Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KALSIT DENGAN KADAR YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI Daphnia sp. Rosa Samhari; Hastiadi Hasan; Eka indah raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.295 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur kalsit yang optimal untuk mempertahankan kestabilan pH air pada media pemeliharaan Daphnia sp. agar dapat menghambat peningkatan kadar amonia dalam air pengkulturan, sehingga populasi kutu air dapat terus belanjut secara parthenogenosis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl. Ahmad Yani 111 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi kapor kalsit (CaCO3) antara lain adalah, perlakuan A (control), B (200g/L), C (250g/L), dan D (300g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan Populasi Daphnia sp. secara umum, Populasi Daphnia sp. Jantan, Populasi Daphnia sp. Matting, Populasi Daphnia sp. bertelur normal (parthenogenesis),  Persentase Jumlah Ephipia Daphnia sp dan Kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan kapur kalsit pada kosentrasi 200 mg/L dapat memperkecil rentang pH serta menekan peningkatan NH3, sehingga populasi Daphnia sp. dapat ditingkatkan. Hal ini dikarenakan kecilnya jumlah populasi Daphnia sp jantan dan Daphnia sp matting serta besarnya jumlah populasi Daphnia sp. yang berproduksi secara prathenogenesis. Kata kunci : Kalsit (CaCO3),Perkembangan Populasi, Daphnia sp.
PENGARUH TEMPAT PERLINDUNGAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LOBSTER AIR TAWAR CAPIT MERAH (Cherax quadricarinatus) Sj. Djunaidi; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.553 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potongan Paralon, Karung Plastik, Tempat Telur dan Tanaman Eceng Gondok sebagai Tempat Perlindungan Lobster Air Tawar Capit Merah. Metode yang digunakan pada identifikasi adalah menggunakan tempat perlindungan yang berbeda, sedangkan hewan uji menggunakan lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus). Pengujian dilakukan dengan tiga kali pengulangan dimana nilai Pertumbuhan berat mutlak, Panjang mutlak dan Kelangsungan Hidup sebagai parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penggunaan tempat perlindungan yang berbeda menunjukan bahwa untuk Pertumbuhan berat lobster air tawar capit merah pada penggunaan karung plastik sebesar 7,90 gram, untuk Pertumbuhan panjang sebesar 2,60 cm sedangkan Kelangsungan Hidup sebesar 96,67%. Kata kunci: Pertumbuhan Berat, Pertumbuhan Panjang dan Kelangsungan Hidup, lobster air tawar capit merah (Cherax quadricarinatus)
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Alem .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.155 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.703

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva pada ikan biawan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A, pakan alami kuning telur (kontrol), Perlakuan B, pakan alami Chlorella sp, Perlakuan C, pakan alami Artemia sp, Perlakuan D, pakan alami Tubifex sp Hasil penelitian menunjukkan perlakuan. Hasil pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan  (C) Pakan Alami Artemia sebesar 12,61 ± 0,93%,   1,21 ± 0,03cm dan  84,00 ± 4,00%. Kata Kunci : Pakan Alami, Larva Biawan, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup.
RASIO PENAMBAHAN MADU DALAM NACL UNTUK PENGENCERAN SPERMA TERHADAP FERTILISASI DAN DAYA TETAS TELUR IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Rachimi .; Eka Indah Raharjo; Moch Syaidi Syaidi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.798 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.690

