Claim Missing Document
Check
Articles

Komposit Partikel Serbuk Gergaji Kayu (Sawdust) Dengan Resin Urea Formaldehid Sebagai Bahan Baku Utama Box Speaker Sugeng Slamet
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 5, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.839 KB)

Abstract

Penggunaan bahan komposit untuk mencipta produk terus mengalami peningkatan seiring dengan kualitas komposit yang semakin unggul. Sifat mekanis komposit dirancang dengan kekuatan dan kekakuan yang tinggi, dapat memberikan kekuatan dan kekakuan spesifik yang melebihi beberapa kali lipat baja dan aluminium, terhindar dari korosi dan penampilan yang menarik. Salah satu produk yang memanfaatkan bahan komposit adalah box speaker yang menggunakan partikel serbuk gergaji kayu (sawdust) dengan resin urea formaldehid sebagai pengikat serbuk. Metode penelitian yang diterapkan adalah membuat komposit dari serbuk kayu yang berbeda. Adapun serbuk kayu yang digunakan adalah serbuk kayu trembesi (Samanea Saman) dengan serbuk kayu sengon laut (Albazia Falcaria) yang banyak dibudidayakan, namun serbuk kayunya belum banyak dimanfaatkan. Varibel penelitian yang diteliti adalah kerapatan/density papan partikel, sifat mekanis/bending dan pengujian bunyi yang dihasilkan/acoustic. Spesimen produk dikerjakan dengan mesin hot press dengan perbandingan tekanan kompaksi 2 : 1 dan 3 : 2. Hasil pengujian menunjukkan tingginya densitas bahan komposit menggunakan partikel kayu berbanding terbalik dengan modulus patah bahan. Hal ini disebabkan kekakuan/stiffness bahan komposit meningkat.
RANCANG BANGUN MESIN PENGOLAH LIMBAH KAIN DAN KERTAS SEBAGAI SERAT PENGUAT UNTUK INDUSTRI PEMBUATAN ETERNIT Moh. Dahlan; Rochmad Winarso; Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. UMKM ini kebanyakan terletak di Desa Getas Pejaten, kurang lebih 7 km dari pusat kota.. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen, serat kain. Disastu  sisi,  di  Kabupaten  Kudus  banyak  tumbuh  sentra-sentra  industri  garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit, Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah;  merancang  bangun  mesin  pengolah  limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternit Metode   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah;   1) melakukan survey ketersediaan  bahan  baku  berupa  sampah  kain/kertas, serta  menganalisa  kualitas  serat penguat  bahan  baku.  2)  merancang  desain  dari  mesin  pengolah  limbah  kain/kertas,  3) menentukan  kebutuhan  komponen  serta  kesiapan  laboratorium  pendukung  yang  akan digunakan untuk membuat mesin tersebut. 4) pengujian mesin yang telah dirancang. Luaran yang direncanakan dari penelitian ini adalah; prototipe mesin pengolah limbah kain dan kertas dengan kapasitas mesin crusher sebanyak 1200 gr/putaran. Tenaga penggerak menggunakan motor listrik 5 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 4300 kg/jam. Kekhususan  yang merupakan daya tawar dari penelitian ini adalah; pemanfaatan bahan limbah dari lokal (konveksi dan industri textile di wilayah Kudus) untuk pemenuhan kebutuhan   bahan   baku   UMKM   lokal   (industri   eternit   di   wilayah   Kudus) sekaligus mengurangi dampak lingkungan, diistilahkan dengan; “Zero Waste from Local to Local for Green Environment”.   Kata kunci: limbah kain, serat, eternit, crusher
