Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

THE DYNAMIC OF CACI MULTIFUNCTION IN MANGGARAI ETHNIC NOWADAYS Karolus Budiman Jama; I Wayan Ardika; I Ketut Ardhana; I Ketut Setiawan
E-Journal of Cultural Studies Volume 13, Number 1, February 2020
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.988 KB) | DOI: 10.24843/cs.2020.v13.i01.p02

Abstract

Manggaraian ethnic has a special art named Caci. The art holds and became an identity of the whole of Manggaraian. The art was begun as the ritual of farmer’s land fertility. In its developing, the aesthetic has gone under the multifunction in it show time. The art is not only performing for the shake of the local people culture, but also perform for the political interest as well as the catholic church in Mangggarai. This research used ethnographic method, data collected through the observation, interview, documentation, and triangulation. The research was done in Manggaraian ethnic of Flores. Every Caci performance has its own unique ideology. The ideology goes behind the cultural Caci performance is the ideology of fertility. The ideology goes behind the government interest of Caci performance is capitalism economy and political power. The church ideology is inclusivism through the inculturation languages. Keywords: dynamic, multifunction, caci, ideology, culture identity
GAMELAN SELONDING SACRED FUNCTION IN TENGANAN PEGRINGSINGAN VILLAGE I Wayan Suharta; I Nyoman Suarka; I Wayan Cika; I Ketut Setiawan
E-Journal of Cultural Studies Volume 14, Number 1, February 2021
Publisher : Cultural Studies Doctorate Program, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/cs.2021.v14.i01.p03

Abstract

Gamelan Selonding in Tenganan Village has its own history, its existence is associated with stories that have been passed down from generation to generation.It begins with the discovery of three blades iron plates which is stated as gamelan selonding blade.It is believed to be a piturun not made by human beings, but because of the nature, by the people of Tenganan village called ‘Bhatara Bagus Selonding'.Gamelan Selonding for Tenganan people is very sacred.To maintain its sacredness, it should be adapted to the concept desa, kala, and patra, should not be touched by anyone else, except by a designated group of seven people as Juru Gambel (Balinese musician). Juru Gambel has their responsibility for the sanctity of Selonding gamelan, it cannot be placed at random space and could only be played at specified time. For Tenganan people the Selonding gamelan sacredness is not just an outward statement, but the totality of the integration of thoughts, feelings, words and attitudes, so that the treatment for the Selonding is a form of prostration. Selonding not only honored and sacred, and sanctified, but it fulfills all the vibrations of the Tenganan Village community in meeting space, time, and circumstances. This paper uses a qualitative approach and the writing mechanism analyzes the text which is described to know and understand the sacredness of Selonding gamelan in Tenganan. Keywords: Gamelan Selonding, function, sacred.
RANCANG BANGUN COLD STORAGE MENGGUNAKAN AC SPLIT 2 PK Yuono, Lukito Dwi; Ansyori, Anang; Surono, Bambang; Septiandi, Ari; Fitriyanto, Feri; Setiawan, I Ketut
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.3108

