Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN KALSIT DENGAN KADAR YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI Daphnia sp. Rosa Samhari; Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.526 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur kalsit yang optimal untuk mempertahankan kestabilan pH air pada media pemeliharaan Daphnia sp. agar dapat menghambat peningkatan kadar amonia dalam air pengkulturan, sehingga populasi kutu air dapat terus belanjut secara parthenogenosis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl. Ahmad Yani 111 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi kapor kalsit (CaCO3) antara lain adalah, perlakuan A (control), B (200g/L), C (250g/L), dan D (300g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan Populasi Daphnia sp. secara umum, Populasi Daphnia sp. Jantan, Populasi Daphnia sp. Matting, Populasi Daphnia sp. bertelur normal (parthenogenesis),  Persentase Jumlah Ephipia Daphnia sp dan Kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan kapur kalsit pada kosentrasi 200 mg/L dapat memperkecil rentang pH serta menekan peningkatan NH3, sehingga populasi Daphnia sp. dapat ditingkatkan. Hal ini dikarenakan kecilnya jumlah populasi Daphnia sp jantan dan Daphnia sp matting serta besarnya jumlah populasi Daphnia sp. yang berproduksi secara prathenogenesis. Kata kunci : kalsit (CaCO3), perkembangan populasi, Daphnia Sp.
LAMA WAKTU TRANSPORTASI IKAN JELAWAT(Leptobarbus hoevenii) MENGGUNAKAN SISTEM KERING DENGAN KETEBALAN MEDIA BUSA 6 cm TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP Muhammad Nurdian; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.613 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengangkutan terhadap kelangsungan hidup ikan pasca penyadaran dengan menggunakan ketebalan media busa 6 Cm untuk mempertahankan suhu rendah.Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan susunannya yaitu perlakuan Alama waktu 2,5 jam, perlakuan Blama waktu  3,5 jam, perlakuan Clama waktu 4,5 jam dan perlakuan Dlama waktu 5,5 jam.  Hasil penelitian menunjukkan lama waktu transportasi ikan jelawat menggunakan sistem kering dengan ketebalan media busa 6 cm berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat. Selama penyadaran ikan, waktu yang terbaik yaitu 15 menit 58 detik dengan suhu wadah dalam kemasan sebesar 130C serta perubahan bobot tubuh ikan sebesar 0,10 gram dan tingkat kelangsungan hidupnya sebesar 83,33% terdapat pada perlakuan A dengan lama waktu 2,5 jam. Sebaliknya pada perlakuan D tingkat kelangsungan hidup yaitu 0,00% dengan lama waktu sadar 29 menit 83 detik. Ikan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan di sebabkan oleh kenaikan suhu dalam wadah kemasan sebesar 230C maka es dalam media kemasan seluruhnyamencair sehingga tidak mampu mempertahankan suhumedia busa,akibatnyaterjadipenurunan bobot tubuh ikan sebesar 1,81 gram selama waktu 5,5 jam. Penurunan berat tersebut disebabkan oleh terjadinya stres akibat kenaikan suhu lingkungan (thermal stress) maka diduga semakin lama waktu pengangkutan menyebabkan ikan jelawat semakin stres sehingga mengakibatkan kematian selama pengangkutan. Kata Kunci :Ikan Jelawat, Waktu Pemingsanan,Waktu Penyadaran, Perubahan Bobot , Kelangsungan Hidup
Optimasi Pemberian Maggot Dan Pakan Buatan Menggunakan Dosis Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Toman (Channa Micropeltes) Sari Wahyuni; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i1.3891

Abstract

Maggot dan pakan buatan (pellet) adalah salah satu solusi untuk pengganti pakan ikan rucah yang penyediaannya mengalami kendala karena menurunnya populasi stok ikan liar di perairan serta meningkatnya harga karena suplai yang musiman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian maggot dan pellet terhadap pertumbuhan benih ikan toman (Channa micropeltes) dan mengetahui dosis terbaik yang memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik pada benih ikan toman (Channa micropeltes). Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan toman (Channa micropeltes) dengan bobot rata-rata 1,18 g/ekor dan padat tebar 10 ekor/akurium. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (0% maggot 100% pellet), B (25% maggot 75% pellet), C (50% maggot 50% pellet) dan D (75% maggot 25% pellet), dan perlakuan E (100% maggot 0% pellet). Data yang diamati meliputi laju pertumbuhan (SGR), efisiensi pakan (FCR) dan kelangsungan hidup (SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot dan pellet memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Dosis terbaik yaitu perlakuan D (75% maggot 25% pellet) mampu menghasilan pertumbuhan 0,49% kelangsungan hidup 86,67% dan konversi pakan 3,45%.
EFEKTIVITAS EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI (Aeromonas hydrophila) PADA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) M Yunus; Hendry Yanto; Eka Indah Raharjo
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i1.1982