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio penambahan madu dalam NaCl yang digunakan untuk pengenceran sperma yang dapat menghasilkan fertilisasi dan daya tetas telur ikan tengadak yang baik..Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dimana Perlakuan menggunakan konsentrasi 0 ml madu/100 ml NaCl., 0,2 ml madu/99,8 NaCl., 0,4 ml madu/99,6 NaCl., dan 0,6 ml madu/99,4 NaCl. Hasil penelitian mengenai rasio penambahan madu dalam NaCl untuk pengenceran sperma terhadap fertilisasi dan daya tetas telur ikan tengadak memberikan hasil motilitas dengan nilai 76,67 % yang mana terdapat pada perlakuan C dengan konsentrasi madu 0,4 ml/99,6 ml NaCl. Hasil pengamatan fertilisasi telur ikan tengadak memberikan hasil yang tertiggi terdapat pada perlakuan C dengan nilai 84,67 %. Hasil pengamatan  daya tetas telur ikan tengadak memberikan hasil yang tertiggi terdapat pada perlakuan D dengan konsentrasi madu 0,6 ml/99,4 ml NaCl dengan nilai 81,39 %.  Kata Kunci : madu, benih tengadak, fertilisasi, motilitasi, daya tetas telur ABSTRACT This research to determine the ration addition of honey in NaCl that be used to dilute sperm that can produce fertility and A good  hatching of Tengadak egg .Researchuses a completely randomized design,according Hanafiah (2012), consisting 4 treatment and 3 replications.Where treatment uses concentration of 0 ml honey / 100 ml NaCl., Treatment B 0.2 ml honey / 99.8 NaCl.,Treatment C 0.4 ml honey / 99.6 NaCl., And Treatment D 0.6 ml honey / 99.4 NaCl.Results of research about ration addition of honey in NaCl for dilution of sperm to fertilization and hatching of Tengadak egg gives results with a value of 76.67% which contained in  treatment C with a concentration of honey 0.4 ml / 99.6 ml NaCl. The observation result of tengadak egg fertilization gives highets results in treatment C with a value of 84.67%. The observation result  of Tengadak egg  hatchability results gives highets result in treatment D with a honey concentration of 0.6 ml / 99.4 ml NaCl with a value of 81.39%. Keywords: honey, tengadak seed, fertelitation, mortility, power hatching egg
PENGARUH KEDALAMAN SARANG TERHADAP MASA INKUBASIDAN PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PULAU WIE KABUPATEN BINTAN Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.769 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedalaman sarang yang digali untuk penetasan telur penyu hijau dan keberhailan penetasan telur penyu hijau (Cheloniamydas). Penelitian ini dilakukan  di pulau Wie Kecamatan Tambelan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau mulai 20 Juli s/d  18 September 2014. Keberhasilan penetasan telur penyu hijau pada tiap kedalaman sebagai berikut: kedalaman 30 cm sebesar 43 %. Untuk penetasan telur penyu hijau dengan kedalaman 50 cm sebesar 71 %. Kedalaman sarang 70 cm telur penyu hijau menetas sebesar 67 %, pada kedalaman 90 cm telur penyu hijau menetas sebesar 32 %.Suhu permukaan antara 27 ºC - 33 ºC .Suhu  rata-rata perlakuan  A ( kedalaman sarang 30 cm) berkisar 29,6 ºC – 29,9 ºC. Suhu rata-rata perlakuan B ( kedalaman sarang 50 cm)   30ºC , suhu  rata-rata perlakuan C ( kedalaman sarang 70 cm)  kisaran 29 ,3ºC – 29.6ºC . Untuk perlakuan D suhu rata-rata (kedalaman  sarang90 cm) kisaran suhu 29,6 ºC - 30 ºC. Kisaran suhu tersebut tergolong normal untuk penetasan telur penyu. Kata kunci: Penyu hijau, Kedalaman sarang, Kebehasilan penetasan
Pemanfaatan Ekstrak Biji Buah Keben (Barringtonia asiatica) dalam proses Anestesi pada Transportasi Sistem Tertutup Calon Induk Ikan Mas (Cyprinus carpio) Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Bobi Hastomo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.108 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.497

