Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Variasi Girder Terhadap Perilaku Struktur Atas Jembatan Beton Prategang Akibat Gempa Horizontal Septiano H.E. Tefa; Dantje A.T Sina; Andi Kumalawati
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.144 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i1.6624

Abstract

Earthquakes are dangerous natural disasters and cause damage on a large scale. Therefore, this study aimed to determine the mass participation of the structure, structure capacity, and performance levels. The analysis was carried out based on the spectral response, pushover, and FEMA-356 methods. In anticipation of the damage, the design of earthquake-resistant structures has become essential in structural design, especially in the bridge structure design. The bridge samples in this study were type I prestressed concrete bridges with a length of 37 m and a width of 4 m using ten variations of girders located at the Temef Dam. The results obtained are the most critical structural conditions occur in the transverse direction. The base shear maximum capacity is more significant in the longitudinal direction than in the transversal direction. The maximum displacement capacity is higher in the transversal direction than in the longitudinal direction. The effect of cross-sectional area and cross-sectional inertia of the beam girder on the structural’s capacity is the greater the cross-sectional area and inertia of the beam girder, the greater the capacity of the structures. All of The structure performance levels were Immediate Occupancy (IO).
Studi Perbandingan Penulangan Balok dan Kolom pada Gedung Biro Logistik POLDA NTT Berdasarkan SNI Gempa 2012 dan SNI Gempa 2019 Hernanda A.S. Manalu; Dantje A.T. Sina; Dolly W. Karels
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.521 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.6741

Abstract

Dalam penelitian ini hendak dilakukan perbandingan analisis gempa dinamik berdasarkan SNI Gempa 2012 dan SNI Gempa 2019 menggunakan software ETABS2016, untuk mengetahui pengaruhnya terhadap luas tulangan balok dan luas tulangan kolom. Gedung yang ditinjau adalah gedung Biro Logistik POLDA NTT, gedung dibuat menjadi 4 variasi tingkat yaitu 3 tingkat, 4 tingkat, 5 tingkat dan 6 tingkat, untuk mengetahui pengaruh analisis gempa terhadap luas tulangan akibat variasi kenaikan tingkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas tulangan untuk semua variasi tingkat dengan SNI Gempa 2019 lebih besar dari SNI Gempa 2012. Perbedaan luas tulangan rata-rata longitudinal balok sebesar 461 mm2, sedangkan perbedaan luas tulangan terbesar longitudinal balok terdapat pada balok B5A sebesar 1614 mm2. Perbedaan luas tulangan rata-rata geser balok sebesar 454 mm2/m, sedangkan perbedaan luas tulangan terbesar geser balok terdapat pada balok B5A sebesar 1460 mm2/m. Perbedaan luas tulangan rata-rata utama kolom sebesar 4448 mm2, sedangkan perbedaan luas tulangan terbesar utama kolom terdapat pada kolom K2 sebesar 6943 mm2. Perbedaan luas tulangan rata-rata geser kolom sebesar 1099 mm2/m, sedangkan perbedaan luas tulangan terbesar geser kolom terdapat pada kolom K4 sebesar 1904 mm2/m. Selanjutnya didapat perbandingan kenaikan luas tulangan rata-rata longitudinal balok antar variasi tingkat adalah 2,25. Perbandingan kenaikan luas tulangan rata-rata geser balok antar variasi tingkat adalah 1,43. Luas tulangan utama kolom antar variasi tingkat pada SNI Gempa 2012 tidak terdapat kenaikan luas tulangan, sehingga tidak dapat dibandingkan. Perbandingan luas tulangan rata-rata geser kolom antar variasi tingkat adalah 1,90.
Pengaruh Waktu Perendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Menggunakan Semen Kupang dengan Bahan Tambah Fly Ash Maria Magdalena Siba; Dantje A. Sina; H.A Hidayat Rizal
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.7150

