Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Terapi Non-Hormonal terhadap Gejala Menopause: Tinjauan Sistematik Sebtalesy, Cintika Yorinda; Irmawati Mathar; Lucia Ani Kristanti; Fitria Yuliana
Jurnal Kebidanan Besurek Vol. 10 No. 1 (2025): JUNI
Publisher : Program Studi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Sapta Bakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jkb.v10i1.739

Abstract

Menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan hormon estrogen. Fase ini sering disertai dengan berbagai gejala seperti hot flashes, gangguan tidur, perubahan suasana hati, dan kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas hidup. Terapi hormonal sering digunakan untuk meredakan gejala tersebut, namun tidak semua wanita dapat menjalani terapi ini karena risiko kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematik efektivitas terapi non-hormonal dalam mengatasi gejala menopause.Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA. Penelusuran artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar dalam rentang tahun 2019–2024. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif yang mengevaluasi intervensi non-hormonal terhadap wanita menopause. Dari 723 artikel yang ditemukan, 18 studi memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif.Hasil menunjukkan bahwa terapi non-hormonal seperti akupunktur, yoga, terapi perilaku kognitif (CBT), dan suplemen herbal terbukti efektif dalam mengurangi gejala fisik dan psikologis menopause. Terapi-terapi ini juga dilaporkan aman dan minim efek samping. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi non-hormonal dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk meredakan gejala menopause, terutama bagi wanita yang tidak dapat menggunakan terapi hormon.
Meningkatkan Pengetahuan Siswa Tentang Jajanan Sehat Putri, Mega Arianti; Yuliana, Fitria
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2: Juli 2021
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v1i2.256

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah harus optimal seperti pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas yang baik serta benar, bila tidak benar dapat mengakibatkan gangguan pada banyak organ tubuh anak usia sekolah. Memasuki usia sekolah, anak mulai ingin menunjukkan kemampuannya  menentukan pilihan atas makanan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan promosi kesehatan mengenai jajanan sehat dan bahaya junk food. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan kepada siswa  untuk mengurangi paparan anak sekolah terhadap makanan  jajanan yang tidak sehat dan tidak aman. Kegiatan pengabdian  ini  dilaksanakan  dengan  metode  sebagai berikut:  a).Metode ceramah, digunakan  untuk  menyampaikan  pengetahuan tentang  jajanan sehat dan bergizi meliputi:  Unsur  gizi  dalam  makanan  dan bahan  tambahan   makanan. b). Metode praktek,   digunakan   untuk   simulasi membandingkan 2 macam jajanan yang biasa dikonsumsi,secara berkelompok dengan  setiap  kelompok  beranggotakan 5 orang  anak.  c).Metode  tanya  jawab, digunakan   untuk   memberikan   tanggapan  kepada siswa   sekaligus   untuk mendapatkan  tanggapan  siswa  tentang  materi  yang  telah  disampaikan  selama kegiatan. Antusias siswa pada  saat  pelaksanaan  penyuluhan  sangat tinggi, dibuktikan dengan semua siswa mengerjakan pretes. Pada saat proses  penyampaian  materi, siswa  juga  bisa diajak  interaksi, dengan  mengajukan  beberapa pertanyaan  dari  materi  yang telah  disampaikan. Hasil pretes rata-rata  sebesar 77,68 dan rata-rata postes sebesar 85,69. Hasil penghitungan nilai  menunjukkan  pengetahuan  jajanan  sehat  siswa meningkat dengan kategori sedang. Siswa dapat membedakan jenis makanan sehat dan tidak sehat serta mengetahui dampak dari jajanan sehat setelah dikonsumsi. Kesimpulan  dari  kegiatan  ini adalah:  (1)  Antusias  siswa  sangat  tinggi,  semua  siswa  mengikuti  kegiatan mulai  dari awal sampai akhir; (2) Pengetahuan siswa tentang jajanan sehat meningkat.  Saran  dari kegiatan  pengabdian  ini  adalah  pengabdian  ini  dapat dilakukan  di  sekolah  lain dengan melibatkan guru serta orang tua,  agar  pengawsan nutrisi yang didapatkan anak bisa lebih baik. 
SOSIALISALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN DODOL BERBAHAN DASAR KAWISTA SEBAGAI INOVASI BARU BAGI MASYARAKAT DESA TUA NANGA Yuliana, Fitria; Mawarni, Heni; Hannas, M. Khairil Anwar; Aratha, Deane Cika; Nurhaliza, Nurhaliza; Partika, Riza; Adita, Wildhan Pratama; Rahayu, Putri; Dawati, Erni; Wiro'i, Susman; Bahri, Syamsul; Depi, Sita
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5875

