Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Reaktualisasi Pembelajaran Menulis Naskah Drama pada Generasi Z dengan Metode Discovery Learning Berbasis Artificial Intelligence (CHAT GPT) Fauziyah, Lutfiatul; Haryanto, Muhammad
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v2i3.309

Abstract

Learning to write a playwright at school is often presented in a theoretical form and is considered a difficult, unpleasant, time-consuming, and difficult task in developing ideas. Based on this phenomenon, the author proposes a concept by combining discovery learning and artificial intelligence (GPT) methods in the learning of drama writing. This conceptual idea aims to support the development of digital education in Indonesia in line with the Merdeka Curriculum. This research uses qualitative methods with a conceptual approach. From the results of this study, learning to invent the script of the Z generation with the method of discovery learning based on artificial intelligence (Chat GPT) shows that there are six stages of the phenomenon: (a) giving incentives, (b) identifying problems, (c) collecting data, (d) managing information, (e) proofing, (f) drawing conclusions. Research results show that the application of AI-based discovery learning methods can enhance student interactiveness in the learning process, support online collaboration, and facilitate real-time feedback, which is relevant in contemporary education. However, this study needs to be further developed into applied research to test its empirical value of effectiveness in improving the Z-generation script writing skills in the era of independent curricula.
PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENCURIAN YANG MENDERITA KLEPTOMANIA Septiadi Widagdo, Andreas; Muh Haryanto
The Juris Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL ILMU HUKUM : THE JURIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIH Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/juris.v8i1.1161

Abstract

This research aims to analyze the judge's considerations regarding criminal acts of theft committed by kleptomania sufferers. This research also aims to examine the application of material criminal law by judges in handing down decisions and sentences against perpetrators of theft who suffer from kleptomania in Decision Number 32/Pid.B/2018/PN Kpg. This research uses a normative method with a statutory approach and a case approach. Primary and secondary legal materials are used as legal sources. The data collection technique was carried out by collecting data from various literature sources relevant to the research. The legal issue in this research is the existence of legal uncertainty in the application of Article 44 of the Criminal Code relating to perpetrators of criminal acts of theft who suffer from kleptomania, as in the case of Decision No32/Pid.B/2018 /PN Kpg above, it was explained that the defendant Maudy Susana Tefnai had a habit of stealing (Kleptomania), for which the defendant Maudy had to undergo criminal probation for 1 year. This is contrary to the Reason for Forgiveness, which states that whoever commits an act that cannot be accounted for because his or her intellectual powers (zijner verstandelijke vermogens) are disabled in growth or impaired due to disease, is not punished. From the trial process in this case, the responsibility of criminals suffering from kleptomania can be analyzed based on monistic and dualistic currents.
Makna Konseptual dan Makna Asosiatif Pada Serial Musikal Nurbaya dan Relevansinya Pada Keterampilan Mementaskan Drama Nanda Sherliana; Muhamad Haryanto
Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2024): GURUKU : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Politeknik Kampar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59061/guruku.v2i3.721

Abstract

This research aims to describe the conceptual meaning and associative meaning of the Nurbaya Musical Series on the Indonesia Kaya youtube channel, The results of the research will be relevant to drama learning at class XI high school level, the research method used in this research is qualitative descriptive research using a literature study approach. The data used in this research consists of words and sentence fragments that contain conceptual meaning and associative meaning. The data source that is the focus of this research is the Nurbaya Musical Series on the Indonesia Kaya youtube channel. The data collection technique in this research uses library study techniques, listening, phrase, and taking notes. Data analysis techniques are descriptive qualitative. The results of research analyzing conceptual meaning and associative meaning in the Nurbaya Musical Series which consists of six episodes, found conceptual meaning and associative meaning. The type of associative meaning in this research are collocative meaning and connotative meaning. The results of this research can be relevant in drama learning at class XI high school level, in learning objective 3.18 Identify the story line, act by act, and conflict in the drama you read or watch. As well as learning objective 4.18 Demonstrate one of the characters in a drama that is read or watched orally
ANALISIS KINERJA PERANGKAT DESA PADA BIDANG PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DI DESA KOROWELANG KECAMATAN KUTOWINANGUN KABUPATEN KEBUMEN Haryanto, Muhamad; Akhmad, Jazuli
Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Riset Manajemen Akuntansi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrima.v3i2.1189