Abstract

Bangunan yang terdapat di daerah sekitaran laut seperti pelabuhan, pemecah ombak dan jembatan perlu dilakukan perawatan beton (curing) terhadap air laut. Air laut sendiri memiliki kandungan garam sebanyak 3,5% yang dapat menggrogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini di sebabkan kandungan Clorida (Cl) yang begitu tinggi pada air laut merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain termasuk beton. Maka diberikan bahan penambahan fly ash pada beton bangunan air laut yang berfungsi sebagai penutup rongga­-rongga pada beton dan dapat meningkatkan kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tekan beton dan pengaruh umur perendaman terhadap merek Semen Kupang dengan penambahan variasi fly ash sebanyak 4 sampel dengan komposisi berbeda yaitu 0%, 20%, 40% dan 60% serta menggunakan variasi perendaman dalam air laut selama 28 hari, 60 hari, dan 90 hari. Perancangan campuran beton ini menggunakan SK SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil pengujian kuat tekan beton yang berumur 28 hari, dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 21,57 MPa, 21,99 MPa, 20,19 MPa dan 19,53 MPa. Kuat tekan beton yang berumur 60 hari dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 25,67 MPa, 25,86 MPa, 20,76 MPa dan 20,19 MPa. kuat tekan beton yang berumur 90 hari dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 21,33 MPa, 20,51 MPa, 20,38 MPa dan 19,63 MPa. Berdasarkan hasil pengujian, nilai kuat tekan tertinggi dan terendah adalah pada persentase fly ash 20% pada umur 60 hari dan persentase fly ash 60% pada umur 28 hari.
Studi Kinerja Manajemen Konstruksi pada Proyek Pembangunan Kantor DPRD Sabu Raijua Klau, Maria M. Julita; Rizal, A. Hidayat; Sina, Dantje A.T.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i2.12098

Abstract

In implementing a project, it is inevitable that various problems will slowly arise which will result in delays, decreased quality, and increased implementation costs. So this is a serious challenge, how will the problem be solved with the work system implemented so that the Sabu Raijua Regency DPRD office project can continue according to the initial plan. This study aims to determine the implementation of the construction management work system, determine the factors that influence the construction management work system and determine the actions that need to be taken in implementing the construction management work system using descriptive statistical analysis methods and quantitative analysis. The results showed that the perceptual analysis resulted in a percentage value of 63%. From the results of the analysis of the mean and IKR, it was found that the factors that influence the work system based on the most influential management functions are the evaluation, actuating, organizing, planning, and controlling functions. As for the actions that need to be taken in implementing work systems that are most influential based on management functions are the evaluation, organizing, planning, actuating, and controlling functions.
Evaluasi Saluran Drainase Dalam Menanggulangi Banjir Pada Kawasan Jalan Gua Lourdes Kota Kupang Laka, Marciana Febronia Yaya; Sina, Dantje A. T.; Bunganaen, Wilhelmus
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v9i1.1203

Abstract

Drainase pada ruas jalan Gua Lourdes, Kelurahan Oetete, Kota Kupang sering mengalami luapan banjir pada waktu musim penghujan. Kondisi ini menyebabkan banjir pada jalan dan daerah disekitar lokasi tersebut. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan saluran drainase pada daerah pengamatan dalam mengalirkan debit banjir pada kala ulang yang ditinjau yaitu kala ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Panjang saluran yang ditinjau ke hulu 143 m dan ke hilir 188 m yang dibagi dalam 7 segmen. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan debit banjir rancangan (Q) dan debit banjir pada saluran drainase eksisting (Qs). Hasil perhitungan debit banjir rancangan (Q) diperoleh dengan menjumlahkan debit banjir air hujan (Qah) dengan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu dan debit air kotor (Qak). Hasil yang diperoleh pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun adalah 86,142 m3/det, 118,641 m3/det, 150,152 m3/det, 181,881 m3/det, 208,075 m3/det, dan 234,292 m3/det. Sedangkan hasil perhitungan untuk debit banjir saluran drainase eksisting pada tiap segmen yaitu 30,629 m3/det, 20,387 m3/det, 27,906 m3/det, 26,248 m3/det, 22,038 m3/det, 16,927 m3/det, 53,259 m3/det. Sehingga setelah dilakukan evaluasi, diperoleh kondisi dimana debit banjir rancangan lebih besar daripada debit saluran drainase eksisting (Q>Qs) untuk setiap kala ulang. Oleh karena itu, penampang saluran drainase eksisting pada lokasi yang ditinjau tidak dapat menampung debit banjir rancangan pada kala ulang 2, 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Untuk itu, perlu dilakukan perencanaan ulang pada saluran tersebut dengan menggunakan ukuran penampang dimensi saluran yang paling ideal yaitu pada kala ulang 2 tahun sehingga diperoleh kondisi dimana saluran drainase dapat menampung kapasitas debit banjir rancangan.
Evaluasi Kinerja Embung Kecil di Kabupaten Ende Melani, Maria Agustina Henny; Udiana, I Made; Sina, Dantje Arie Tresna
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v9i1.1157

