Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analysis of the pretreatment process of gonggong shell flour (Laevistrombus turturella) on a scale up Diyah Dewanti, Beauty Suestining; Rumandhani, Nuvia Nurlaily; Febrianto, Arie; Widayanti, Vindhya Tri; Rucitra, Andan Linggar; Rohmah, Wendra Gandhatyasri; Septifani, Riska; Ikasari, Dhita Morita
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2025.008.01.8

Abstract

The gonggong shell (Laevistrombus turturella) is a species of sea snail found in the waters surrounding Bintan, Riau Islands. The gonggong consists of both meat and shell, with the shell constituting the largest portion, approximately 60%. The high proportion of shells materials compared to  the meat results in abundant gonggong shell waste. One way to utilize gonggong shells is by converting the shells into shell flour, which can be used in health supplements and as feed for shrimp, particularly in shrimp farms in Bintan Regency. The hard texture of gonggong shells (13.1 MPa) requires pretreatment before milling. The pretreatment processes include autoclaving, drying, and burning. This study aimed to assess the quality difference between the scaled-up  and laboratory-scale processes, and to identify the material requirements and utilities for the large-scale pretreatment process of gonggong shell to produce shell flour. The scale-up was conducted with a 1 : 50 ratio from the laboratory scale. The quality results of gonggong shell flour in the large-scale study showed a moisture content of 0.46%, an ash content of 56.42%, and a calcium content of 54.31%. These results were compared with those obtained at the laboratory scale using an unpaired t-test, and no significant differences were found for all tested parameters.
Fasilitasi Steam Sterilizer untuk Meningkatkan Produktivitas dalam Mengembangkan Perekonomian Unit Produksi Baglog Jamur di Istana Jamur Balap, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Tri Widayanti, Vindhya; Septifani, Riska; Diyah Dewanti, Beauty Suestining; Firdausiyah, Nailah; Andriatmoko, Novil Dedy; Danurrendro, Saktyo; Wasbir, Syaifudin; Ramadhani, Intan Fatilah; Puspitasari, Puspa; Dwiyogo, Modo
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i1.6381

Abstract

Penggunaan teknologi sterilisasi uap di Unit Produksi Baglog Jamur Istana Jamur Balap (IJB) di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, terbukti efektif meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Alat sterilisasi uap ini memanfaatkan uap panas bertekanan untuk mensterilkan baglog, media tanam yang digunakan dalam budidaya jamur tiram (Pleurotus sp.). Teknologi ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi baglog dari 1.400 menjadi 2.600 unit per hari, sekaligus mengurangi tingkat kontaminasi, sehingga menghasilkan kualitas jamur yang lebih baik dan diakui oleh pasar. Peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi ini berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, memberikan nilai tambah yang signifikan bagi usaha kecil di daerah tersebut. Secara keseluruhan, implementasi alat sterilisasi uap sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang difasilitasi oleh Universitas Brawijaya menunjukkan pentingnya inovasi teknologi dalam mengoptimalkan proses produksi dan mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Keberhasilan program ini menggarisbawahi peran penting teknologi modern dan pendampingan yang komprehensif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis lokal di sektor budidaya jamur
Pemberdayaan Poklahsar dalam Pengolahan Tepung Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Tanjung Pinang Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Suprayogi, Suprayogi; Rohmah, Wendra Gandhatyasri; Septifani, Riska; Rucitra, Andan Linggar; Tri Widayanti, Vindhya; Ikasari, Dhita Morita
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i3.5094

Abstract

Siput Gonggong menjadi salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Siput Gonggong memiliki cangkang yang berukuran relatif besar dan keras dengan penyumbang 60% berat bagian dari Gonggong. Cangkang Gonggong menjadi limbah dikarenakan masyarakat menganggap bahwa cangkang Gonggong sebagai sesuatu yang tidak bermanfaat. Cangkang Gonggong di Desa Pengujan, Kabupaten Bintan pada umumnya hanya dijadikan sebagai kerajinan souvenir dengan harga yang murah. Oleh karena itu program ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat di Desa Pengujan dalam memanfaatkan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan campuran pakan ternak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam pengolahan limbah cangkang Gonggong menjadi tepung. Hasil kegiatan ini adalah masyarakat Desa Pengujan memanfaatkan cangkang Gonggong yang ada di lingkungan sekitar sehingga meningkatkan nilai ekonomi. 
Pengembangan Klaster Industri Olahan Siput Gonggong Sebagai Upaya Penguatan Circular Economy Di Kabupaten Bintan Dewanti, Beauty Suestining Diyah; Suprayogi, Suprayogi; Prihanto, Asep Awaludin; Pranowo, Dodyk; Tri Widayanti, Vindhya; Septifani, Riska; Gandhatyasri Rohmah, Wendra; Linggar Rucitra, Andan; Morita Ikasari, Dhita
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v9i3.6242

Abstract

Siput gonggong merupakan slah satu komoditas yang diunggulkan di daerah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari daging siput gonggong dengan memanfaatkan daging siput gonggong menjadi berbagai inovasi produk makanan. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, pada pengabdian ini akan mengolah daging siput gonggong menjadi bakso gonggong, nugget gonggong, dan juga sambal gonggong. Dengan pelatihan dan pendampingan, masyarakat di Desa Pengujan mampu memproduksi produk-produk secara mandiri dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta daya simpan yang panjang. Nantinya, pengabdian ini dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan menciptakan klaster industri baru yang memiliki sifat berkelanjutan. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan olahan laut lokal, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan juga membuka peluang pasar yang lebih luas. 
Risk assessment in sustainable food supply chains: A holistic approach by using HOR-SWOT-ANP/AHP to ensuring performance improvement Prima Dania, Wike Agustin; Lu’ayya, Naila Maulidina; Septifani, Riska
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2024.007.01.4

Abstract

The global food supply chain plays an essential role in economic development while addressing environmental and social issues in its business system. However, this complex network is exposed to various risk factors related to sustainability that can disrupt the supply chain performance. CV. XYZ is a food manufacturer that produces jackfruit chips in Indonesia. During the supply chain process, this company needs to manage the various risks across the supplier, manufacturer, and retailer stages. By identifying and evaluating risks at each stage, mitigation and improvement strategies can be proposed. Therefore, this research aimed to analyze the supply chain risk mitigation and performance improvement strategies for maintaining supply chain stability and performance. House of Risk (HOR) was applied to analyze the mitigation strategies, while SWOT with analytical networking process (ANP) or analytical hierarchy process (AHP)/ (i.e., SWOT-ANP/AHP method)was used for analyzing performance improvement strategies by considering the weight of each factor. The result shows that twelve mitigation strategies are needed to mitigate the fourteen risk agents that focus on improving production activities and human resources. Moreover, eleven strategies have been proposed to improve sustainable supply chain performance in the future, focusing more on marketing activities and enhancing human resource capabilities.