Abstract

Keben (Barringtonia asiatica) merupakan tanaman yang dapat dijadikan sebagai bahan pembius terhadap calon induk ikan mas. Tanaman keben mengandung senyawa saponin, asam galat dan asam hidrosianat yang bersifat memabukan dan dapat digunakan sebagai zat pembius atau penghilang kesadaran karena biji buah keben bersifat anetesi. Pembuatan ekstrak biji buah keben yaitu biji yang sudah kering ditumbuk sampai halus sehingga menjadi serbuk kemudian serbuk tersebut di campur etanol dengan tujuan untuk mengurangi kadar racun yang terdapat pada biji tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis pembiusan ekstrak biji buah keben  yang optimal sebagai bahan pembius terhadap kelangsungan hidup calon induk ikan mas. Penelitian dilaksanakan pada tangga l 3 – 17 November 2013 di  laboratorium budidaya perairan fakultas perikanan universitas  muhammadiyah pontianak. Ikan uji yang digunakan calon induk ikan mas dengan berat 500-1000 gr dengan kepadatan 3 ekor per wadah penelitian dan diujikan ke dalam kantong packing yang berisi 3 liter air dengan menggunakan dosis 2 ml/L, 4 ml/L, dan 6 ml/L.Bahan yang diuji mengunakan ekstrak biji buah keben digunakan sesuai dengan masing-masing perlakuan. Tahapan penelitian ini terdiri dari penghitungan lama induksi ikan, lama waktu ikan pingsan dan lama waktu pulih sadar ikan. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kelangsungan hidup tertinggi yaitu pada dosis 4 ml/L yaitu mencapai 80%. Kata kunci: anesthesia, lemongrass oil in the trasport of  calon induk ikan mas seed closed
FREKUENSI PEMBERIAN CACING TUBIFEX SP YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) rilo al fikri; Eka Indah Raharjo; Eko Prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.011 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.931

Abstract

Ikan semah (Tor douronensis) tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian cacing tubifex yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan semah yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari B, frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari C, frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari D, frekuensi pemberian pakan 8 kali sehari. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup.Rata-rata pertumbuhan bobot dan panjang mutlak adalah perlakuan C (1,237±0,015) dan (2,970±0,062).Tingkat kelangsungan hidup 100%.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN DI SUNGAI SAMBAS KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS UNTUK USAHA BUDIDAYA PERIKANAN Eka Indah Raharjo; Farida .; Sukmayani .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.89 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.700

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan diperairan sungai Sambas Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas dengan mengambil sampel air sungai Sambas. Waktu pelaksanaannya  pada bulan November-Desember 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian perairan  sungai Sambas dalam pengembangan dan pemanfaatannya untuk usaha budidaya perikanan.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Parameter kualitas air yang digunakan meliputi fisika, kimia dan biologi perairan. Pengukuran kualitas air dilakukan pada 4 stasiun dengan 3 kali pengulangan. Berdasarkan hasil dari beberapa aspek pengukuran dapat disimpulkan bahwa Perairan Sungai Sambas Kecamatan Sebawi cukup sesuai untuk melakukan budidaya. Hasilnya sebagai berikut dengan nilai suhu rata-rata  berkisar antara 26-28,30C, kecerahan  42,3-78, kecepatan arus 0,20-0,63 m/det, nilai TSS  1-37 mg/l,nilai TDS  35,1-56,2 mg/l, DO 3,22-5,08 mg/l,nilai pH 5,4-6,7,nilai CO2 21-33 mg/l. Keanekaragaman plankton berada dalam  kondisi lingkungan subur dengan nilai 2,4595-2,1625 ind.                                                                                                                                                                                 Kata Kunci: budidaya perikanan, parameter kualitas air, Sungai Sambas
PERTUMBUHAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) DENGAN PADAT TEBAR YANG BERBEDA DENGAN SISTEM MINA PADI Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Rian Firwara
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.42 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan yang terbaik dengan padat tebar yang berbeda dengan sistem mina padi. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Barangan, Dusun Lagon, Desa Keranji Paidang,   Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.  perlakuan A (5 ekor/m2), B (8 ekor/m2), C (11 ekor/m2), D (14 ekor/m2). Variabel pengamatan yang dilakukan adalah Pertambahan panjang ikan, Pertumbuhan berat ikan,  Kelangsungan hidup, dan Kualitas air. Hasil pengamatan penelitian pertambahan panjang  ikan jelawat menunjukkan bahwa perlakuan A (9.17 cm)  lebih baik dari pada perlakuan B (7.83 cm), C (7.10 cm), dan D (5.83). Sedangkan pertumbuhan berat ikan dan kelangsungan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan A yaitu berat (24.50 g) dan kelangsungan hidup (89.33 %). Kata kunci: pertumbuhan, ikan jelawat, padat tebar, sistem mina padi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI JAMUR Saprolegnia sp. Hastiadi Hasan; eka indah raharjo; Dayang Dian Ariyani
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.688