KARAKTERISASI KOMPOSIT DARI SERBUK GERGAJI KAYU ( SAWDUST ) DENGAN PROSES HOTPRESS SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri khususnya Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat pesat. Perlu adanya dukungan penerapan teknologi tepat guna yang diharapkan dapat meningkatkan produktifitas, dimana efisiensi bahan baku dan biaya dapat diturunkan. Penggunana mesin dan otomatisasi merupakan kebutuhan utama saat ini untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Salah satu mesin yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk papan partikel dari serbuk kayu adalah mesin hotpress dengan sistem penggerak hidrolis dan elemen pengering pada cetakan.  Metode penelitian dilakukan dengan menganalisa produk papan partikel yang dihasilkan dari  pengepresan pada mesin hotpress. Adapun jenis komposit papan partikel yang dihasilkan menggunakan serbuk kayu jati  ( Tectona grandis  ), serbuk kayu randu  ( Ceiba pentandra  ), dengan matrik pengikat partikel menggunakan tapioka + urea dan resin epoksi PVAC. Variabel  yang diuji adalah kerapatan/density papan partikel dan porositas, sifat mekanis/bending dan impak dengan kombinasi campuran antara 70% : 30% dan 60% : 40%. Hasil pengujian komposit serbuk kayu yang telah dipress dengan mesin hotpress menunjukkan bahwa partikel kayu jati menunjukkan nilai densitas 0,48 gr/cm3 termasuk jenis papan partikel dengan kerapatan sedang ( Medium Density particleboard ).  Sedangkan kerapatan papan partikel kayu randu 0,39 g/cm3 termasuk kerapatan rendah ( Low Density particleboard ).  Sifat mekanis bending meliputi nilai Modulus of Rupture ( MOR ) dan Modulus of Elastisitas (MOE) lebih tinggi dibandingkan dengan partikel kayu randu. Pemilihan matrik juga sangat berpengaruh, dimana resin epoksi PVAC mampu meningkatkan sifat mekanis bending dan impak komposit papan partikel lebih tinggi dibandingkan dengan matrik tapioka + urea pada komposisi campuran 60 % : 40%.   Terdapat kenaikan nilai MOR sebesar 72,98% dan nilai MOE sebesar 93,92%  pada komposit papan partikel kayu jati dengan matrik  resin epoksi PVAC.  Kata kunci :  Bending, Densitas, Hotpress, Impak, Sawdust
APLIKASI PLC SEBAGAI SISTEM KONTROL PADA MESIN PRESS DENGAN SISTEM PNEUMATIK UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOK Moh. Dahlan; Budi Gunawan; Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving blok merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakan sebagai salah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaantanah. Paving blok dikenal juga dengan sebutan bata beton atau cone blok. Dipasaran, paving blok yang ada cepat retak dan patah karena paving blok bersifat getas. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh mutu bahan yang kurang memenuhi syarat, komposisi bahan yang tidak memenuhi standart, gerusan air hujan, beban-beban kejut akibat lintasan roda kendaraan, kurangnya penambahan pressing pada saat proses pembuatan paving blok dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengaplikasikan system otomatisasi berbasis PLC untuk prototype mesin pembuat paving blok sehingga diharapkan akan didapat tekanan yang sama dan konstan pada setiap cetakan. Metode pembuatan mesin ini adalah dengan metode rancang bangun sebuah prototype mesin press paving blok dengan pneumatic sebagai penggeraknya dan PLC sebagai system kontrolnya, setelah mesin jadi diuji coba dengan membuat paving blok dengan beberapa komposisi bahannya dan masing-masing hasilnya akan diuji. Pengujian yang dilakukan meliputi; gaya tekan mesin dan uji tekan pada paving hasil produksi Dari proses pembuatan tersebut dihasilkan mesin paving block dengan sistem penggerak pneumatis dengan gaya tekan maksimum 50000 N untuk ukuran paving 20 cm x 10 cm x 6 cm. Sedangkan besar gaya yang diperlukan sistem pneumatik ini untuk menekan adonan paving sebesar 39283,16 N. Aktuator menggunakan diameter torak 63 mm serta diameter batang torak 36 mm menurut standar BS 5785 : 1980. Kompresor yang digunakan dengan daya 1,24 kW, serta daya motor yang digunakan sebesar 1,30 kW. Kata kunci : mesin, press, paving, block, system, pneumatik.
