Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh E-CRM dan E-Service Quality terhadap Customer Loyalty melalui Customer Experience Velisa Stevannie; Btari Mariska Purwaamijaya; Rangga Gelar Guntara
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 1 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i1.179

Abstract

Pertumbuhan pesat industri transportasi online di Indonesia menimbulkan tantangan besar bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, terutama di tengah persaingan ketat dengan layanan serupa seperti Gojek dan Grab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) dan kualitas layanan elektronik (e-service quality) terhadap loyalitas pelanggan (customer loyalty), dengan pengalaman pengguna (customer experience) sebagai variabel mediasi, dalam konteks penggunaan aplikasi MyBluebird milik PT Blue Bird Tbk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online kepada 228 responden yang merupakan pengguna aktif aplikasi MyBluebird. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-CRM dan e-service quality memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty baik secara langsung maupun tidak langsung melalui customer experience. Selain itu, customer experience terbukti memiliki pengaruh positif terhadap customer loyalty, sekaligus memediasi hubungan antara E-CRM dan e-service quality terhadap customer loyalty. Temuan ini mempertegas bahwa pengalaman pelanggan yang positif merupakan faktor krusial dalam membentuk loyalitas di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas kajian loyalitas pelanggan dalam konteks transportasi online serta memberikan rekomendasi praktis bagi PT Blue Bird Tbk untuk meningkatkan strategi E-CRM dan kualitas layanan digital melalui penciptaan pengalaman pengguna yang lebih personal, aman, dan memuaskan
Pengaruh Marketing Mix Terhadap Repurchase Intention Pada Kopi Dan Rempah Trem Di Tasikmalaya Azizah Azhar; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 10: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i10.5001

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Marketing Mix terhadap Repurchase Intention pada Kopi dan Rempah Trem. Hal ini dikarenakan melihat banyaknya perubahan yang terjadi di Indonesia membuat masyarakat pelan-pelan mengenal budaya lain salah satunya adalah budaya minum kopi. Kopi dan Rempah Trem menawarkan cita rasa yang unik melalui racikan kopi dengan rempah-rempah Indonesia. Selain itu, Kopi dan Rempah Trem juga sedang menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsumen baru menjadi konsumen loyal di Tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif melalui survei data ke 114 responden. Hasilnya menyatakan bahwa Marketing Mix memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention.
Data-Driven Culinary Business: Analisis Google Maps Scraping untuk Menghadapi Fenomena FOMO di Tasikmalaya Rizki Nugraha, Muhammad; Gelar Guntara, Rangga; Mariska Purwaamijaya, Btari; Nazwa Aprilia, Nyra; Khairunisa, Alamanda
Informatics and Digital Expert (INDEX) Vol. 7 No. 2 (2025): INDEX, November 2025
Publisher : LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/index.v7i2.2350

Abstract

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) menciptakan siklus popularitas yang tidak stabil bagi UMKM kuliner di Tasikmalaya, sehingga menyulitkan keberlanjutan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan model strategi berbasis data dengan memanfaatkan teknik web scraping dan klastering K-Means pada data Google Maps. Metodologi penelitian dimulai dengan proses scraping yang menghasilkan 72 data UMKM kuliner valid, yang kemudian dianalisis secara kuantitatif. Algoritma K-Means berhasil mengelompokkan UMKM ke dalam tiga klaster berbeda berdasarkan karakteristik digital (rating dan jumlah ulasan): Klaster Kualitas Tinggi (45 UMKM), Klaster Populer Berisiko (25 UMKM), dan Klaster Bintang Viral (2 UMKM). Temuan ini menjadi dasar perumusan Matriks Strategi 4 Kuadran yang memetakan posisi kompetitif setiap UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknik scraping dan klastering K-Means merupakan metode yang efektif untuk mengubah data ulasan publik menjadi wawasan strategis yang dapat ditindaklanjuti, membantu UMKM mengurangi ketergantungan pada tren sesaat dan membangun keberlanjutan jangka panjang.
The Influence of price value, hedonic motivation, and habit on Shopee users’ continuance intention Alya Syifa Mu'awwanah; Btari Mariska Purwaamijaya; Syti Sarah Maesaroh
Journal of Business and Information Systems (e-ISSN: 2685-2543) Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Business and Information Systems
Publisher : Department of Accounting, Faculty of Business, Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbis.v7i2.328

