p-Index From 2021 - 2026
8.606
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN USAID DALAM MEMBANTU AIR BERSIH BERKELANJUTAN DI KOTA MAGELANG Yosafat Cahya Pradipta; Triesanto Romulo Simanjuntak; Putri Hergianasari
Administraus Vol. 7 No. 2 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i2.194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran USAID dalam mencapai air bersih berkelanjutan di Kota Magelang. USAID merupakan salah satu lembaga donor pemerintah tertua di dunia yang kemudian berupaya untuk mendukung proyek-proyek pembangunan di negara atau kawasan lain sebagai bagian dari sebuah kemitraan strategis. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi di lapangan serta literatur untuk memperkuat data sekunder. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran USAID dalam mencapain air bersih berkelanjutan di Kota Magelang, bersama-sama dengan pemerintah daerah membuat program IUWASH (Indonesia Urban Resilient Water, Sanitation, and Hygiene). Hasil penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerjasama dalam pemberian bantuan/ hibah. Serta sebagai wujud dalam mendukung Sustainable Developemnt Goals pada akses air bersih dan sanitasi berkelanjutan. Melalui bantuan tersebut, USAID bersama-sama pemerintah Daerah Kota Magelang mengupayakan kesejahteraan masyarakat, dalam mendapatkan akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan.
STRATEGI DIPLOMASI PUBLIK KOREA SELATAN DI INDONESIA MELALUI KOREAN WAVE (2021-2022) Jessica Nadyla Indriyani Novita Tinangon; Putri Hergianasari; Triesanto Romulo Simanjuntak
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 5 No 1 (2023): DIPLOMASI DAN ISU-ISU INTERNASIONAL
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2023.v05.i01.p04

Abstract

Strategi Diplomasi Publik Korea Selatan melalui Korean Wave, memberikan pengaruh terhadap Indonesia sebagai salah satu tujuan negara tersebut. Korean Wave adalah salah satu instrumen atau alat yang dipakai Korea Selatan berupa produk industri hiburan seperti musik, drama, dan film yang bisa memperkenalkan Korea Selatan kepada dunia luar, agar lebih dikenal oleh dunia Internasional. Metode yang dipakai oleh penulis adalah kualitatif deskriptif, dengan menggunakan konsep Diplomasi Publik yang menggunakan teknik soft power. Teknik ini merupakan alat penting dalam pelaksanaan Diplomasi Publik. Dalam penelitian ini, penulis akan membahas bagaimana strategi yang digunakan Korea Selatan untuk memperkenalkan ciri khas dari negara tersebut dan kemudian menjadikan Korean Wave begitu berhasil di dunia internasional termasuk Indonesia. Perkembangan musik, drama, dan film Korea di Indonesia semakin meluas dengan makin bertambahnya penggemar setiap tahunnya. Hasil yang didapatkan adalah bahwa strategi yang digunakan Korea Selatan melibatkan berbagai aktor seperti kementerian pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Korea Selatan membentuk strategi Diplomasi Publik lima tahun dan rencana implementasi Diplomasi Publik tahunan.
China's Path towards Global Green Governance on Rare Earth Elements: Challenges and Opportunities: Aspirasi Tiongkok Menuju Pemerintahan Hijau Sedunia di Sektor Unsur Tanah Jarang: Tantangan dan Kesempatan Joshua Gerry Mangkubudi; Triesanto Romulo Simanjuntak
Journal of Islamic World and Politics Vol. 7 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Prodi Hubungan Internasional Program Magister Univ. Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jiwp.v7i1.26

