Claim Missing Document
Check
Articles

DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA Slamet, Sugeng; Bastian, Yanuwar
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.2097

Abstract

Teknik pengecoran merupakan metode pembentukan material logam yang sudah lama dikenal oleh manusia. Metode ini mempunyai banyak keuntungan yaitu dapat menghasilkan benda sesuai dengan aslinya, tidak dibatasi leh ukuran dan sesuai untuk produk massal. Media yang sering digunakan adalah pasir dan sebagian pola dilengkapi dengan inti cor. Pasir silika digunakan pengrajin cor untuk membuat inti cor. Pasir silika ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai untuk satu cetakan. Pasir silika tidak dapat digunakan lagi karena tidak mempunyai daya ikat antar partikelnya. Metode yang dilakukan adalah menghancurkan kembali  bongkahan  pasir  inti  bekas  cor  ke  dalam  mesin  ball  mill  dengan  variasi kecepatan putar, waktu giling, diameter dan jumlah bola baja yang digunakan per 1000 gr. Pasir silika selanjutnya dilakukan pengayakan dengan menggunakan mesh 100 dan 150. Hasil penggilingan dengan teknik ball  mill  menunjukkan bahwa kecepatan putar  mesin ball  mill  yang  meningkat tidak secara signifikan meningkatkan prosentase hasil. Penambahan waktu giling mampu meningkatkan prosentase hasil untuk semua ukuran mesh. Penambahan waktu giling dari 30 menjadi 60 menit pada kecepatan putar yang sama dan penambahan diameter bola dari 20 menjadi 25 mm mampu meningkatkan 14,10% lebih tinggi pada mesh 100.  Perlakuan yang sama dengan mesh 150 terjadi peningkatan sebesar 3,88%. Pasir silika daur ulang digunakan untuk membuat kembali inti cor. Semakin kecil ukuran mesh pasir silika menunjukkan ikatan partikel yang lebih kuat dengan bentuk pola inti yang lebih sempurna. 
STUDI KEKUATAN IMPAK DAN KADAR AIR PADA KOMPOSIT SERAT ALAM DENGAN MATRIK POLIESTER TERHADAP ORIENTASI PENYUSUNAN SUDUT SERAT Slamet, Sugeng; Qomaruddin, Qomaruddin
JURNAL CRANKSHAFT Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Crankshaft
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.243 KB) | DOI: 10.24176/crankshaft.v2i1.3174

Abstract

Material komposit banyak digunakan untuk menggantikan material logam. Sebagai negara dengan iklim tropis, Indonesia banyak tumbuh tanaman tropis yang berpotensi sebagai bahan serat untuk material komposit. Selain dari harga yang relatif murah, serat alam merupakan limbah material organik yang dapat diurai oleh lingkungan dibanding dengan serat sintetis. Kebutuhan material komposit terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini akan mendorong kebutuhan dan permintaan serat alam semakin meningkat. Sebagian dari serat alam dihasilkan dari tanaman yang dikategorikan sebagai limbah bagi lingkungan.Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanaman enceng gondok dan (Eichhornia Crassipes) serta sabut buah kelapa (Cocos Nucifera).  Kedua jenis bahan tersebut merupakan sampah. Fabrikasi dilakukan dengan cara memisahkan sellulose dan senyawa lain untuk mendapatkan bahan serat. Matrik komposit menggunakan resin polyester Yukalac BQTN 157 dan hardner MEKPO. Komposisi antara matrik dan serat 70% : 30% dan 75% : 25%.  Orientasi continous fiber dengan variasi  0°, 45°, 90° dan acak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya kadar air setelah fabrikasi dan yang kekuatan impak dari materal komposit serat alam.Hasil penelitian menunjukkan komposit dengan penguat sabut kelapa mempunyai ketangguhan impak yang lebih tinggit pada orientasi sudut serat 0° dan acak pada komposisi 70% : 30%. Penambahan jumlah serat terhadap matrik sangat signifikan meningkatkan ketangguhan impak sebesar 43,2% dan 61,5% pada orientasi penyusunan serat secara acak. Komposisi 75% : 25% terjadi peningkatan sebesar 37,5% dan 47,2% tersusun secara acak. Serat alam tersebut menunjukkan kenaikan energi impak sebesar 68,8% - 139% dengan melakukan orientasi penyusunan sudut serat.
RANCANG BANGUN CETAKAN LOGAM UNTUK PRODUK BILAH GAMELAN PADA MESIN HIGH PRESSURE DIE CASTING Slamet, Sugeng; Harmoko, Setiawan
JURNAL CRANKSHAFT Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Crankshaft
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.31 KB) | DOI: 10.24176/crankshaft.v2i1.3173