Abstract

Desa Korowelang merupakan salah satu dari 19 desa yang masuk dan berada diwilayah Kecamatan Kutowinangun. diketahui bahwa masih rendahnya indek kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik, kecenderungan ini karena posisi masyarakat masih diposisikan sebagai pihak yang melayani bukan yang dilayani. Hal tersebut berdampak negative terhadap perkembangan kwalitas pelayanan masih seringnya upaya perbaikan pelayanan terabaikan dan belum berkembangnya inovasi pelayanan serta kurangnya insentif bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kwalitas pelayanan.Penelitian dirumuskan bahwa Kinerja Perangkat Desa Korowelang Kecamatan Kutowinangun belum sesuai dengan tupoksinya. dengan tujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kinerja Perangkat Desa di Desa Korowelang Kecamatan Kutowinangun Kabupaten Kebumen belum sesuai dengan tupoksi bidang penyelenggaraan pemerintahan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif yang secara umum penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami (understanding) dunia makna yang disimbolkan dalam perilaku masyarakat menurut perspektif masyarakat itu sendiri. Informasi ini dibutuhkan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya dari sumber yang sebenarnya bertujuan untuk mengetahui kinerja Perangkat Desa. Lembar instrumen berupa bentuk pertanyaan. Berdasarkan sasaran dan objek yang diteliti, terdapat beberapa pertanyaan. Data penelitian dikumpulkan baik lewat instrumen pengumpulan data, observasi, wawancara, dokumen pribadi dan resmi, foto, dan percakapan informal semua merupakan sumber data kualitatif. Sikap dan kepribadian yang ditunjukan oleh Perangkat Desa merupakan promosi yang efektif sekaligus berat untuk meningkatkan kinerja Perangkat Desa. Perangkat Desa harus senantiasa konsisten dalam bersikap dan bertindak sehingga dengan sendirinya Perangkat Desa akan mengikuti secara cepat dan baik. Tetapi apabila perangkat desa melihat adanya ketidak beresan dalam diri Perangkat Desa, maka dengan cepat pula akan kehilangan kepercayaan dan simpati dari masyarakat dan bahkan seluruh warganya. Dari hasil penelitian memberikan bukti bahwa keberadaan Perangkat Desa secara umum bisa diterima oleh Masyarakat dan mampu bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksinya sebagai penyelenggara pemerintahan desa.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Artikel Lingkungan dalam Website Nationalgeographic.co.id Edisi Januari 2025 sebagai Sumber Bacaan dan Informasi Putri Lestari; Hana Zaita Alhuwaida; Syahrul Ramadhan; Izza Afkarina Fauziyyah; Alisya Pramesti; Asep Purwo Yudi Utomo; Muhamad Haryanto; Eko Ahmad Riyanto
PUSTAKA: Jurnal Bahasa dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Bahasa dan Pendidikan
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/pustaka.v5i3.3258

Abstract

Human communication aims to convey specific goals and objectives from the speaker to the listener, where the language used has an important role in building a communicative situation. Language skills include reading, speaking, writing, and listening. One of writing skills is article writing. However, in writing online articles, language errors are still a common occurrence and a daily phenomenon. The purpose of this study is to analyze language errors contained in environmental-themed articles on the nationalgeographic.co.id website in the January 2025 edition. This research focuses on three linguistic errors, including the first, the selection of diction; the second, the wrong use of conjunctions; and the third, the wrong use of punctuation. The method used in this research is a descriptive qualitative approach, which relies on data collection techniques. The data collection techniques used include listening and taking notes. The results showed that there were several language errors in the articles, including the use of non-standard diction, errors in conjunction selection, and improper use of punctuation. This can affect the quality of information provided to the public because it has the potential to cause reader misinterpretation. This research is expected to contribute to raising awareness about the importance of using good and correct language, especially in writing scientific works such as articles that become sources of information. In addition, this research also aims to provide a deeper understanding of the language errors that are often encountered in online articles and ways to correct them so that the information conveyed becomes more effective.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA ALIH WAHANA PUISI API DAN PUISI RUMAH DI KANAL YOUTUBE SALSHABILLA TV Yunita, Rahma; Haryanto, Muhamad
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana semiotika pada alih wahana puisi berupa video musikalisasi puisi berjudul Api dan Rumah di kanal youtube Salshabilla TV. Penelitian ini menerapkan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data yakni analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil analisa mengenai bagaimana semiotika pada alih wahana puisi berjudul Api dan puisi Rumah di kanal youtube Salshabilla TV, bahwa kedua video musikalisasi puisi tersebut saling berkesinambungan dalam menyampaikan makna percintaan yang dikemas melalui tanda-tanda yang peneliti dapatkan, baik melalui gambar maupun lirik puisi yang diujarkan selama video musikalisasi berputar. Video musikalisasi puisi Api menunjukkan adanya tanda ikon, indeks, dan simbol yang merepresentasikan makna sesuai dengan judul puisi karya Salshabilla Adriani yakni Api. Makna berdasarkan tanda yang ditemukan pada video musikalisasi puisi Api mengarah ketidakberdayaan seorang perempuan untuk mengungkapkan perasaan karena terkekang oleh perasaan cemburu, marah, iri, rendah diri sehingga rasa cinta penyair tidak bersambut. Begitupun dengan makna dalam video musikalisasi puisi Rumah. Melalui tanda yang peneliti dapatkan yakni tanda ikon, indeks dan simbol, puisi Rumah yang dialihwahanakan tersebut mengacu pada representasi makna akan ketidakberdayaan seorang perempuan dalam menjalani hubungan percintaan penuh rasa kecewa yang dibangunnya. Makna tersebut sesuai dengan tanda yang mempresentasikan Rumah sebagai hubungan yang oleh penyair berusaha bina bersama dengan pujaan hati.
Jati Diri Orang Sunda dalam Mitos Ciung Wanara: Pendekatan Strukturalisme Levi-Strauss Enung Nurhayati; Ika Mustika; Riana Dwi Lestari; Suhud Aryana; Lilik Herawati; Muhamad Haryanto
Aksara Vol 35, No 1 (2023): AKSARA, EDISI JUNI 2023
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v35i1.1051.74--93

