Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Harapan Siswa yang Mengalami Stres Akademik Fitri Yulianti; Ilfiandra; Ipah Saripah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.5261

Abstract

Penelitian ini didasari bahwa stres akademik yang dialami oleh siswa dapat berkurang ketika siswa memiliki tingkat harapan yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Partisipan pada penelitian ini merupakan 52 siswa yang ditentukan berdasarkan tingkat stres akademik dengan menggunakan instrumen stres akademik untuk mengetahui kondisi stres akademik siswa. Pengumpulan data harapan siswa yang mengalami stres akademik menggunakan Indonesian Hope Scale yang telah dikembangkan oleh Asiah berdasarkan konsep harapan Snyder. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa 12% siswa berada pada kategori tinggi, 71% siswa berada pada kategori sedang dan 17% dari 52 siswa berada pada kategori tinggi.  Kesimpulan berdasarkan pengolahan data dan pembahasan diketahui bahwa harapan pada siswa yang mengalami stres akademik berada pada kategori sedang atau belum sepenuhnya memiliki tingkat harapan yang penuh. Data hasil tingkat harapan siswa yang mengalami stres akademik dapat dijadikan sebagai dasar pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengembangkan harapan siswa yang mengalami stres akademik. Kata kunci: harapan, siswa, stres akademik
Urgensi Pendekatan Bimbingan Teman Sebaya untuk Meningkatkan Resiliensi Akademik Mahasiswa Vina Robi’ah Adawiyah; Agus Taufiq; Ipah Saripah
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 2 (2024): April 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i2.5880

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi berperan penting dalam membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan resiliensi akademik. Namun, saat ini layanan BK di PT masih menemui hambatan seperti rasio konselor dan mahasiswa yang belum ideal. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi untuk optimalisasi layanan BK di PT yang dapat membantu meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa. Penelitian bertujuan untuk meneliti urgensi pendekatan bimbingan teman sebaya sebagai salah satu strategi dalam meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan terhadap 541 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa sering menghadapi tantangan akademik, sedangkan sebagian besar mahasiswa lebih memilih untuk meminta bantuan mahasiswa lain dibandingkan layanan BK di PT. Oleh karena itu, berdasarkan temuan penelitian, terdapat urgensi pengembangan layanan bimbingan teman sebaya sebagai untuk meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa. Direkomendasikan kepada layanan BK di PT untuk mengembangkan program bimbingan teman sebaya.   Kata Kunci : resiliensi akademik, bimbingan teman sebaya, mahasiswa
Profil penerimaan diri remaja pengguna media sosial Faraz Maulana Gunawan; Nadia Aulia Nadhirah; Ipah Saripah
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.82516