Abstract

High Pressure Die Casting/HPDC bertujuan untuk mendapatkan produk cor dengan kepadatan dan kepresisian yang tinggi. Salah satu bagian terpenting dari pengecoran adalah cetakan. Besarnya tekanan HPDC yang besar membutuhkan cetakan permanen yang terbuat dari logam dan  mampu menerima tegangan tanpa mengalami deformasi. Bilah gamelan selama ini dikerjakan dengan pengecoran konvensional dilanjutkan dengan tempa tangan. Besarnya energi tempa serta lamanya waktu pengerjaan menjadi penyebab produktifitas rendah. Inovasi teknik produksi menggunakan teknik high pressure die casting diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang dilakukan adalah merancang dan membuat cetakan bilah gamelan dari bahan logam. Tahapan perancangan dimulai dari membuat desain, menentukan bahan logam, menghitung dimensi cetakan, kecepatan alir logam cair, tekanan pada rongga cetakan dan laju perpindahan panas pada dinding cetakan. Cetakan logam berbahan AISI H13 untuk produk bilah gamelan yang dipasang pada mesin HPDC. Hasil perhitungan volume rongga cetakan 180630,786 mm3, kecepatan alir 0,5638 m/s, tekanan rongga cetakan 8385610,98 Pa dan temperatur dinding cetakan rata-rata 150°C.
STUDI EKSPERIMEN PEMILIHAN BIOMASSA UNTUK MEMPRODUKSI GAS ASAP CAIR ( LIQUID SMOKE GASES ) SEBAGAI BAHAN PENGAWET Slamet, Sugeng; Hidayat, Taufiq
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 1 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 1 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.97 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i1.255

Abstract

ABSTRAK Pengertian umum asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan yang banyak mengandung karbon dan senyawa- senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk membuat asap cair adalah kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Pembuatan asap cair menggunakan metode pirolisis yaitu peruraian dengan bantuan panas tanpa adanya oksigen atau dengan jumlah oksigen yang terbatas. Biasanya terdapat tiga produk dalam proses pirolisis yakni: gas, pyrolisis oil, dan arang, yang mana proporsinya tergantung dari metode pirolisis, karakteristik biomassa dan parameter reaksi. Metode yang dilakukan diawali dengan melakukan rancang bangun unit pirolisator lengkap dengan perangkat kondensor dengan pipa tembaga tipe spiral untuk memproduksi gas asap cair dari bahan biomassa yang dipilih yaitu tempurung kelapa dan sampah organik. Metode Pirolisis yang merupakan proses reaksi penguraian senyawa-senyawa penyusun kayu keras menjadi beberapa senyawa organik melalui reaksi pembakaran kering pembakaran tanpa oksigen. Reaksi ini berlangsung pada reaktor pirolisator dengan variasi temperatur 150oC, 250oC dan 300oC selama 8 jam pembakaran. Asap hasil pembakaran dikondensasi dengan kondensor yang berupa pipa tembaga melingkar. Hasil dari proses pirolisis diperoleh tiga produk yaitu asap cair, tar, dan arang. Kondensasi dilakukan dengan pipa atau koil melingkar yang dipasang dalam bak pendingin. Air pendingin dapat berasal dari air hujan yang ditampung dalam bak penampungan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah biomassa tempurung kelapa menghasilkan jumlah senyawa fenol lebih besar 30-33%. Hal ini menunjukkan bahwa pada jenis biomassa ini lebih unggul dalam fungsi sebagai antioksidan, karena kaya akan kandungan senyawa fenol, sehingga lebih optimal dalam hal menghambat kerusakan pangan dengan cara mendonorkan hidrogen. Sedangkan biomassa cangkang kopi pada temperatur 150oC lebih banyak menghasilkan senyawa asam 93%. Kandungan asam efektif dalam mematikan dan menghambat pertumbuhan mikroba pada produk makanan dengan cara senyawa asam itu menembus dinding sel mikroorganisme yang menyebabkan sel mikroorganisme mati peningkatan kapasitas hasil seiring dengan meningkatnya temperatur uap biomassa. Kata kunci: Asap cair, pirolisis, kondensasi, pengawet alami, fenol,senyawa asam.
OPTIMASI DESAIN STRUKTUR BED MESIN BUBUT CNC TERHADAP PENGARUH DEFLEKSI, FREKUENSI PRIBADI DAN PROSES MANUFAKTUR MILLING Priantoko, Ardhi; Murdifin, Achmad; Adkhiyan, Afin; Slamet, Sugeng
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.38 KB) | DOI: 10.24176/simet.v7i1.486