Abstract

This study addresses the underexplored mediating role of user satisfaction in sustaining Shopee users’ continuance intention amid a 17% drop in site visits by mid-2025 and reduced Q2 2024 orders. Integrating the UTAUT2 and ECM frameworks, this study examines how price value, hedonic motivation, and habit shape satisfaction and long-term usage among 260 active Shopee users in West Java, Indonesia’s province with the highest internet penetration at 82.73% (APJII, 2023). Employing a quantitative explanatory design, data were collected via a five-point Likert-scale online questionnaire and analyzed using SEM-PLS in SmartPLS 4. Findings confirm that price value and hedonic motivation fully influence continuance intention through user satisfaction, whereas habit has the strongest direct effect and partially mediates this relationship. The model yields substantial predictive power (Adjusted R² > 0.70 for both endogenous constructs). These insights urge Shopee to strengthen retention through competitive pricing, gamified experiences, and habit-forming mechanisms, thereby bolstering Indonesia’s resilience in volatile markets
PENGEMBANGAN PESANTREN MANDIRI MELALUI PENDAMPINGAN UMKM BERKELANJUTAN BERBASIS DIGITAL DI PESANTREN ULUL ALBAB BOJONG KONENG Masri, Rina Marina; Muda Purwaamijaya, Iskandar; Mariska Purwaamijaya, Btari
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.734-740

Abstract

Agenda Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai kesepakatan pembangunan global berisi seperangkat tujuan transformatif antara lain (1) Tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia, (2) Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yangberkelanjutan, (3) Kesehatan yang baik dan Kesejahteraan yang menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan, kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan hidup cenderung kurang efektif, terutama di masa pandemi Covid 19. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu dan pengetahuan, namun membekali para santri dengan keterampilan kerja dan keterampilan sosial kemasyarakatan melalui pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan pesantren perkotaan pada saat Pandemi Covid 19 semakin kompleks, sebagai lembaga produksi jika hanya mengandalkan pasar tradisional perkembangannya akan cenderung stagnan. Selain itu kurangnya stakeholder pesantren yang belum dilengkapi dengan keunggulan kompetitif terkini yang memahami, menguasai dan terampil dalam kompetensi sebagai lembaga produksi yang harus berinovasi agar dapat melanjutkan dalam dunia usaha terutama dimasa pandemi Covid 19. Hal ini memunculkan gagasan untuk melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pengembangan Pesantren Mandiri melalui Pendampingan UMKM Berkelanjutan berbasis Digital di Pesantren Ulul Abab Bojongkoneng. PkM Bidang Ilmu dilandasi oleh pengembangan keilmuaan yang dilakukan oleh para dosen UPI di fakultas, kampus daerah, atau program studi. Lingkup bidang ilmu yang dikembangkan meliputi disiplin ilmu pendidikan, pendidikan disiplin ilmu, dan disiplin ilmu lainnya.
The Influence of Customer Experience and Brand Awareness on Customer Loyalty of the Muslim Fashion Brand Rabbani with Customer Retention as a Mediating Variable Sofia, Hagia; Btari Mariska Purwaamijaya; Syti Sarah Maesaroh
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8246

Abstract

This study addresses inconsistent findings in previous research by analyzing the influence of customer experience and brand awareness on customer loyalty toward the Muslim fashion brand Rabbani, with customer retention as a mediating variable, grounded in the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) framework. A quantitative survey of 257 Rabbani customers in Tasikmalaya,  Indonesia, was conducted using purposive sampling based on specific criteria: residing in Tasikmalaya, having monthly income, and purchasing Rabbani products at least once within the past year. Data were collected through an online questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that customer experience demonstrates the strongest influence on customer retention (β = 0.517; T = 7.631; P = 0.000) and customer loyalty (β = 0.263; T = 3.816; P = 0.000). Brand awareness significantly affects customer retention (β = 0.328; T = 3.782; P = 0.000) but shows no direct effect on customer loyalty (β = 0.132; T = 1.373; P = 0.170). However, the effect becomes significant through full mediation of customer retention (β = 0.166; T = 2.886; P = 0.004). These findings validate the applicability of the S-O-R model in Muslim fashion contexts and resolve theoretical inconsistencies regarding brand awareness effects on loyalty. The results suggest that Rabbani should prioritize service excellence, implement retention-focused loyalty programs, and shift marketing resources from awareness campaigns toward personalized customer relationship management initiatives to reverse declining Top Brand Index performance and strengthen brand competitiveness in Indonesia's growing Muslim fashion market.
Analysis Of The Communication Style Of Tiktok Shop Live Streaming Hosts Based On The Aida Model Stages Nazwa Syahda Anisa; Btari Mariska Purwaamijaya; Asep Nuryadin
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8267

Abstract

The rapid growth of social commerce in Indonesia has given rise to live streaming commerce, an interactive marketing strategy that merges entertainment, communication, and real-time sales. Within this context, hosts act as cruciall role as the primary mediators between products and audiences. This study examines TikTok Shop hosts communication styles in relation to the AIDA model stages. A qualitative approach was employed using a case study of the TikTok Shop account @alamme.official, a brand specializing in healthy food products. Data were collected through audio-visual content observation, semi-structured interviews, and key data metrics. The audio-visual observation data were analyzed using the Reflexive Content Analysis (RCA) technique, while the interview and performance data were utilized to provide contextual and complementary insights for interpreting the results. The findings reveal three distinct communication style patterns which interaction-oriented with emotive characteristics (Host A), task-oriented with emotive characteristics (Host B), and a combination of task-oriented with supportive characteristics (Host C). Among these, the task-oriented and supportive communication style was most successful in optimizing all stages of the AIDA model, as reflected in the highest levels of audience interaction, product clicks, and transactions compared to other communication styles identified in this study. Base on findings, this study conclude that a warm, empathetic, and responsive communication style contributes significantly to enhancing marketing communication effectiveness within the live streaming commerce. This research contributes for developing effective live streaming commerce style communication and recommends further analysis to assess the scalability of task-oriented and supportive interactions across diverse live commerce environments.
Hubungan Parasosial Fandom PaNaRoMa Terhadap Tingkat Loyalitas Penggunaan RCTI Plus Pada Program Idolyfe Aulia, Azizah Ghina; Adam Hermawan; Btari Mariska Purwaamijaya
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.4728