Abstract

This research examines the identity of the Sundanese people contained in the Ciung Wanara (CW) myth. The research method uses the Levi-Strauss structuralism approach, which is assumed to be able to interpret myths comprehensively through innate discoveries which are the meeting point between surface and deep structure. The stages of research were carried out in several locations, namely (1) the search for Ciung Wanara data was divided into episodes and units; (2) synchronous and diachronic series were made to find the surface structure; (3) looking for a deep structure with a binary opposition path; and (4) innate discovery. The results showed that there were 17 episodes and 49 units. From the synchronic and diachronic tables for my theme, five triangular patterns were found, namely the queen's triangle pattern, the Supreme triangle pattern, the parents' triangle pattern, the life triangle pattern, the natural triangle pattern, and also found the Sundanese political triad. The most dominant pattern is contained in the Ciung Wanara myth, namely the triangular way of life, patterns of thinking, patterns of behavior, and patterns of action which are the identity of the Sundanese people and the application of the triad of Sundanese Politica (silih asih, silih asah, and silih asuh). AbstrakPenelitian ini mengkaji jati diri orang Sunda yang terdapat dalam mitos Ciung Wanara (CW). Penelitian menunjukkan model logis orang Sunda mengatasi konflik atau kontradiksi yang terjadi di antara mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan strukturalisme Levi-Strauss yang diasumsikan dapat memaknai mitos secara komprehensif melalui penemuan innate yang merupakan titik temu antara surface dan deep structure. Tahapan penelitiannya, yaitu (1) pencarian data CW dibagi dalam episode dan unit; (2) dibuat deret sinkronis dan diakronis untuk menemukan surface structure; (3) dicari deep structure dengan jalan oposisi biner; dan (4) penemuan innate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 17 episode dan 49 unit. Dari hasil penyusunan tabel sinkronis dan diakronis untuk mytheme ditemukan lima pola segitiga, yaitu pola segitiga permaisuri, pola segitiga Mahatinggi, pola segitiga orang tua, pola segitiga kehidupan, pola segitiga alam, dan ditemukan pula trias politika Sunda. Pola yang paling dominan terdapat dalam mitos CW, yaitu pola segitiga kehidupan, pola berpikir, pola bersikap, dan pola bertindak yang menjadi kekhasan jati diri orang Sunda, serta penerapan dari trias politika Sunda (silih asih, silih asah, dan silih asuh).
STORYCARD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK MENGASAH IMAJINASI KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PADA PEMBELAJARAN DEEP LEARNING Dwi Purnomo; Muhamad Haryanto
Lateralisasi Vol. 13 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v13i2.8645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan inovasi media pembelajaran interaktif berupa storycard dalam pembelajaran menulis cerpen yang berorientasi pada pendekatan deep learning. Menulis cerpen merupakan keterampilan berbahasa yang kompleks karena melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Dalam konteks deep learning, menulis tidak sekadar memproduksi teks fiksi, tetapi juga menjadi sarana pengembangan imajinasi, pemaknaan personal, serta penciptaan karya yang reflektif dan mendalam. Media storycard dirancang sebagai kartu pembelajaran yang memuat unsur-unsur cerita seperti tokoh, latar, konflik, dan pesan moral yang dapat digunakan baik secara terstruktur maupun acak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan konseptual, di mana data diperoleh melalui studi literatur terhadap penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa storycard memiliki potensi dalam meningkatkan imajinasi serta keterampilan menulis cerpen siswa secara kreatif dan menyenangkan. Selain itu, media ini juga mampu menumbuhkan motivasi belajar, mengakomodasi perbedaan gaya belajar, serta mendukung proses pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna. Dengan demikian, storycard layak dipertimbangkan sebagai alternatif media inovatif dalam pembelajaran menulis cerpen berbasis deep learning.