PENGUJIAN NILAI KALOR DAN KADAR AIR TERHADAP BIOBRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR PADAT YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DENGAN BIOMASSA TEMPURUNG KELAPA MELALUI PROSES KARBONISASI Budi Gunawan; Sugeng Slamet; Wenny Hizkia Aferdo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan bakar merupakan sumber energi dalam setiap dinamika kehidupan manusia, penggerak roda perekonomian dan pembangunan bangsa. Penggunaan dan ketergantungan  terhadap bahan bakar fosil akan berdampak serius pada roda perekonomian manakala jumlah permintaan terus meningkat sementara persediaan terbatas. Dampak serius lainnya adalah kerusakan ekosistem lingkungan akibat ekplorasi tak terkendali serta dampak sosial lainnya. Sementara itu potensi sumber daya alam terbarukan cukup melimpah yang belum semuanya dapat diolah dan dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan bahan bakar minyak. Salah satu potensi limbah yang berpotensi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif adalah bottom ash dari bahan bakar batu bara di unit pembangkitan (power plant) PLTU Tanjung Jati Jepara. Metode yang dilakukan adalah dengan mengolah bottom ash batu bara tersebut dengan biomassa tempurung kelapa melalui proses karbonisasi. Specimen uji dibuat dengan beberapa komposisi yaitu perbandingan 40% : 60% dan 30% : 70% dengan menggunakan pengikat partikel tetes tebu. Variabel yang diuji meliputi nilai panas (kal/gr), kadar air (%).Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada komposisi tempurung kelapa 60% dengan bottom ash 40% mempunyai nilai kalor 4214,59 kal/gr dengan kadar air 6,10%. Sedangkan pada komposisi biomassa tempurung kelapa 70% dengan bottom ash 30% mempunyai nilai kalor 4500,66 kal/gr dengan kadar air 6,63%. Kata kunci: bottom ash, biomassa, nilai kalor, kadar air
PENERAPAN MODEL SALURAN DAN CAWAN TUANG UNTUK MENGATASI CACAT POROSITAS PRODUK COR DI IKM BUDI JAYA LOGAM JUWANA KABUPATEN PATI Sugeng Slamet; Taufiq Hidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk yang terbuat dari proses pengecoran logam banyak kita jumpai di pasar mulai dari perabotan rumah tangga, komponen otomotif, komponen pompa air dan propeler kapal. Permintaan pasar akan produk logam cor yang sangat prospektif ini, kurang diimbangi dengan peningkatan kualitas produk. Produk logam cor dari pengrajin lokal sering kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi kualitas maupun daya saing harga. Salah satu cacat produk cor adalah timbulnya rongga rongga udara atau porositas baik di dalam maupun di permukaannya.  Hasil pengamatan di IKM Budi Jaya Logam Juwana , salah satu penyebabnya adalah  cetakan pasir dibuat  dengan model saluran tegak lurus tanpa cawan tuang. Bentuk dan mekanisme penuangan dengan model saluran turun tersebut akan menimbulkan turbulensi aliran cor yang terjadi saat melakukan pengecoran logam. Hal yang cukup sederhana untuk membantu meningkatkan kualitas produk cor adalah dengan memperbaiki bentuk saluran turun dengan menambahkan penggunaan cawan tuang, yaitu model offset basin dan offset stepped basin yang diharapkan aliran cor akan lebih laminer. Hasil penelitian yang mendasari program pengabdian masyarakat ini, setelah dilakukan pengamatan visual dan pengujian mikrografi menunjukkan penggunaan cawan tuang offset basin maupun offset stepped basin dapat menghasilkan coran dengan cacat porositas kecil dibandingkan tanpa menggunakan cawan tuang. Prosentase cacat porositas pada specimen yang dibuat tanpa cawan tuang/conical basin sebesar 42,12%, cawan tuang tipe offset basin 3,90% dan cawan tuang tipe offset stepped basin sebesar 6,09%. Keywords: logam cor, cacat porositas, turbulensi, laminer, cawan tuang.