Abstract

Pertumbuhan pangsa pasar di dunia hiburan dan media digital mengalami peningkatan setiap tahunnya dan diproyeksikan akan mencapai 83.82 miliar. Hal ini menimbulkan lahirnya berbagai platform Over-The-Top (OTT). Indonesia memiliki platform OTT lokal seperti RCTI+ dan Vidio. Pada tahun 2021, RCTI+ menjadi aplikasi OTT populer di Indonesia. Namun, survei Nielsen tahun 2022 menunjukkan bahwa RCTI+ hanya mengalami peningkatan konsumsi sebesar 0.9%. Oleh karena itu, RCTI+ meluncurkan program Idolyfe dengan memanfaatkan interaksi parasosial fandom untuk meningkatkan konsumsi aplikasi dan mendapatkan pengguna baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fandom yang menggunakan aplikasi RCTI+ dan mengukur seberapa besar hubungan interaksi parasosial terhadap loyalitas penggunaan aplikasi. Data penelitian dikumpulkan melalui studi literatur, observasi, dan penyebaran kuesioner daring dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar fandom baru menggunakan RCTI+ ketika program Idolyfe tersedia. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi parasosial fandom dan loyalitas pengguna aplikasi.
Metaverse vs Classroom: A Quasi-Experimental Study on Learning Digital Business and Creative Skills Hanif Ksatria Faza; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 14 No. 02 (2025)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v14i02.22331

Abstract

To address the need for practical skills in the creator economy era, this study evaluates the comparative effectiveness of Metaverse Based Learning, Online Learning, and Blended Learning models on students' cognitive competence. This study fills a crucial research gap by providing a quasi-experimental comparison within a developing country context, where technical constraints are a critical variable. Employing a mixed-methods approach anchored in a quasi-experimental pretest-posttest non-equivalent control group design (N = 90), data were collected using a validated cognitive competency test (α = 0.796) administered as a pre/post-test, supplemented by participant observation and semi-structured interviews. Quantitative data were analyzed using N-Gain and ANCOVA, while qualitative data were analyzed thematically. The results revealed a paradox: quantitatively, there was no statistically significant difference (p = .376) among the groups, with all models proving equally effective (N-Gain "High" category). However, qualitative findings consistently revealed that Metaverse Based Lerning was fundamentally superior in fostering interaction, active participation, and spontaneous creativity not observed in the other groups. The implication is that while all three models are equivalent for standard knowledge acquisition, Metaverse Based Learning offers a far superior potential for developing active and creative learners, a potential that was likely suppressed by technical constraints and not captured by the standard cognitive test.Keywords: Metaverse Based Learning; Quasi-Experimental Design; Second Life; Blended Learning; Online Learning.
Pengaruh Nilai Fungsional, Nilai Emosional, Dan Nilai Sosial Terhadap Niat Beli Barang Virtual Dalam Game Mobile Legends (Studi Kasus Pada Pemain Game Online Mobile Legends Di Jawa Barat Agra Fadhilla Tamara; Adam Hermawan; Btari Mariska Purwaamijaya
Jurnal Minfo Polgan Vol. 13 No. 2 (2024): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v13i2.14384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai fungsional, emosional, dan sosial terhadap niat beli barang virtual dalam game Mobile Legends. Game ini populer di kalangan pengguna smartphone dengan sistem mikrotransaksi yang memungkinkan pembelian barang virtual seperti skin dan item eksklusif. Topik ini menarik karena meskipun mikrotransaksi terus meningkat, terdapat keluhan pemain terkait kualitas produk yang menimbulkan penurunan niat beli. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penurunan pendapatan Mobile Legends sejak 2022, dengan fokus utama pada pengaruh nilai-nilai barang virtual terhadap keputusan pembelian. Data dikumpulkan dari 160 pemain Mobile Legends di Jawa Barat menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai fungsional dan emosional memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli barang virtual, sementara nilai sosial tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Kesimpulannya, nilai fungsional dan emosional menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh pengembang game untuk meningkatkan niat beli. Implikasi praktisnya adalah pengembang disarankan untuk mengoptimalkan fitur barang virtual yang memberikan manfaat nyata serta menciptakan pengalaman emosional yang kuat bagi pemain melalui desain visual dan cerita yang menarik.