Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGARUH PELAKSANAAN LAYANAN PENEMPATAN DAN PENYALURAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE TERHADAP PENENTUAN BAKAT DAN MINAT SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PADANG SIDEMPUAN Sri Puspita Sari; Nor Mita Ika Saputri; Vitria Larseman Dela
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.226-234

Abstract

Peserta didik adalah individu yang berada pada masa yang sulit ketika menghadapi masalah penyesuaian diri dan pengambilan keputusan, sehingga mereka memerlukan bimbingan secara tepat guna pencapaian perkembangan diri mereka. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta yang penulis dapatkan di lapangan dimana masih banyak peserta didik yang tidak dapat menempatkan diri mereka di keadaan yang sesuai keinginan mereka. Hal ini tercermin dari perilaku nakal yang dirasakan dan berkurangnya prestasi belajar siswa. Jika masalah di atas terus berlanjut, maka akan menimbulkan stigma yang parah di kalangan generasi muda, khususnya pelajar SMA. Hal tersebut dapat dicegah  dengan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bakat dan minat dengan menggunakan layanan penempatan dan penyaluran  berbasis multiple intelligence untuk penentuan bakat dan minat siswa . Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh layanan penempatan dan penyaluran berbasis multiple intelligence dalam penentuan bakat dan minat siswa SMA Negeri 4 Padang Sidempuan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimen. Sampel dalam penelitian ini 18 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil penelitian pada kelompok ekspriemen terdapat perbedaan peningkatan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil posttest kelompok kontrol yaitu 167 sedangkan posttest kelompok eksperimen yaitu 184,4. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan umum peneliti adalah layanan penempatan dan penyaluran berbasis multiple intelligence efektif dalam penentuan bakat dan minat siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang Sidempuan
PENGARUH LAYANAN INFORMASI DENGAN METODE ANIMASI TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PADANG SIDEMPUAN TENTANG PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL Ridho Lubis; Sukatno Sukatno; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.235-243

Abstract

Pelecehan seksual terhadap anak muda adalah masalah serius. Ada yang berbeda di Indonesia dalam beberapa bulan terakhi. Pelecehan seksual terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan informasi yang diberikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak Januari 2022 hingga saat ini, terdapat 18.054 kasus pelecehan seksual di Indonesia. Di antaranya 2.912 korban laki-laki dan 16.564 korban perempuan. banyak dampak yang terjadi akibat dari pelecehan seksual, diantara nya adalah dampak psikologis, dampak perilaku, dan dampak fisik terhadap korban. Dampak psikologis yang terjadi adalah berkurangnya harga diri, berkurangnya kepercayaan diri, depresi, kecemasan, ketakutan terhadap pemerkosaan, meningkatkan ketakutan terhadap tindakan-tindakan kejahatan lainnya, serta rasa ketidakpercayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah layanan informasi dengan metode animasi berpengaruh untuk pencegahan pelecehan seksual di SMA Negeri 4 Padang Sidempuan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimen. Sampel dalam penelitian ini 30 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok. Hasil penelitian pada kelompok ekspriemen terdapat perbedaan yg signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil posttest kelompok kontrol yaitu 124,2 sedangkan posttest kelompok eksperimen yaitu 146,2. Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan umum penelitian ini adalah layanan informasi dengan metode animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang Sidempuan tentang pencegahan pelecehan seksual.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MENYONTEK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 4 PADANG SIDEMPUAN Yoseph Ricardo Pranata; Sukatno Sukatno; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.244-253

Abstract

Menyontek adalah perilaku atau perbuatan curang yang dilakukan untuk menghindari gagalnya hasil ujian atau nilai akademik dengan cara yang tidak jujur seperti; melihat hasil jawaban orang lain, menulis catatan kecil di atas meja, telapak tangan, atau sobekan kertas yang tersembunyi, melihat manual, catatan atau media elektronik. Kurangnya Manajemen Pengendalian Diri yang baik menyebabkan meningkatnya perilaku menyontek di kalangan siswa. Penelitian ini dilakukan dikarenakan perilaku menyontek yang sudah menjadi hal wajib bagi sebagian siswa demi mencapai nilai yang memuaskan. Oleh karena itu peneliti berharap setelah diadakan nya penelitian ini yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padangsidimpuan menjadi hal positif sehingga mereka dapat menghilangkan perilaku menyontek tersebut. Dari penelitian yang telah dilakukan makan peneliti telah memperoleh data sebagai berikut, berdasarkan pengurangan jumlah dari hasil kelompok eksperimen sebelum mendapat perlakuan (Pretest) adalah 1117 dengan nilai rata-rata 111,7. Jumlah kelompok eksperimen sesudah medapatkan perlakuan (posttest) adalah 945 dengan nilai rata-rata 94,5. Dengan hasil pretest 111,7 dah hasil posttest 94,5 maka kelompok eksperimen mengalami penurunan sebesar 16,2. Maka dari hasil penghitungan terjadi penurunan terhadap perilaku menyontek melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik Self Management pada siswa kelas XI SMA Negeri 4 Padang Sidempuan.
HUBUNGAN PEMBIASAAN SHALAT DHUHA DENGAN KECERDASAAN EMOSIANAL SISWA KELAS X DI SMA NURUL ILMI PADANGSIDIMPUAN Ahmad Husein Lubis; Harun Arrasyd; Nor Mita Ika Saputri
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 2 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - MARET-JUNI 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i2.287-292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembiasaan shalat dhuha dengan kecerdasaan emosional siswa di kelas X SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan  adakah pengaruh antara pembiasaan shalat dhuha dengan kecerdasan emosional. Adapun  teknik pengumpulan data peneliti menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Adapun sampel yang digunakan peneliti yaitu simple random sampling. dengan mengunakan rumus Slovin :   dengan jumlah siswa 137 siswa.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti ialah adanya nilai signifikansi pembiasan shalat Dhuha (X) terhadap kecerdasan emosional siswa (Y) adalah 0,000 <0,05 dan nilai  thitung 7,357 dan nilai t table 1.977 maka Ho 1 ditolak dan Ha 1 diterima. Artinya terdapat pengaruh pembiasan shalat Dhuha terhadap kecerdasan emosional siswa. Nilai signifikansi untuk pembiasaan shalat Dhuha (X) terhadap kecerdasan emosional (Y) adalah sebesar 0,00 < 0,05 dan fhitung  54,909 > dari nilai ftabel 3,26. ha tersebut membuktikan bahwa  Ho 2 ditolak dan Ha 2 diterima. Artinya terdapat pengaruh pembiasaan shalat Dhuha terhadap kecerdasan emosional siswa SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan secara signifikan.Berdasarakan hasil penelitian  yang dilakukan oleh peneliti kepada para siswa SMA Nurul Ilmi Padangsidimpuan dalam pelaksanakan shalat dhuha terdapat pengaruh yang positif terhadap kecerdasan emosional siswa.Pembiasaan shalat dhuha dapat mengendalikan  emosional siswa membuat para siswa lebih peduli dan sabar. Serta peka terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain sehingga memiliki karakter (watak) terpuji dan membangun hubungan antar pribadi yang lebih harmonis dan shalat dhuha juga  mampu menenangkan hati, mengontrol emosi dan memiliki kerendahan hati. Kata Kunci :Pembiasaan Sholat Dhuha, Kecerdasan Emosional 
HUBUNGAN ATTACHMENT ORANGTUA DENGAN KEMANDIRIAN SISWA SMP NEGERI 9 PADANG SIDEMPUAN Rina Sari Lubis; Nor Mita Ika Saputri; Vitria Larseman Dela
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.419-423

