Claim Missing Document
Check
Articles

KOMPOSISI DISTRIBUSI BUTIR PASIR CETAK TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS AKIBAT CACAT PRODUK COR (Studi Kasus di IKM Budi Jaya Logam Kecamatan Juwana – Pati) Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya produk logam yang dibuat melalui teknik pengecoran logam banyak dijumpai baik untuk keperluan sebagai perabot rumah tangga, transportasi maupun untuk kebutuhan industri lainnya. Beberapa pertimbangan dipilihnya metode teknik pengecoran logam adalah dapat dipergunakan untuk bentuk yang komplek, sesuai untuk produk ukuran kecil dan besar serta sesuai untuk produk massal dengan biaya yang relatif murah. Penggunan media pasir sebagai cetakan juga masih mendominasi pada beberapa IKM pengecoran logam di Juwana Kabupaten Pati. Permintaan pasar akan kualitas produk logam cor yang lebih baik, seringkali menjadi kendala bagi IKM yang memang masih bekerja secara konvensional tanpa adanya dukungan teknologi yang memadai. Salah satu peralatan teknik yang dibutuhkan adalah mesin pengayak pasir untuk mendapatkan ukuran partikel pasir cetak yang sesuai. Metode yang dilakukan adalah membuat mesin pengayak pasir dengan mesh bertingkat. Adapun mesh yang digunakan adalah mesh 100 dan 200 dengan jenis pasir yang digunakan adalah pasir gunung dengan kadar air 10-20%. Untuk mendapatkan kepadatan pasir pada cetakan diberikan tekanan 45 kg/cm2 dengan mesin press hidrolis. Komposisi campuran dari pasir gunung ukuran mesh 200 sebesar 10, 20 dan 30% yang selanjutnya dilakukan proses blending dan mixing dari partikel. Pengujian dilakukan dengan menghitung prosentase kegagalan produk dan jenis cacat produk cor yang timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil campuran partikel dengan mesh 200 akan meningkatkan cacat terutama pada permukaan benda cor, kekasaran, porositas  dan berakibat menurunnya produktifitas. Kata Kunci: pasir gunung, kadar air, distribusi butir pasir, cacat cor.
KOMPOSIT PARTIKEL SERBUK GERGAJI KAYU ( SAWDUST) DENGAN RESIN UREA FORMALDEHID SEBAGAI BAHAN BAKU UTAMA BOX SPEAKER Sugeng Slamet
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.845

Abstract

Penggunaan bahan komposit sebagai bahan baku utama ataupun penunjang konstruksi teknik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini akan mendorong upaya untuk mendapatkan kualitas produk komposit papan partikel yang semakin unggul. Sifat mekanis komposit dirancang dengan kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga akan mampu memberikan kekuatan dan kekakuan spesifik yang melebihi beberapa kali lipat baja dan aluminium, selain tahan terhadap korosi dan penampilan yang menarik. Salah satu produk yang memanfaatkan bahan komposit adalah box speaker yang menggunakan  papan partikel serbuk gergaji kayu (sawdust) dengan resin urea formaldehid sebagai pengikat serbuk. Metode penelitian yang diterapkan adalah membuat komposit dari serbuk kayu yang berbeda. Adapun serbuk kayu yang digunakan adalah serbuk kayu trembesi  (Samanea Saman) dengan serbuk kayu sengon laut  (Albazia Falcaria) yang banyak dibudidayakan, namun partikel limbah kayunya belum banyak dimanfaatkan. Varibel penelitian yang diteliti adalah rapat massa bahan/density papan partikel, sifat mekanis dengan uji bending  serta uji akustik. Spesimen produk dikerjakan dengan mesin hot press dengan perbandingan tekanan kompaksi 2 : 1 dan 3 : 2. Hasil pengujian menunjukkan tingginya densitas bahan komposit menggunakan partikel kayu berbanding terbalik dengan modulus patah bahan. Hal ini disebabkan kekakuan/stiffness bahan komposit meningkat. Besarnya nilai modulus patah turun hingga mencapai 94,44% untuk partikel kayu trembesi dan 95,31% untuk partikel kayu sengon laut pada perbandingan kompaksi 2 : 1. Semakin besar densitas bahan komposit partikel kayu semakin rendah modulus patah bahan tersebut. Bahan dengan densitas lebih besar menunjukkan sifat akustik yang lebih baik untuk semua jenis partikel kayu yang diuji. Kata kunci : komposit;  sawdust;  box speaker; densitas; bending, acoustic.
Komposit Serat E-Glass Matrik Polyepoxy dengan Metode Vacuum Bag Sebagai Alternatif Skateboard Sugeng Slamet; Ahmad Amin; Rochmad Winarso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i1.6409

