Frits O. P. Siregar
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

MEMORIAL PARK DI MANADO “FENG SHUI DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR” Loho, Jonathan B.; Siregar, Frits O. P.; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia akan mengalami siklus kehidupan, mulai dari lahir hingga meninggal, bukan hanya manusia yang hidup yang membutuhkan lahan, bahkan Manusia yang telah meninggal pun membutuhkan lahan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Kondisi pemakaman yang ada sekarang ini khususnya di Kota Manado kurang mendapatkan perhatian, dilihat dari kondisi pemakaman yang bertumpuk tumpuk, kotor dan tak terawat mengakibatkan dibutuhkannya kompleks pemakaman yang dikelola secara profesional. Maka diperlukan adanya pemakaman yang berkonsep feng shui serta memiliki fasilitas fasilitas penunjang.Feng shui merupakan ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan antara manusia dan lingkungan, feng shui sangat memperhatikan tata letak dan penyatuan antara seseorang dan aktifitas, bangunan sebagai tempat orang itu berada dan lingkungan disekitar bangunan.dengan memperhatikan elemen elemen feng shui seperti kayu, api, logam, air, tanah yang diterapkan melalui pencocokan elemen dengan aktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga terciptanya suatu area pemakaman yang memiliki konsep kembali ke alam dengan memperhatikan perancangan ruang luar sesuai dengan feng shui itu sendiri dan juga memperhatikan filosofi yang ada tentang pemakaman itu sendiri. Kata Kunci : Meninggal, Pemakaman, Feng Shui
OFFICE PARK DI MANADO (UNFOLDING ARCHITECTURE) Mailoor, Felicia M.; Siregar, Frits O. P.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas-fasilitas penunjang perdagangan dan jasa di Sulawesi Utara menyebabkan perlunya suatu sarana atau wadah yang dapat menampung dan mengorganisir serta mengembangkan kegiatan dalam bidang perkantoran atau bisnis di Kota Manado. Semakin berkurangnya ruang terbuka hijau di tengah kota, menjadi salah satu fasilitas yang dibutuhkan dalam perkembangan pembangunan yang terjadi di Kota Manado dewasa ini. Ditinjau dari hal diatas maka Kota Manado memerlukan sarana atau wadah yang dapat mengembangkan kegiatan perkantoran, maka dihadirkan Office Park sebagai wadah atau sarana yang dapat mengorganisir kegiatan perkantoran dan perniagaan dengan fasilitas-fasilitas pendukung. Dengan menghadirkan “park” dalam objek, akan menghadirkan nuansa yang baru dalam pembangunan objek sejenis dan dapat berkontribusi pada pembangunan daerah hijau di tengah kota. Tema Unfolding Architecture akan dipakai sebagai acuan dan strategi perancangan. Dengan menghadirkan bentuk yang meliuk pada bentuk objek memberikan daya tarik yang lain dari bentuk objek yang sama pada umumnya dan dapat menghadirkan bentuk objek yang lebih atraktif.Kata Kunci: Office, Park, Unfolding.
HOTEL BISNIS DAN PUSAT KONVENSI DI MANADO “MORPHOGENESIS IN ARCHITECTURE” Hanry, Irwan; Siregar, Frits O. P.; MT, Surjono
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado adalah salah satu kota yang sangat pesat perkembangannya, mulai dari sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa serta pembangunannya yang semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis  berada pada lingkaran pasifik yang strategis sebagai pintu masuk ke ekonomi global. Selain itu usaha Pemerintah Kota Manado untuk memperkenalkan sebagai Kota tujuan pariwisata dan bisnis mulai dari penyempurnaan perizinan investasi bagi para investor lokal maupun asing untuk dapat berinvestasi didalamnya.  Melihat peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado maka timbul gagasan perencanaan Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi berlokasi dipusat Kota Manado, yang mengacu dari  kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara. Dalam perancangan objek Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado dengan tema ?Morphogenesis In Architecture? konsep ini mencakup  evolusi pada konsep desain bangunan diharapkan dapat mampu beradaptasi dengan penekanan trasformasi bentuk gubahan dengan mempertimbangkan permodelan dalam bentuk bangunan yang dinamis, sehingga desain yang dihasilkan tidak hanya menjadi desain yang kaku dan monoton, tapi juga dapat menjadi desain yang baik dan memperhatikan standar dan kebutuhan ruang yang ada.Kehadiran Hotel Bisnis dan Pusat Konvensi di Kota Manado diharapkan dapat memberikan fasilitas akomodasi yang baik dan lengkap bagi para tamu dengan berbagai tujuan yang berbeda-beda.                Kata kunci           : Kota Manado, Hotel Bisnis, Konvensi, Architecture Morphogenesis
STADION SEPAK BOLA DI MANADO. Struktur sebagai Estetika Runtulalo, Novelinda E.; Suryono, .; Siregar, Frits O. P.