Abstract

There are 23 small dams in Ende Regency that have experienced decline in function which affects the purpose of building the reservoir, namely to fulfill the needs of household clean water, crops, and livestock. The research aims to evaluate the performance of small dams in Ende Regency based on four aspects, physical aspects, utilization aspects, operational and maintenance (O&M) aspects and organizational management aspects. The performance of the reservoirs in terms of physical aspects using the Observation and Documentation Method, utilization aspects, O & M aspects and organizational management aspects using the Questionnaire Method. The results obtained the percentage of small reservoir performance in terms of physical aspects with unfavorable reservoir conditions amounted to 62.62%. The percentage of utilization aspects is 53.60%. The percentage value of the O & M aspect of 55.40% is not good. The percentage of organizational management aspects is 51.83% in poor condition. From the four aspects reviewed, it was found that the performance of small dams in Ende Regency had decreased founction by 62,62%. The solution to overcome the decline in the function of the small dams is the rehabilitation of the components of the dam, improvement of road access and subsidies and the establishment of a water user organization to coordinate all activities related to harvesting
Perencanaan Saluran Drainase Jalan Raya (Studi Kasus Jalan Farmasi dan Jalan Bumi I Kota Kupang) Remi Dita, Adi Yavael; Udiana, I Made; Sina, Dantje A.T
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v9i1.1199

Abstract

Jalan Farmasi dan Jalan Bumi I yang terletak di Kelurahan Liliba dan Keluarahan Oesapa Selatan memiliki pemukiman yang cukup padat. Tidak tersedianya saluran drainase menyebabkan terjadinya genangan dipermukaan jalan apabila terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan perencanaan saluran drainase serta bangunan-bangunan pelengkap apabila diperlukan. Data hujan yang digunakan diambil dari 3 pos hujan, yaitu Pos Hujan Lasiana, Eltari dan Tarus selama 20 tahun (2002-2021). Data hujan harian dianalisa curah hujannya kemudian dilakukan uji parameter statistik dan uji kecocokan, maka metode Log Pearson Tipe III layak dipakai dalam perencanaan saluran dengan kala ulang 5 tahun serta besar curah hujan harian adalah 139,014 mm. Debit rencana diperoleh dari debit air hujan (QAH) ditambah dengan debit air kotor buangan penduduk (QAK), debit rencana setiap saluran berbeda-beda, berkisar antara 0,036 m3/dtk sampai 6,959 m3/dtk. Saluran drainase yang akan direncanakan terdapat 152 saluran dengan dimensi rata-rata, yakni (H) = 0,750 m dan (b) = 0,690 m. Sedangkan bangunan pelengkap terdiri dari Gorong-gorong, bak penampung dan inlet saluran drainase. Bangunan pelengkap juga memiliki dimensi yang bervariasi. Gorong-gorong yang direncanakan terdapat 82 bangunan dengan dimensi rata-rata, yakni (d) = 0,657 m, Bak penampung yang akan direncanakan terdapat 67 bangunan dengan dimensi rata-rata, yakni (H) = 1,192 m dan (b) = 0,570 m, dan inlet saluran drainase direncakan dengan dimensi (d) = 0,100 m dan (L) = 0,200 m.
Studi Perencanaan Sumur Resapan Untuk Menanggulangi Banjir Di Kelurahan Oesapa Kota Kupang Adoe, Jonathan; Udiana, I Made; Sina, Dantje A.T
JUTEKS : Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2024): JUTEKS (Jurnal Teknik Sipil)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32511/juteks.v9i1.1209