Abstract

ABSTRAK Kemangi (Ocimum sanctum L) adalah salah satu tanaman obat di Indonesia yang telah digunakan secara empiris. Tanaman ini juga diketahui memiliki kandungan zat sebagai antibakteri dan antijamur. Kandungan yang terdapat dalam kemangi antara lain flavonoid, glikosit, asam gallic dan esternya, assam cafeic, dan minyak atsiri yang mengandung eugenol (70,5%) sebagai komponen utama. Selain itu manfaat kemangi masih sangat banyak antara lain orientin dan vicenin di dalam kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sedangkan cineole, myrcene dan eugenol berfungsi sebagai antibiotik alami dan antiperadangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun kemagi yang optimal terhadap daya tetas telur ikan lele dumbo dan yang terinfeksi jamur saprolegnia sp.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan konsentrasi ekstrak kemangi yang diberikan meliputi 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm, dan 80 ppm. Parameter uji yang diamati adalah tingkat serangan jamur (prevalensi), daya tetas telur (HR), Kelangsungan hidup larva (SR), dan kualitas air. Hasil perendaman telur pada ekstrak kemangi bahwa pada konsentrasi 60 ppm menunjukan hasil terbaik dengan tingkat serangan jamur (pravelensi) 28.67%, daya tetas telur  yang dihasilkan yaitu 71.33%, serta memberikan kelangsungan hidup yang baik yaitu 84.13%. Konsentrasi ekstrak daun kemangi yang optimal untuk mencegah serangan jamur saprolegnia dan daya tetas telur ikan lele dumbo adalah 66.5 ppm Kata Kunci : ekstrak kemangi, telur lele dumbo, Saprolegnia sp.  ABSTRACT Ocimum sanctum L is one of the medicinal plants in Indonesia that has been used empirically. The plant is also known to contain substances as antibacterial and antifungal. the main component of  Ocimum sanctum L  is  flavonoids, glikosit, gallic acid and its esters, assam cafeic, and essential oils that contain eugenol around 70.5%. And actually so many  benefits of it. They are orientin and vicenin that can recovery the cell structure of the body. Then, cineole, myrcene and eugenol can be a natural antibiotic and anti-inflammatory. This research aims to determine the concentration of the leaf extraction of Ocimum sanctum L for hatchability of Clarias gariepinus eggs and a fungus saprolegnia sp. This research used experimental method to completely randomized design, which consists of five treatments and three replications. Treatment concentrations of extracts of basil provided includes 0 ppm (control, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm and 80 ppm, test parameters were the level of fungal attack (prevalence), hatchability rate (HR), Survival rate (SR), and water quality. Results of soaking eggs in extracts of basil that at a concentration of 60 ppm that showed the best results with a degree of fungal attack(pravelensi) 28.67%, hatchability of eggs produced is 71.33%, as well as providing a good survival is 84.13%.  The optimal concentration  of extract for preventing fungal attack  from  Saprolegnia  and hatching eggs is 66.5 ppm. Keywords: ocimum sanctum l extract, egg catfish, Saprolegnia sp.