MEDIA MATRASAIN Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak Bola sudah menjadi olahraga yang begitu terkenal di dunia, popularitas olahraga ini sudah sangat banyak menarik perhatian masyarakat diseluruh dunia, tak terkecuali masyarakat yang ada di Manado, Sulawesi Utara. Banyaknya minat-minat masyarakat maka dari itu dibutuhkan Stadion olahraga Sepak Bola yang layak. Dilihat dari stadion yang ada di Kota Manado yang masih belum memadai dari segi kualitas maupun fasilitas serta dari segi kapasitas yang belum memenuhi standart. Perancangan Stadion olahraga Sepak Bola di Manado menjadi salah satu cara dan solusi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menjadi wadah yang representatif untuk meningkatkan kembali prestasi-prestasi dunia olahraga Sepak Bola di Sulawesi Utara.          Perancangan Stadion Sepak Bola tersebut mengangkat tema “Struktur sebagai Estetika” sebagai ciri khas dari objek perancangan, dan dapat memberikan kesan yang kuat dan kokoh untuk objek tersebut, sehingga menghasilkan suatu karya bangunan yang mempunyai daya tarik tersendiri dengan cara menonjolkan struktur yang mempunyai nilai estetika yang tinggi. Kata Kunci : Stadion, Sepak Bola, Struktur, Estetika
GEDUNG LATIHAN DAN PERTUNJUKANPADUAN SUARA DI MANADO Bawembang, Fransisca J.; Siregar, Frits O. P.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 No.2 November 2014
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi pelaku seni paduan suara dari berbagai usia meningkat drastis dari tahun ke tahun, dibuktikan dengan lahirnya berbagai kelompok sanggar, Paduan Suara Mahasiswa, dan Paduan Suara Gerejawi. Jumlah kelompok paduan suara di dunia semakin hari semakin bertambah dengan kebutuhan yang meningkat pula. Paduan suara adalah seni bernyanyi secara kelompok dengan memadukan lebih dari satu jenis dan warna suara manusia. Pesatnya perkembangan paduan suara berdampak baik bagi pelaku aktifitas seni ini karena bernyanyi adalah suatu kegiatan positif yang selayaknya didukung dan difasilitasi. Kebutuhan yang paling mendasari aktifitas seni ini mengacu pada teknis dan non teknis. Secara teknis, pelatihan adalah yang terpenting, dan membutuhkan wadah untuk berlatih secara non teknis. Seni paduan suara tidak akan pernah dinikmati jika tidak ditampilkan dalam suatu bentuk pertunjukan. Inilah yang membuat paduan suara istimewa, karena semua hal yang berbau seni identik dengan show. Sebagai kota yang sedang berkembang dari berbagai sektor termasuk seni dan kebudayaan, Manado memiliki potensi yang terbilang unggul dari kota-kota lainnya di Indonesia dalam hal menggali bakat bernyanyi, apakah itu individual maupun berkelompok seperti vocal group dan/atau paduan suara. Sebagai ‘sarang paduan suara’ di Indonesia, Manado menjadi unik dan menarik. Semakin lengkap rasanya karena didukung penuh oleh pihak Pemerintah dalam menjadikan seni paduan suara sebagai aset Kota. Perancangan wadah untuk memfasilitasi aktifitas seni paduan suara di Manado merupakan tujuan dari perpaduan geometri dan teknologi yang mengacu pada tema simbiosis. Merasa tetantang dengan konsep perancangan tematik, perancang berinovasi dengan objek perancangan konseptual yang merupakan kebutuhan yang paling dicari di Kota saaat ini, sehingga dalam kajian ini mampu menghadirkan Gedung Latihan dan Pertunjukan Paduan Suara di Manado seperti yang dimaksud. Kata kunci : Paduan Suara, Simbiosis Latihan–Pertunjukan
MALL KECANTIKAN DI MANADO (Building As Capital Investment) Lumantouw, Julita A.; Siregar, Frits O. P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 No.3 November 2013
