Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RESPON RUMPUT ODOT DENGAN PEMBERIAN PUPUK BOKASHI DARI BERBAGAI JENIS FESES TERNAK: Odot Grass Response to Providing Bokashi Fertilizer from Various Types of Livestock Feces Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Susan Carolina Labatar; Siska Ardita Putri; Irma Ayu Rantika; Miskal Wanimbo; Rifqi Hidayatulloh
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2149

Abstract

Hijauan makanan ternak merupakan sumber pakan utama bagi ternak ruminansia. Sehingga diperlukan perlakuan-perlakuan tertentu agar produktivitas hijauan makan ternak dapat ditingkatkan atau berproduksi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk bokashi dan dosis terbaik untuk pertumbuhan rumput odot. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan kelompok jenis pupuk bokashi (ayam, kambing dan kelinci) dan kelompok dosis (8, 16, dan 32 ton/ha) serta direplikasi sebanyak lima kali. Hijauan makanan ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumput odot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupuk bokashi feses kambing memiliki tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 111,32 ± 9,50 cm; 4,90 ± 0,27 cm; dan 395,98 ± 3,29 g/rumpun, sedangkan dosis terbaik pada 16 ton/ha terhadap tinggi dan diameter tanaman serta berat segar terbaik yaitu 105,59 ± 12,83 cm; 4,47 ± 0,65 cm; dan 388,92 ± 8,21 g/rumpun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pupuk bokashi feses kambing dengan dosis 16 ton/ha menghasilkan respon rumput odot terbaik. Kata kunci: Berat segar, Diameter batang, Hijauan makanan ternak, Tinggi tanaman
Analisis Ekonomis Usaha Kelinci Ras Rex dengan Pemberian Hijaun Makanan Ternak yang Berbeda Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Lukas Lami Mai; Susan Carolina Labatar; Sritiasni Sritiasni; Purwanta Purwanta; Okti Widayati; Poppy Latifah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 2 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i2.521

Abstract

Latar belakang: Usaha ternak kelinci di Manokwari belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat sehingga belum banyak masyarakat yang membudidayakan ternak kelinci dengan tujuan komersialisasi, umumnya masyarakat memelihara ternak kelinci sebagai hewan kesenangan. Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan kelinci jenis ras rex sebanyak 15 (lima belas) ekor. Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pemeliharaan kelinci dengan 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan, selanjutnya hasil pemeliharaan dianalisis ekonominya. Hasil: Hasil penelitian eksperimental untuk pemeliharan kelinci tidak berbeda nyata (P>0,05) pada konsumsi, pertumbuhan dan konversi pakan setiap perlakuan, sedangkan pada analisis ekonomi setiap perlakuan menunjukan nilai yang sama pada biaya, penerimaan, pendapatan, break even point, R/C, rentabilitas, IOFC dan Harga Pokok Produksi. Kesimpulan: Pemberian pakan hijauan makanan ternak yang berbeda pada kelinci tidak berpengaruh terhadap produktifitas kelinci, akan tetapi berdasarkan hasil analisis ekonomi usaha kelinci dinyatakan layak.
Evaluasi Penyuluhan Pemanfaatan Buah Pinang sebagai Pestisida Nabati dalam Mengendalikan Hama Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Sawi di Kampung Mandopi, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari Benang Purwanto; Mariani Ernestina Sehadun; Susan Carolina Labatar
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 2 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i2.557

Abstract

Latar belakang: Ulat grayak (Spodoptera litura F.) adalah salah satu hama daun yang sangat merugikan sebab hama ini bersifat polifag memakan banyak jenis tumbuhan. Buah pinang mengandung berbagai alkaloid, senyawa alkaloid berperan dalam menghambat pertumbuhan hama, yaitu berfungsi sebagai racun perut sehingga menyebabkan keracunan dalam sistem pencernaan hama. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan petani serta efektivitas peningkatan pengetahuan tentang pembuatan pestisida nabati dari buah pinang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani. Data yang terkumpul ditabulasi dan dianalisis berdasarkan hasil quisiner dan uji ketrampilan. Petani responden berjumlah 20 orang yang ditentukan dengan purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani sebesar 1,5 (kategori sangat mengetahui) dan keterampilan petani dalam pembuatan pestisida nabati dari buah pinang masuk dalam kategori terampil, sedangkan efektifitas peningkatan pengetahuan sebesar 96,77% termasuk kategori (efektif). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa setelah dilakukan penyuluhan pembuatan pestisida nabati terjadi pengingkatan pengetahuan petani menjadi sangat mengetahui dan terampil serta pelaksanaannya termasuk dalam kategori efektif.
Evaluasi Penyuluhan Penggunaan Photosynthetic Bacteria (PSB) pada Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Di Kelurahan Anday Kabupaten Manokwari Selatan Benang Purwanto; Susan Carolina Labatar; Feybiola Gaby Gabriela Lontoh
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 1 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i1.817

