Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PERTUMBUHAN Aglonema sp. VARIETAS RED BORJU SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BAHAN ORGANIK BAWANG MERAH (Allium cepa) DAN TAOGE (Phaseolus radiatus) Asmarani, Sherly; Sari, Yanti Puspita; Astuti, Puji
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 1 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i1.1298

Abstract

Aglonema merupakan tanaman hias yang memiliki berbagai macam variasi daun, baik dari motif, bentuk, warna dan ukurannya. Aglonema sp. var Red Borju mempunyai daya tarik pada daun yang berwarna hijau tua dan merah muda pada tulang daunnya. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, namun budidayanya masih terbatas. Teknik kultur jaringan dengan penambahan bahan organik merupakan salah satu alternatif perbanyakan tanaman Aglonema sp. untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin meningkat. Dengan teknik kultur jaringan bisa didapatkan bibit tanaman dalam jumlah yang banyak, seragam sehat dan dalam waktu yang lebih singkat. Bahan organik yang ditambahkan ke dalam media dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh alami yang membantu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi bahan organik bawang merah (Allium cepa) dan taoge (Phaseolus radiatus) terbaik terhadap pertumbuhan eksplan Aglonema sp. Varietas Red Borju secara in vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan organik bawang merah lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman Aglonema sp. Varietas Red Borju dibanding bahan organik taoge. Konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman diperoleh pada penambahan bahan organik bawang merah 25 g/L yaitu pada penambahan tinggi tanaman 7,4 cm, jumlah tunas 6 tunas, jumlah akar 6,3 akar dan jumlah daun 3 helai. Hal ini berarti bahwa pemberian bahan organik bawang merah dengan konsentrasi rendah (25 g/L) dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman Aglonema sp. secara in vitro.
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS, SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nurfadhila, Syilvani Citra; Sari, Yanti Puspita; Astuti, Puji
BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi Vol 16 No 2 (2024): BIOPROSPEK: Jurnal Ilmiah Biologi
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/bp.v16i2.1346

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditas sayuran yang memiliki banyak manfaat dalam bidang pangan dan pengobatan. Untuk memaksimalkan pemanfaatan bawang merah sebagai tanaman obat, digunakan bahan berupa kalus yang diperoleh melalui teknik kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap pertumbuhan kalus, kandungan senyawa metabolit sekunder, dan aktivitas antioksidan bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi sukrosa, yaitu 0, 15, 30, 45, dan 60 g/L dalam media Murashige Skoog (MS) yang ditambahkan zat pengatur tumbuh (ZPT) pikloram 5 mg/L + kinetin 3 mg/L. Setiap perlakuan diulang lima kali sehingga total percobaan sebanyak 25 unit. Pengujian meliputi induksi kalus, uji fitokimia (alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid-triterpenoid), dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sukrosa 30 g/L memberikan hasil terbaik dalam menginduksi kalus, dengan rata-rata waktu tumbuh kalus 33,6 hari, tekstur kalus remah-kompak, warna kalus kuning, dan berat rata-rata kalus 0,583 ± 0,278 g. Kandungan metabolit sekunder meliputi alkaloid, fenolik, flavonoid, dan saponin. Aktivitas antioksidan mencapai 17,691 ppm, yang termasuk dalam kategori antioksidan sangat kuat.
Root Induction of Borneo Prima Tangerine (Citrus Reticulata) By In Vitro Method Using Natural Plant Growth Regulator Raja Banana (Musa Paradisiaca Var. Raja) and Synthetic Naphthalene Acetic Acid (NAA) Muhammadiyah, Muhammadiyah; Sari, Yanti Puspita; Susanto, Dwi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40714

Abstract

Borneo prima tangerine (Citrus reticulata) is a plant species from East Kalimantan, which is expected to become one of the leading citrus in the country. The obstacle to developing this citrus is that cultivation is still limited, so efforts are needed to cultivate plants using in vitro techniques. The process of plant multiplication has been done, the next step is rooting. The purpose of this research is to know the type and concentration of plant growth regulators (PGR) that are optimal in stimulating root growth in Borneo prima tangerine plants. This study used a completely randomized design consisting of 9 treatments, namely control (without the addition of PGR), the addition of natural PGR raja banana extract with concentrations of 25; 50; 75; and 100 g/L, synthetic PGR Naphthalene Acetic Acid (NAA) concentrations of 0.5; 1.0; 1.5; and 2.0 mg/L, each treatment with 3 replicates. The results showed the addition of raja banana extract 75 g/L produced the fastest root emergence time of 3.33 days, the addition of NAA 0.5 mg/L produced the highest number of roots, namely 4.67 roots, and plantain extract 50 g/L produced the longest roots, namely 4.50 cm. This means that the addition of raja banana extract gives the best results in inducing root formation.
Root Induction of Borneo Prima Tangerine (Citrus Reticulata) By In Vitro Method Using Natural Plant Growth Regulator Raja Banana (Musa Paradisiaca Var. Raja) and Synthetic Naphthalene Acetic Acid (NAA) Muhammadiyah, Muhammadiyah; Sari, Yanti Puspita; Susanto, Dwi
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol. 18 No. 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.40714

Abstract

Borneo prima tangerine (Citrus reticulata) is a plant species from East Kalimantan, which is expected to become one of the leading citrus in the country. The obstacle to developing this citrus is that cultivation is still limited, so efforts are needed to cultivate plants using in vitro techniques. The process of plant multiplication has been done, the next step is rooting. The purpose of this research is to know the type and concentration of plant growth regulators (PGR) that are optimal in stimulating root growth in Borneo prima tangerine plants. This study used a completely randomized design consisting of 9 treatments, namely control (without the addition of PGR), the addition of natural PGR raja banana extract with concentrations of 25; 50; 75; and 100 g/L, synthetic PGR Naphthalene Acetic Acid (NAA) concentrations of 0.5; 1.0; 1.5; and 2.0 mg/L, each treatment with 3 replicates. The results showed the addition of raja banana extract 75 g/L produced the fastest root emergence time of 3.33 days, the addition of NAA 0.5 mg/L produced the highest number of roots, namely 4.67 roots, and plantain extract 50 g/L produced the longest roots, namely 4.50 cm. This means that the addition of raja banana extract gives the best results in inducing root formation.
Pembekalan Teknik Propagasi Kultur Jaringan Tumbuhan bagi Guru SMA/Sederajat di Samarinda untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Susanto, Dwi; Yuliatin, Ervinda; Samsurianto, Samsurianto; Sari, Yanti Puspita; Manurung, Hetty
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12944

Abstract

Background: Transisi kurikulum 2013 menjadi kurikulum Merdeka menuntut guru untuk lebih kreatif, aplikatif, dan mampu memacu daya kritis siswa dalam memahami mata Pelajaran pilihan. Namun, mata pelajaran pilihan siswa di bidang Bioteknologi Modern seperti Kultur Jaringan Tumbuhan belum dipahami dengan baik secara praktik. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan praktikum teknik propagasi tumbuhan melalui pembekalan teknik kultur jaringan tumbuhan bagi guru SMA/sederajat bidang Biologi di Samarinda dan sekitarnya. Metode: Pengabdian ini dilakukan oleh dosen Biologi FMIPA Universitas Mulawarman, dan diikuti oleh 22 guru Biologi dan pertanian di Samarinda dan sekitarnya. Kegiatan pengabdian terdiri dari 4 tahapan yaitu tahap awal, tahap pembekalan teori, tahap praktikum, dan tahap evaluasi. Hasil: Adanya peningkatan pemahaman peserta di bidang kultur jaringan tumbuhan dari level ‘kurang’ menjadi ‘baik’. Evaluasi pemaparan materi dan kesesuaian teori dan praktek mencapai kategori sangat baik dengan presentase masing-masing 80% dan 92%. Refleksi pembekalan menunjukkan 80% peserta berpendapat kegiatan ini menambah wawasan dan menyenangkan. Kesimpulan: Kegiatan terlaksana sesuai target dan dapat berkontribusi dalam proses pembelajaran siswa di sekolah terutama di bidang kultur jaringan tumbuhan.
Pembekalan Teknik Ekstraksi, Skrining, dan Uji Antimikrobia Bahan Alam bagi Guru-Guru SMA Di Kota Samarinda Kusumawati, Eko; Nugroho, Rudy Agung; Aryani, Retno; Manurung, Hetty; Sari, Yanti Puspita
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 1 (2021): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v6i1.4040

Abstract

Sebagai salah satu faktor penting dalam pendidikan, guru harus meningkatkan pengetahuan, baik teoritis maupun keterampilan, seperti praktik laboratorium, terutama untuk guru biologi. Berdasarkan hal ini, tujuan program pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan keterampilan teoritis dan praktis guru biologi SMA. Program pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 30 guru dari berbagai SMA di Samarinda. Teori tentang ekstraksi, penyaringan, dan teknik uji antimikrobia dari sumber daya alam dilakukan di ruang kelas, sedangkan penggunaan rotary evaporator, freeze drying, skrining uji fitokimia, dan uji antimikrobia dilakukan di laboratorium yang dibantu oleh teknisi laboratorium. Setelah menerima program pengabdian masyarakat ini, nilai rata-rata kepuasan yang diberikan oleh para guru melalui kuisioner yaitu: (skala 5) sebanyak 49%, baik (skala 4) sebanyak 47%, cukup (nilai skala 3) ) sebesar 5% dan lebih kecil (skala nilai 2) sebesar 1%. Kesimpulan, kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan mempunyai manfaat baik bagi guru biologi SMA di Samarinda.