Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Multilevel Boost Converter Untuk Catu Daya Motor Arus Searah Pada Kendaraan Listrik Berbasis Mikrokontroler Noer Soedjarwanto; Endah Komalasari; Venus Asadila
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 12 No. 3 (2018)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v12n3.2089

Abstract

Abstrak— Rangkaian multilevel boost converter memiliki prinsip kerja yang sama dengan boost converter konvensional namun rasio tegangan keluarannya lebih tinggi. Dimana tegangan keluaran dari multilevel boost converter ini akan digunakan sebagai catu daya untuk mengendalikan kecepatan putar motor arus searah (MAS). Kemudian akan dilakukan perbandingan antara tegangan keluaran multilevel boost converter dengan boost converter konvensional yang digunakan sebagai catu daya MAS. Pada penelitian ini nilai tegangan keluaran multilevel boost converter saat dihubungkan pada MAS dengan duty cycle 20% yaitu 80,3 volt dan MAS sudah mulai berputar dengan kecepatan 350 rpm. Sementara tegangan keluaran boost converter konvensional sebesar 39,4 volt namun MAS belum dapat berputar pada duty cycle 20% dan tegangan masukan yang sama yaitu 12,3 volt. Kemudian dilakukan penambahan beban MAS pada pengujian multilevel boost converter. Dimana semakin berat beban pada MAS maka torsinya akan meningkat. Dengan demikian perangkat multilevel boost converter dapat digunakan sebagai catu daya MAS untuk kendaraan listrik. Kata kunci: Multilevel boost converter, boost converter, motor arus searah Abstract—Multilevel boost converter circuit has the same working principle with conventional boost converter. Hence, the ratio of its output voltage is higher that will be used as power supply for controlling the rotational speed of MAS. Then, there will be comparison among the output voltage of multilevel boost converter and conventional boost converter which will be used as power supply of MAS. On this research, the output voltage value of multilevel boost converter which is connected with MAS at the duty cycle 20 % is 80,3 volt. Furthermore, it had rotated at the speed of 320 rpm. Meanwhile, the output voltage of boost converter conventional is 39,4 volt. On the contrary, MAS can not rotated at the duty cycle of 20 % with the same input voltage that will be 12,3 volt. Then, it will be added with load of MAS for multilevel boost converter testing. While the load of MAS is heavier, its torque will be increased too. Therefore, multilevel boost converter device can be used as power supply of MAS for electric vehicles. Keywords: Multilevel boost converter, boost converter, direct current motor
Rancang Bangun Boost Converter Untuk Charging Baterai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Bertenaga Surya Noer Soedjarwanto
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n3.2129

Abstract

Abstrak Saat UAV melakukan suatu misi, UAV dituntut untuk memiliki durasi terbang yang lama sehingga misi yang dikerjakan akan bisa selesai. Durasi terbang yang pendek akan menyebabkan pekerjaan menjadi lebih lama selesainya. Konsumsi daya yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan penyimpanan energinya yang terbatas, akan menyebabkan durasi terbang menjadi pendek. Salah satu alternatif untuk meningkatkan durasi penerbangan yaitu dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Dengan Adanya sumber energi lain yaitu menggunakan panel surya pada sistem charging baterai untuk menyuplai energi pada sistem daya di UAV, maka UAV dapat digunakan ke beban dan sekaligus dapat melakukan charging baterai. Sehingga durasi terbang dari UAV bertambah lebih lama dan memudahkan para pilot UAV atau pengguna UAV dalam melakukan charging baterai. Sistem charging baterai pada UAV bertenaga surya menggunakan DC-DC konverter yaitu boost converter. Boost converter dipilih karena dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan sumber, dengan cara mengendalikan sinyal PWM (Pulse Widht Modulation). UAV tanpa panel surya hanya memiliki estimasi durasi terbang hanya 1 jam. Dengan menambah sistem charging baterai baterai pada UAV bertenaga surya estimasi durasi terbang menjadi 90 menit. Kata kunci UAV, DC-DC Konverter, Boost Converter , Panel Surya.
Prototipe Smart Door Lock Menggunakan Motor Stepper Berbasis Iot (Internet Of Things) Noer Soedjarwanto; Gigih Forda Nama; Rega Astu Nugroho
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2167

