Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KUALITAS PELAYANAN PELANGGAN KAFÉ DI ERA PIALA DUNIA 2026 Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Desi Marlizar; Aduwina; Najamudin; Syafrizal
Jurnal Ilmiah Spirit Vol 26 No 2 (2026): JURNAL ILMIAH SPIRIT
Publisher : Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v26i2.6824

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan pelanggan di kafe pada era Piala Dunia serta pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan. Penyelenggaraan Piala Dunia menjadi momentum yang meningkatkan jumlah pengunjung kafe karena banyak masyarakat memilih menyaksikan pertandingan bersama di tempat yang menyediakan fasilitas pendukung. Kondisi tersebut menuntut pengelola kafe untuk memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, dan didukung oleh fasilitas yang memadai agar mampu memenuhi harapan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan kafe yang berkunjung selama periode penyelenggaraan Piala Dunia. Analisis dilakukan berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (empathy), dan bukti fisik (tangibles). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pelanggan berada pada kategori baik, dengan dimensi bukti fisik dan keramahan karyawan memperoleh penilaian tertinggi. Sementara itu, aspek kecepatan pelayanan masih memerlukan peningkatan, terutama pada saat jumlah pengunjung meningkat selama pertandingan berlangsung. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing kafe. Berdasarkan hasil penelitian, pengelola kafe disarankan untuk meningkatkan kualitas pelayanan melalui penambahan tenaga kerja pada jam-jam sibuk, pelatihan pelayanan prima bagi karyawan, serta peningkatan fasilitas pendukung agar pengalaman pelanggan selama menyaksikan Piala Dunia menjadi lebih nyaman dan memuaskan. Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, kafe, Piala Dunia
FASILITASI PEMERINTAH DAERAH PADA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH Nurhaslita Sari; Sri Wahyu Handayani; Aduwina; Desi Marlizar; Najamudin; Reza Fahlevi
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/.v7i2.6828

Abstract

Fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah merupakan salah satu instrumen pembinaan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan, mewujudkan sinkronisasi kebijakan pembangunan, serta memastikan kesesuaian dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan fasilitasi pemerintah daerah dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mengkaji upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas proses perencanaan pembangunan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan perencanaan pembangunan daerah. Analisis dilakukan terhadap proses fasilitasi yang meliputi pendampingan, konsultasi, koordinasi, evaluasi, dan penyelarasan dokumen perencanaan dengan kebijakan pembangunan nasional dan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa fasilitasi pemerintah daerah berperan penting dalam meningkatkan kualitas dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Fasilitasi juga mendukung sinkronisasi antara kebijakan pusat dan daerah, memperkuat kapasitas aparatur perencana, serta meningkatkan kualitas indikator kinerja dan program pembangunan. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan kualitas data, koordinasi antarperangkat daerah yang belum optimal, keterbatasan sumber daya manusia, serta dinamika perubahan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas aparatur, pemanfaatan sistem informasi pembangunan, dan pembinaan yang berkelanjutan agar proses penyusunan dokumen perencanaan menjadi lebih efektif, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Peran Pemerintah Daerah dalam Pemeliharaan Bahasa Daerah Melalui Pendekatan Baru Revitalisasi Bahasa Daerah Model B di Kabupaten Nagan Raya Siti Jahria Sitompul; Veni Nella Syahputri; Cut Nabilla Kesha; Aduwina Aduwina
Lingua Susastra Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Departemen Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/ls.v5i1.231

Abstract

The phenomenon of regional language extinction, particularly in Indonesia, is clearly evident and experienced by the language users themselves. In order to prevent the extinction of regional languages, the government has long established a legal framework for regional languages in Indonesia. The Minister of Education has also introduced guidelines (Models A and B) for the revitalization of local languages, with the aim of preserving them in Indonesia. These guidelines are intended to support local governments in adopting strategies to maintain and preserve local languages. Consequently, researchers have shown interest in examining the role of the Regional Government of Nagan Raya Regency in preserving the local language. This research employs a descriptive qualitative method, utilizing data collection techniques such as observation, documentation, and in-depth interviews. The findings of this research indicate that 5 out of 6 approaches to regional language revitalization efforts have been implemented in line with the Language Development and Development Agency (2022). However, the Nagan Raya government has not yet implemented an immersion-based learning approach to language revitalization, as this program is still unfamiliar to them. Nevertheless, other approaches, such as one-day language practice, technology-based learning, religion, arts and culture, and creativity, have been successfully implemented.