Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Influencer Marketing Terhadap Purchase Intention Sepatu Adidas Samba di Indonesia Muhammad Mufti Abdullah; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15144

Abstract

Perkembangan industri fashion di Indonesia, khususnya pada produk sepatu, menunjukkan tren peningkatan signifikan seiring dengan meningkatnya minat konsumen terhadap gaya hidup dan tren global. Salah satu produk yang menonjol adalah sepatu Adidas Samba, yang mengalami lonjakan popularitas berkat tren retro dan streetwear di kalangan anak muda. Dalam konteks ini, strategi influencer marketing menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing terhadap purchase intention konsumen terhadap sepatu Adidas Samba di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan menyebarkan kuesioner kepada 97 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan pengujian statistik dengan bantuan SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, dibuktikan dengan nilai t-hitung sebesar 11.642 > t-tabel 1.985 dan nilai signifikansi 0.000 < 0.05. Nilai R² sebesar 0.588 mengindikasikan bahwa 58,8% variabel purchase intention dapat dijelaskan oleh influencer marketing, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemasaran melalui influencer terbukti efektif dalam membangun niat beli konsumen. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan disarankan untuk mengoptimalkan kolaborasi dengan influencer dalam merancang kampanye pemasaran digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor eksternal lain yang berkemungkinan memengaruhi purchase intention. Kata Kunci: Influencer marketing , Purchase Intention, Adidas Samba
Pengaruh Influencer Marketing di YouTube Terhadap Purchase Intention Samsung Galaxy A Series Pada Generasi Milenial Muhammad Al Farisi Habibillah; Btari Mariska Purwaamijaya; Syti Sarah Maesaroh
Jurnal Minfo Polgan Vol. 14 No. 2 (2025): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v14i2.15721

Abstract

Industri smartphone global menghadapi persaingan yang semakin ketat, terutama dalam meraih perhatian generasi milenial yang sangat aktif di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing di YouTube terhadap purchase intention produk Samsung Galaxy A Series di kalangan generasi milenial. Sebagai respon terhadap tantangan ini, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang melibatkan 110 responden yang aktif di media sosial. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, dengan koefisien regresi sebesar 0.274 (p < 0.05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.497 menunjukkan bahwa 49.7% variasi dalam purchase intention dapat dijelaskan oleh influencer marketing. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer di YouTube dapat meningkatkan niat beli produk Samsung Galaxy A Series, dengan relevansi yang tinggi di kalangan konsumen milenial.
Perancangan Affiliate Guidelines Berbasis Design Thinking guna Meminimalisasi Misleading Claim pada Konten Pemasaran Suplemen Kesehatan Risa Ardila Salamah; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Dzikri Ar Ridlo
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 9 No. 3 (2026): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/sjr.v9i3.1529

Abstract

The rapid growth of TikTok affiliate marketing has increased the promotion of health supplement products through short-form digital content. However, many affiliates still lack sufficient understanding of health claim regulations, leading to misleading promotional statements that may harm consumer trust and violate regulatory standards. This study aims to develop affiliate guidelines that help affiliates create promotional content that is both engaging and compliant with health supplement advertising regulations. The research employed a Research and Development (R&D) approach using the design thinking model, which includes the stages of empathize, define, ideate, prototype, and test. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation involving three affiliates and two merchant representatives of ERHA Herbal. The study resulted in an affiliate guideline in the form of an e-book containing claim limitations, safe promotional language, content checklists, and practical content examples. Product validation showed highly valid results, with scores of 92.5% from design experts and 85.71% from material experts. The findings indicate that the developed guideline can assist affiliates in producing more responsible, accurate, and regulation-compliant marketing content on TikTok.
The Impact of Artificial Intelligence and Work Training on Human Resource Performance: A Case Study of PT Satria Bahana Sarana Firna Shizuka Nugroho; Btari Mariska Purwaamijaya; Adi Prehanto
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i3.50942

Abstract

This study aims to analyze the influence of artificial intelligence (AI) and work training on human resource performance at PT Satria Bahana Sarana (SBS). The research employed a quantitative approach with data collection conducted through questionnaires distributed to 165 office employees as respondents. Data analysis was performed using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) to test the research hypotheses. The findings indicate that artificial intelligence has a significant and positive effect on HR performance with a path coefficient of 0.47 (p < 0.01), suggesting enhanced efficiency and productivity in the workplace. Work training also contributes positively and significantly with a path coefficient of 0.38 (p < 0.01), where structured training programs prove to improve employee competencies and facilitate the achievement of organizational objectives. The research model yielded an R-square value of 0.622, indicating that artificial intelligence and work training collectively explain 62.2% of the variance in HR performance, while the remaining 37.8% is influenced by variables outside the model. This study highlights the crucial role of AI integration and comprehensive work training programs as key strategies for optimizing employee performance in the era of digital transformation.
Pengaruh Ai Identity Threat Terhadap Psychological Distress Dengan Mediasi Cognitive Job Insecurity Pada Freelancer Desainer Grafis Di Kota Bandung Muhammad Dhafin Aghniya; Btari Mariska Purwaamijaya; Nugraha Adhi Pratama
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 19 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v19i1.4022