Abstract

In light of surging demands for critical minerals and its rising profile as a global provider, China can no longer dismiss the negative ecological externalities resulting from its unregulated, near-monopoly production of rare earth elements (REE) since the 1970s. REE, consisting of 17 elements with naturally enhanced chemical properties, is critical for manufacturing future green infrastructures and technologies. However, the extraction and refining processes are resource-intensive and toxic to the immediate environment, further exacerbated by improper radioactive waste management, underfunded land restoration, and illegal mining. By extension, China’s supply supremacy came at the cost of socio-ecological deprivation disproportionately experienced by the local community compared to the beneficiary beyond borders. This study aims to assess the challenges and opportunities for China as they seek global leadership in green governance through its post-reform sustainable development model guided by Ecological Civilization (EC) principle. Using narrative analysis methods, we seek to assess the intersection among three threads: the historical account of China’s REE global dominance, their elite-based approach to governance, and the unmitigated socio-ecological impacts on the local community; regarding EC and its derivatives. While domestic consolidation is strategically integral to China’s EC-guided development agenda, it poses dormant risks of supply volatility for international markets, and innovative secondary production becomes the new source of competitive edge for supply diversification and norm-making power.
HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA DAN KOLOMBIA DALAM PROMOSI BUDAYA INDONESIA DI KOLOMBIA TAHUN 2020-2022 Darell Collin Eugenius Msen; Novriest Umbu Walangara Nau; Triesanto Romulo Simanjuntak
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2023): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v2i6.1033

Abstract

Amerika Latin merupakan kawasan yang memiliki prospek perekonomian yang tinggi di masa yang akan datang dan Kolombia menjadi salah satunya. Secara geografi garis pantai yang dimiliki Kolombia merupakan pintu utama ekspor dan impor dari kawasan Asia ke Kawasan Amerika Selatan dan Kepulauan Karibia. Keuntungan geopolitik ini menjadi daya tarik bagi Indonesia untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Kolombia. Budaya, sebagai pintu masuk utama, membuka peluang kerja sama di sektor lain. Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis hubungan bilateral Indonesia dan Kolombia dalam konteks promosi budaya Indonesia di Kolombia (2020-2022). Fokusnya adalah upaya diplomasi publik, soft power, dan diplomasi kebudayaan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bogota. Metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen mengungkapkan beragam inisiatif, termasuk pelatihan bahasa, pertukaran seni, dan promosi olahraga Indonesia. Hasil analisis menunjukkan kolaborasi yang sukses menciptakan pemahaman yang lebih dalam tentang kekayaan budaya Indonesia di kalangan masyarakat Kolombia dan berdampak positif pada citra Indonesia di mata mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman hubungan bilateral melalui kebudayaan dan menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas program diplomasi publik di masa depan. Kerja sama dalam promosi budaya telah menjadi elemen kunci dalam membangun hubungan bilateral yang kuat dan saling menguntungkan antara Indonesia dan Kolombia.  
Peran Aktor Multi-Stakeholder dalam Pemulihan Ekonomi Pariwisata Kota Semarang Tahun 2020-2021 Andhika Joshua Loandy Limin; Wilson M. A. Therik; Triesanto Romulo Simanjuntak
Jurnal Social Science Vol. 11 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tourism plays a crucial role in the economy of Semarang City. Tourism not only impacts the economic aspect but also influences the social life of the community. Based on statistical data, there has been a 24.48 percent decrease in tourist occupancy rates. Several supporting facilities and tourism businesses were also forced to temporarily close due to the COVID-19 pandemic. Multi-stakeholder actors collaborate in efforts to revive the tourism economy while still adhering to health protocols. This research aims to further examine the role of multi-stakeholder actors in the economic recovery of Semarang City's tourism sector. This study employs a qualitative research method with a descriptive type. The results of this study indicate that multi-stakeholder actors are focused on implementing health protocols in the tourism industry, assisting tourism businesses in obtaining CHSE certification, collaborating with academics in the development and optimization of tourism destination facilities and infrastructure, including changes in online reservations, the renovation of the Kota Lama, Lawang Sewu, Mandala Bhakti Museum dan Katedral.
Implementation of Sustainable Tourism in Kertalangu Cultural Village as a Tourist Attraction in Denpasar City Anindya Chandradewi; Suryo Sakti Hadiwijoyo; Triesanto Romulo Simanjuntak
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 05 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i05.1116