Abstract

Bagian utama pada permainan olah raga skateboard adalah papan tumpuan yang menerima beban dinamis. Bahan utama papan tumpuan ini terbuat dari kayu jenis maple yang banyak tumbuh di kawasan subtropis dan merupakan produk import. Kayu maple mempunyai keunggulan densitas dan kekuatan mekanis yang tinggi. Kualitas kayu ini bergantung pada usia tanam bisa mencapai 60 tahun, kesesuaian tanah dan musim.  Faktor tersebut menjadikan tanaman kayu maple menjadi masalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku papan skateboard. Paduan logam ringan dan komposit menjadi material alternatif yang dapat dikembangkan melalui rekayasa paduan dalam komposit.  Rekayasa material komposit ini menggunakan penguat serat E-glass wowen roving dengan matrik polyepoksi. Manufaktur komposit menggunakan gabungan antara hand lay up dikombinasikan dengan vacuum bag. Pengujian dilakukan terhadap spesimen meliputi densitas, kekuatan tarik DIN 50-125 dan kekuatan bending ASTM E 290-14 dibandingkan dengan beberapa uji mekanis peneliti lainnya. Produk akhir komposit berupa sandwich composite, dimana bahan komposit selanjutnya berfungsi sebagai filler diantara papan kayu tipis yang diberikan tekanan. Pengujian terhadap komposit tersebut menunjukkan densitas 1,48 gr/cm3, kekuatan tarik 363,67 MPa dan kekuatan bending 59,47 MPa. Terhadap papan kayu maple, maka kekuatan tarik dan kekuatan bending lebih tinggi, sementara densitas masih perlu ditingkatkan.  
PENGARUH KONSENTRASI Cu TERHADAP SIFAT MEKANIS PADUAN Al-Cu PADA PROSES PEMBEKUAN SEARAH (UNIDIRECTIONAL SOLIDIFICATION) Sugeng Slamet; Suyitno Suyitno
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.844

