Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Desain Rangkaian Sensor dan Driver Motor pada Rancang Bangun Miniatur Pintu Garasi Otomatis Suwitno Suwitno; Irsan Taufik Ali
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 1, No 1 (2016): JET Edisi Februari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v1i1.182

Abstract

Sensor adalah suatu piranti konverter yang mengukur suatu besaran fisik dan mengubahnya ke dalam suatu sinyal yang dapat dibaca dari suatu pemgamatan.Untuk mengoperasikan suatu sistem rancang bangun miniatur pintu garasi yang bekerja secara otomatis dengan menggunakan Programable Logic Control, dalam hal ini perintah keluaran untuk mengeksekusi kerja dari suatu PLC, PLC tersebut membutuhkan sinyal input yang harus diberikan. Dalam hal ini maka dirancangan sistem input yang dapat bekerja secara otomatis terhadap objek yang akan dijadikan objek pengamatan. Dalam Perancangan sistem otomatis tersebut maka dirancang dan dibuat sistem sensor dengan menggunakan sistem pemancar dan sistem penerima. Sistem pemancar merupakan suatu peralatan yang memberi pengamatan terhadap objek yang akan di sensor dengan menggunakan Light Emisi Dioda (LED, kemudian sinyal diterima oleh sistem penerima untuk diteruskan ke bagian masukan Input PLC berupa Light Dependence Colektor (LDR). Sinyal dari LDR digunakan untuk mendriver relay untuk mengaktifkan kontak-kontak relay. Kontak-kontrak relay inilah yang memberi suatu perintah ke input PLC. Sinyal input dari PLC di proses dan keluaran berupa sinyal digital. Agar sinyal ini dapat digunakan maka diperlukan driver untuk menjalankan keluaran, dalam hal ini aktuator yang akan didrver adalah motor dc servo. Karena motor ini dimanfaatkan untuk membuka dan menutup pintu garasi secara otomatis, maka diperlukan suatu sistem penggerak motor sesuai yang diinginkan melalui rangkaian perintah yang saling interloking. Sementara objek output PLC adalah motor servo dc maka perintah interlocking dapat dilakukan dengan mengubah arah polaritas arus jangkar pada rotor mesin servo dc tersebut. Berdasarkan hasil pengujian sistem sensor input dan driver keluaran pada sisi output PLC yang telah dirancang dan dibuat mengindikasikan bahwa rancangan dan pembuatan rangkaian sensor dan driver penggerak motor dc servo bekerja dengan baik
PELATIHAN MICROSOFT OFFICE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI DESA MEKONG Sri Gemawati; Musraini, M; Rike Marjulisa; Ayunda Putri; Irsan Taufik Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 8 No 1 (2024): Oktober
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jpm.v8i1.5253

Abstract

Microsoft Office training for teachers in Mekong Village, West Tebing Tinggi District, aims to enhance teachers' technical competence in using software that is essential for the modern educational process. Skills in Microsoft Word, Excel, and PowerPoint are expected to help teachers optimize the learning process, prepare teaching materials, and carry out administrative tasks more effectively. This training is highly relevant, especially for teachers in remote areas where the use of technology is often limited but very much needed to support more interactive learning and better-organized administration. The training is conducted face-to-face with a combination of lectures and hands-on practice, designed to ensure participants can understand and apply the material well. The training is conducted face-to-face with a combination of lectures and hands-on practice, designed to ensure participants can understand and apply the material well. Teachers are trained in the use of important Microsoft Office features, such as creating mass mailings using mail merge in Word, analyzing student grade data in Excel with formulas like IF, VLOOKUP, and HLOOKUP, and creating interactive presentations in PowerPoint. With this method, the transfer of knowledge and skills occurs optimally, and participants can immediately apply the knowledge they have gained in the context of their daily work. The evaluation of the training results shows a significant improvement in participants' competencies, with an average increase of 25% based on pre-test and post-test results. In conclusion, face-to-face Microsoft Office training has proven effective in enhancing teachers' technical skills. For further development, it is recommended to have advanced training with a longer duration and more in-depth material, so that teachers are better prepared to face technological challenges in the world of education.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kegiatan Olahraga, Pemeriksaan Kesehatan Lansia, Dan Pemanfaatan Limbah Kulit Pinang Menjadi Biobriket Di Desa Seberang Tembilahan Nazwa Azura Yasmin; Irsan Taufik Ali; Nawa Afifah; Adelia Putri; Dea Ananda; Izhar Ibnu Fahmi; Oktavia Rahmadhani; Muhammad Genadi; Triana Suci Amanda; Tasya Nofa; Arie Styawan
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 3 (2026): Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i3.1073

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau dilaksanakan sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan, teridentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu rendahnya aktivitas sosial antarwarga, minimnya kesadaran kesehatan pada kelompok lanjut usia, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah kulit pinang hasil perkebunan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory action research dengan tiga program utama, yaitu turnamen bola voli antarkampung, pemeriksaan kesehatan lansia melalui posyandu, dan pelatihan pengolahan limbah kulit pinang menjadi biobriket. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa turnamen bola voli berhasil meningkatkan interaksi dan kebersamaan antarwarga, kegiatan posyandu lansia meningkatkan akses dan kesadaran masyarakat lanjut usia terhadap layanan kesehatan, serta pelatihan biobriket memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai ekonomi. Ketiga program tersebut saling melengkapi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dari aspek sosial, kesehatan, dan lingkungan, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.