Abstract

This research aims to describe how Sustainable Tourism is implemented in the Kertalangu Cultural Village as a tourist attraction in Denpasar City. Researchers used qualitative research methods with primary data collection techniques obtained directly through observation, interviews and official data published by the Denpasar City Tourism Office, in this case in the form of the number of tourist visits to the Kertalangu Cultural Village from 2018 to 2023 as well as secondary data collected obtained through literature study. This research uses the concept of Sustainable Tourism and tourism aspects are analyzed using constructivism theory. The research results show that the implementation of Sustainable Tourism in the Kertalangu Cultural Village has been successful. This success is proven by an increase in tourist visits by 37.33% in 2023 and the development of natural potential and improvements to facilities. This makes the Kertalangu Cultural Village able to attract tourists to visit, making it a tourist attraction with Sustainable Tourism.
Analisis Peran KBRI Riyadh Sesuai Konvensi Wina 1961 Dalam Pemulangan WNI Di Arab Saudi Pasca Covid-19 Tahun 2020-2022 Wahyu Eka Pratiwi; Triesanto Romulo Simanjuntak; Roberto Octovianus Cornelis Seba
Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Mutiara: Multidiciplinary Scientifict Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/mutiara.v2i1.124

Abstract

Hubungan internasional sering diidentikkan dengan bagaimana negara-negara didunia berinteraksi sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Namun hubungan internasional juga dekat kaitannya dengan upaya pemerintah negara menjalankan kepentingannya kepada negara lain dengan jalur damai atau diplomasi. Salah satunya bisa dilihat dari upaya pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh dalam menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia melalui diplomasi pasca Covid-19. Ketika Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO mayoritas negara di seluruh dunia pun mengambil keputusan untuk menerapkan kebijakan lockdown. Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh melalui diplomasi memperjuangkan keamanan serta memulangkan Warga Negara Indonesia yang terjebak di Arab Saudi akibat adanya kebijakan lockdown oleh pemerintah Arab Saudi. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori human security yang menyatakan bahwa setiap Masyarakat secara individu berhak untuk mendapatkan perlidungan dan merasa aman dan juga teori international society dimana negara-negara didunia berinteraksi dengan mengikuti norma dan hukum tertentu yang berlaku demi mengelola perdamaian dunia sebagai anggota dari ‘masyarakat internasional.
Dampak Festival Tong Tong terhadap Perekonomian Diaspora Indonesia di Belanda Tahun 2019-2022 Amber Eleonora; Triesanto Romulo Simanjuntak; Novriest Umbu Walangara Nau
Jurnal sosial dan sains Vol. 4 No. 9 (2024): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v4i9.1523

Abstract

Latar Belakang: Gastrodiplomasi memiliki peranan yang signifikan dan berfungsi sebagai soft power diplomacy. Praktik gastrodiplomasi Indonesia salah satunya adalah dengan negara Belanda melalui event Tong Tong Fair. Keberadaan acara ini memiliki pengaruh yang signifikan pada keberhasilan diplomasi kontemporer Indonesia serta memberikan pengaruh pada perekonomian diaspora Indonesia di Belanda. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dampak  festival Tong Tong terhadap perekonomian diaspora Indonesia di Belanda tahun 2019-2022 Metode: Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan studi pustaka. Informan dari penelitian ini adalah diaspora Indonesia di Belanda dan juga pegiat kuliner Indonesi di Belanda. Hasil: Hasil dari studi ini menunjukkan bahwasannya Festival Tong Tong memiliki efek yang signifikan pada semakin dikenalnya kuliner di Indonesia. Hal ini kemudian membuka peluang diaspora Indonesia di Belanda untuk membuka berbagai usaha kuliner mulai dari katering, restaurant, hingga usaha kecil yang diperdagangkan di sosial media. Saat pandemi dan festival ini ditutup, diaspora Indonesia masih tetap berjualan makanan khas Indonesia    melalui katering dan berbagai usaha kuliner yang lainnya. Kesimpulan: Hal ini didukung juga oleh KBRI yang turut mendukung tidak hanya dari segi legislatif tetapi juga dari segi mempromosikan dan mendayagunakan  pelaku bisnis kuliner di Belanda. Integrasi antara diaspora Indonesia dan juga KBRI membuahkan hasil dari efektinya gastrodiplomasi serta mampu meningkatkan perekonomian diaspora Indonesia di Belanda.
Implementasi Multi-Track Diplomacy dalam EU-South Africa Strategic Partnership Tahun 2016-2020 Juniantoro, Rei Antonio; Simanjuntak, Triesanto Romulo; Seba, Roberto Octavianus Cornelis
Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan
Publisher : Jurusan Ilmu Hubungan Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jsdk.v15i1.8185