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium Percontohan UPI Bandung berdasarkan gender, kelas, jumlah akun dan pertemanan media sosial. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode deskriptif dengan sampel penelitian melalui random sampling yang meliputi 100 orang siswa SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, terdiri dari 42% siswa laki-laki dan 58% siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan menggunakan instrumen penerimaan diri yang disesuaikan dengan karakteristik data dan subjek peneltian. Instrumen terdiri dari 30 item yang disebarkan secara online melalui platform google classroom. Data penelitian dianalisis mengunakan pemodelan Rasch dengan menggunakan variable maps, subtotal specification, dan Differential Item Functional (DIF). Hasil temuan menunjukkan siswa berada pada kondisi penerimaan diri rendah dengan nilai mean person lebih rendah 0.06 daripada mean item 0.14 dengan dipengaruhi media sosial yang digunakan. Penerimaan diri siswa berada pada tingkat sedang menuju rendah, dengan siswa perempuan sulit menerima diri daripada laki-laki, dikarenakan siswa Perempuan lebih banyak memiliki media sosial yang digunakan. Penelitian lebih lanjut diperlukan dengan melibatkan responden yang representatif dan rancangan intervensi untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Self-acceptance profile of adolescent social media users Abstract: This study aims to describe the condition of self-acceptance of UPI Bandung Pilot Laboratory Junior High School (SMP) students based on gender, class, number of accounts and social media friendships. The type of research uses quantitative approach and descriptive method with research sample through random sampling which includes 100 students of SMP Laboratorium Percontohan UPI Bandung, consisting of 42% male students and 58% female students. The research data were collected using a self-acceptance instrument that was adapted to the characteristics of the data and research subjects. The instrument consisted of 30 items which were distributed online through the google classroom platform. The research data were analyzed using Rasch modeling using variable maps, subtotal specification, and Differential Item Functional (DIF). The findings show that students are in a low self-acceptance condition with a lower mean person value of 0.06 than the mean item of 0.14 with the influence of social media used. Students' self-acceptance is at a moderate to low level, with female students having difficulty accepting themselves than males, due to female students having more social media used. Further research is needed involving representative respondents and intervention design to improve students' self-acceptance.
STUDENT EXCHANGE: CULTURAL IDENTITY OF GUIDANCE AND COUNSELING STUDENTS Nur Asiah; Ipah Saripah
OPTIMA: Journal Of Guidance and Counseling Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The student exchange program provides opportunities for students to meet each other and recognize the culture of the foreign regions that host them in an atmosphere of tolerance and multiculturalism. This article aims to analyze the level of cultural identity possessed by Guidance and Counseling students returning from a student exchange program. This study uses a quantitative approach using a descriptive survey method. The research sample consisted of 30 Guidance and Counseling students with cultural differences who participated in student exchange programs at the National and International levels with a minimum length of stay of 6 months. The instrument used was a questionnaire about the cultural identity of origin which was adapted from The Utrecht-Management of Identity Commitments Scale (The U-MICS). The results of the study were analyzed using the average formula and the help of the SPSS program. The results showed that 63.3% of BK students' cultural identity was in the high category
EMOTIONAL WOUNDS THAT LEAVE SCARS: CASE STUDY OF THE EMOTIONAL DEVELOPMENT OF ADOLESCENTS WHO EXPERIENCE BULLYING Syifa Awaliyah Nurrohmah; Ipah Saripah; Nadia Aulia Nadhirah
OPTIMA: Journal Of Guidance and Counseling Vol 4, No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The emotional wounds of teenagers who experience bullying are a concern. In the midst of this period of change, bullying can appear as a haunting shadow and leave deep emotional scars for the victims. The impact of bullying is not only physical wounds but also leaves deep emotional scars for the victims. This research aims to explore the impact of the emotional wounds experienced by teenagers due to the bullying they experience. Data obtained from a review of literature related to this topic. The results of the analysis show that the emotional wounds experienced by teenagers include low self-esteem, anxiety, loneliness, suicidal thoughts, self-isolation and depression. These findings illustrate how bullying affects the emotional aspects of teenagers in their daily lives, especially in their social relationships and learning.
Analysis of Factors That Contribute to The Formation of Academic Hardiness of University Students Fadhil Muhammad; Cece Rakhmat; Nandang Rusmana; Ipah Saripah
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 11, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i1.14839

Abstract

This research aims to identify and analyze factors that contribute to academic hardiness in students with the 3C of Hardiness concept which includes aspects of commitment, control and challenge. The method used in this research is a cross-sectional survey with a quantitative approach, where data is collected using a standardized academic hardiness scale. The research sample consisted of 500 students spread across three state universities in West Sulawesi province. Data analysis was carried out using confirmatory factor analysis (CFA) to test the validity and contribution of each factor. The research results show that the control aspect is the factor that makes the biggest contribution to academic hardiness, with a standardized variance coefficient value of 0.605. Meanwhile, the social support indicator has the greatest influence, with a value of 0.854. These findings provide a basis for further research in designing guidance and counseling service models based on empirical evidence, by considering the main factors that contribute significantly to student academic hardiness. Apart from that, the results of this research can be a guide for guidance and counseling staff in designing more adaptive services, according to student needs.