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mall adalah kata serapan dari bahasa Inggris “Mall” yang diterjemahkan menjadi gedung atau kelompok gedung yang berisi macam-macam toko yang dihubungkan oleh lorong/koridor (jalan penghubung). Istilah Mall kemudian digunakan untuk suatu kawasan belanja yang terdapat dalam suatu gedung/kompleks yang dinaungi oleh atap. Mall dihadirkan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, juga dapat menjadi sarana interaksi sosial. Pengunjung yang datang di mall sebagian besar adalah wanita dengan tujuan untuk perawatan kecantikan, berbelanja dan refreshing. Mall ini dirancang khusus untuk menggabungkan semua hal tentang kecantikan juga sebagai tempat hiburan dan rekreasi yang tersedia dalam satu bangunan. Dengan adanya Mall Kecantikan ini masyarakat dimudahkan untuk menjangkau kebutuhan mereka dalam hal kecantikan dalam satu bangunan. Dalam perancangan Mall Kecantikan Di Manado ini, menggunakan tema “Building as Capital Investment” yakni dengan menerapkan prinsip-prinsip Capital Investment sehingga diharapkan dari hasil penerapan tersebut bangunan dapat menjadi suatu investasi modal, sehingga akan muncul suatu desain yang dapat memberikan keuntungan bagi pemilik bangunan. Untuk menghadirkan objek desain ini, perancangan melewati proses seperti pendekatan tema Building as Capital Investment,pendekatan tipologi objek, pendekatan analisis tapak,  kerangka pikir serta metode pengumpulan data. Hasil rancangan Mall Kecantikan Di Manado mengacu pada tema desain Building as Capital Investment dengan konsep aplikasi tematik yakni berada pada lokasi yang strategis, memiliki visibilitas yang baik, kemudahan akses menuju objek rancangan, memiliki karakter / Citra (Brand Image) sebagai mall terspesialisasi/khusus yang menangani layanan dan produk tentang kecantikan, menerapkan prinsip kenyamanan bangunan yaitu kenyamanan termal, kenyamanan pencahayaan kenyamanan audio, dan kenyamanan sirkulasi didalam maupun diluar bangunan. Menyediakan semua kebutuhan tentang kecantikan yang tersedia dalam satu bangunan, juga menyediakan fasilitas lainnya seperti fasilitas entertainment (restoran dan cafe) dan fasilitas penunjang guna mendukung aktifitas di dalam bangunan. Kata Kunci           : Mall, Kecantikan, capital Investment
SHOPPING MALL DI MANADO “UNDERGROUND ARCHITECTURE” Sibula, Devid; Siregar, Frits O. P.; Tilaar, Sonny
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 No.2 November 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai kota yang sedang berkembang pesat serta ditunjang oleh keberadaannya sebagai pusat perdagangan di Indonesia Timur, serta pintu masuk ke kawasan ekonomi global, khususnya di Asia Pasific, maka Kota Manado adalah pasar potensial yang sangat menjanjikan bagi investor pusat perbelanjaan. Ini terlihat dari daya beli masyarakat yang sangat kritis terhadap suatu produk terbaru. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan konsumen sangat diharapkan untuk pembangunan pusat perbelanjaan yang merata untuk setiap wilayah pengembangan wilayah Kota Manado. Pembangunan bangunan komersial seperti Shopping Mall adalah salah satu cara untuk memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat dalam belanja. Pendekatan Underground Architecture akan membuat berbeda dengan pusat perbelanjaan pada umumnya di Manado. Keberadaan konsep Underground Architecture akan membuat bangunan Shopping Mall di Manado ini terlihat lebih ramah lingkungan dan unik serta sebagai salah satu jalan keluar untuk penyediaan KDH ketika semua lahan telah dipakai untuk diinvestasikan. Kata kunci : Shopping Mall, Manado, Underground Architecture.
EKSPRESI MATERIAL PADA SELUBUNG RUANG SEBAGAI MEDIA HADIRNYA PENGALAMAN ARSITEKTUR Taaluru, Stenly Yerli; Siregar, Frits O. P.
