Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

SOSIALISASI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN, BUANG) OBAT DENGAN BENAR PADA IBU-IBU PKK DI DESA KEMINGKING DALAM KECAMATAN TAMAN RAJO PROVINSI JAMBI Permatasari, Jelly; Wardani, Anggita Kresna; Etsa, Nadila Permata
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i2.288-291

Abstract

DAGUSIBU (Get, Use, Save and Dispose of) is a socialization activity in the form of the process of planting habits or values and rules from one generation to another in the community on how to use and manage medicines that are good and right (DAGUSIBU MEDICINE). Improper use of drugs can cause side effects that will harm health. Before we use drugs, we should make sure that the medicines we take are following the indications. Physically, the dose is functional (does not change color, is homogeneous), and does not expire. So to protect the public from the dangers of using drugs that are not right and not appropriate for it, it is necessary to hold socialization about Dagusibu in applying it in daily life. The community usually gets medicine from the nearest health center when they are sick, or the community buys over-the-counter drugs at the nearest shops. This activity intends for PKK mothers in the village of Kemingking dalam, Taman Rajo Subdistrict, Jambi Province. The results of this DAGUSIBU socialization program are that the public knows more about medicines, from obtaining to being disposed of.
Analisis Kadar Hidrokuinon dalam Krim Pemutih dari Klinik Kecantikan di Kota Jambi Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Armini Hadriyati; Mukhlis Sanuddin; Jelly Permatasari; Nurhayati Nurhayati; Annisa Ul Husna Aprilia; Leonyta Anjlyna; Salwa Khairunisa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidrokuinon merupakan senyawa turunan fenol yang sering disalahgunakan dalam krim pemutih karena kemampuannya menghambat pembentukan melanin. Namun, penggunaan hidrokuinon dalam kosmetik berisiko menimbulkan efek kesehatan serius, seperti iritasi kulit, okronosis, dan potensi karsinogenik, sehingga penggunaannya dilarang dalam sediaan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan dan kadar hidrokuinon dalam krim pemutih yang diperoleh dari klinik kecantikan di Kecamatan Alam Barajo, Telanaipura, dan Jambi Selatan, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain eksperimen laboratorium. Sampel krim pemutih dipilih secara purposive sampling dan dianalisis melalui dua tahap, yaitu skrining awal menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk penentuan panjang gelombang maksimum, dilanjutkan dengan analisis kuantitatif menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Analisis KCKT dilakukan menggunakan kolom C18 dengan fase gerak metanol:air (55:45 v/v), laju alir 1 mL/menit, volume injeksi 20 µL, dan deteksi pada panjang gelombang 294 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua sampel krim pemutih dari Kecamatan Alam Barajo terdeteksi mengandung hidrokuinon dengan kadar masing-masing sebesar 0,015% dan 0,067%, sedangkan sampel dari Kecamatan Telanaipura dan Jambi Selatan tidak terdeteksi mengandung hidrokuinon. Temuan ini mengindikasikan bahwa krim pemutih yang dipasarkan melalui klinik kecantikan masih berpotensi mengandung bahan berbahaya yang tidak sesuai dengan regulasi kosmetik yang berlaku. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam kajian keamanan kosmetik serta menegaskan pentingnya pengawasan regulatori dan edukasi konsumen untuk menjamin perlindungan kesehatan masyarakat.