Abstract

Pada masa remaja, terdapat beberapa tugas perkembangan yang harus dihadapi, yaitu perkembangan kemandirian. Peran orangtua tidak terlepas pada pembentukkan kemandirian remaja, karena adanya suatu ikatan emosional Antara orangtua dengan remaja. Ikatan emosional yang bertahan dalam jangka waktu yang lama disebut dengan kelektan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan attachment orangtua dengan kemandirian siswa SMP Negeri 9 Padang Sidempuan dengan jumlah subjek sebanyak 141 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster sampling pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu skala kelekatan dan skala kemandirian, dengan teknik analisa uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS 23 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan attachment orangtua dengan kemandirian siswa SMP Negeri 9 Padang Sidempuan dengan nilai 1.000 dengan 0,048 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi kelekatan remaja dengan orangtua, maka semakin tinggi pula kemandirian remaja. 
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN KONSELING ASERTIVITAS DENGAN TEKNIK BEHAVIOURAL SKILL TRAINING UNTUK SISWA SMA DI WILAYAH TAPANULI BAGIAN SELATAN Nor Mita Ika Saputri; Harun Arrasyd; Fajar Azhari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 3 (2023): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2023.v8i3.398-404

Abstract

Konseling adalah hubungan terapeutik antara konselor dan klien. Proses terapeutik menekankan pengembangan hubungan terapeutik dengan klien dan mengembangkan tindakan strategis yang efektif untuk memfasilitasi perubahan. Konseling ditujukan pada kondisi pribadi yang mandiri, sukses, dan memiliki kehidupan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi melalui pengembangan yang terarah. Konseling akan berhasil jika konselor dan klien bekerjasama dalam mencapai tujuan konseling yang disepakati bersama, serta menghindari hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses konseling. Salah satu hambatan tersebut adalah resistensi klien, yaitu sikap penolakan atau pembelaan klien yang tidak sejalan dengan tujuan konseling. Konselor dituntut untuk dapat mengatasi hambatan tersebut dengan baik, guna mencapai tujuan dalam konseling.Konseling adalah hubungan terapeutik antara konselor dan klien. Proses terapeutik menekankan pengembangan hubungan terapeutik dengan klien dan mengembangkan tindakan strategis yang efektif untuk memfasilitasi perubahan. Konseling ditujukan pada kondisi pribadi yang mandiri, sukses, dan memiliki kehidupan yang efektif dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini tidak datang dengan sendirinya, tetapi melalui pengembangan yang terarah. Konseling akan berhasil jika konselor dan klien bekerjasama dalam mencapai tujuan konseling yang disepakati bersama, serta menghindari hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses konseling. Salah satu hambatan tersebut adalah resistensi klien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resistensi klien dalam proses konseling yaitu sikap penolakan atau pembelaan klien yang tidak sejalan dengan tujuan konseling. Konselor dituntut untuk dapat mengatasi hambatan tersebut dengan baik, guna mencapai tujuan dalam konseling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur (literature review). Hasil penelitian menemukan bahwa klien mungkin menunjukkan resistensi selama proses konseling. Bisa jadi, klien dapat datang kepada konselor secara sukarela atau dipaksa. Dengan mengetahui rahasia sikap klien dan mengetahui bagaimana resistensi terjadi, konselor dapat menganggap resistensi sebagai hal yang baik. Jika klien menentang, konselor tidak boleh terpengaruh oleh perasaan atau marah. Berikan perhatian penuh kepada klien dan jangan memaksa mereka untuk berbicara tentang masalah yang sama. Konselor juga harus memberi tahu klien tentang resistensi ini.
Study of Mental Health Quotes for Positive Mindset in Digital Era Husniah Ramadhani Pulungan; Nor Mita Ika Saputri
Bulletin of Science Education Vol 3 No 2 (2023): Bulletin of Science Education
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bse.v3i2.822