Abstract

Meningkatkan sifat mekanis bahan logam dapat ditempuh dengan beberapa cara, salah satunya adalah melalui rekayasa pembekuan searah (unidirectional solidification). Proses ini dilakukan dengan cara mengatur gradien temperatur sehingga terjadi laju pendinginan lambat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi Cu pada paduan Al-Cu terhadap sifat mekanis melalui pengujian tarik dan pengujian kekerasan. Material utama adalah Al-  dengan paduan (2.2, 3.1, 4.4,dan 4.7 %Cu) dilebur pada temperatur 700-710 0C menggunakan dapur listrik dengan media pendingin air. Pengujian spesimen dilakukan dengan membandingkan struktur mikro yang terbentuk pada masing-masing konsentrasi. Pengujian sifat mekanis dilakukan dengan membandingkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik pada material awal terhadap hasil pembekuan searah pada masing-masing konsentrasi Cu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur kolumnar terlihat lebih jelas pada konsentrasi 4,4 %Cu dan 4,7 %Cu, sedangkan pada konsentrasi 2,2 %Cu dan 3,1 %Cu sturktur kolumnar cenderung sulit terbentuk. Sifat mekanis bahan yang meliputi kekuatan tarik dan kekerasan bahan meningkat dari material awal untuk semua konsentrasi Cu. Al-4,4%Cu mempunyai kekuatan tarik dan kekerasan bahan lebih tinggi dibandingkan dengan Al-(2,2 ; 3,1 dan 4,7% Cu). Hal ini  juga dipengaruhi oleh kelarutan unsur Magnesium dan Silikon yang ada dalam paduan.   Kata kunci: pembekuan searah; kolumnar-dendrit; sifat mekanis
Perancangan Mesin High Pressure Die Casting/HPDC untuk memproduksi produk gamelan ( Studi kasus : prototipe gamelan jenis saron ) Sugeng Slamet; Mohammad sukis; Taufiq Hidayat
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses manufaktur bahan teknik banyak macamnya mulai dari forging, rolling, bending, welding dan machining. Salah satu teknik manufaktur dan pembentukan bahan logam yang masih up to date ditengah perkembangan proses manufaktur lainnya adalah teknik pengecoran logam. Hal ini disebabkan oleh beberapa keuntungan yang diperoleh diantaranya adalah sesuai untuk produk massal dengan biaya yang relatif murah, selain itu juga dapat mengerjakan bentuk yang kompleks. Produk gamelan secara umum diproduksi melalui proses pemanasan dilanjutkan dengan tempa. Selain produktifitas rendah karena waktu yang dibutuhkan per unit cukup lama, proses tempa banyak menimbulkan tegangan sisa/residual stress. Metode yang digunakan adalah melakukan perancangan mesin high pressure die casting meliputi sistem penggerak, sistem pemanas, konstruksi rangka. Hasil perancangan tersebut selanjutnya menjadi acuan dalam membuat HPDC.Hasil perancangan menghasilkan beberapa perhitungan teknik untuk masing-masing komponen utama baik berupa dimensi dan gambar tekniknya.Gaya penekanan yang diijinkan sebesar 110,6 kg. Pemilihan aktuator sesuai standar BS 5785 : 1980 dengan diameter torak sebesar 40 mm dan diameter batang torak 20 mm double acting cylinder. Daya pompa yang dibutuhkan sebesar 1,3 HP sedangkan daya motor sebesar 1,7 HP. volume reservoir sebesar 20625 cm3. Besarnya energi listrik yang dibutuhkan untuk memanaskan alumuinium hingga 600oC, dibutuhkan waktu 30 menit dengan daya 121,7 Watt. Kata Kunci :HPDC, die casting, gamelan, Cu-Sn, hidrolis
KARAKTERISASI PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI PROSES DAUR ULANG DENGAN PENGIKAT SENYAWA RESIN ALAMI Sugeng Slamet
