Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : BIOPROSPEK

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Propolis Lebah Trigona Incisa terhadap Bakteri Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus aureus Saleng, Annizah; Syafrizal, Syafrizal; Sari, Yanti Puspita
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 11 No 1 (2016): Bioprospek: Journal Ilmiah Biologi. Volume 11 Number 1 2016
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.616 KB) | DOI: 10.30872/bp.v11i1.126

Abstract

Propolis is one of natural products produced honey bees and has frequently used as a drug or supplements, antiinflammation, therapy disease, accelerated healing cuts and others. In addition, propolis has many benefits one having the nature as an antibacterial. This study aims to establish the nature of bees antibacterial propolis Trigona incisa against bacteria Klebsiella pneumonia and Staphylococcus aureus. The ektraksi done in a maceration and the antibacterial with the diffusion discs kirby-bauer. The antibacterial activity it uses random design complete (RAL) consisting of 12 treatment and test 3 for every type of bacteria. Variation concentration the treatment is DMSO (control negative), 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, 80%, 90%, 100% and kloramfenikol (control positive). Antibacterial test extract propolis bees Trigona incisa against bacteria Klebsiella pneumonia and Staphylococcus aureus, showed potential as antibacterial. The best to extract propolis construction beehive Trigona incisa in pursuing the growth of bacteria Klebsiella pneumonia is 70 % with broad zone obstruent formed the 11,18 mm (category strong) while bacteria Staphylococcus aureus does not hinder (weak) category. On wrapping bee products Trigona incisa, a weakling now under inhibit bacterial growth Klebsiella pneumonia and Staphylococcus aureus.
Pengaruh Rasio Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dengan Pupuk Inorganik Komersial Terhadap Pertumbuhan Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) Secara Hidroponik Rakit Apung Priyanggi, Rizki Wira; Nugroho, Rudy Agung; Sari, Yanti Puspita
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 14 No 1 (2019): Bioprospek: Jurnal Ilmiah Biologi: Volume 14 Number 1 2019
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.352 KB) | DOI: 10.30872/bp.v14i1.429

Abstract

Studi pengaruh Rasio Pupuk Organik Cair Limbah Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dengan Pupuk Inorganik Komersial terhadap Pertumbuhan Sawi Pakcoy (Brassica rapa L.) secara Hidroponik Rakit Apung dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio pemberian pupuk organik cair limbah ikan nila terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy secara hidroponik rakit apung, untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair limbah ikan nila terbaik untuk pertumbuhan tanaman sawi pakcoy yang optimal pada. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan (100% AB mix, 25% POC dan 75% AB mix, 50% POC dan 50% AB mix, 75% POC dan 25% AB mix, 100% POC) dengan 4 ulangan. Pengamatan dilakukan selama 4 minggu. Parameter lingkungan yang diamati adalah suhu lingkungan (rumah hidroponik), suhu larutan, pH larutan dan TDS (Total Dissolved Solid). Parameter pertumbuhan yang diamati yaitu, tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar, berat kering, luas daun, kandungan klorofil, laju pertumbuhan relatif tanaman, dan volume akar. Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan dengan menggunakan 100% AB mix dan perlakuan 25% POC dan 75% AB mix merupakan perlakuan terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat segar, berat kering, volume akar, laju pertumbuhan relatif, dan kandungan klorofil. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa substitusi lebih dari 25% POC belum mampu memberikan pertumbuhan yang optimum seperti pupuk AB mix.
PERTUMBUHAN Aglonema sp. VARIETAS RED BORJU SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK BAWANG MERAH (Allium cepa) DAN TAOGE (Phaseolus radiatus) Asmarani, Sherly; Sari, Yanti Puspita; Astuti, Puji
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i1.1298

Abstract

Aglonema merupakan tanaman hias yang memiliki berbagai macam variasi daun, baik dari motif, bentuk, warna dan ukurannya. Aglonema sp. var Red Borju mempunyai daya tarik pada daun yang berwarna hijau tua dan merah muda pada tulang daunnya. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, namun budidayanya masih terbatas. Teknik kultur jaringan dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman Aglonema sp. untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Dengan teknik kultur jaringan bisa didapatkan bibit tanaman dalam jumlah yang banyak, seragam sehat dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam media dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi bahan organik bawang merah (Allium cepa) dan taoge (Phaseolus radiatus) terbaik terhadap pertumbuhan eksplan Aglonema sp. Varietas Red Borju secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik bawang merah lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Aglonema sp. Varietas Red Borju dibanding bahan organik taoge. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman diperoleh pada penambahan bahan organik bawang merah 25 g/L yaitu pada penambahan tinggi tanaman 7,4 cm, jumlah tunas 6 tunas, jumlah akar 6,3 akar dan jumlah daun 3 helai. Hal ini berarti bahwa pemberian bahan organik bawang merah dengan konsentrasi rendah (25 g/L) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Aglonema sp. secara in vitro.
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS, SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nurfadhila, Syilvani Citra; Sari, Yanti Puspita; Astuti, Puji
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1346

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki banyak manfaat dalam bidang pangan dan pengobatan. Untuk memaksimalkan pemanfaatan bawang merah sebagai tanaman obat, digunakan bahan berupa kalus yang diperoleh melalui teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap pertumbuhan kalus, kandungan senyawa metabolit sekunder, dan aktivitas antioksidan bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi sukrosa, yaitu 0, 15, 30, 45, dan 60 g/L dalam media Murashige Skoog (MS) yang ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) pikloram 5 mg/L + kinetin 3 mg/L. Setiap perlakuan diulang lima kali sehingga total percobaan sebanyak 25 unit. Pengujian meliputi induksi kalus, uji fitokimia (alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid-triterpenoid), dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sukrosa 30 g/L memberikan hasil terbaik dalam menginduksi kalus, dengan rata-rata waktu tumbuh kalus 33,6 hari, tekstur kalus remah-kompak, warna kalus kuning, dan berat rata-rata kalus 0,583 ± 0,278 g. Kandungan metabolit sekunder meliputi alkaloid, fenolik, flavonoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan mencapai 17,691 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.