Abstract

Perkembangan generative artificial intelligence (AI) telah menimbulkan ancaman identitas profesi bagi pekerja kreatif, termasuk freelancer desainer grafis yang tidak memiliki perlindungan struktural sebagaimana pekerja formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AI Identity Threat terhadap Psychological Distress dengan Cognitive Job Insecurity sebagai variabel mediasi pada freelancer desainer grafis di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada 145 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI Identity Threat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cognitive Job Insecurity (β = 0,636; p < 0,05), Cognitive Job Insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Psychological Distress (β = 0,496; p < 0,05), serta AI Identity Threat berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Psychological Distress (β = 0,204; p < 0,05). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa Cognitive Job Insecurity memediasi secara parsial pengaruh AI Identity Threat terhadap Psychological Distress (β = 0,316; p < 0,05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa dampak psikologis dari ancaman identitas akibat AI pada pekerja lepas kreatif lebih banyak tersalurkan melalui evaluasi kognitif atas keberlanjutan pekerjaan, sejalan dengan perspektif Social Identity Theory.
Analysis Of The Communication Style Of Tiktok Shop Live Streaming Hosts Based On The Aida Model Stages Nazwa Syahda Anisa; Btari Mariska Purwaamijaya; Asep Nuryadin
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 7 No. 4 (2025): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v7i4.8267

Abstract

The rapid growth of social commerce in Indonesia has given rise to live streaming commerce, an interactive marketing strategy that merges entertainment, communication, and real-time sales. Within this context, hosts act as cruciall role as the primary mediators between products and audiences. This study examines TikTok Shop hosts communication styles in relation to the AIDA model stages. A qualitative approach was employed using a case study of the TikTok Shop account @alamme.official, a brand specializing in healthy food products. Data were collected through audio-visual content observation, semi-structured interviews, and key data metrics. The audio-visual observation data were analyzed using the Reflexive Content Analysis (RCA) technique, while the interview and performance data were utilized to provide contextual and complementary insights for interpreting the results. The findings reveal three distinct communication style patterns which interaction-oriented with emotive characteristics (Host A), task-oriented with emotive characteristics (Host B), and a combination of task-oriented with supportive characteristics (Host C). Among these, the task-oriented and supportive communication style was most successful in optimizing all stages of the AIDA model, as reflected in the highest levels of audience interaction, product clicks, and transactions compared to other communication styles identified in this study. Base on findings, this study conclude that a warm, empathetic, and responsive communication style contributes significantly to enhancing marketing communication effectiveness within the live streaming commerce. This research contributes for developing effective live streaming commerce style communication and recommends further analysis to assess the scalability of task-oriented and supportive interactions across diverse live commerce environments.
Pengaruh E-CRM dan E-Service Quality terhadap Customer Loyalty melalui Customer Experience Velisa Stevannie; Btari Mariska Purwaamijaya; Rangga Gelar Guntara
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 5 No 1 (2025): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v5i1.179