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pengecoran merupakan salah satu metode pembentukan logam yang sangat lama selain teknik tempa/forging. Sampai sekarang teknik pengecoran logam merupakan teknik yang masih up to date dipakai oleh banyak industri kecil dan besar dalam pembuatan berbagai macam produk. Pengembangan metode teknik pengecoran logam juga terus berkembang baik cetakan yang digunakan, material yang dicetak serta penggabungan cetakan dengan tekanan. Media cetakan tidak hanya terbatas pada penggunaan pasir cetak, namun juga dengan menggunakan cetakan logam, styrofoam, keramik dan sebagainya. Produk cor logam banyak diusahakan oleh masyarakat sebagai kegiatan usaha yang sangat produktif. Salah satu sentra usaha cor khususnya Aluminium dan Kuningan ( Cu-Zn) adalah di kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengolah kembali pasir bekas inti cor agar dapat digunakan kembali melalui proses daur ulang. Selama ini pasir bekas inti cor cenderung dibuang karena tidak mempunyai daya rekat lagi setelah mengalami proses pembakaran. Pasir silika bekas inti cor ini selanjutnya dilakukan proses penggilingan untuk mendapatkan ukuran partikel yang lebih kecil. Selanjutnya dicampur dengan resin alami yang merupakan campuran senyawa fenol dan tar hasil pirolisis biomassa. Penelitian ini menentukan beberapa variabel meliputi : penyusutan, densitas, kekasaran permukaan produk dan kuat tekan pasir inti.  Hasil penelitian dengan cara membandingkan karakteristik yang dimiliki pada pasir inti sintetis dengan nilai selisih penyusutan sebesar 75.2%, prosentase kekasaran permukaan terdapat selisih 55,3%, rapat massa produk inti sebesar 8.7 % dan kuat tekan pasir inti rata-rata sebesar 48,5 kg/mm2. Penambahan resin alami melalui daur ulang pasir bekas inti cor sangat memungkinkan untuk digunakan kembali.
KARAKTERISASI BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH DAN BIOMASSA MELALUI PROSES KARBONISASI SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT Sugeng Slamet; Budi Gunawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis kaya akan sumber energi hayati berupa biomassa yang dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai macam bahan bakar baik padat, gas maupun cair. Salah satunya adalah produk energi biomassa berupa biobriket. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa potensi limbah biomassa dengan bottom ash dengan beberapa komposisi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif bagi masyarakat. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengolah campuran bottom ash di PLTU Tanjung Jati Kabupaten Jepara yang dikombinasi dengan beberapa biomassa melalui proses karbonisasi. Biomassa yang digunakan meliputi tempurung kelapa, cangkang buah kopi dan cangkang kapuk. Biomassa dan bottom ash yang telah dibuat serbuk, selanjutnya dilakukan proses kompaksi dengan tekanan kompaksi 4 : 2. Komposisi biomassa dan bottom ash terdiri 50 : 50 ; 60 : 40 ; 70 : 30 dalam prosen berat. Pengujian yang dilakukan dari biobriket campuran bottom ash dan biomassa ini adalah komposisi senyawa, kadar air serta kadar abunya. Hasil pengujian menggunakan SEM-EDS menunjukkan pengurangan prosen berat bottom ash menaikkan kadar carbon dan menurunkan senyawa SOx pada semua komposisi biobriket. Kadar carbon campuran bottom ash dengan biomassa arang tempurung kelapa naik rata-rata 10,95%, arang cangkang kopi 7.25% dan arang cbottom ash dengan biomassa tempurung kelapa naik rata-rata 2.68%, cangkang kulit kopi 3.93% dan cangkang kulit kapuk 2.75%. Sedangkan kadar abu biomassa tempurung kelapa naik rata-rata 11.41%, cangkang kuangkang kapuk 15.0%. Sedangkan senyawa sulfur oksida (SOx) pada biobriket menunjukkan prosentase berbeda, komposisi terendah pada campuran biobriket 60 : 40 biomassa tempurung kelapa. Kadar air campuran lit kopi 11.09% dan cangkang kulit kapuk 9.13%.
Peningkatan kualitas produk handel pintu berbahan besi tuang melalui teknologi pelapisan logam elektroplating Sugeng Slamet; Qomaruddin Qomaruddin
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.116 KB) | DOI: 10.24176/mjlm.v2i2.4549

