Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Implementation Of Time Out Procedure To Reduce Operation Side Identification Errors At St Elisabeth Hospital Bekasi Achmad Fauzi; Maharani Dyah Kusumawardani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47635

Abstract

Background: In response to this, WHO has launched a global movement to promote safe surgery, which gave birth to the surgical safety checklist. The use of this checklist has been shown to reduce mortality by 50% and reduce complications from 11% to 7%. Objective: The effect of the Implementation of Time Out Procedure on Reducing Errors in Identification of the Surgical Site at St. Elisabeth Hospital, Bekasi Research Method: cross-sectional research method, with data analysis carried out univariately and bivariately with the chi square test. Research Results: Description of the results of the characteristics of respondents based on age, the most are in patients who underwent with the age of 46-55 years, the most gender is in patients who underwent surgery, the female gender is 36 respondents (56.2%), the most type of surgery in patients with major surgery is 41 respondents (64%). Based on the results of the chi square statistical test in this study, the results of the p-value were 0.000 <0.05 H0 was rejected and Ha was accepted, meaning that there was a significant relationship between the Time Out Procedure operation and the occurrence of errors in identifying the side of the operation in the surgical room of St. Elisabeth Hospital, Bekasi in 2025. Conclusion: There is an influence between Time Out Procedure surgery and the incident of error opening the surgical side in the ST Elisabeth Bekasi Hospital surgical room with a p-value of 0.000
Efektivitas Musik Lullaby Terhadap Stabilitas Hemodinamik Pada Bayi Prematur di Ruangan NICU Siloam Bekasi Timur Achmad Fauzi; Jelita Sirait
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49545

Abstract

Bayi prematur rentan mengalami ketidakstabilan hemodinamik akibat imaturitas organ, terutama sistem pernapasan dan kardiovaskular. Pemantauan hemodinamik penting untuk mencegah komplikasi. Terapi music lullaby merupakan intervensi nonfarmakologis yang dipercaya dapat menstabilkan frekuensi jantung, pernapasan, dan saturasi oksigen. Untuk mengetahui Efektivitas musik Lullaby terhadap stabilitas hemodinamik pada bayi prematur di Ruangan NICU Siloam Bekasi Timur. Desain penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan Pretest-Posttest With Control Group dengan. Sampel dalam penelitian ini adalah 20 bayi prematur yang dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu 10 bayi prematur yang diberikan musik Lullaby dan 10 bayi prematur yang tidak diberikan musik Lullaby. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independen Sampel T-Test. Hasil penelitian ditemukan bahwa bayi prematur yang diberikan musik lullaby memiliki stabilitas hemodinamik yang stabil. Bayi prematur yang tidak diberikan musik lullaby memiliki stabilitas hemodinamik yang kurang stabil. Ada efektivitas musik lullaby terhadap stabilitas hemodinamik bayi prematur dengan p-value <0,05. Ada perbedaan efektivitas stabilitas hemodinamik pada kelompok yang diberikan dan tidak diberikan musik Lullaby pada bayi prematur di Ruangan NICU Siloam Bekasi Timur. Diharapkan pihak rumah sakit, khususnya di ruang NICU, hasil penelitian ini bisa menjadi masukan untuk mulai menerapkan terapi musik sebagai bagian dari perawatan rutin bagi bayi prematur.
Efektifitas Terapi Zink Dibandingkan Dengan Terapi Standard Dalam Penanganan Diare Pada Anak Di Puskesmas Jatisampurna Tahun 2025 Tuti Rosmiyati; Achmad Fauzi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49944

Abstract

Diare menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup anak. WHO mengestimasikan bahwa insiden tahunan diare pada anak-anak mendekati 1,7 miliar kasus secara global. Tidak tercapainya target tersebut disebabkan karema masih belum optimalnya pemberian oralit dan zink sesuai pedoman tata laksana diare oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Untuk mengetahui Efektifitas terapi zink dibandingkan dengan terapi standard dalam penanganan diare pada anak di Puskesmas Jatisampurna tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian adalah balita dengan diare sebanyak 30 responden dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Gambaran rata-rata frekuensi diare anak sebelum diberikan terapi standar adalah sebesar 5,20 kali per hari. Setelah diberikan terapi standar menurun menjadi 2,80 kali per hari. Pada anak yang sebelum diberikan terapi zink rata-rata frekuensi diare adalah sebesar 6,67 kali per hari dan setelah diberikan zink menurun menjadi 2,33 kali per hari. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh terapi standar dan terapi zink dalam penanganan diare pada balita. Didapatkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05). terdapat pengaruh zink dalam menurunkan kejadian diare pada balita dengan diare. Dengan demikian, para ibu yang memiliki balita didorong untuk aktif mencari informasi mengenai diare dan pencegahannya, tidak hanya dari tenaga kesehatan tetapi juga dari berbagai media. Dengan demikian, diharapkan ibu dapat berpartisipasi aktif dalam pemberian zinc sebagai salah satu upaya pencegahan diare
Efektifitas Edukasi Self Care Management Terhadap Perilaku Kepatuhan Pengendalian Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Primaya Hospital Bekasi Utara Achmad Fauzi; Alika Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.49958