Abstract

EU-South Africa Strategic Partnership merupakan sebuah kerangka kerjasama yang berperan sebagai master plan relasi kerjasama multilateral antara Afrika Selatan dan Uni Eropa yang berfokus pada pembangunan jangka panjang dan transformasi sosio-ekonomi di Afrika Selatan dalam masa post-apartheid. Afrika Selatan menjalani proses perkembangan dalam berbagai sektor, diantaranya pemerintahan, ekonomi, dan kemanusiaan sekaligus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan globalisasi dan tatanan dunia baru. Kemunculan isu-isu baru yang berkembang diluar aspek keamanan dan politik semakin meningkatkan relevansi aktor NGO dan organisasi internasional, termasuk kajian perspektif baru seperti multi-track diplomacy yang berkaitan dengan proses diplomasi yang semakin bervariasi dalam hubungan internasional yang dapat dikategorikan dalam tracks atau jalur yang baru diluar aspek politik dengan keterbatasan peran pemerintah. Dalam proses strategic partnership, Uni Eropa yang berperan sebagai role model menegaskan pentingnya joint effort antara pemerintah, NGO, dan masyarakat untuk mewujudkan transformasi sosio-ekonomi bagi Afrika Selatan, sebuah perubahan politik, ekonomi, dan kemanusiaan secara nasional yang kemudian akan berpengaruh pada kebijakan luar negeri dan peran negara tersebut sebagai aktor dalam komunitas internasional. Kata kunci: Uni Eropa, Afrika Selatan, multi-track diplomacy, strategic partnership.
STRATEGI DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA TERHADAP SINGAPURA DALAM PENINGKATAN EKONOMI DIGITAL TAHUN 2020-2022 MJ, Hosana; Umbu W.N., Novriest; Simanjuntak, Triesanto Romulo
Administraus Vol. 7 No. 1 (2023): Administraus: Jurnal Ilmu Administrasi dan Manajemen
Publisher : STIA Bina Banua Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56662/administraus.v7i1.197