Abstract

Cold storage merupakan perangkat refrigerasi untuk menyimpan produk dengan suhu tertentu dengan tujuan agar kualitasnya dapat terjaga dalam waktu yang lebih lama. Cold storage yang berada dipasaran saat ini dijual dengan harga yang relatif mahal, menggunakan listrik tiga phase, menggunakan konsumsi listrik yang tinggi. Bila dilihat dari karakter kebutuhan cold storage di sebagian masyarakat Indonesia yang mayoritas di Desa , kita mengetahui masih menggunakan daya listrik di bawah 6600 VA artinya adalah listrik satu phase dan penggunaan untuk prduksi umkm misal pupuk cair, sayur mayur, dan buah dengan penggunaan musiman dimana dari sisi ke ekonomian masyarakat bawah belum memadai apabila menggunakan cold storage pabrikan yang berada di pasaran saat ini. Kalaupun dipaksakan diberikan bantuan maka harus mengganti spesifikasi meteran listrik yang implikasinya kepada tarif listrik pasca bayar yang memberatkan operasional apabila cold storage tidak rutin terpakai. Sehingga dari permasalahan tersebut penulis melakukan rancang bangun cold storage yang menggunakan listrik satu phase dengan cara memanfaatkan mesin refrigerasi dari perangkat Air Conditioner jenis Wall Mounted (Split Wall) menggunakan refrigerant R22 sebanyak 1,8kg kapasitas 18.000 Btu dengan listrik satu phase voltase 220Volt frekwensi 50Hz dan arus listrik maksimal 10 Ampere, sehingga di spesifikasi ini masih bisa menggunakan pra bayar. Ukuran ruangan adalah tinggi 2000mm lebar 2000mm dan panjang 4000mm dengan pintu loading tinggi 1600mm dan lebar 600mm. Material kerangka menggunakan besi hollow 400mm x 600mm sedangkan isolator menggunakan bahan Polyurethane Panel (PU) 100mm yang diperkuat dengan lapisan luar outdoor adalah plat Poly Vinyl Chloride (PVC) 8mm dan lapisan dalam indoor adalah multiplek 9mm dilapisi PVC 8mm. Cold Storage dilengkapi dengan sensor suhu untuk mengontrol suhu dalam ruangan sesuai peruntukannya, dan defrost untuk mengontrol evaporator agar terbebas dari bunga bunga es. Dari data empiris didapatkan suhu yang dapat dicapai disekitar evaporator maksimal sebesar -4 derajad celciuss dalam waktu 51 menit, ini mengindikasikan bahwa cold storage dapat dipakai untuk buah dan sayur dimana hanya membutuhkan suhu di sekitar 12 derajad celcius.
Media Animasi Cerita Rakyat ‘Siap Sangkur Mataluh Mas’ Di Sekolah Dasar I Made Dedy Setiawan; Ni Komang Ayu Leonita; I Ketut Setiawan
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v4i1.61263

Abstract

Generasi muda saat ini kurang meminati cerita rakyat karena dianggap kurang relevan dengan perkembangan zaman. Padahal cerita rakyat merupakan salah satu karya sastra yang mempunyai nilai kearifan lokal. Menyikapi fenomena terkait popularitas cerita rakyat di kalangan siswa sekolah dasar, maka dipandang perlu adanya media pembelajaran alternatif.  Media pembelajaran ini diharapkan bisa mengakomodasi siswa dalam melestarikan cerita rakyat sebagai salah satu kearifan lokal dan sumber pendidikan karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Subjek penelitian sebanyak 17 orang terdiri dari 2 orang guru sebagai ahli materi, 14 orang siswa kelas 3 SDN Kedewatan, dan seorang ahli media. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kepustakaan, dan kuisioner. Analisis data kualitatif deskriptif digunakan untuk mengolah data observasi, wawancara, dan studi pustaka, sementara data kuisioner diolah secara kuantitatif. Implikasi penelitian ini adalah memberikan wawasan bagi para pendidik mengenai efektivitas media animasi sebagai alat bantu pengajaran yang menarik dan interaktif, khususnya dalam menyampaikan nilai-nilai budaya lokal kepada siswa.  Tujuan penelitian ini adalah merancang media animasi cerita rakyat yang layak untuk diimplementasikan. Analisis data kualitatif deskriptif digunakan untuk mengolah data observasi, wawancara, dan studi pustaka, sementara data kuisioner diolah secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media animasi sangat layak digunakan berdasarkan hasil uji ahli materi, uji coba kelompok, dan uji ahli media dengan kualifikasi sangat baik.
Kajian Papan Iklan “Miras” pada Ruang Publik Terbuka di Kota Denpasar Sutarwiyasa, I Ketut; Setiawan, I Ketut; Thalib, Emmy Febriani
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Bahasa Rupa Desember 2024
Publisher : Prahasta Publisher (manage by: DRPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v8i1.1727