Abstract

Tujuan utama dari optimasi desain ini adalah untuk meningkatkan kualitas dari mesin bubut yang akan dibuat BMEPPO-BBPT. Dengan tetap menggunakan material Gray cast iron (FC25) serta menekan jumlah material yang di butuhkan dalam pembuatan bed bubut tersebut tetapi menghasilkan bentuk desain Slant Bed bubut CNC yang optimal sehingga tidak mengurangi kualitas mesin yang akan dibuat. Perancangan struktur bed menggunakan ribbing dapat membuat mesin tetap kokoh dan mampu mengatasi pembebanan yang terjadi akibat berat komponen mesin bubut, namun tetap memenuhi aspek berat yang tidak berlebihan. Proses perancangan dilakukan melalui metode reverse engineering dari desain mesin bubut CNC Leadwell T-6, yang berikutnya akan dimodifikasi untuk melihat perilaku statis tepatnya pada defleksi, perilaku dinamis serta frekuensi dari desain yang akan diuji menggunakan pendekatan software analisis. Hasil akhirnya adalah mendapatkan desain dengan defleksi terkecil serta gambar desain manufaktur untuk membantu proses permesinan milling pada tahap bembuatan bed mesin bubut CNC tersebut. Kata kunci: Bed, defleksi, frekuensi, desain manufaktur.
BIOBRIKET CAMPURAN BOTTOM ASH BATU BARA LIMBAH PLTU DAN BIOMASSA MELALUI PROSES KARBONISASI SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN Slamet, Sugeng; Gunawan, Budi
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Batu bara masih merupakan bahan bakar unggulan sebagai sumber energi bagi sejumlah pembangkitan listrik/power plant di Indonesia. Ada beberapa keunggulan yang dimilikinya, selain ketersediaannya yang melimpah, proses produksi yang relatif sederhana, harga murah juga memiliki nilai panas yang sangat tinggi untuk jenis antrasite. Indonesia sebagai negara tropis juga kaya akan sumber energi hayati berupa biomassa yang dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai macam bahan bakar baik padat, gas maupun cair. Salah satunya adalah produk energi biomassa berupa biobriket.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa potensi limbah biomassa dengan bottom ash dengan beberapa komposisi terhadap sifat fisis dan kimia yang dimiliki, untuk referensi sebagai bahan bakar padat alternatif. Metode penelitian yang dilakukan adalah mengolah campuran bottom ash di PLTU Tanjung Jati Kabupaten Jepara jenis sub bituminous yang dikombinasi dengan beberapa biomassa melalui proses karbonisasi. Biomassa yang digunakan meliputi tempurung kelapa, cangkang buah kopi dan cangkang kapuk. Biomassa dan bottom ash yang telah dibuat serbuk, selanjutnya dilakukan proses kompaksi dengan tekanan kompaksi 4 : 2. Komposisi biomassa dan bottom ash terdiri 50 : 50 ; 60 : 40 ; 70 : 30 dalam prosen berat. Pengujian yang dilakukan dari biobriket campuran bottom ash dan biomassa ini adalah komposisi senyawa, kadar air, kadar abu terhadap nilai teoritis batu bara jenis bituminous.. Hasil pengujian menggunakan SEM-EDS menunjukkan pengurangan prosen berat bottom ash menaikkan kadar carbon dan menurunkan senyawa SOx pada semua komposisi biobriket. Kadar carbon campuran bottom ash dengan biomassa arang tempurung kelapa naik rata-rata 10,95%, arang cangkang kopi 7.25% dan arang cangkang kapuk 15.0%. Sedangkan senyawa sulfur oksida (SOx) pada biobriket menunjukkan prosentase berbeda, komposisi terendah pada campuran biobriket 60 : 40 biomassa tempurung kelapa. Kadar air campuran bottom ash dengan biomassa tempurung kelapa naik rata-rata 2.68%, cangkang kulit kopi 3.93% dan cangkang kulit kapuk 2.75%. Sedangkan kadar abu biomassa tempurung kelapa naik rata-rata 11.41%, cangkang kulit kopi 11.09% dan cangkang kulit kapuk 9.13%. Penambahan biomassa pada biobriket meningkatkan kadar abu hingga 15%. Kata kunci : biomassa, bottom ash, biobriket, kadar air, kadar abu
MESIN CRUSHERDENGAN KAPASITAS 120 KG/JAM SEBAGAI PENGOLAH LIMBAH KERTAS DAN KAIN Dahlan, Moh.; Slamet, Sugeng
Prosiding SNATIF 2016: Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika
Publisher : Prosiding SNATIF

