, and global diversity; (4) the visual pattern strengthens the dimensions of creativity and critical reasoning. These findings demonstrate that Jambi customary proverbs can be integrated into learning and Profil Pelajar Pancasila strengthening projects (P5) through the design of intracurricular, cocurricular activities, and projects that utilize proverbs as teaching materials and media for value reflection. Research implications include the development of teaching materials, culturally grounded P5 project designs, and teacher training in utilizing oral traditions for character education based on the Merdeka Curriculum.
Pengaruh Model Kolaboratif Terhadap Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon Fadlilah, Intan; Fatmawati; Wanhar, Fira Astika; Yusrizal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3ez63860

Abstract

Rendahnya hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon serta pembelajaran yang masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah menjadi latar belakang perlunya inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa yang terdiri dari kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji normalitas uji homogenitas dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre test kelas eksperimen sebesar 60,65 meningkat menjadi 83,70 pada post test. Sementara itu nilai rata-rata pre test kelas kontrol sebesar 58,91 meningkat menjadi 76,30 pada post test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004 (< 0,05) dan selisih rata-rata antara kelas eksperimen dan kontrol sebesar 7,40. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen tidak terjadi secara kebetulan, melainkan benar-benar dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran kolaboratif. Dengan demikian, model ini terbukti lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kolaboratif berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bahwa guru PKn di sekolah dasar disarankan untuk mulai mengadopsi model pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif strategi pembelajaran. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami materi.
PROFESSIONAL ZAKAT IN PEKANBARU CITY : AN ANALYSIS OF PUBLIC PERCEPTIONS TOWARD THE BAZNAS PROGRAM Muyasaroh, Nurul; Khaidir, Widya; Muda, Iskandar; Soemitra, Andri; Yusrizal
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2025.vol8(2).25826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap zakat profesi di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat muslim di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai kewajiban zakat profesi, disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari BAZNAS dan minimnya pemahaman tentang cara perhitungan zakat profesi. Namun demikian, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menunaikan zakat profesi seiring dengan meningkatnya peran BAZNAS dalam edukasi dan pengelolaan zakat yang lebih profesional. Disarankan agar BAZNAS meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan transparansi dalam pengelolaan zakat profesi guna memperkuat kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
Optimalisasi Google Service dalam Digitalisasi Aktivitas Organisasi: Implementasi pada KIPAN Muhammad Tulus Akbar; Maryama Kurnia Amri; Yusrizal; Adri Flouren Timor; Rolly Gios Sholid; Hawari Alhaq
Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Vox Populi: Jurnal Umum Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT. Meja Ilmiah Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70308/voxpopuli.v3i1.362

Abstract

Digital transformation in organizations supports the acceleration of organizational change in managing their activities. One of the platforms that facilitates this process is Google Services, which enables integrated collaboration, communication, and data management. This community service program aims to optimize the use of Google Services to support the digitalization of organizational activities at KIPAN (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) of Jambi Province. The method employed was a participatory-perceptual approach through training, socialization, and hands-on practice involving 11 core administrators of KIPAN. Data were collected through field observations and analyzed using descriptive qualitative techniques. The results showed that 91% of participants had a very good understanding of the material presented, 73% were able to align the material with practical application, and 36% were capable of developing tasks and innovations using Google Services. These findings indicate that the program was effective in improving participants’ digital capacity, although further mentoring is still needed to strengthen innovation aspects. Overall, this program contributes to strengthening organizational capacity through the systematic use of digital technology.