Abstract

Background: Hypertension has become one of the important health problems and the most common vascular disease in developed countries, and specifically in developing countries. Hypertension is referred to as a degenerative disease and a non-communicable disease; this condition often occurs and has a relatively high mortality rate, as well as affecting the quality of life and productivity of individuals. Providing self-management education can also enhance patients' abilities to manage the signs and symptoms that arise, improve cognitive, behavioral, and emotional responses necessary to maintain quality of life, thus preventing complications and minimizing the disturbances caused in bodily functions, emotions, and interpersonal relationships with others that can disrupt the client's life. Objective: To determine the Effectiveness of Self-Care Management Education on Adherence Behaviors in Managing Hypertension in Hypertensive Patients at Primaya Hospital Bekasi Utara. Method: This research is a quantitative study using Quasi-Experimental research methods with the technique employed being Two Group Pre Test-Post Test Control Group Design. The sample in this study was taken from all hypertensive patients receiving outpatient care in the Internal Medicine Clinic at Primaya Hospital Bekasi Utara. Thus, there are 17 patients for the intervention group and 17 patients for the control group. Results: The analysis of the chi-square test showed that in the control group, a p-value of 0.010 was obtained (<α 0.05). This means that there is a significant effect in the control group that did not receive treatment. In the analysis of the chi-square test in the intervention group, a p-value of 0.012 was obtained (<α 0.05). This means that there is a significant influence on the intervention group that received the treatment. Conclusion: Self Care Management education affects hypertension control behavior in hypertensive patients. Suggestion: The research results can serve as a discussion material to continue developing and implementing effective and efficient educational interventions that can improve health behavior changes for the better.
Literature Review Kaitan Hasil Skrining Sindrom Metabolik Dengan Risiko Kardiovaskular Jangka Menengah Aulia Adis Salsabila; Achmad Fauzi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50870

Abstract

Latar Belakang: Sindrom metabolik (SM) merupakan kumpulan faktor risiko metabolik yang meliputi obesitas abdominal, hipertensi, hiperglikemia, dan dislipidemia. Keberadaan SM telah lama dihubungkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler (CVD). Namun, terdapat variasi hasil penelitian terkait sejauh mana SM dapat menjadi prediktor yang kuat terhadap kejadian kardiovaskuler dalam jangka menengah (lima tahun).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis literatur mengenai hubungan antara hasil skrining sindrom metabolik dalam medical check-up dengan prediksi risiko kardiovaskuler jangka menengah. Metode Penelitian: Studi ini menggunakan desain literature review dengan pendekatan sistematis. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci “metabolic syndrome”, “cardiovascular risk”, dan “mid-term cardiovascular outcome”. Seleksi artikel mengikuti protokol PRISMA, dengan kriteria inklusi: artikel dalam rentang tahun 2010–2024, menggunakan desain kohort prospektif, retrospektif, maupun cross-sectional, dan melibatkan populasi dewasa yang menjalani medical check-up. Dari 520 artikel yang diidentifikasi, 8 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil Penelitian: Hasil sintesis menunjukkan bahwa keberadaan SM secara konsisten meningkatkan prediksi risiko kardiovaskuler dalam lima tahun, meskipun kontribusi masing-masing komponen bervariasi. Faktor hipertensi, obesitas abdominal, dan dislipidemia (terutama kadar HDL rendah) terbukti menjadi prediktor paling kuat. Beberapa studi multinasional melaporkan bahwa penggunaan skor risiko seperti Framingham, SCORE, dan QRISK menjadi lebih akurat bila memasukkan variabel SM. Namun, terdapat perbedaan antar populasi, di mana prevalensi dan dampak SM cenderung lebih tinggi di negara berkembang dibanding negara maju. Kesimpulan dan Saran: Literatur review ini menegaskan bahwa hasil skrining sindrom metabolik dalam medical check-up memiliki nilai prediktif penting terhadap risiko kardiovaskuler jangka menengah. Oleh karena itu, deteksi dini SM perlu diintegrasikan secara rutin dalam pemeriksaan kesehatan populasi dewasa untuk mencegah komplikasi kardiovaskuler di masa depan.