MEDIA MATRASAIN Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material merupakan salah satu elemen yang tidak dapat dipisahkan dari arsitektur. Material mampu mendefinisikan ruang, membentuk karakter bangunan hingga mampu membawa pengguna bangunan pada tingkat pengalaman puitis. Material dengan demikian merupakan salah satu medium dalam menghadirkan pengalaman arsitektur. Pengalaman arsitektur ialah berbicarakan tentang bagaimana arsitektur dialami secara nyata melalui pengalaman sensoris kesatuan indera penglihatan, pendengaran, penciuman dan perabaan. Kecenderungan gerakan arsitektur modern yang lebih menyukai penggunaan material untuk menghasilkan efek abstraksi yang imaterial, dan di sisi lain arsitektur post-modern yang menjadikan sistem tanda dan informasi sebagai pengalaman arsitekturalnya mengarahkan kita pada keadaan dimana arsitektur seolah jauh dari sesuatu yang nyata, dan pula menciptakan pengalaman arsitektur yang hanya pada tingkatan persepsi visual semata. Ekpresi material dapat menjadi medium hadirnya pengalaman arsitektur yang menyeluruh, dimana pengalaman tersebut tidak sekedar pengalaman persepsi visual dari indera penglihatan, namun merupakan suatu kesatuan pengalaman antara indera penglihatan, peraba, pendengaran dan penciuman, yang pada akhirnya menjadikan arsitektur tidak hanya dapat dilihat tapi lebih dari itu dapat dialami. Kata kunci : ekspresi, material, pengalaman arsitektur
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP DAYA DUKUNG HABITUASI KOTA PALU PASCA BENCANA TAHUN 2018 Kokalinso, Febrianti Margaretha; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O. P.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster is an event or series of events that threaten and disrupt people's lives caused by both natural and/or non-natural factors including human actions, resulting in human casualties, environmental damage, property losses and psychological impacts. The traumatic experience as a result of the disaster can basically change the perception of the local community regarding the existence of their place of residence where the disaster has occurred. The analytical method used is the Likert scale, simple description, Spearman rank test and chi square test. Liker scale analysis is used for manual calculations using a formula to measure the opinions of each respondent, simple description analysis makes conclusions from the results of the questionnaire. Meanwhile, the chi square test and the rank of separman are used to find out how far the consistency of people's answer choices is related to perceptions, preferences and affection. The results of the study show that they can still survive or habituated in the city of Palu as long as the community can support each other, then they still choose to stay in the city of Palu by having the ability to seek mitigation properly and correctly. Keywords:Public perception, Likert scale, Spearman rank test and chi square test.
A STUDY OF CHANGES IN THE SPATIAL STRUCTURE OF BITUNG CITYBASED ON INDICATORS OF PEOPLE MOVEMENT PATTERNS, RELATED TO THE COVID-19 PANDEMIC Tangkudung, Fitri Meylinda; Rogi, Octavianus H. A.; Siregar, Frits O. P.
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bitung City, as an urban area, is characterized as a cluster of built-up areas that are relatively dense and has several residential concentration clusters and high-density service centre points scattered in several zones. So, in theoretical understanding, the city of Bitung is allegedly identified as a Polycentric city. However, when the covid-19 pandemic occurred, the city of Bitung became one of the affected. The spread of exposed areas in the city was relatively fast and provided a traumatic experience for the community. This traumatic experience also encourages changes in people's perceptions, preferences, and behaviour in travelling both within the city and in and out of the city. Undoubtedly, there has been a significant change in the daily movement patterns of local people during this pandemic in the city of Bitung. Changes in the pattern of a community movement that occurred must have impacted changes in the spatial structure of Bitung City. The purpose of the study was to identify whether or not there was a change in the type of spatial structure in Bitung City based on indicators of daily movement patterns of local people in the Period before the pandemic, the peak of the pandemic, and after the peak of the pandemic whether the change will be permanent or temporary, and identify problems based on existing conditions and associative spatial policies with the type of spatial structure of Bitung City in the future in the post-pandemic era. The analysis method was the Origin-Destination Survey method with the division of the Travel Destination Survey questionnaire and comparing based on 3 (three) pandemic times such as 1) The Period Before the Pandemic; 2) The peak of the pandemic; and 3 (three) Period After pandemic peak. The results showed that (1) The shape of Bitung city space structure in the Period before the pandemic and after the peak of the pandemic tended to be in the form of a polycentric model, while at the peak of the pandemic, the city of Bitung tended to be in the form of a Monocentric model; (2) There were several urban problems that the city of Bitung must face as a city with a tendency of Polycentric Cities based on existing conditions, and some problems during the covid-19 pandemic but not continuously.Keywords : Spatial Structure, Daily Movement Patterns, Origin Destination