Abstract

Keragaman budaya Indonesia tidak hanya suku bangsa, bahasa, kesenian, agama, pakaian adat, rumah adat dan juga alat musik. Di Indonesia juga dapat ditemui berbagai macam jenis makanan dan kue tradisional yang mempunyai nama, ciri dan rasa yang berbeda-beda di setiap daerah. Salah satunya yaitu dodol berbahan dasar kawista. Buah kawista banyak dijumpai di desa Tua Nanga Kec. Poto Tano yang menjadi lokasi dalam pengabdian ini, namun masyarakat banyak yang tidak tahu cara mengolahnya, sehingga tim dalam pengabdian ini tertarik untuk memberikan inovasi baru terhadap masyarakat setempat. Adapun tujuan pengabdian ini yaitu untuk melakukan program sosialisasi dan pelatihan pengolahan dodol berbahan dasar buah kawista untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di desa Tua Nanga. Metode pelaksanaan pengabdian yakni yakni observasi, koordinasi, sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan buah kawista sebagai bahan dasar pembuatan dodol di desa Tua Nanga. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan dodol kawista sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga di Desa Tua Nanga. Pemanfaatan buah kawista yang diolah menjadi dodol diharapkan mampu meningkatkan perekonomian di Desa Tua Nanga. Kegiatan pelatihan pengolahan makan tradisional berupa dodol kawista bertujuan untuk memaksimalkan potensi ibu rumah tangga dalam memperoleh penghasilan tambahan juga mendukung keuangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial-Emosional pada Anak Usia Prasekolah (4-6 Tahun) Prayitno, Suhadi; Rusdianah, Eva; Yuliana, Fitria
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 5 (2024): Oktober 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i5.3323

Abstract

Penggunaan gadget sekarang ini tidak hanya digunakan pada kalangan remaja dan dewasa saja, tetapi juga beredar dalam kalangan usia anak prasekolah yang belum layak menggunakan gadget. Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak yang buruk terhadap perkembangan sosial-emosional anak. Pada laporan data Badan Pusat Statistik, sebanyak 33,44% anak usia dini berusia 0-6 tahun di Indonesia telah dapat menggunakan ponsel pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan sosial-emosional pada anak usia prasekolah (4-6 tahun). Metode yang digunakan korelasional dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah sebanyak 48 anak. Sampel 43 responden dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah probability sampling dengan metode startified random sampling. Penelitian ini menggunakan analisis spearman rank untuk menguji hubungan kedua variabel. Hasil penelitian diketahui anak dengan penggunaan gadget sedang dengan perkembangan sosial-emosional meragukan ada 14 anak (33%). Hasil analisa spearman rank di dapatkan ρ-value = 0,001 < α 0,05 yang artinya H1 diterima berarti ada hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan sosial-emosional pada anak di TK Santo Yosef Ngawi. Keeratan hubungan didapatkan hasil r hitung 0,746 yang dikategorikan kuat.
PENGARUH PEMBERIAN JUS ALPUKAT TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI HAID (DISMENOREA) PADA SISWI KELAS VII DI SMPN 9 KOTA MADIUN Wahyuning, Binar; Purnama Atmadja, Bayu; Yuliana, Fitria; Fika, Yudha
Jurnal Biogenerasi Vol. 10 No. 1 (2024): Volume 10 Nomor 1, Agustus 2024 - Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v10i1.5095

Abstract

Dysmenorrhea is pain or soreness in the lower abdomen that occurs when women experience the menstrual cycle. Risk factors associated with the incidence of dysmenorrhea are age, menstrual cycle, and readiness to face menstruation. Non-pharmacological therapy to reduce menstrual pain (dysmenorrhea) is one of them by consuming Avocado Juice which contains (Calcium, Magnesium, Vitamin B6, and Vitamin E) which can reduce dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the effect of Avocado Juice on reducing the level of menstrual pain (Dysmenorrhea) in seventh grade students of SMPN 9 Madiun City. Research with Pre-experimental methods using the One Group Pre-Post Test Design approach. The sampling technique used purposive sampling with a sample of 30 respondents. The menstrual pain scale before being given Avocado Juice is 6,70 with the most scale is 6 and the highest pain scale level is 9, and the menstrual pain scale after being given Avocado Juice is 3,37 with the most scale is 3 and the highest pain scale level is 6. The results of the Wilcoxon Test analysis of giving Avocado Juice for 2 days obtained a p-value of 0.000 <0.05, then it shows that there is an effect of giving Avocado Juice to class VII students at SMPN 9 Madiun City. Based on the results of the analysis of avocado juice administration on reducing the level of menstrual pain (dysmenorrhea) in seventh grade students at SMPN 9 Madiun City. It is hoped that for respondents Avocado juice can be used as a material consideration in an effort to overcome menstrual pain (dysmenorrhea) non-pharmacologically.
Hubungan Body Shaming dan Media Sosial dengan Kecemasan di MTsN Al-Istiqomah Wungu Madiun Devita Anugrah Anggraini; Mega Arianti Putri; Fitria Yuliana
Jurnal Siti Rufaidah Vol. 3 No. 4 (2025): :Jurnal Siti Rufaidah
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jasira.v3i4.266

Abstract

Body shaming is the behavior of belittling or commenting negatively on someone's physical appearance, which can lead to psychological effects such as anxiety. This study aims to identify the relationship between body shaming, social media use, and anxiety among adolescents at MTsN Al-Istiqomah Wungu Madiun. The research method used is quantitative with a cross-sectional design. The sample consisted of 60 respondents aged 13 to 15 years, selected using probability sampling techniques. Data were collected using questionnaires on body shaming, social media use, and the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data analysis was conducted using multivariate linear regression testing. The results showed a significant relationship between body shaming and anxiety (p<0.05) and between social media use and anxiety (p<0.05). The conclusion of this study is that body shaming and excessive use of social media can increase anxiety among adolescents. Therefore, it is important to provide education about the negative impacts of body shaming and social media use on adolescent mental health.