Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Cross-cultural adaptation and factor structure investigation of the Marital Forgiveness Scale Sari, Endah Puspita; Helmi, Avin Fadilla; Febriani, Arum
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v9i2.22463

Abstract

Forgiveness is essential in marriage as it can bring a sense of satisfaction to married life. This study aims to adapt and examine the factor structure of the Marital Forgiveness Scale (MFS), a forgiveness instrument in the context of marriage. After the process of adaptation to the Indonesian language and culture, validity and reliability tests were conducted, and a MIMIC model was developed. In an online and offline survey, 330 millennials (128 husbands, 202 wives, M-marriage age = 25.33, SD-marriage age = 3.12) completed the Indonesian version of the MFS. The validity test was conducted using confirmatory factor analysis, with the results showing that the values obtained were satisfactory (CFI & TLI ≥ .95; RMSEA = .06; SRMR < .08). The multidimensionality measurement of the Indonesian version of the MFS consists of two dimensions, a positive and a negative. The omega coefficient for the Indonesian version of the MFS is .694 (positive dimension) and .787 (negative dimension), indicating satisfactory reliability in the millennial sample. The results of the MIMIC model show that items 2 and 3 in the negative dimension have gender variance in the MFS. The scale is a suitable measure for evaluating individuals’ dispositional forgiveness in Indonesian millennial marital couples. It is hoped that the instrument will contribute to the advancement of the study of forgiveness in the marital context in Indonesia.
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI GENERASI MILENIAL DI SEPULUH TAHUN AWAL PERNIKAHAN Riska Rahmananda; Maria Goretti Adiyanti; Endah Puspita Sari
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.2
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.938 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2022.15.2.102

Abstract

Berdasarkan tahapan perkembangan, masa sekarang merupakan masa yang ideal bagi generasi milenial untuk membangun rumah tangga. Namun, kenyataannya semakin banyak generasi milenial yang memutuskan untuk menunda menikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wanita bekerja generasi milenial yang memutuskan untuk menikah. Penelitian ini menggunakan emergent mixed method sequential explanatory design. Emergent mixed method adalah desain penelitian mixed method yang tidak direncanakan sejak awal. Peneliti terlebih dahulu melakukan penelitian kuantitatif, selanjutnya dilakukan penelitian kualitatif karena pada fase kuantitatif diperoleh temuan yang signifikan untuk didalami lebih lanjut. Partisipan pada Studi 1 terdiri atas 123 ibu bekerja, sedangkan 5 ibu bekerja menjadi partisipan pada Studi 2. Karakteristik partisipan penelitian ini adalah istri generasi milenial yang bekerja dan sedang menjalani 10 tahun awal masa pernikahan. Hasil temuan pada Studi 2 tidak sejalan dengan temuan Studi 1, atau terjadi discordance. Pada Studi 2 didapatkan temuan yang berbeda dengan hasil penelitian yang didapatkan di Negara Barat. Lebih lanjut, terdapat hal unik khas Indonesia berupa nilai religius yang dijadikan pegangan oleh para partisipan untuk menjaga keutuhan dan kelanggengan rumah tangga. Selain itu, keterlibatan pasangan untuk mengasuh anak mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan kepada para partisipan dalam menjalani pernikahannya.