Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Luas Lahan Terhadap Realisasi Pupuk Bersubsidi Berdasarkan Permentan No 41 Tahun 2021 Sembiring, Surya Abadi; Sihaloho, Henrykus; Sagala, Parsaoran
JURNAL AGRIUST Volume 3 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.713 KB) | DOI: 10.54367/agriust.v3i1.2578

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Pertanian Nomor 41 Tahun 2021, luas lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi subsidi pupuk adalah 2 hektare. Tujuan penelitian adalah menganalisis luas lahan dan realisasi pupuk bersubsidi dalam Permentan No 42/2021. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah Kelompok Tani tahun 2022 sebanyak 169, dan jumlah responden dengan metode Slovin adalah 92 orang. Realisasi pupuk bersubsidi adalah perbedaan pupuk bersubsidi diterima petani dengan pupuk bersubsidi diusulkan di RDKK. Realisasi pupuk bersubsidi dihitung dalam persen. Metode penelitian adalah uji Chi-suare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk urea, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi subsidi pupuk urea. Terdapat korelasi antara luas lahan dengan realisasi subsidi pupuk NPK, artinya semakin luas lahan maka semakin besar kekurangan realisasi pupuk NPK bersubsidi.
Perbandingan Produktivitas Dan Pendapatan Usahatani Jagung Berbeda Varietas Deras, Stefanus; Sembiring, Surya Abadi; Duha, Albertini
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i1.3506

Abstract

Introduksi bibit varietas unggul jagung dalam kegiatan usahatani ditujukan untuk perbaikan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas dan pendapatan usahatani jagung varietas Pioner P 32 dengan varietas Pertiwi. Penelitian dilaksanakan di Desa Hilizalo’otanö, Kecamatan Mazinö, Kabu-paten Nias Selatan, dengan alasan karena sebagian besar petani mengusahakan tanam-an jagung sebagai sumber penghasilan keluarga petani. Sampel penelitian adalah petani jagung sebanyak 48 KK. Penentuan sampel dengan cara stratified random sampling berdasarkan luas lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan produktivitas antara jagung varitas Pertiwi dan jagung varitas Pioner 32. Produktivitas jagung varietas Pertiwi sebesar 950.93 kg/ha sedangkan jagung varitas Pioner 32 sebesar 1,270.35 kg/ha. Perbedaan ini secara statistik nyata pada alfa 0,05. Pendapatan petani jagung varietas Pertiwi setiap musim tanam sebesar Rp 5,187,117.40/ha dan usahatani jagung varietas Pioner 32 sebesar Rp 9,616,517.72/ha. Perbedaan ini secara statistik nyata pada alfa 0,05.
Hubungan Tingkat Pendidikan terhadap Jenis Gabah Dijual Petani Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 24 Tahun 2020 Sembiring, Surya Abadi; Purba, Astuti Wulan Dari
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i1.3507

Abstract

Tujuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, untuk stabilisasi harga melalui harga pembelian pemerintah terhadap beras dan gabah. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan tingkat pendidikan dan jenis gabah dijual petani. Penelitian dilakukan di Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun sebagai sentra produksi padi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Jumlah sampel 150 petani yang ditentukan berdasarkan metode Slovin di empat desa, yaitu Desa Silakkidir 56 petani, Desa Raja Maligas 44 petani, Desa Raja Maligas I 35 petani dan Desa Hutabayu 15 petani. Metode analisis dengan menggunakan uji Chi-suare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan jenis gabah dijual petani.
Strategi Pengembangan Rumah Bolon Sebagai Destinasi Wisata di Kecmatan Purba, Kabupaten Simalungun Nainggolan, Mai Fernando; Sembiring, Surya Abadi; Tambunan, Herlina Yolanda
JURNAL AGRIUST Volume 4 No 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/agriust.v4i2.4002