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di Kabupaten Kudus, saat ini berkembang UMKM dalam usaha pembuatan eternit. UMKM ini kebanyakan terletak di Desa Getas Pejaten, kurang lebih 7 km dari pusat kota. Bahan baku pembuatan eternit terdiri ini terdiri dari semen, serat kain. Disatu sisi, di Kabupaten Kudus banyak tumbuh sentra-sentra industri garment seperti di desa Langgar Dalem, Loram Wetan, Loram Kulon, Megawon, Klumpit, Undaan dan masih banyak lagi yang menghasilkan limbah kain tidak termanfaatkan. Untuk itu diperlukan inovasi dalam memanfaatkan bahan baku yang melimpah tersebut guna memenuhi UKM pembuatan eternit. Tujuan dari penelitian ini adalah; merancang bangun mesin pengolah limbah kertas dan kain menjadi bahan baku eternit untuk produksi UKM eternit dengan 1200 gr/putaran dan tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; 1) melakukan survey ketersediaan bahan baku berupa sampah kain/kertas, serta menganalisa kualitas serat penguat bahan baku. 2) merancang desain dari mesin pengolah limbah kain/kertas, 3) pembuatan mesin crusher dengan kapasitas 120 kg/jam. 4) pengujian mesin yang telah dibuat. Telah dibuat mesin pengolah limbah kertas dan kain dengan mesin crusher sebesar 1200 gr/putaran, sebagai bahan baku eternity untuk meningkatkan kapasitas produksi industry eternity, dengan kemampuan tenaga penggerak menggunakan motor listrik 6 PK, 3 phase putaran 1400 rpm, sehingga kapasitas maksimal mesin crusher sebesar 120 kg/jam. Kata kunci: limbah, eternit, pengolah kain dan kertas.
Karakterisasi Bilah Gamelan Berbahan Kuningan Cu22Zn Melalui Proses HPDC dan Hot Forging Sugeng - Slamet; Qomaruddin Qomaruddin
Jurnal Metalurgi dan Material Indonesia Vol. 2 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Badan Kerja Sama Pendidikan Metalurgi dan Material (BKPMM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat musik gamelan diproduksi menggunakan material logam non ferro kuningan dan perunggu melalui teknik tempa panas manual forging. Kelemahan teknik tempa dapat menurunkan sifat mekanis paduan akibat deformasi plastis serta energi untuk menempa yang besar. Kualitas bunyi juga semakin menurun pada kurun waktu akibat terbentuknya tegangan sisa. Material yang digunakan dalam penelitian ini Cu-22%Zn. Spesimen bilah gamelan dibuat melalui teknik High Pressure Die Casting/HPDC dengan tekanan kerja 200 MPa. dan teknik hot forging dari proses pengecoran sand casting dengan tingkat reduksi sebesar 5%. Mikrostruktur hasil teknik HPDC menunjukkan butir bulat kasar dan porositas, sedangkan pada teknik tempa panas menghasilkan mikrostruktur pipih memanjang dengan sedikit porositas. Teknik tempa panas menunjukkan kenaikan kekerasan sebesar 62,2% VHN lebih tinggi dibanding teknik cor HPDC. Densitas teknik tempa panas meningkat sebesar 7,9% dengan penurunan porositas sebesar 75,6%. Sound akustik teknik cor HPDC menunjukkan frekuansi alamiah sebesar 354 Hz dan teknik hot forging sebesar 672,7 Hz.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI LIMBAH BOTTOM ASH P L T U DENGAN BIOMASSA CANGKANG KOPI Budi Gunawan; Sugeng Slamet
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 6, No 2 (2015): JURNAL SIMETRIS VOLUME 6 NO 2 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.289 KB) | DOI: 10.24176/simet.v6i2.464