Abstract

Sumur resapan merupakan salah satu cara untuk meminimalisir banjir pada perumahan maupun badan jalan. Sumur resapan berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh dari atap rumah, kemudian air hujan tersebut akan diserap ke dalam tanah secara perlahan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari volume andil banjir dari setiap atap rumah yang akan ditampung oleh sumur resapan pada rumah-rumah di Kelurahan Oesapa untuk meminimalisir genangan yang terjadi pada jalan Timor Raya KM. 9 sampai KM. 10. Dalam penelitian ini menggunakan data curah hujan 20 Tahun terakhir dari stasiun pos hujan Tarus, Perhitungan debit banjir rencana menggunakan metode Gumbel Tipe I dan metode Log Pearson Tipe III, dari hasil uji parameter statistik dan uji kecocokan kedua metode tersebut layak untuk digunakan sehingga dipakai curah hujan rencana terbesar yaitu metode Gumbel Tipe I. dalam perhitungan debit rencana dipakai kala ulang 2 Tahun dengan besar curah hujan harian 41,1294 mm. Dari hasil perhitungan debit rencana lebih besar dari debit saluran drainase eksisting yaitu sebesar 1,2753 /dtk > 1,0608 /dtk, sehingga perlu dibuat sumur resapan agar mampu menahan sebagian debit banjir rencana yang masuk ke saluran drainase yang ada agar air tidak meluap dari saluran drainase ke badan jalan. Sampel tanah pada lokasi studi diambil untuk uji permeabilitas di Laboratorium. Berdasarkan pengujian tersebut diperoleh koefisien permeabilitas tanah (K) adalah 5,78 x cm/detik. Selanjutnya dari peta kontur dapat ditentukan titik rumah yang akan direncanakan sumur resapan. Berdasarkan data yang telah dianalisis menggunakan Metode SNI-03-2453-2002, diperoleh dimensi sumur resapan berbentuk lingakaran dengan diameter 1,40 m dan kedalaman sumur resapan sesuai dengan volume andil banjir yang berbeda-beda dari setiap atap rumah. Sebagai contoh untuk rumah I dengan tipe 15 x 11,5 memiliki diameter sumur resapan 1,40 m dengan kedalaman sumur 3,00 m dengan. Hasil perhitungan diperoleh 130 buah sumur resapan untuk 130 rumah dengan kedalaman yang bervariasi. yaitu kedalaman 1 m (7 buah); 1,5 m (13 buah); 2 m(16 buah) untuk sumur resapan tunggal, sedangkan untuk kedalaman 2,5 m (17 buah); 3 m (9 buah); 3,5 m (13 buah); 4 m (11 buah); 4,5 m (6 buah); 5 m (5 buah); 5,5 m (3 buah); 6 m (2 buah); 6,5 m (3 buah); 7 m (1 buah); 7,5 m (4 buah); 8 m (4 buah); 8,5 m (3 buah); 9 m (2 buah); 9,5 m (1 buah); 10 m (4 buah); 10,5 m (1 buah); 11 m (1 buah); 12 m (2 buah); 12,5 m (1 buah) dan 13 m (1 buah) untuk jenis sumur resapan paralel. Karena dari hasil perhitungan diperoleh kedalaman > 2,00 m maka akan dibangun sumur resapan mulai dari kedalaman 1,00 m – 2,00 m sampai kedalaman terpenuhi. Debit banjir rencana yang terjadi sebesar 1,2753 /dtk setelah ada sumur resapan berkurang menjadi 1,0533 /dtk, sehingga mampu mereduksi banjir sebesar 17,30 %.
Pemilihan Moda Transportasi Umum dan Transportasi Online di Kabupaten Kupang Rizal, Andi Hidayat; Bani, Thymoty Patrick; Sina, Dantje A. T.; Kumalawati, Andi
WARTA ARDHIA Vol 49, No 2 (2023)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v49i2.548.60-68

