Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

9LTE: Gerakan Literasi Tangkap Edukatif dengan Menekankan The Nine Golden Habits Berbantuan Boneka Tangan bagi Anak-anak di Kampung Pelangi Belawan: Gerakan Literasi Edy Suprayetno; Fatimah Sari Siregar; Aflahun Fadhly Siregar; Indah Subhini Lubis; Dewi Putri Masri
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1173

Abstract

The community partnership program aims to assist the Fisherman's Children Care Community (IDADA) in implementing out-of-school mentoring and teaching in the concept of religious literacy by emphasizing The Nine Golden Habits, using the 9LTE technique: Educational Capture Literacy Movement with the help of hand puppets to children in Kampung Pelangi Belawan. The Nine Golden Habits with the help of hand puppets aims to help children know and apply Islamic etiquette, the concept of morals towards oneself, morals towards Allah SWT, and morals towards fellow human beings. The team used hand puppet media combined with 9 LTE ??animation, as an intermediary tool for the 9LTE Gymnastic practice (Educational Capture Literacy Movement) emphasizing The Nine Golden Habits, which is a guideline for implementing Islamic practices which contains nine basic habits in order to realize a Muslim personality. the truth. The nine golden habits are the habit of praying, the habit of fasting, the habit of giving zakat, the habit of reading the Koran, the habit of reading books/scriptures, the habit of Islamic civility in every activity carried out, the habit of reciting the Koran and being in a community of pious people, the habit of social organization. and social, habits of positive thinking and smiling, assisted by hand puppets combined with 9 LTE ??animations aimed at making it easier for children to receive material and introduce religious literacy in everyday life.
Penerapan Digital Marketing Terhadap peningkatan Amal Usaha Muhammadiyah di Ranting Muhammadiyah Cabang Medan Denai Linzzy Pratami Putri; Irma Christiana; Ichwan Arsy Muharmansyah; Aflahun Fadhly Siregar
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i1.1185

Abstract

This community service activity was carried out to increase promotion and public awareness about the existence of the Muhammadiyah Medan Denai Branch charity, with a focus on the use of digital technology to achieve this goal. Socialization and discussion methods are used to provide understanding to administrators and teachers at Muhammadiyah charities about the importance of digital marketing. The results include registering the location of the Medan Denai Branch of Muhammadiyah Branch on Google Maps and promotion via social media. Supporting factors include positive responses from administrators and teachers as well as stable internet access, while obstacles include limited time and communication. In conclusion, implementing digital marketing in Muhammadiyah's charitable efforts is a relevant and important step to expand reach, increase promotional effectiveness, and strengthen communication with stakeholders.
TRANSFORMASI LIMBAH IKAN MENJADI PUPUK ORGANIK MELALUI PELATIHAN GUNA PENINGKATAN PENDAPATAN BERKELANJUTAN KELOMPOK NELAYAN MAJU BERSAMA DI DESA TANJUNG REJO Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila; Rahmat Suryanto Pirngadi
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i3.1532

Abstract

Desa Tanjung Rejo, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan nelayan. Desa ini memiliki potensi besar dalam sektor maritim, termasuk perikanan, pariwisata, dan kawasan hutan mangrove seluas 602.181 ha. Pendapatan nelayan yang rendah dan limbah ikan yang tidak terkelola dengan baik menjadi masalah utama, dengan limbah ikan mencapai 50-100 kg per hari yang dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Permasalahan mitra Limbah ikan dapat mencemari air dan udara jika tidak dikelola dengan baik. Program ini bertujuan untuk mengelola limbah ikan secara efektif, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, serta memberikan dampak positif baik dari segi ekonomi maupun lingkungan. Metode pelaksanaan antara lain metode Penentuan lokasi dengan, metode pendekatan, metode pelaksanaan, metode pembagian tugas. Adapun kesimpulan dari kegiatan penyuluhan anatar lain: Sebelum penyuluhan: Mayoritas peserta hanya tahu istilah “pupuk organik”, tapi tidak paham ciri, jenis, manfaat, dan potensi limbah ikan. Setelah penyuluhan: Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan di semua aspek, termasuk potensi limbah ikan menjadi pupuk bernilai ekonomi. Sebelum pelatihan: Tidak ada peserta yang mengetahui bahan, proses, atau nilai ekonomis pupuk dari limbah ikan. Setelah pelatihan: Semua peserta memahami dan mampu menjelaskan bahan, teknik fermentasi, waktu penggunaan, dan manfaat ekonomisnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN AQUAPONIK RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN BERKELANJUTAN DI AISYIYAH CABANG MEDAN PERJUANGAN Salsabila; Aflahun Fadhly Siregar; Rini Susanti; Riris Nadia Gurning
ABDI SABHA (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 6 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CERED Indonesia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/jas.v6i3.1534

Abstract

Aquaponics is an environmentally friendly agricultural alternative that integrates fish farming and plant cultivation within a single ecosystem. This concept is particularly suitable for household-scale application, as it enhances the use of home yards and supports family food security. This Muhammadiyah Community Partnership Program aimed to: (1) improve the knowledge and skills of members of Aisyiyah Branch Medan Perjuangan in constructing aquaponic systems, and (2) raise awareness of the importance of environmentally based sustainable agriculture. The training was conducted using a participatory approach involving socialization, hands-on practice, and active discussion. The program successfully increased participants' awareness and motivation to utilize their home yards productively. Participants demonstrated high enthusiasm throughout the activity, with hopes that similar training initiatives could be extended and developed in other communities.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANJUTAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN SIANJUR MULA MULA KABUPATEN SAMOSIR Aflahun Fadhly Siregar; Salsabila; Reyza Suwanto Sitorus; Hilda Julia; Nursamsi; Rahmat Suryanto Pirngadi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 7 No. 1 (2026): Juli 2026
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v7i1.1702

Abstract

Keberlanjutan usahatani merupakan aspek penting dalam pembangunan pertanian karena dipengaruhi oleh faktor- faktor keberlanjutan. Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, sebagai salah satu sentra budidaya bawang merah, masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pemilihan lokasi secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan kondisi empiris di lapangan yang didukung oleh berbagai hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan usahatani bawang merah dipengaruhi oleh faktor ekonomi (harga bawang merah dan biaya usahatani), faktor sosial (penyerapan tenaga kerja dan motivasi petani), faktor ekologi (kondisi tanah dan irigasi air), serta faktor kelembagaan (keikutsertaan penyuluhan dan kelompok tani). Sinergi antar faktor tersebut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, kapasitas petani, efisiensi usaha, serta mendukung keberlanjutan usahatani bawang merah di Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir.