Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan dan Pemanfaatan Kayu Lokal sebagai Bahan Baku Alat Musik Modern untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis di IKM Madani Slamet, Sugeng; Solekhan, Solekhan; Qomaruddin, Qomaruddin
Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jmpm.v1i2.13183

Abstract

Desa Japan merupakan salah satu desa di lereng gunung Muria, merupakan wilayah di kecamatan Dawe - Kabupaten Kudus. Berada pada ketinggian ± 600 m dari permukaan laut dengan iklim tropis dan bertemperatur sedang. Beberapa tanaman tropis tumbuh subur diantara kayu jati, jayu meranti, mayu mahoni, kayu sonokeling, kayu gempol dan beberapa tanaman keras lainnya. Selain digunakan untuk konstruksi bangunan, kayu dimanfaatkan sebagai bahan baku meubel dan berbagai produk kerajinan kayu yang dipasarkan bagi wisatawan yang berkunjung ke gunung Muria sebagai buah tangan. Nilai manfaat yang terbatas tersebut menjadikan nilai ekonomis produk berbahan kayu menjadi rendah yang berdampak pada tingkat pendapatan pengrajin juga rendah. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan nilai ekonomis kayu menjadi produk bernilai jual tinggi guna meningkatkan pendapatan pengrajin. Pelaksanaan program diawali dengan Focus Group Discussion untuk memberikan pengetahuan tentang diversifikasi produk berbahan kayu, khususnya alat musik modern seperti gitar dan biola. Pelatihan, penerapan Ipteks dan pengembangan produk juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran. Akhir dari pelaksanaan program terjadi peningkatan keterampilan pengrajin dalam membuat produk alat musik modern. Terjadi peningkatan kualitas dan produktifitas dengan adanya penerapan teknologi.
Mitigasi Bencana dengan Menerapkan Sistem Peringatan Dini Banjir di Desa Setrokalangan Kabupaten Kudus Slamet, Sugeng; Wibowo, Budi Cahyo; Nugraha, Fajar
Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jmpm.v1i2.13178

Abstract

Banjir merupakan permasalahan yang terjadi akibat dari volume air yang berlebih pada sungai yang dipengaruhi oleh aktifitas manusia yang tidak ramah terhadap lingkungan. Desa Setrokalangan merupakan salah satu desa di kecamatan kaliwungu kabupaten Kudus. Desa ini menjadi langganan banjir disetiap musim penghujan datang. menurut informasi dari beberapa sumber pada akhir tahun 2022, desa Setrokalanganini terendam banjir hampir satu meter yang disebabkan tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah kabupaten Kudus dan meluapnya sungai wulan. Sebagai wilayah rawan bencana banjir perlu kiranya dilakukan mitigasi bencana sebagai upaya untuk meminimalisir dampak dari banjir yang dialami. Adapun metode yang digunakan adalah dengan menerapkan sistem peringatan dini banjir menggunakan teknologi Internet Of Things pada daerah aliran sungai untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat dalam menanggulangi banjir disamping meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sungai. Dari hasil penerapan teknologi peringatan dini banjir ini warga masyarakat disekitar daerah aliran sungai atau daerah terdampak lainnya menjadi lebih waspada dan meningkatkan kesiagaan dalam menanggulangi banjir, sehingga meminimalisir tingkat kerugian materi yang diakibatkan banjir.
UTILIZATION AND ENGINEERING OF PISTON WASTE BY SHOT PEENING METHOD AS ALTERNATIVE MATERIAL FOR FISHING VESSEL PROPELLERS Priyambodo, Bambang Hari; Yaqin, Rizqi ilmal; Fattah, Rauuf Nur; Slamet, Sugeng
Aurelia Journal Vol 6, No 2 (2024): October
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/aj.v6i2.14967

Abstract

This study aims to evaluate the utilization of used piston waste as an alternative material for making fishing boat propellers. Engineering is carried out to improve its mechanical properties by shot peening treatment. Shot peening is a surface treatment method by shooting small steel ball particles in a controlled manner. In this study, used pistons were recycled and used as the basic material for propellers, then shot peening was carried out with a pressure of 8 bar with variations in shooting duration for 5, 10, 15, and 20 minutes. Testing includes testing the chemical composition of the specimen, tensile testing, and observing the micro structure. Tensile testing is to determine mechanical strength, while macro photography is to identify changes in surface structure. The results of the chemical composition test state that the recycled piston is AL-Si-Cu. Meanwhile, the results of the tensile test show that the longer the shot peening duration, the tensile strength of the material increases significantly. Shot peening with a duration of 20 minutes gives the highest strength. The increase in tensile strength is 43% or 113 MPa compared to the non-treatment specimen. Micro structure observations show that the shot peening process creates a denser surface layer, so that tensile strength can be increased. This research is expected to be a reference for the propeller industry to increase production efficiency and sustainability.
Karakterisasi sifat mekanis paduan aluminium dari daur ulang velg untuk produk truck skateboard melalui metode investment casting Slamet, Sugeng; Kurniawan, Iwan Agus; Wibowo, Rianto
JURNAL CRANKSHAFT Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Crankshaft Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/crankshaft.v6i2.11052

Abstract

Skateboarding adalah olahraga yang menggunakan papan berroda yang berjalan lurus kedepan dengan melewati berbagai rintangan. Truck merupakan salah satu komponen penting berguna sebagai penyangga skateboard terpasang di bawah board. Fabrikasi truck banyak dikerjakan dengan proses permesinan dengan detail kompleksitas dan kepresisian tinggi. Hal ini menjadi kesulitan yang dirasakan pada industri manufaktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik pengecoran logam dengan metode investment casting menggunakan paduan aluminium. Material yang digunakan paduan Aluminium dari proses daur ulang velg motor. Fabrikasi dilakukan melalui metode invesment casting dengan membuat pola menggunakan limbah lilin industri batik. Proses pengecoran dilakukan dengan memperhatikan temperatur tuang sesuai komposisi paduan. Pengujiaan mekanis dilakukan dengan uji kekuatan tarik (ASTM E8M ) dan kekerasan ( HRC). Karakterisasi terhadap paduan Aluminium daur ulang velg motor menunjukkan komposisi 93,8%Al dan 4,4%Si. Sifat mekanis terhadap nilai  kekuatan tarik sebesar 121,89 MPa, modulus elastisitas 721,93 MPa dan nilai kekerasan 63,33 HRC. Metode investment casting mampu diterapkan untuk memproduksi truck skateboard dengan detail komplek dan kepresisian.
Automated Meter Reader (AMR) PAMSIMAS Using OCR Technology and Smartphone Utilization Budi Cahyo Wibowo; Arief Susanto; Solekhan Solekhan; Sugeng Slamet
Jurnal Media Elektrik Vol. 23 No. 1 (2025): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v23i1.10954

Abstract

Manual recording of water meters in the Community-Based Drinking Water and Sanitation Program (PAMSIMAS) is still vulnerable to human error, reporting delays, and operational inefficiencies. This study proposes a smartphone-based Automated Meter Reader (AMR) system that utilizes Optical Character Recognition (OCR) as a low-cost digital solution for rural environments. The system uses a smartphone camera to capture an analog water meter image and processes it through a computer vision pipeline that includes grayscale conversion, bilateral filtering, Canny edge detection, contour-based segmentation, and a full-image OCR fallback mechanism. An experimental evaluation was conducted on 120 analog water meter images with variations in lighting, capture angle, blur level, and meter surface conditions. Digit extraction was performed using Google Vision OCR (online) and Tesseract OCR (offline). The OCR accuracy was calculated based on the compatibility of the digit value of the recognition result with the ground truth value and complemented by confidence score analysis. The test results showed an average OCR accuracy of 91%, a confidence score of 0.87, and an average processing time of 1.27 s per image. Although the system showed stable performance in most test scenarios, the accuracy declined in strong glare conditions and with faulty meters, indicating the limitations of the contour-based segmentation approach. Overall, this smartphone-based AMR system has proven to be feasible and practical for supporting the digitization of community-based water management, with the potential for further development through deep learning-based segmentation.
OPTIMALISASI PROSES PENGERINGAN TEMBAKAU MENGGUNAKAN MESIN PENGERING BERBASIS HEAT EXCHANGER DAN SISTEM TRAY DRYING UNTUK EFISIENSI ENERGI DAN PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DI DESA GULANG, KUDUS Dina Tauhida; Ratri Rahmawati; Slamet Khoeron; Taufiq Hidayat; Akhmad Zidni Hudaya; Sugeng Slamet; Muhammad Luqman Saiful Fikri; Sigit Arrohman; Rangga Primadasa
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 6 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i6.4036

Abstract

Tobacco farmers in Gulang Village, Kudus Regency, face post-harvest challenges, particularly in the drying process, which is still conducted conventionally, resulting in prolonged drying time, high energy consumption, and inconsistent product quality. This community service program aimed to improve drying efficiency and tobacco quality through the implementation of a heat exchanger-based tobacco drying machine. The dryer was designed with dimensions of 1.2 m × 2.4 m × 1.2 m and equipped with 16 trays, utilizing an indirect heating system to ensure stable temperature control and prevent smoke contamination. The implementation stages included needs assessment, machine design and manufacturing, program socialization, operational and maintenance training, field implementation, and before–after performance evaluation. The results showed a reduction in drying time from 72.0 hours to 52.2 hours (27.5% efficiency improvement), energy savings from 100.0 to 75.6 kWh equivalent (24.4% reduction), and an increase in dried tobacco output from 84.6 kg to 93.6 kg per cycle (10.6% improvement). The final moisture content was more uniform at 13–14%. Statistical analysis indicated significant differences between conventional and machine-based drying methods (p < 0.05). The implementation of this appropriate technology effectively enhanced post-harvest efficiency, improved product quality, and supported the sustainability of smallholder tobacco farming in Gulang Village.
Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Anorganik Plastik dengan Metode Pirolisis di TPA Desa Ngemplak Kecamatan Undaan - Kudus Sugeng Slamet; Dwi Soegiarto; Muhammad Teguh Kuncoro
Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah banyak diproduksi dalam berbagai aktifitas kehidupan manusia yang seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan dan sosial. Sampah dibedakan atas sampah yang mampu diurai/organik dan tidak mampu diurai secara alamiah/anorganik. Upaya pengolahan sampah organik telah banyak diusahakan masyarakat menjadi produk turunan, sedangkan sampah anorganik belum banyak diolah karena keterbatasan metode dan teknologi. Teknik pirolisis akan mampu mengurai sampah anorganik/plastik menjadi produk turunan seperti  bahan bakar minyak. Metode ini berupa  reaktor pembakaran tanpa udara/anaerob, dimana sampah plastik dibakar dalam ruang bakar hingga mencapai temperatur 300-400oC. Selanjutnya gas uap yang terbentuk dilakukan proses kondensasi yang akan mengubah uap menjadi cairan/liquid sesuai jenis komposisi yang dihasilkan. Teknik pirolisis akan menghasilkan bahan bakar minyak sebagai alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menggerakkan mesin dan kebutuhan rumah tangga. Rerata 1 kg sampah plastik dapat menghasilkan sekitar 0,6 hingga 0,8 liter BBM. Jumlah ini sangat variatif tergantung jenis plastik dan akurasi metode pengolahan/pirolisis
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI PASCA PANEN UNTUK MEMPRODUKSI POPCORN DI DESA LORAM WETAN – KABUPATEN KUDUS Sugeng Slamet Sugeng; Solekhan Solekhan; Arief Susanto Arief; Rizky Setiawan Rizky
ABDIMAS UNWAHAS Vol. 10 No. 2 (2025): Abdimas Unwahas
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/abd.v10i2.14877

Abstract

Sektor pertanian masih menjadi penggerak roda perekonomian terbesar di Indonesia. Pekerjaan sebagai petani, juga menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat di pedesaan. Saat musim panen tiba, berbagai komoditas seperti padi, ketela, jagung dan lainnya melimpah ruah di pasar. Ketersediaan barang yang cukup besar seringkali berdampak pada melemahnya harga barang. Perlu dilakukan diversifikasi produk dengan mengolah hasil pertanian menjadi produk akhir, bukan lagi barang mentah. Tujuan program ini memberikan ketrampilan wirausaha memproduksi popcorn dan bantuan teknologi tepat guna kepada kelompok sasaran produktif. Tahapan pelaksanaan program dilakukan melalui sosialisasi memberikan pemahaman pentingnya menggerakkan potensi desa, melakukan praktek kerja dengan memproduksi bahan baku jagung menjadi popcorn dan memberikan bantuan teknologi teknologi tepat guna POKER ( Popcorn Maker ). Fokus permasalahan adalah penerapan teknologi pasca panen utnuk meningkatkan nilai tambah komoditas jagung dan pembekalan ketrampilan wirausaha masyarakat. Program ini mampu menggerakkan potensi desa dari sektor pertanian, membangun wirausaha baru,meningkatkan nilai jual komoditas pertanian dan akhirnya berdampak pada peningkatan waktu produktif dan pendapatan bagi kesejahteraan masyarakat.
The Impact of Chamotte Sand on the Mechanical and Physical Characteristics of Ceramic Molds Made of Chromite Sand Ellyawan Setyo Arbintarso; Sugeng Slamet; Rahayu Khasanah; Suharto Suharto; Riswan Aliyadi; Andri Trihendriana
Jurnal IPTEK Vol 29, No 2 (2025): December
Publisher : LPPM Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.iptek.2025.v29i2.8433

Abstract

Casting flaws are common in the high-temperature steel casting process, particularly surface flaws and rough surfaces. One option to avoid these surface defects is to use sand with a higher melting point, like chromite sand. This study is an extension of the previous research, which found that chromite sand, a ceramic mold material, frequently fractures during the sintering process. Chamotte sand material of 3% and 5% by weight has been applied as a binder to chromite sand to improve this. With an ideal sintering temperature of 1,050°C, two ceramic sintering processes, the Shaw and the Unicast processes—have been used. To determine the chromite-chamotte sand mixture's potential as a ceramic mold material, tests for cold crushing strength (CCS), modulus of rupture (MoR), permeability, and refractory were conducted. The mixture with 3% wt chamotte sand with the Shaw sintering technique provided the highest results and was appropriate for ceramic mold.
PERBANDINGAN NILAI KALOR BIOBRIKET YANG TERBUAT DARI BOTTOM ASH LIMBAH PLTU DAN BIOMASSA CANGKANG KOPI DENGAN VARIASI KOMPOSISI DAN JENIS PENGIKAT YANG BERBEDA Budi Gunawan; Sugeng Slamet; Ahmad Syahroni
TEKNIK Vol 36, No 2 (2015)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.222 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v36i2.8688

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah membuat biobriket dari bahan bottom ash limbah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan biomassa cangkang kopi dengan zat pengikat tetes tebu serta menguji nilai kalor yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah; pembuatan biobriket dengan memvariasi komposisi antara bottom ash dengan biomassanya serta zat pengikat yang berbeda. Variasi komposisi antara biomassa cangkang kopi dengan bootom ash yang digunakan adalah 60% : 40% dan 70% : 30%, sedangkan bahan perekatnya menggunakan tetes tebu dan tepung kanji. Pengujian yang dilakukan adalah menguji nilai kalor dari biobriket yang dihasilkan menggunakan alat uji calloriboom. Dari hasil pengujian didapatkan biobriket dengan komposisi 70% biomassa cangkang kopi dan 30% bottom ash dengan pengikat tetes tebu mempunyai nilai kalor yang paling tinggi dibandingkan dengan komposisi dan pengikat yang lain dengan nilai kalor yang dihasilkan yaitu 2496,18 kal/gr. Nilai kalor ini dipengaruhi oleh kandungan karbon aktif yang terdapat pada arang cangkang kopi dan besar kecilnya kandungan carbon, oxygen dan ash yang dimiliki, semakin tinggi kandungan carbon dan oxygen maka makin tinggi pula nilai kalor yang kandungan kalor yang terdapat pada jenis perekat tetes tebu lebih tinggi dari pada tepung kanji. [Title: Comparison of Calorific Value of Biobriket Made of Bottom Ash Waste and Biomass Plant Shell Coffee by Varying Composition and Types of Binder] This study is aimed to make biobriket of bottom ash material waste biomass power plant and different binder of coffee shell (molasses) as well as measuring the calorific value. The method in this study are by manufacturing biobricket by varying the composition of bottom ash with biomass and different binder. Biomass composition variation of the shell coffee and bottom ash are 60%:40% and 70%:30%. The binder used are molasses and starch. This experiment was carry out by measuring the calorific value of produced biobricket. From results, the biobricket with a composition of 70% biomass and 30% coffee shell bottom ash and molasses binder has the highest calorific value in comparison to other binder composition. The calorific value is 2496.18 cal/g. This calorific value is influenced by the content of activated carbon contained in charcoal shell of coffee and size of the content of carbon, oxygen and ash. Increased calorific values between the molasses and starch binders suggested that the calorific value of product when using molasses binder is higher than that of starch.