Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Upaya Pemberantasan Penularan Penyakit TB Paru dan Manajemen Dahak Menuju Eliminasi TB 2030 Pius A. L. Berek; Maria Fatimah W. A. Fouk; Yovita Made; Francisca Amaral
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 4 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v4i3.593

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is one of the infectious diseases that is of global concern. This disease is caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis which attacks the lungs and can spread through the air when the sufferer coughs or sneezes. The method of community service activities in the form of education is an effort to provide an understanding of tuberculosis and its treatment, as well as good and correct phlegm management. The service results showed an increase in community knowledge regarding TB, including symptoms, how it was transmitted, preventive measures, and good and correct cough management. There was an increase in community knowledge where the pre-test results of 57.14 increased to 90.77 in the post-test. Collaboration between academics, village governments, NGOs, and community leaders as well as posbindu cadres is the key to the success of the government's program to eliminate TB in 2030. It was concluded that through ongoing efforts and adaptation to local needs, knowledge about TB and phlegm management can help reduce the transmission of this disease significantly and support government efforts to eliminate TB 2030 both at the Kabuna Village level, Belu Regency, and even Indonesia as a whole.
Intensitas Rasa Haus dan Tingkat Xerostomia pada Pasien Gagal Ginjal Kronik On Hemodialisis Maria Brigita Ikun; Pius A. L. Berek; Maria Fatimah W. A. Fouk; Christina Anugrahini; Sebastiao Amelia Alves
Protein : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.  Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Protein: Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/protein.v4i4.2738

Abstract

Latar belakang: Pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis sering mengalami pembatasan asupan cairan yang memicu keluhan subjektif berupa rasa haus dan xerostomia. Kondisi ini, jika tidak dikelola, dapat menyebabkan ketidakpatuhan terhadap diet cairan dan risiko kelebihan beban cairan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran intensitas rasa haus dan tingkat xerostomia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 42 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Thirst Distress Scale (TDS) untuk rasa haus dan Summated Xerostomia Inventory-Dutch Version (SXI-D) untuk xerostomia. Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (54,8%) dengan rata-rata usia 51,05 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami rasa haus pada kategori berat (76,2%) dan xerostomia pada kategori ringan (50,0%). Kesimpulan: Rasa haus merupakan keluhan yang lebih dominan dialami oleh pasien hemodialisis dibandingkan xerostomia. Tenaga kesehatan perlu memberikan perhatian khusus pada manajemen keluhan subjektif ini untuk membantu pasien mematuhi pembatasan cairan.