PROTOTIPE MESIN PRESS OTOMATIS DENGAN SISTEM PNEUMATIK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (P LC) UNTUK PRODUKSI PAVING BLOK BERSTANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) Moh Dahlan; Sugeng Slamet; Budi Gunawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2013): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 4 2013
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otomatisasi merupakan salah satu realisasi dari perkembangan teknologi, dan merupakan alternatif untuk memperoleh sistem kerja yang cepat, akurat, efektif dan efisien, sehingga diperoleh hasil yang lebih optimal. Dengan semakin pendek waktu yang diperlukan untuk proses produksi, maka akan mendapatkan jumlah produksi lebih banyak, biaya pengoperasian yang efisien, sehingga proses produksi memperoleh keuntungan yang lebih. Paving blok merupakan produk bahan bangunan dari semen yang digunakansebagaisalah satu alternatif penutup atau pengerasan permukaantanah. Paving blok dikenal juga dengan sebutan bata beton (concreteblok)atau cone blok.Berdasarkan SNI 03-0691-1996 paving blok (bata beton) adalah suatukomposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland ataubahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahanlainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton. Beberapa kenyataan yang ada dipasaran, mutu paving blok yang ada cepat retak dan patahkarena paving blok bersifat getas. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh mutu bahan yang tidakmemenuhi syarat, komposisi bahan yang tidak memenuhi standart, gerusan air hujan, beban-beban kejut akibat lintasan roda kendaraan, kurangnya penambahan pressing pada saat prosespembuatan paving blok dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan dari kegiatan sebelumnya yang pernah dilakukan dalam program IbM yang menghasilkan luaran berupa sebuah mesin hot press papan partikel yang masih manual. Dalam kegiatan ini, mesin press tersebut akan dikembangkan dan dimodifikasi lebih lanjut menjadi mesin press dengan sistem pneumatik dan bekerja secara otomatis berbasis PLC untuk produksi paving blok yang mempunyai baku mutu sesuai SNI.Kata kunci : otomatisasi, PLC, mesin press, paving blok, SNI
PENGARUH KONSENTRASI Cu TERHADAP SIFAT MEKANIS PADUAN Al Cu PADA PROSES PEMBEKUAN SEARAH (UNIDIRECTIONAL SOLIDIFICATION) Sugeng Slamet; . Suyitno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan sifat mekanis bahan logam dapat ditempuh dengan beberapa cara, salah satunya adalah melalui rekayasa pembekuan searah (unidirectional solidification). Proses ini dilakukan dengan cara mengatur gradien temperatur sehingga terjadi laju pendinginan lambat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi Cu pada paduan Al-Cu terhadap sifat mekanis melalui pengujian tarik dan pengujian kekerasan. Material utama adalah Al- dengan paduan (2.2, 3.1, 4.4,dan 4.7 %Cu) dilebur pada temperatur 700-710 0C menggunakan dapur listrik dengan media pendingin air.  Pengujian spesimen dilakukan dengan membandingkan struktur mikro yang terbentuk pada masing-masing konsentrasi. Pengujian sifat mekanis dilakukan dengan membandingkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik pada material awal terhadap hasil pembekuan searah pada masing-masing konsentrasi Cu. Hasil pengujian menunjukkan bahwa struktur kolumnar terlihat lebih jelas pada konsentrasi 4,4 %Cu dan 4,7 %Cu, sedangkan pada konsentrasi 2,2 %Cu dan 3,1 %Cu sturktur kolumnar cenderung sulit terbentuk. Sifat mekanis bahan yang meliputi kekuatan tarik dan kekerasan bahan meningkat dari material awal untuk semua konsentrasi Cu. Al-4,4%Cu mempunyai kekuatan tarik dan kekerasan bahan lebih tinggi dibandingkan dengan Al-(2,2 ; 3,1 dan 4,7% Cu). Hal ini  juga dipengaruhi oleh kelarutan unsur Magnesium dan Silikon yang ada dalam paduan.   Kata kunci: pembekuan searah, kolumnar-dendrit, sifat mekanis  
KOMPOSISI DISTRIBUSI BUTIR PASIR CETAK TERHADAP TINGKAT PRODUKTIFITAS AKIBAT CACAT PRODUK COR (Studi Kasus di IKM Budi Jaya Logam Kecamatan Juwana – Pati) Sugeng Slamet