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bottom ash limbah batu bara PLTU PT Pura Barutama dengan biomassa cangkang kopi. Pengujian yang akan dilakukan meliputi; kadar karbon, kandungan sulfur oksida, kadar abu dan airnya. Metode pembuatan dengan mencampur bottom ash dengan bomassa cangkang kopi menggunakan pengikat tetes tebu. Variasi perbandingan antara bottom ash dan biomassa adalah; 50:50, 60:40 dan 70:30. Pengujian kadar karbon dan kandungan sulfur oksida menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope). Hasil pengujian menggunakan menunjukkan pada komposisi bottom ash yang sedikit bisa menaikkan kadar karbon dan menurunkan kandungan sulfur oksida. Kadar karbon naik rata-rata 7.25%. Pada pengujian kadar air naik rata-rata 3.93%. Sedangkan pengujian kadar abu menunjukkan kenaikan rata-rata 11.09% Kata kunci: cangkang kopi, karbonisasi, biomassa, biobriket, bottom ash.
DAUR ULANG PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI TEKNIK BALL MILL UNTUK MENGEMBALIKAN DAYA IKATNYA Sugeng Slamet; Yanuwar Bastian
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 9, No 1 (2018): JURNAL SIMETRIS VOLUME 9 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.238 KB) | DOI: 10.24176/simet.v9i1.2097

Abstract

Teknik pengecoran merupakan metode pembentukan material logam yang sudah lama dikenal oleh manusia. Metode ini mempunyai banyak keuntungan yaitu dapat menghasilkan benda sesuai dengan aslinya, tidak dibatasi leh ukuran dan sesuai untuk produk massal. Media yang sering digunakan adalah pasir dan sebagian pola dilengkapi dengan inti cor. Pasir silika digunakan pengrajin cor untuk membuat inti cor. Pasir silika ini hanya bisa digunakan untuk sekali pakai untuk satu cetakan. Pasir silika tidak dapat digunakan lagi karena tidak mempunyai daya ikat antar partikelnya. Metode yang dilakukan adalah menghancurkan kembali  bongkahan  pasir  inti  bekas  cor  ke  dalam  mesin  ball  mill  dengan  variasi kecepatan putar, waktu giling, diameter dan jumlah bola baja yang digunakan per 1000 gr. Pasir silika selanjutnya dilakukan pengayakan dengan menggunakan mesh 100 dan 150. Hasil penggilingan dengan teknik ball  mill  menunjukkan bahwa kecepatan putar  mesin ball  mill  yang  meningkat tidak secara signifikan meningkatkan prosentase hasil. Penambahan waktu giling mampu meningkatkan prosentase hasil untuk semua ukuran mesh. Penambahan waktu giling dari 30 menjadi 60 menit pada kecepatan putar yang sama dan penambahan diameter bola dari 20 menjadi 25 mm mampu meningkatkan 14,10% lebih tinggi pada mesh 100.  Perlakuan yang sama dengan mesh 150 terjadi peningkatan sebesar 3,88%. Pasir silika daur ulang digunakan untuk membuat kembali inti cor. Semakin kecil ukuran mesh pasir silika menunjukkan ikatan partikel yang lebih kuat dengan bentuk pola inti yang lebih sempurna.