Abstract

Ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) merupakan ikan endemik Kalimantan, memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan budidayanya. Salah satu jenis penyakit yang sering dijumpai pada organisme budidaya adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Motil Aeromonas Septicemia (MAS). Upaya penanganan penyakit MAS dapat dilakukan dengan penambahan bahan alami dalam pakan berupa ekstrak buah belimbung wuluh yang memiliki kandungan antibakteri dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh ikan. Tujuan Menentukan kadar ekstrak belimbung wuluh yang optimal untuk mencegah pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophilla pada ikan tengadak, dengan kadar 0 g, 5 g, 10 g, dan 15 g. Penambahan eksrtak buah belimbing wuluh melalui pakan buatan dapat mencegah pertumbuhan bakteri aeromonas hidrovylla. Memberi beri ekstrak buah belimbing wuluh dengan dosisi 15 g dapat mencegah pertumbuhan bakteri yang lebih baik dibandingkan dari pada dosis lainnya.
PENGARUH EKSTRAK MENIRAN MENIRAN (Phyllanthus niruri L) SEBAGAI ANTI JAMUR SAPROLEGNEA SP. TERHADAP DAYA TETAS TELUR IKAN BAUNG (Mystusnemurus). abdul kasim; Eka Indah Raharjo; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i1.2699

Abstract

Penelitian ini brtujuan untuk mentukan konsentrasi terbaik yang diperlukan untuk pencegahan serangan jamur terhadap telur ikan baung pada proses penetasan. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di balai benih ikan anjongan . Pelaksanaan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A (control), B (150 ppm), C (225 ppm), D (300 ppm). Parameter pengamatan adalah Uji Daya Hambat Jmaur, Pravelensi jamur, Daya Tetas Jmaur, dan Kualitas Jamur menunjukan bahwa perlakuan C (225 ppm) menghasilkan pravelensi terendah dan derajat penetasan tertinggi.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS CACING YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS (Channa Striata) Hendy .; Eka Indah Raharjo; Eko Prasetio
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.948 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i1.1434

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk pertumbuhan benih ikan gabus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan setiap perlakuan diulang empat kali. Pakan diberikan  dengan dosis adlibitum frekuensi tiga kali sehari. Perlakuan A, Benih ikan gabus diberikan pakan cacing sutera, Perlakuan B: Benih ikan gabus diberikan pakan cacing tanah, Perlakuan C: Benih ikan gabus diberikan pakan cacing nipah, adapun variabel pengamatan adalah Laju pertumbuhan spesifik (SGR), Kelangsungan Hidup, Kualitas Air, perlakuan A memiliki nilai rata-rata panjang tertinggi sebesar 2,244±0,234, dilanjutkan perlakuan B sebesar 2,100±0,240dan paling rendah perlakuan C sebesar 2,022±0,067.
Transportasi Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus Hoeveni) Menggunakan Sistem Kering Dengan Ketebalan Media Ampas Tebu Yang Berbeda Agustya Syafarani; Eka Indah Raharjo; Tuti Puji Lestari
Jurnal Borneo Akuatika Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v2i2.2402

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk Mempelajari pengaruh ketebalan ampas tebu yang berbeda terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat selama transpotrasi sistem kering dan untuk menentukan ketebalan ampas tebu yang optimal untuk kelangsungan hidup ikan jelawat yang tinggi selama transportasi sistem kering. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan sesuai model Hanafiah (2012) dengan 4 perlakuan 3 ulangan adapun metode penelitian yang dilakukan adalah perlakuan A tidak menggunakan ampas tebu, perlakuan B ampas tebu dengan ketebalan 5 cm, perlakuan C ampas tebu dengan ketebalan 10 cm dan perlakuan D ampas tebu dengan ketebalan 15 cm. Berdasarkan hasil penelitian mengenai transportasi ikan jelawat (Leptobarbus hoevenii) menggunakan sistem kering dengan ketebalan media ampas tebu yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan bobot, masa induksi, masa sedatif, kelangsungan hidup setelah transportasi dan kelangsungan hidup setelah pemeliharaan ikan jelawat selama proses transportasi, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan bobot yang tertinggi pada ikan jelawat  2,11 (g), sedangkan perlakuan D (ampas tebu dengan ketebalan 15 cm) memberikan hasil masa induksi yang terbaik (2 menit). Hasil penelitian perlakuan C (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan masa induksi yang terbaik (7 jam), perlakuan B (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik (8,97 %) setelah tranportasi, sedangkan perlakuan C (ampas tebu dengan ketebalan 10 cm) menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang terbaik (9,57 %) setelah pemeliharaan. Kata kunci: Ikan jelawat, ampas tebu, transportasi sistem kering.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma Xanthoriza Roxb), DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN TENGADAK(Barbonymus Schwanenfeldii) Anggit Pratama; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Borneo Akuatika Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.514 KB) | DOI: 10.29406/jba.v1i1.1428