Abstract

Internet of things adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus . adapun kemampuan nya seperti berbagi data maupun sebagai remote control dan lain sebagainya. Maka dari itu penulis berinisiatif untuk membuat pengaman sekaligus pengontrol pintu dari jarak jauh untuk mempermudah pemilik rumah mengontrol keadaan kunci saat terbuka maupun sedang terkunci. Aplikasi di rancang menggunakan mit inventor dengan berbagai vitur diantaranya tombol untuk membuka kunci dan menutup kunci dengan mengatur sudut dan arah gerak motor menggunakan driver motor steeper. kemudian pada aplikasi menampilkan notifikasi kondisi pintu saat di jalankan ,dan juga menampilkan berapa arus dan tegangan yang di gunakan saat menjalankan alat tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin berat beban yang diberikan pada alat ini maka nilai daya saat membuka dan mengunci pintu tetap konstan. Prototype smart dor lock menampilkan data secara realtime dan hanya diberikan beban 0,08 kg , 0,115 kg, dan 0,170 kg.
PROTOTYPE ALAT PENCACAH SAMPAH PLASTIK TERKONEKSI ANDROID DENGAN SUMBER PANEL SURYA Noer Soedjarwanto
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3388

Abstract

Limbah sampah Plastik merupakan masalah yang sangat serius bagi Lingkungan Indonesia, dikarenakan  plastik merupakan sampah yang sulit terurai oleh bakteri. Plastik memerlukan puluhan bahan ratusan tahun agar dapat terurai alami oleh bakteri. Walaupun demikian limbah plastik dapat menjadi berguna apabila ia dicacah dan dijual agar mendapatkan nilai jual yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari hari. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pencacah sampah plastik yang terkoneksi dengan android untuk memudahkan proses pencacah sampah plastik. Pengembangan prototipe ini melibatkan Langkah Langkah perakitan dan pengujian alat pencacah sampah plastik. Penelitian ini menggunakan Node Mcu sebagai microcontroller dengan aplikasi blynk untk mengontrol node mcu melalui internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu menghancurkan sampah plastik sebanyak 54 gram selama 1 menit. Penelitian ini menggunakan panel surya 100 wp sebagai sumber daya untuk mengecas dua buah aki 6.3 Ah dengan lama pengecasan 8 jam dan habis dalam waktu 36 menit.
ANALISIS SUSUT DAYA (LOSSES) PADA PENYULANG RAYAP PT PLN (PERSERO) UID LAMPUNG BERBASIS APLIKASI ETAP 19.0.1 Noer Soedjarwanto; Kenya Excellentia Kines; Saka Arif Aulia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4072

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada penyulang Rayap. Dari hasil analisis didapati bahwa pada simulasi menggunakan ETAP 19.0.1, didapatkan total losses pada saluran sebesar 0,6 kW dan total losses pada trafo sebesar 6,4 kW sehingga total losses pada simulasi sebesar 7 kW. maka susut yang didapat adalah 1,82% dari total daya yang dikirim gardu induk yaitu sebesar 415,5 kW. Pada perhitungan secara manual menggunakan rumus daya didapatkan hasil total losses pada saluran sebesar 0,6175 kW dan total losses pada perangkat sebesar 15,9 kW sehingga total losses pada perhitungan sebesar 16,5175 kW maka susut yang didapat adalah 3,97% dari total daya yang dikirim gardu induk yaitu sebesar 415,5 kW.
PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM PEMANTAUAN PANEL SURYA BERBASIS IOT Noer Soedjarwanto; Zulmiftah Huda; Altika Zulfa Kurniawan
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4549

Abstract

Pembangkit listrik di Indonesia saat ini masi bergantung pada energi fosil, yang mana ketersediannya semakin terbatas, sehingga diperlukannya sumber energi listrik yang berasal dari energi terbarukan salah satunya yaitu PLTS. Dengan adanya pembangkit energi baru dan terbarukan efeknya dapat mengurangi penggunaan energi fosil sekaligus mengurangi emisi karbon yang ada. Pada PLTS perlu dilakukannya pengukuran nilai tegangan dan arus agar dapat mengetahui daya yang dapat dihasilkan. Jika pengukuran dilakukan secara manual dan harus dilakukan secara terus menerus maka tidak akan efektif dan efisien dalam penggunaannya. Sehingga berdasarkan hal tersebut, perlu dibuat alat sistem pemantauan tegangan, arus, dan daya pada panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protoype sistem pemantauan panel surya berbasis IoT. Berdasarkan percobaan protoype sistem pemantauan panel surya yang dibuat dapat bekerja dengan baik dan hanya memiliki nilai rata-rata error sebesar 0,56% untuk tegangan dan 7% untuk arus.
ANALISIS PERBANDINGAN RC FILTER DAN PI FILTER PADA SISTEM CONTROLLER TURBIN ANGIN THE SKY DANCER ( TSD) 500 DI PT. LENTERA BUMI NUSANTARA Noer Soedjarwanto; Saka Arif Aulia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4176