Abstract

This study examines the experiences and perceptions of Denpasar residents regarding alcohol advertisements in public spaces. In a society that upholds religious and cultural values, the presence of such advertisements sparks controversy due to concerns about their impact on social norms and morality. Using Maurice Merleau-Ponty's theory of the phenomenology of perception, this research aims to analyze how alcohol advertisements influence public perception based on the interaction between the body, consciousness, and social environment. The method employed is a phenomenological approach with in-depth interviews and observations of advertisements in public spaces. The findings reveal that perceptions vary significantly depending on age, gender, occupation, and religious background. The majority of respondents from Muslim and Hindu religious groups reject the presence of these advertisements, considering them to be in conflict with religious values and expressing concern about their potential influence on younger generations. On the other hand, younger respondents tend to be more permissive, as long as the advertisements do not disrupt social order. This study has not yet explored in depth how differences in the context of public spaces, such as tourist areas and local environments, influence public perceptions of alcohol advertisements.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Tata Nama IUPAC Senyawa Anorganik Berbasis Android Kartini, Ketut Sepdyana; Setiawan, I Ketut
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 2 (2019): juli 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v3i2.21167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada materi tata nama IUPAC senyawa anorganik. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pelaksanaan pengembangan menggunakan model Research and Development yang terdiri dari : (1) tahap perencanaan (planning),(2) perancangan (design), dan (3) pengembangan (development). Objek pada penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis android pada materi tata nama IUPAC senyawa anorganik. Sedangkan subjek penelitian adalah 2 orang ahli materi dan 1 orang ahli media yang memvalidasi instrumen alpha test. Instrumen alpha test merupakan instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data mengenai penilaian prodak yang telah dikembangkan. Analisis data instrumen alpha test menggunakan skala guttman. Model instrumen alpha test mengikuti lembar evaluasi dari Alessi & Trollip. Hasil penelitian  di peroleh dari pengujian media alpha test I mendapatkan persentase rata-rata sebesar 75,53 %, pada alpha test II mendapatkan persentase rata-rata sebesar 95,23 % dan pada alpha test III mendapatkan persentase rata-rata sebesar 100 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat baik dan dapat di gunakan. Kata kunci: Media pembelajaran, Android, Tata Nama Senyawa, Pengembangan media
JUAL BELI HAK ATAS TANAH DENGAN KUASA MUTLAK PADA PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI KERAPKALI MENIMBULKAN MASALAH DALAM PRAKTIK Setiawan, I Ketut
NATIONAL JOURNAL of LAW Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Maret 2020
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/njl.v2i1.820

Abstract

Dalam jual beli, kehadiran penjual atau pembeli dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah tidak mutlak, karena salah satu atau keduanya dapat dikuasakan kepada pihak lain, sebagai penjual atau pembeli. Isi kuasapun pada dasarnya bebas, termasuk kuasa yang tidak dapat ditarik kembali yang disebut kuasa mutlak. Mengapa jual beli dengan kuasa mutlak dalam perjanjian pengikatan jual beli kerapkali menimbulkan masalah dalam praktik? Penelitian deskriptif ini sepenuhnya menggunakan data sekunder dan analisis kualitatif. Ternyata jual beli hak atas tanah dengan kuasa mutlak sering disalahgunakan dalam praktik, karena jual belinya diselubungi penyelundupan dan pelanggaran hukum serta tidak terjamin tertib administrasi pertanahan. Karena penguasaan yuridisnya tertulis atas nama pemberi kuasa atau pemilik, sedangkan penguasaan fisiknya adalah penerima kuasa dalam waktu tidak terbatas, sehingga hak nikmat  atas pemakaian  tanah itu hampir sama dengan pemilik tanahnya.       Kata Kunci : Jual Beli, Kuasa Mutlak, Menimbulkan Masalah Abstract In the sale and purchase the presence of buyer or seller in front of the maker official of and akta is not absolute, because one or both of them can be delegated to orther parties, as a seller or buyer. Basically the content of powerletter is free, including power letter that can not be withdrwn again, that called as abolute power letter. Why the sale and purchase with  abolute power in the binding agreement of sale and purchase often couse problems in  practice? This descriptive  study fully using scondary data and qualitative analisys. It turns aut the sale and puscahase of land rights with abolute power is often abused in practice, because sale and purchase his veiled the smuggling and violations of the law and does not gurantee the oderly of land adminstration. Because the juridical mastery his be written on behalf of the authority giver or the owner, while the physical mastery is the endorsee in not limited time. Keyword : Buy and Sell The Absolute power is prohibited,  Cause problems
Tinggalan Tradisi Megalitik Situs Watugong, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang: Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna Alghifari, Nabil Naufal; Bawono, Rochtri Agung; Setiawan, I Ketut
KALPATARU Vol. 31 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/kpt.2022.1663