Abstract

Pengembangan Rumah Bolon dihadapkan dengan kurangnya sumberdaya manusia yang mengerti akan pentingnya kesadaran pariwisata, kurangnya dukungan untuk mneingkatkan infrastuktur merupakan dan anggaran pengembangan masih menjadi permasalahan utama bagi masayarakat desa untuk mengembangkan objek wisata dan menjadikan desanya maju untuk menjadi desa wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengetahui strategi pengelolaan pengembangan Rumah Bolon sebagai destinasi wisata; 2) Mengetahui strategi pengembangan Rumah Bolon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuesiner dan FGD yang kemudian dianalisis menggunakan IFAS dan EFAS serta analisis SWOT. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 1) Keaslian Rumah Bolon; 2) Kehidupan sosial masyarakat yang masih tradisional;  3) Adat dan istiadat yang masih dipegang teguh; 4) Masih sering dilaksanakannya upacara adat; dan 5) Kesakralan Daerah Rumah Bolonmerupakan potensi yang dapat menjadikan Rumah Bolon sebagai destinasi wisata. Analisis IFAS dan EFAS menunjukan skor 2.07 untuk kekuatan, 1.78 untuk kelemahan dan 1.40 untuk peluang dan 1.53 untuk ancaman. Dalam diagram SWOT posisi Rumah Bolon berada pada kuadran II. Diversifikasi (sumbu x 0.14 dan sumbu y -0.06) yang artinya Rumah Bolon berada dalam posisi yang memiliki ancaman namun masih memiliki kekuatan, untuk meminimalkan ancaman tersebut strategi yang dapat digunakan adalah strategi ST.
Dampak Kebijakan Pupuk Bersubsidi Terhadap Pendapatan Bersih Usatani Padi Sawah Berdasarkan Permentan No 10 Tahun 2022 di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Sembiring, Surya Abadi; Sitohang, Maryanti; Nainggolan, Mai Fernando; Sinaga, Elma Desriana
JURNAL AGRIUST Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) biaya pupuk dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi dan tanpa kebijakan pada usahatani padi sawah, (2) perbedaan total biaya produksi dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi pada usahatani padi sawah, (3) pendapatan bersih dengan adanya kebijakan pupuk bersubsidi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai yang ditentukan secara purposive (sengaja). Penentuan sampel dilakukan dengan simpel random sampling, sedangkan besaran sampel ditentukan dengan rumus Slovin sehingga diperoleh 81 sampel. Biaya pupuk dengan kebijakan pupuk bersubsidi Rp2.231.228/Ha/MT, sedangkan biaya pupuk tanpa kebijakan Rp 7.134.604/Ha/MT. Pengeluaran total usaha tani tanpa kebijakan Rp25.783.727/Ha/MT, sedangkan Pengeluaran total usaha tani dengan kebijakan Rp20.880.381/Ha/MT. Pendapatan bersih usahatani padi sawah dengan kebijakan Rp 57.780.471/Ha/MT, sedangkan pendapatan bersih usahatani padi sawah tanpa kebijakan Rp 52.877.095/Ha/MT.
Potensi Ekowisata di Kawasan Mangrove Kampung Nipah, Desa Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Surya Abadi Sembiring; Ferlin Firdaus Turnip
Edubiologica Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Sekolah Pascasarjana Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Nipah memiliki kawasan mangrove yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalisasi adalah dengan menjadikan kawasan ekowisata. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus-November 2014 yang dilakukan melalui survei yang dilanjutkan dengan kegiatan pengamatan kondisi fisik kimia dan biologi kawasan, inventarisasi keanekaragaman fauna, analisis vegetasi, serta pengambilan data persepsi masyarakat lokal. Analisis data menggunakan analisis kesesuaian wisata mangrove dan analisis SWOT (Strengths–Weakness–Opportunity–Treats). Berdasarkan hasil penelitian, kawasan mangrove Kampung Nipah didominasi oleh tiga jenis mangrove yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, dan Avicennia marina. Fauna yang ditemukan antara lain burung, ikan, dan crustacea. Indeks kesesuaian untuk kegiatan wisata mangrove termasuk kategori sesuai bersyarat (63.24%). Strategi alternatif pengelolaan ekowisata mangrove yang diprioritaskan meliputi: melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan ekowisata (skor 2,834); meningkatkan peran serta Dinas terkait (skor 2.517); dan adanya zonasi wilayah supaya tidak terjadi gesekan dengan berbagai pihak (skor 2.25).
Pemanfaatan Inovasi dengan Adopsi Structural Equation Model (SEM) Untuk Pengembangan Model Keberlanjutan Agribisnis Padi Organik Nainggolan, Mai Fernando; Tambunan, Herlina Yolanda; Ismail, Agus Yadi; Sembiring, Surya Abadi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14624

Abstract

The efficiency of rice farming and increasing farmers' income requires new innovations to be developed in society, such as organic-based farming. Based on this, for the development of sustainable organic rice agribusiness, it is necessary to build a Sustainable Organic Rice Agribusiness Model through a systems approach based on a strategic approach to each subsystem which includes input subsystem, farming subsystem, handling/processing and marketing subsystem, as well as supporting subsystems to achieve objectives. The development of organic rice agribusiness can be achieved more effectively and optimally to increase food security while supporting sustainable agriculture. Analysis of the performance of the agribusiness system and the sustainability of organic rice agribusiness is carried out using descriptive methods which are applied to describe the characteristics of farmers and the performance of each subsystem in the organic rice agribusiness system. Structural Equation Model (SEM) analysis was used to answer the research objectives. The calculation results show that the GoF value is 0.75. The level of sustainability of Pangandaran organic rice agribusiness obtained an average total percentage score of 62.85%, this means that the level of sustainability of rice agribusiness is quite good.