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi diplomasi ekonomi Indonesia terhadap Singapura dalam peningkatan ekonomi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana metode tidak diperoleh dengan prosedur statistik dan akan dianalisis dengan melihat kondisi alamiah dan analisa data yang bersifat induksi dan tidak berdasarkan dari hasil eksperimen serta terus berkembang yang akan dijelaskan dengan logika. Sebagai prioritas utama kebijakan luar negeri Indonesia, diplomasi ekonomi Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional khususnya dalam meningkatkan ekonomi digital. Tahun 2020-2022 merupakan era konstraksi perekonomian global dan pemulihan ekonomi yang baru dijalani oleh seluruh negara akibat pandemi COVID-19. Pentingnya mengetahui diplomasi ekonomi Indonesia terhadap Singapura adalah sebagai sarana pembelajaran dan kolaborasi dalam rangka mempercepat kemajuan ekonomi digital dalam negeri, sehingga kebijakan tersebut dapat terealisasi bersamaan dengan penyediaan fasilitas digital dan pemberdayaan masyarakat untuk berinovasi. Strategi diplomasi ekonomi Indonesia meliputi Leader/s Retreat, Economic Salesmanship, Networking, Regulation Management. Kata Kunci: Diplomasi Ekonomi; Ekonomi Digital; Indonesia; Singapura Abstract This article aims to describe Indonesia's economic diplomacy strategy towards Singapore in enhancing the digital economy. This study uses a qualitative method, where the method is not obtained by statistical procedures and will be analyzed by looking at natural conditions and data analysis which is inductive in nature and not based on experimental results and continues to develop which will be explained logically. As a top priority for Indonesia's foreign policy, Indonesia's economic diplomacy is expected to contribute to national economic development, especially in enhancing the digital economy. The years 2020-2022 are an era of global economic contraction and economic recovery that all countries have just experienced due to the COVID-19 pandemic. The importance of knowing Indonesia's economic diplomacy towards Singapore is as a means of learning and collaboration in order to accelerate the progress of the domestic digital economy, so that these policies can be realized simultaneously with the provision of digital facilities and empowering people to innovate. Indonesia's economic diplomacy strategy includes Leader’s Retreat, Economic Salesmanship, Networking, Regulation Management. Keywords: Economic Diplomacy; Digital Economy; Indonesia; Singapore
Co-Authors Adhanofa, Alfadhea Ajeng Avishanic Zasha Amber Eleonora Andhika Joshua Loandy Limin Anindy Pranavita Anindya Chandradewi Anityo, Alliva Saudia Anthony, Calvin Fritz Artha Madya Saragih Atin, Auliya Audry Rambudevi Juanaline Mboeik Auliya Atin Ayu Aruni Bagas Candra Setiawan Chandradewi, Anindya Charisma Putri Wangsa Christian Herman Johan De Fretes Claudia T. Wattimena Cornelis Seba, Roberto Octovianus Cristin Fariani Dafri Agussalim Darell Collin Eugenius Msen Dharma, Nathania Yunita Elika Puspa Maharani Fenny Novita Rantepadang Firnanda Haumahu, Jessica Fretes, Christian Herman Johan de Gloria Britania Rambi Hadiwijoyo, Surya Sakti Irawan, Kesya Permata Ariesta Jenni Anthonetha Susanti Henukh Jessica Nadyla Indriyani Novita Tinangon Joanike Cornelia Leo Rohi Jofanka Alfiano Joshua Gerry Mangkubudi Juliette Heuvel Harlapan Juniantoro, Rei Antonio Laowo, Darnell Petra Clement Liur, Marrinda Kevin Jeremiah M.A Therik, Wilson Marcerio Britama Putra Maria Kristian Dwi Rahayu Marthin Ronaldy Ledoh Matheo Manoe MJ, Hosana Monika Sari Wijaya Monique Tuhumury, Scheline Muhammad Fahmi Nadea Ansela Roring Natalie Desta Karunia Natasha Alexandra Bhisa Nelwan, Irene Natasha Novriest Umbu W. Nau Novriest Umbu W. Nau Novriest Umbu Walangara Nau Novriest Umbu Walangara Nau Petsy Jessy Ismoyo Prasetya, Rafael Putra Pratiwi, Wahyu Eka Putri Hergianasari Putri Herginasari R. M. Suryo Sakti Hadiwijoyo Rani Mardhika Regina Beta Finessean Loso Roberto Octavianus Cornelis Seba Roberto Octavianus Cornelis Seba Roberto Octovianus Cornelis Seba Roberto Oktavianus Cornelis Seba Seba, Roberto Octavianus Cornelis Shane Resley Kuhuparuw Sherin Natasya Priscilla Sidney Mayra Aquila Gerungan Simanjuntak, Stefhani Krisna Mei Sri Suwartiningsih Stefan Lamuel Ayub Surya Sakti Hadiwijoyo Suryawijaya, Regina Laurentia Jocelyn Suwandy, Dhanico Tantri Maria Anindita Tia Angelina Tiffany Xierry Amanda Anggono Timpal, Felina Marthina Tunjung Wijanarka Umbu W.N., Novriest Umbu, Novriest Vania Olathia Venerini Gisela Wanguwesio Veren Giovanny Tandi Payung Vina Benita Laksono Wahyu Eka Pratiwi Warfandu, Ribka Juliana Angganeta Wimartha, Febrina Yopi Yaser Umbu Lolu Yeda Yosafat Cahya Pradipta