Abstract

There are remnants of late prehistoric life in the Greater Malang, one of which is located in the Metro  watershed, which stretches from Malang City's west to south. The area was once inhabited during the Megalithic period, as evidenced by the remains of the megalithic tradition along the Metro watershed, which was considered a holy river for its rich natural resources. Watugong Village is a human settlement area that supported the megalithic tradition because it has a cultural heritage site from the end of the  Neolithic era to the arrival of the Hindu-Buddha period. This research aims to determine the form, function, and meaning of the megalithic tradition remains found at Watugong Site. Researchers used descriptive-morphological analysis, accompanied by an analysis of contextual relationships between the megalithic remains on the site and the surrounding environment and findings, then did comparative analysis to compare research object data with other similar research objects, and ethnoarchaeological analysis to find out the meaning of the continuous rituals to preserve the beliefs of their ancestors that are still carried out by the local community. The results obtained were that the archaeological remains at Watugong Site are of a megalithic pattern with a cross-time context at the same time as the Hindu-Buddhist influence began to enter the Watugong Village area, and the tradition of honoring ancestors derived from the megalithic tradition is still carried out today by the local community.
Video Company Profile Sebagai Media Promosi Pratama Widya Pasraman Rare Semesta Anggara, I Gede Adi Sudi; Setiawan, Antonio Henry; Indrawan, I Gusti Agung; Setiawan, I Ketut; Fittryani, Yuri Prima
Jurnal KOMET Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Komet: Kolaborasi Masyarakat Berbasis Teknologi : Volume 1 Nomor 1, Juni 2
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70103/komet.v1i1.10

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang Pratama Widya Pasraman Rare Semesta dan pentingnya pendidikan usia dini di Desa Besakih. Berdasarkan analisis situasi, ditemukan bahwa banyak orang tua tidak mengetahui keberadaan sekolah ini dan menganggap pendidikan usia dini tidak penting, yang berdampak pada rendahnya jumlah siswa. Solusi yang diambil adalah merancang dan memproduksi video company profile sebagai media promosi. Proses produksi meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner, serta pembuatan video dalam tiga tahap: praproduksi, produksi, dan pascaproduksi. Hasil pengujian video menunjukkan penilaian sangat baik dari orang tua (98,2%), ahli konten (100%), dan ahli media (93,7%). Video ini efektif dalam menyampaikan informasi dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya pendidikan usia dini, serta berhasil memperkenalkan Pratama Widya Pasraman Rare Semesta kepada masyarakat.
SAPATHA DALAM RELASI KUASA DAN PENDISIPLINAN PADA MASYARAKAT BALI KUNO ABAD IX-XIV MASEHI Ardika, I Wayan; Setiawan, I Ketut; Wiguna, IGN Tara; Srijaya, I Wayan
Berkala Arkeologi Vol. 38 No. 1 (2018)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30883/jba.v38i1.231

Abstract

Abstract Inscription is a written record which contains regulation or law and should be obeyed by officers or functionaries and community in general. Sapatha or curse was normally written at the end of the inscription which states the punishment for those who objected the regulations or laws. People punished morally if they objected the regulations or law include seven times to be reincarnated and surfering in all their lives. Sapatha or curse was seen as a discourse in relation of power and knowledge of the kings who reigned in the Old Balinese period. This article explores the sapatha or curse in Old Balinese inscriptions dated from the IX up to XIV century. The aim of this article is to describe the relationship of power and knowledge, as well as discipline and punishment in ancient Bali. Data was gained through documentary studies and interpreted hermeneutically. Theories of ideology, knowledge and power, as well as discipline and punishment will be applied in this article.