Abstract

The purpose of this research is to examine mental health quotes for a positive mindset after the Covid-19 pandemic hit especially in digital era. The research method used is descriptive qualitative. The data source is 65 quotes from World Health Mental Day 2022, Make Mental Health for All A Global Priority on a very large banner. Data collection techniques include library techniques, see, and record. The analysis is qualitative content analysis. The presentation is descriptive and argumentative. The results of the study show that when someone wants to give quotes that aim to create a positive mindset, the tendency for the type of language style that appears consists of: Association 50%, Paradox 17%, Climax 15%, Allegory 8%, Anticlimax 6%, Irony and Rhetorical 2% each. The findings from this study are in the form of association style patterns with criticism, conditions, affection, prohibitions, definitive, optimistic, and advice patterns. The pattern of Paradox language style is patterned as suggestion, alert, prohibition, annoyance, consistency, and introspection. Command and support patterned Climax language styles. Allegory style pattern with an optimistic pattern. Anticlimax stylized pattern with prohibition pattern. Irony language style pattern which is patterned as a prohibition for satire. The patterned Rhetorical style of language asks something. Thus, the novelty revealed of the synergy from the fields of linguistics and counseling can produce more specific, effective, and efficient counseling therapies in the future, especially in mental health. Keywords: Digital Mental Health, Positive Mindset, Language Style
Study of The Compliance Level of Students at The Krabi Thai Islamic Boarding School In The Implementation Of Character-Based Discipline Nor Mita Ika Saputri; Husniah Ramadhani Pulungan; Muhammad Darwis; Marlina Harahap; Darliana Sormin; Nor Kalsum Mohd Isa; Mr. Nopparat Sumalee
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4181

Abstract

The application of discipline is a character strengthening that produces knowledgeable and noble graduates. This study used descriptive qualitative method. The selected informants were teachers from three schools which consisted of the Santitham Muslim Foundation School, the Vuttisat Pittayanusorn School, and the Adameesuksavittaya School. Data collection techniques using a questionnaire. Then, data reduction, data classification, data presentation, and drawing conclusions are data analysis techniques. Adameesuksavittaya school appears to excel in dress discipline as evidenced by three statements each at 13% and discipline in worship as evidenced by five statements each at 11%. Then, the Santitham Muslim Foundation School looks superior in student obedience in time discipline as evidenced by two statements of 16% each. Meanwhile, the Vuttisat Pittayanusorn School appears to have excelled in student compliance in discipline as evidenced by three statements of 14% each. Thus, the novelty of the level of student discipline compliance can reveal the characteristics of school education in showing its good image to the community. This research resulted in a statement that the tendency of students to obey the rules in their schools can be reflected in their daily behavior.
PELATIHAN PEMETAAN POTENSI SISWA BERBASIS MULTIPLE INTELLEGENCE BAGI GURU BK Nor Mita Ika Saputri; Harun Arrasyd; Erlina Harahap; Husniah Ramadhani Pulungan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2278-2283

Abstract

Pelatihan pemetaan potensi siswa berbasis multiple intelligence bagi guru BK sekolah Muhammadiyah di Kota Padang Sidempuan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman guru khususnya guru bimbingan konseling atau konselor siswa untuk dapat meningkatkan potensi dan prestasi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Maret 2022. Pelatihan ini memuat kegiatan psikoedukasi, FGD dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang sudah dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) mitra memahami bagaimana mengadministrasikan instrument multiple intelligence; 2) mitra sudah mampu melakukan analisis terhadap instrument MI; 3) mitra sudah mampu memberikan interpretasi terhadap instrumen MI; 4) mitra mampu menerapkan hasil interpretasi MI terhadap pembelajaran di kelas, pemetaan potensi, minat bakat dan penjurusan serta mengarahkan profesi atau karir yang tepat sesuai dengan potensi siswa.
DEKONSTRUKSI PENDIDIKAN KARAKTER DAN IDEALISME PENDIDIK Nor Mita Ika Saputri; Husniah Ramadhani Pulungan; Muhammad Darwis; Marlina Harahap; Darliana Sormin; Nor Kalsum Mohd Isa; Mr. Nopparat Sumalee
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 03 (2013): Jurnal Edukasi Islami - Januari 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.249 KB) | DOI: 10.30868/ei.v2i03.33

Abstract