Abstract

Pertumbuhan pesat industri transportasi online di Indonesia menimbulkan tantangan besar bagi perusahaan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan, terutama di tengah persaingan ketat dengan layanan serupa seperti Gojek dan Grab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Electronic Customer Relationship Management (E-CRM) dan kualitas layanan elektronik (e-service quality) terhadap loyalitas pelanggan (customer loyalty), dengan pengalaman pengguna (customer experience) sebagai variabel mediasi, dalam konteks penggunaan aplikasi MyBluebird milik PT Blue Bird Tbk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner online kepada 228 responden yang merupakan pengguna aktif aplikasi MyBluebird. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-CRM dan e-service quality memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap customer loyalty baik secara langsung maupun tidak langsung melalui customer experience. Selain itu, customer experience terbukti memiliki pengaruh positif terhadap customer loyalty, sekaligus memediasi hubungan antara E-CRM dan e-service quality terhadap customer loyalty. Temuan ini mempertegas bahwa pengalaman pelanggan yang positif merupakan faktor krusial dalam membentuk loyalitas di era digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memperluas kajian loyalitas pelanggan dalam konteks transportasi online serta memberikan rekomendasi praktis bagi PT Blue Bird Tbk untuk meningkatkan strategi E-CRM dan kualitas layanan digital melalui penciptaan pengalaman pengguna yang lebih personal, aman, dan memuaskan
Pelatihan Smartphone Videografi untuk Meningkatkan Keterampilan Wirausaha Siswa SMA di Tasikmalaya Muhammad Rizki Nugraha; Muhammad Dzikri Ar Ridlo; Nugraha Adhi Pratama; Adi Prehanto; Rangga Gelar Guntara; Adam Hermawan; Syti Sarah Maesaroh; Asep Nuryadin; Btari Mariska Purwaamijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 11 No. 2 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital, video marketing telah menjadi alat penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing bisnis. Namun, siswa SMA di Tasikmalaya yang memiliki minat dalam kewirausahaan masih menghadapi keterbatasan keterampilan teknis dan pemahaman strategi pemasaran digital berbasis video. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan videografi berbasis smartphone sebagai sarana promosi usaha yang kreatif dan efektif. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan interaktif, praktik langsung pembuatan video promosi, serta pendampingan dalam proses editing dan publikasi konten. Melalui pendekatan berbasis praktik, peserta belajar memproduksi video dengan memanfaatkan fitur smartphone dan memahami prinsip dasar digital marketing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan siswa dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat branding dan promosi usaha. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kompetensi digital di sekolah serta mendukung kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan kewirausahaan di era industri kreatif.
4P MARKETING MIX AND PURCHASE INTENTION OF HIMALAYA SKINCARE: THE ROLE OF BRAND IMAGE Elsa Febriananta; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Rizki Nugraha
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran atau marketing mix 4P (product, price, place, dan promotion) terhadap purchase intention dengan brand image sebagai variabel mediasi pada produk skincare Himalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 264 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel product (? = 0,187; p < 0,05), price (? = 0,258; p < 0,001), dan promotion (? = 0,172; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan place tidak berpengaruh signifikan (? = 0,062; p > 0,05). Terhadap brand image, variabel price (? = 0,356; p < 0,001), place (? = 0,226; p < 0,001), dan promotion (? = 0,322; p < 0,001) berpengaruh signifikan, sementara product tidak. Namun demikian, brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention (? = 0,077; p > 0,05) serta tidak mampu memediasi hubungan antar variabel. Model mampu menjelaskan sebesar 51,3% variasi brand image dan 30,8% variasi purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa purchase intention konsumen dalam konteks skincare berbasis alami lebih dipengaruhi oleh faktor fungsional dan nilai dibandingkan faktor simbolik seperti brand image. This study aims to analyze the influence of the 4P marketing mix (product, price, place, and promotion) on purchase intention, with brand image as a mediating variable in the context of Himalaya skincare products. This research adopts a quantitative approach using a survey method, with data collected from 264 respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that product (? = 0.187; p < 0.05), price (? = 0.258; p < 0.001), and promotion (? = 0.172; p < 0.05) have a significant positive effect on purchase intention, while place does not show a significant effect (? = 0.062; p > 0.05). Furthermore, price (? = 0.356; p < 0.001), place (? = 0.226; p < 0.001), and promotion (? = 0.322; p < 0.001) significantly influence brand image, whereas product does not. However, brand image does not significantly affect purchase intention (? = 0.077; p > 0.05) and fails to mediate the relationship between marketing mix variables and purchase intention. The model explains 51.3% of the variance in brand image and 30.8% in purchase intention. These findings indicate that consumer purchase intention in the natural skincare context is primarily driven by functional and value-based factors rather than symbolic perceptions such as brand image.
Pengaruh SMMA terhadap Purchase Intention Melalui Brand Awareness (Studi Kasus Meta Ads Pada Al-Ghuroba Store) Muhammad Raihan Amir; Btari Mariska Purwaamijaya; Asep Nuryadin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Marketing Activities (SMMA) terhadap Purchase Intention dengan Brand Awareness sebagai variabel mediasi pada konsumen Al-Ghuroba Store yang terpapar iklan Meta Ads. Studi ini dilatarbelakangi rendahnya engagement rate dan Click-Through Rate (CTR), yang menunjukkan kurang efektifnya strategi pemasaran digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan sebesar 265 responden melalui kuesioner yang disebar secara online. Analisis PLS-SEM dilakukan menggunakan SmartPLS dengan hasil yangl menunjukkan bahwasannya SMMA berpengaruh signifikan terhadap Brand Awareness, selain itu Brand Awareness berpengaruh signifikan terhadap Purchase Intention, sehingga menyebabkan terdapat pengaruh tidak langsung SMMA terhadap Purchase Intention melalui Brand Awareness.