Abstract

Latar belakang: Pemanfaatan photosynthetic bacteria (PSB) atau bakteri fotosintesis dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hasil tanaman sayuran dengan meningkatkan efisiensi proses fotosintesis. Petani belum banyak yang menggunakan PSB tersebut sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan pengukuran tingkat pengetahuan dan efektivitas penyuluhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan petani serta efektivitas penyuluhan tentang penggunaan bakteri fotosintetik pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) di Kelurahan Anday Manokwari Selatan. Metode: Rancangan penyuluhan menggunakan metode kelompok dengan teknik penyuluhan yaitu ceramah, diskusi dan melakukan demonstrasi cara pembuatan photosynthetic bacteria (PSB). Media yang digunakan yaitu peta singkap dan bahan baku untuk demonstrasi cara pembuatan untuk memperjelas materi yang disampaikan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik accidental sampling atau dilakukan tanpa sengaja pada saat bertemu petani tanaman sawi di lapangan. Sampel yang diambil yaitu petani anggota kelompok Anday Maju berjumlah 20 orang. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terhadap responden dengan nilai rata-rata tes awal (pre test) 50,25 poin, berada pada kategori sedang dan tes akhir (post test) dengan nilai rata-rata 72,5 poin, berada pada kategori tinggi. Evaluasi tingkat keterampilan petani dengan nilai rata-rata 13,6 poin berada pada kategori terampil. Efektivitas peningkatan pengetahuan pada aspek pengetahuan memperoleh presentase 89,89% berada pada kategori efektif. Kesimpulan: Diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani di Kelurahan Anday terhadap penggunaan bakteri fotosintetik pada tanaman sawi (Brassica juncea L.) yang berarti bahwa petani memahami penggunaan PSB.
Nilai Ekonomis Pakan Kelinci dari Limbah Pertanian Berbasis Hay Multinutrient Waffle Lutfiaji Syaefullah, Bangkit; Muhammad Fachry Hidayat; Susan Carolina Labatar; Okti Widayati; Gallusia Marhaeny Nur Isty
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 2 No 2 (2024): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v2i2.1066

Abstract

Latar belakang: Limbah pertanian memiliki potensi yang baik untuk dijadikan pakan ternak kelinci. Karena beberapa limbah pertanian masih memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagus, sehingga bagus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak kelinci. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, dan menggunakan 4 parameter penelitian, yaitu, BEP Produksi, BEP harga, R/C, dan Rentabilitas rasio. Hasil: Hasil dari BEP produksi P1, P2, P3, berturut-turut 5,64, 5,66, 5,67. BEP produksi yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan berat 5,64 kg. Hasil dari BEP harga P1, P2, P3, berturut turut Rp. 4.702, Rp. 4.713, Rp. 4.726. BEP harga yang paling menguntungkan terdapat pada P1 dengan harga Rp. 4.702. Hasil dari R/C rasio P1, P2, P3, berturut-turut 3,77, 3,74, 3,71. Nilai R/C rasio paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 3,77. Hasil Rentabilitas P1, P2, P3 berturut-turut 2,77, 2,74, 2,71. Nilai Rentabilitas paling layak diusahakan terdapat pada P1 yaitu 2,77. Dari 3 percobaan analisis ekonomi hay multinutrient waffle, menunjukan semua percobaan menguntungkan dan layak diusahakan, namun dari 3 komposisi percobaan, ada percobaan yang paling ekonomis yaitu terdapat di P1 karena BEP produksi menunjukan produksi paling rendah yaitu 5,64 kg, kemudian untuk BEP harga mempunyai nominal harga lebih rendah dari percobaan lainnya yaitu Rp.4.702/kg, sehingga lebih cepat untuk mencapai titik impas, kemudian mempunyai nilai R/C rasio 3,77 maka usaha tersebut layak di usahakan, dan Rentabilitas memiliki nilai 2,77 sehingga layak untuk diusahakan. Kesimpulan: Penggunaan limbah pertanian kacang tanah bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai bahan baku pembuatan pakan hay.