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 6 2015
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya produk logam yang dibuat melalui teknik pengecoran logam banyak dijumpai baik untuk keperluan sebagai perabot rumah tangga, transportasi maupun untuk kebutuhan industri lainnya. Beberapa pertimbangan dipilihnya metode teknik pengecoran logam adalah dapat dipergunakan untuk bentuk yang komplek, sesuai untuk produk ukuran kecil dan besar serta sesuai untuk produk massal dengan biaya yang relatif murah. Penggunan media pasir sebagai cetakan juga masih mendominasi pada beberapa IKM pengecoran logam di Juwana Kabupaten Pati. Permintaan pasar akan kualitas produk logam cor yang lebih baik, seringkali menjadi kendala bagi IKM yang memang masih bekerja secara konvensional tanpa adanya dukungan teknologi yang memadai. Salah satu peralatan teknik yang dibutuhkan adalah mesin pengayak pasir untuk mendapatkan ukuran partikel pasir cetak yang sesuai. Metode yang dilakukan adalah membuat mesin pengayak pasir dengan mesh bertingkat. Adapun mesh yang digunakan adalah mesh 100 dan 200 dengan jenis pasir yang digunakan adalah pasir gunung dengan kadar air 10-20%. Untuk mendapatkan kepadatan pasir pada cetakan diberikan tekanan 45 kg/cm2 dengan mesin press hidrolis. Komposisi campuran dari pasir gunung ukuran mesh 200 sebesar 10, 20 dan 30% yang selanjutnya dilakukan proses blending dan mixing dari partikel. Pengujian dilakukan dengan menghitung prosentase kegagalan produk dan jenis cacat produk cor yang timbul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil campuran partikel dengan mesh 200 akan meningkatkan cacat terutama pada permukaan benda cor, kekasaran, porositas  dan berakibat menurunnya produktifitas. Kata Kunci: pasir gunung, kadar air, distribusi butir pasir, cacat cor.
KOMPOSIT PARTIKEL SERBUK GERGAJI KAYU ( SAWDUST) DENGAN RESIN UREA FORMALDEHID SEBAGAI BAHAN BAKU UTAMA BOX SPEAKER Sugeng Slamet
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v9i1.845

Abstract

Penggunaan bahan komposit sebagai bahan baku utama ataupun penunjang konstruksi teknik dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Hal ini akan mendorong upaya untuk mendapatkan kualitas produk komposit papan partikel yang semakin unggul. Sifat mekanis komposit dirancang dengan kekuatan dan kekakuan yang tinggi, sehingga akan mampu memberikan kekuatan dan kekakuan spesifik yang melebihi beberapa kali lipat baja dan aluminium, selain tahan terhadap korosi dan penampilan yang menarik. Salah satu produk yang memanfaatkan bahan komposit adalah box speaker yang menggunakan  papan partikel serbuk gergaji kayu (sawdust) dengan resin urea formaldehid sebagai pengikat serbuk. Metode penelitian yang diterapkan adalah membuat komposit dari serbuk kayu yang berbeda. Adapun serbuk kayu yang digunakan adalah serbuk kayu trembesi  (Samanea Saman) dengan serbuk kayu sengon laut  (Albazia Falcaria) yang banyak dibudidayakan, namun partikel limbah kayunya belum banyak dimanfaatkan. Varibel penelitian yang diteliti adalah rapat massa bahan/density papan partikel, sifat mekanis dengan uji bending  serta uji akustik. Spesimen produk dikerjakan dengan mesin hot press dengan perbandingan tekanan kompaksi 2 : 1 dan 3 : 2. Hasil pengujian menunjukkan tingginya densitas bahan komposit menggunakan partikel kayu berbanding terbalik dengan modulus patah bahan. Hal ini disebabkan kekakuan/stiffness bahan komposit meningkat. Besarnya nilai modulus patah turun hingga mencapai 94,44% untuk partikel kayu trembesi dan 95,31% untuk partikel kayu sengon laut pada perbandingan kompaksi 2 : 1. Semakin besar densitas bahan komposit partikel kayu semakin rendah modulus patah bahan tersebut. Bahan dengan densitas lebih besar menunjukkan sifat akustik yang lebih baik untuk semua jenis partikel kayu yang diuji. Kata kunci : komposit;  sawdust;  box speaker; densitas; bending, acoustic.