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat mengakibatkan terjadinya pergeseran penggunaan transportasi umum konvensional menjadi sistem online. Wilayah Kecamatan Kupang Tengah memiliki populasi yang tinggi dan umumnya bekerja dalam bidang pekerjaan kantoran, perdagangan, dan pendidikan ke Kota Kupang. Hal tersebut mengakibatkan tingkat kemacetan meningkat karena ketersediaan rute yang dilalui transportasi umum sangat terbatas dan jumlah kendaraan pribadi yang melalui jalur tersebut juga cukup tinggi. Hal ini juga menjadikan transportasi umum online menjadi alternatif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kriteria oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah yang menjadi prioritas saat melakukan perjalanan dalam menggunakan transportasi umum; (2) mengetahui persentase pemilihan moda transportasi umum antara transportasi umum dan transportasi online dari setiap kriteria di Kecamatan Kupang Tengah; dan (3) mengetahui perbandingan prioritas dalam pemilihan transportasi umum dan transportasi online. Metode penelitian dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process, di mana pertimbangan kriteria yang diukur antara lain: Biaya, Keamanan, Kenyamanan, Waktu Tempuh, dan Ketersediaan. Analisis data diperoleh dengan cara memberikan kuesioner  kepada masyarakat yang berpotensi menggunakan transportasi umum, lalu data tersebut diolah dengan bantuan software Ms. Excel. Hasil yang dicapai dari penelitian: (1)  Kriteria prioritas oleh masyarakat Kecamatan Kupang Tengah dalam melakukan perjalanan meliputi keamanan, ketersediaan, kenyamanan, waktu tempuh, dan biaya; (2) Alternatif transportasi umum yang menjadi prioritas antara lain: kriteria biaya yang menjadi prioritas adalah transportasi umum, kriteria keamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria kenyamanan yang menjadi prioritas adalah transportasi online, kriteria waktu tempuh yang menjadi prioritas adalah transportasi online, dan kriteria ketersediaan yang menjadi prioritas adalah transportasi online; (3) Persentase perbandingan pemilihan moda transportasi umum dan transportasi online di Kecamatan Kupang Tengah adalah 1:4; dan transportasi online lebih diprioritaskan dibandingkan dengan transportasi umum pada masyarakat Kecamatan Kupang Tengah.
STUDI KARAKTERISTIK TANAH SEDIMEN PADA PROYEK PEKERJAAN BENDUNGAN TEMEF Sir, Tri Mardiyati W; Sina, Dantje A. T.; Baeng, Thomas K
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2024): Vol 7, No 1 (2024 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 202
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v7i1.12687

Abstract

Tanah untuk bendungan urugan homogen perlu memenuhi beberapa persyaratan. Sampel tanah uji merupakan tanah endapan pada proyek pekerjaan Bendungan Temef. Secara visual  dilapangan merupakan tanah berbutir halus yang dapat menampung air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah endapan serta kelayakannya untuk dijadikan material inti pada bendungan urugan yang didasarkan pada desain inti lempung Bendungan Temef. Metode penelitian berupa observasi pada pengujian sifat fisik dan mekanis tanah melalui pengujian laboratorium. Hasil pengujian yang didapat menunjukan beberapa karakter fisik dan mekanis dari tanah sedimen tidak memenuhi syarat yaitu klasifikasi tanah menurut USCS adalah ML sedangkan pada desain adalah tanah CH. Nilai berat spesifik (Gs) , batas cair (LL) dan indeks plastisitas (IP)  lebih rendah dari nilai desain. Koefisien permeabilitas 1,3 x 10-5 cm/detik lebih besar dari desain. Berat isi kering maksimum 1,35 g/cm3 lebih rendah dari desain dengan kadar air optimum sebesar 33,55%, kohesi tanah berdasarkan uji DST yaitu 0,09 kg/cm2, dan sudut geser dalam(Φ) 9,94o mempunyai nilai lebih rendah dari rencana desain. Ditinjau dari aspek kemudahan pekerjaan, tanah ini sulit untuk dipadatkan karena sifat kapilaritasnya yang tinggi sehingga dengan penambahan sedikit air menjadi lembek dan lengket. Dengan demikian tanah sedimen tersebut tidak memenuhi syarat sebagai material inti bendungan urugan.