Abstract

Costs to supply raw materials for production continue to increase. Brass metal is the main raw material for the door handle manufacturing industry. Brass metal was chosen because it has good corrosion resistance, high strength, is easily shaped and has an attractive appearance. The high price of brass metal raw material has caused many small industries to turn to cast iron. The disadvantage of cast iron is that it has low corrosion resistance and unattractive product appearance. Electroplating metal coating technology can be applied to improve the surface of cast iron metal. Electroplating technology is easy and simple to operate. The quality of the coating on the metal surface is very dependent on the strength of the metal coating attached to the cast iron. This is influenced by the strong current and the length of time immersion. Some research results show that the thickness of the chromium layer can reach 100 μm in 90 minutes with a strong current generated 50 mA/cm2. The application of electroplating technology is already suitable for the industry of cast iron door handles. Through the application of electroplating technology, it is able to reduce the cost of raw materials, product quality increases marked by increased corrosion resistance and a more attractive product appearance.
Akurasi dan Produktivitas Mesin Laser Cutting untuk Memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 Sugeng Slamet; Setiawan Harmoko; Hariyanto Hariyanto; Suyitno Suyitno
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.645 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.59487

Abstract

Kebutuhan alat pelindung diri (APD) di masa pandemi Covid-19 terus mengalami peningkatan seiring dengan banyaknya permintaan pasar. Sementara itu ketersediaan APD relatif kurang dengan harga yang terus meningkat. Berbagai inovasi dan kreatifitas untuk menghasilkan APD dilakukan oleh kelompok masyarakat, akademisi dan praktisi untuk memproduksi APD baik secara konvensional maupun non konvensional dengan menggunakan mesin-mesin produksi. Mesin laser cutting Zaiku LS 6040 digunakan untuk membuat komponen APD face shield dan masker. Desain produk digambar menggunakan software CorelDraw version X7. Material face shield menggunakan plastik jenis Polyethylene terephthalate (PET) sebagai komponen topeng muka, sedangkan APD masker menggunakan bahan kain poliester ukuran 280 gsm (gram per square meter). Keakurasian dianalisis dengan cara menvalidasi ukuran antara gambar desain dengan ukuran potong mesin laser cutting. Produktivitas energi diukur dari jumlah produk yang dihasilkan terhadap pemakaian energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan selisih antara ukuran desain dengan ukuran hasil potong sebesar 0,52 mm dengan deviasi 0,05 untuk PET dan 1,50 mm dengan deviasi 0,47 untuk kain Poliester. Terjadi peningkatan produktivitas energi tertinggi sebesar 22,03% dengan kenaikan konsumsi energi listrik 16,7% pada perubahan kecepatan potong 30 ke 40 mm/detik untuk pemotongan PET. Sedangkan untuk pemotongan bahan kain poliester terjadi peningkatan produktivitas tertinggi sebesar 20,8% dengan kenaikan konsumsi energi listrik 12,5% pada perubahan kecepatan potong 30 ke 45 mm/detik.
Kajian Aspek Ergonomi Face Shield untuk Covid-19 Sugeng Slamet; Akhmad Sokhibi; Setiawan Harmoko; Hariyanto Hariyanto; Suyitno Suyitno
Journal of Mechanical Design and Testing Vol 3, No 2 (2021): Articles
Publisher : Departemen Teknik Mesin dan Industri, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.383 KB) | DOI: 10.22146/jmdt.59490

Abstract

Face shield sebagai alat pelindung diri harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi si pemakai. Face shield mampu memblokir partikel droplet yang mengandung kuman termasuk virus Covid-19. Di masa pandemi Covid-19 permintaan alat pelindung diri khususnya face shield mengalami peningkatan siginifikan. Produk face shield yang kurang memperhatikan aspek ergonomi dapat menyebabkan keluhan dari pemakai. Riset ini menguji aspek ergonomi pada face shield produksi Universitas Muria Kudus. Pengujian ergonomi dilakukan dengan metode evaluatif dengan memggunakan data variabel antropometri kepala orang Indonesia. Data antropometri tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap kenyamanan produk face shield Universitas Muria Kudus. Sedangkan data keluhan pengguna face shield yang diproduksi Universitas Muria Kudus tersebut diperoleh dari responden berjumlah 41 orang, berumur antara 20-25 tahun,  berjenis kelamin laki-lakidengan prosentase  85% dan perempuan dengan prosentase 15% serta dari suku jawa. Responden diberikan sejumlah pertanyaan terkait keluhan yang dirasakan saat menggunakan face shield Universitas Muria Kudus. Adapun variabel aspek perancangan produk yang diukur meliputi panjang face shield, lebar face shield, lingkar kepala face shield, tinggi kaca dan jarak mata ke kaca face shield. Variabel tersebut akan memberikan masukan ke produk akan kenyamaan dan keluhan yang dialami pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwaface shield produksi Universitas Muria Kudus memenuhi aspek ergonomi, yaitu 4 (empat) ukuran bagian face shield tidak melebihi pada ukuran data antropometri kepala (persentile 95th) yaitu pada bagian panjang face shield, lebar face shield, lingkar kepala face shield dan jarak mata ke kaca.  Dan terdapat 1 (satu) ukuran bagian face shield yang dapat dievaluasi aspek ergonominya, yaitu pada bagian lingkar kepala face shield dengan rentang (persentile 5th -persentile 95th). Dikarenakan pada bagian tersebut dipasang tali yang dapat diatur (adjustable).