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rimpang temulawak pada pakan dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan tengadak (Barbonymus Schwanenfeldii). Metode penelitian yang digunakan adalah benih ikan tengadak yang diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) yang berasal dari pemijahaan alami. Benih ikan yang digunakan sebanyak 10 ekor/wadah penelitian. Jumlah wadah penelitian sebanyak 12 buah dengan kapasitas masing-masing wadah sebanyak 20 liter air. Wadah penelitian diisi air sebanyak 10 liter. Perlakuan yang dicobakan adalah pemberian tepung temulawak dengan dosis berbeda pada pakan benih ikan tengadak. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan, yaitu tanpa pemberian tepung rimpang temulawak (perlakuan A), dosis 2,5% (perlakuan B) , dosis 5% (perlakuan C), dosis 7,5% (perlakuan D). Hasil penelitian yang dilakukan selama 50 hari menunjukkan bahwa pertumbuhan benih ikan tengadak tertinggi terdapat pada perlakuan D (dosis tepung rimpang temulawak 7,5%) dengan pertumbuhan Berat harian  4,91±0,11d dan panjang harian 4,13±0,43c.
PENGARUH PEMBERIAN JENIS CACING YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN ARWANA BRAZIL (Osleoglossu bicirrhosum) Halim Apriyandi; Hendry Yanto; Eka Indah Raharjo
Jurnal Borneo Akuatika Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Borneo Akuatika
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v3i1.2703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berupa cacing yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan arwana brazil serta menentukan jenis cacing terbaik untuk pertumbuhan benih ikan arwana brazil. Rancangan yang  digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan pemberian jenis pakan cacing yang berbeda yaitu cacing tanah, cacing tubifex, dan cacing nipah, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan jenis cacing yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan arwana brazil berpengaruh sangat nyata p>0,05 terhadap laju pertumbuhan mutlak, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan arwana brazil, dengan perlakuan terbaik pada jenis cacing tubifex laju pertumbuhan multak memiliki nilai sebesar 1,74±0,35, efisiensi pakan memiliki nilai sebesar 48,16±3,35 dan kelangsungan hidup yaitu 83,33%±28,87
DOSIS PAKAN BUATAN YANG BERBEDA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Elsa Pibri Juwanti; Eka Indah Raharjo; Farida Farida
Jurnal Borneo Akuatika Vol 4, No 2 (2022): JURNAL BORNEO AKUATIKA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jba.v4i2.4825

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Pontianak ,jalan trans ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimntan Barat. Waktu pelaksanaan selam 45 hari. Penenlitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pemberian terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan baung dan untuk mengetahui berapa dosis persen yang baik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan baung. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan. Variabel pengamatan meliputi laju pertumbuhan spesifik, kelangsungan hidup (SR), efesiensi pakan dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian menunjukn bahwa dosis pakan berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik dan tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan baung. Nilai laju pertumbuhan spesifik terbaik  terdapat pada perlakuan A (3%) dosis pakan, dengan berat rata-rata 7,1 gram/ekor dan panjang 9,7 cm.  kelangsungan hidup ikan baung pada perlakuan B,C dan D 83,80 dan 80, sedangakan pada perlakuan A kelangsungan hidup ikan baung sebesar 87 %. Efesiensi pakan dengan nilai terbaik pada perlakuan A 3% dengan efesiensi pakan 64,9% dan Kualitas air yang diperoleh selama pengamatan yaitu pH 6,2-7,0, suhu 27-28, Do 7,0-9,0 dan ammoniak 1,0-1,5.