Abstract

Pada saat ini penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia mulai banyak digunakan. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Pada sistem pembangkit listrik tenaga bayu skala mikro terdiri dari beberapa bagian, yaitu turbin angin (bilah), generator, Controller, data logger, baterai, dan juga inverter. Peran Controller pada sistem pembangkit listrik tenaga bayu cukup krusial, yaitu sebagai sistem proteksi, penyearah, pengontrol tegangan yang fluktuatif dari generator, arus, dan juga daya keluaran untuk disimpan di baterai.Pada sistem Controller turbin angin dibutuhkan tegangan yang ideal, energi listrik disalurkan dalam frekuensi tunggal yang konstan serta pada level tegangan yang juga konstan. Tetapi dengan perkembangan beban listrik yang semakin maju, terutama penggunaan beban-beban tak linier, akan menimbulkan harmonisa. Harmonisa menyebabkan terjadinya penyimpangan gelombang tegangan dan arus yang mempunyai pengaruh kurang baik terhadap komponen pada controller turbin angin. Filter merupakan sebuah rangkaian yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan keluaran dari proses perubahan tegangan AC menjadi tegangan DC pada sistem controller turbin angin. Pada sistem controller TSD  500 sudah terpasang sebuah filter yaitu RC filter, tetapi masih ada metode filter yang lebih baik yaitu metode PI Filter . Pada  RC filter menghasilkan ripple sebesar 0,011 % sedangkan PI filter menghasilkan ripple sebesar 0,003%.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN BUCK-BOOST CONVERTER BERBASIS IoT Noer Soedjarwanto
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3399

Abstract

Buck-boost Converter merupakan jenis konverter yang digunakan untuk menurunkan dan menaikkan tegangan dengan memadukan prinsip dari buck-converter dan boost-converter. Sedangkan teknologi IoT digunakan untuk memantau kecepatan dan tegangan motor secara jarak dekat maupun jauh melalui aplikasi mobile. Pada skripsi ini, perancangan buck-boost converter digunakan sebagai pengatur kecepatan motor DC berdasarkan tegangan output yang dimana hasil tegangan output dapat lebih kecil atau lebih besar dari sumber tegangan.  Kemudian, driver motor digunakan sebagai perantara komunikasi yang terhubung pada NodeMCU agar pemantauan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Selanjutnya, implementasi teknologi IoT dilakukan dengan menggunakan platform IoT Blynk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan nilai tegangan pada proses pengendalian berhasil mengendalikan kecepatan motor DC. Selain itu, teknologi IoT berhasil diimplementasikan dengan baik dan memungkinkan pengguna untuk memantau kecepatan motor secara jarak jauh melalui aplikasi. Dengan demikian, penggunaan buck-boost converter dengan driver motor dan teknologi IoT dapat meningkatkan efisiensi dari pengendalian motor DC.
ANALISIS STARTING MAIN MOTOR COAL MILL DENGAN LIQUID RESISTANCE STARTER DI PT SEMEN BATURAJA TBK Saka Arif Aulia; Noer Soedjarwanto; Safaruddin Safaruddin
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3587

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang paling banyak digunakan pada setiap aplikasi industri karena motor induksi memiliki beberapa kelebihan. PT Semen Baturaja Tbk sebagai salah satu yang banyak menggunakan motor listrik sebagai menggerakan mesin-mesin produksinya. Dalam pengaplikasiannya, motor induksi 3 fasa memerlukan starting untuk memulai putaran, namun kendala dari penggunaan motor induksi adalah dimana pada saat proses starting motor akan menyerap arus lebih hingga 500-700% arus nominal kerja. Untuk mengatasi hal itu, salah satu metode starting yang digunakan adalah metode tahanan rotor menggunakan liquid resistance starter dalam penurunan arus starting motor yang mampu menahan arus starting tidak lebih dari 130% dati arus nominal kerja. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pengujian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisa persentase arus starting, persentase torsi starting, dan waktu starting motor induksi 3 fasa. Didapati pada 3 kali starting persentase arus starting berturut turut 125%, 130%, 123% , persentase torsi starting berturut turut 128%, 124%, 128%, dan waktu starting berturut turut 36 detik, 52 detik, 38 detik.
ANALISIS IDENTIFIKASI KECACATAN BEARING MOTOR INDUKSI BERDASARKAN ARUS STATOR DAN TORSI PADA RPM BERBASIS FAST FOURIER TRANSFORM mahkuta prawira darmawan; Noer Soedjarwanto Soedjarwanto
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3.3071

Abstract

Motor induksi merupakan salah satu jenis motor listrik yang banyak digunakan di industri. Salah satu kerusakan terbesar yang terjadi pada motor induksi adalah kerusakan bearing yang mencapai 41%. Kerusakan bearing merupakan salah satu jenis kerusakan terbesar yang sering dijumpai pada motor induksi. Pada penelitian ini penulis membahas tentang karakteristik arus stator dan torsi akibat kerusakan bantalan motor induksi pada inner ring dan rolling element yang berpengaruh pada RPM yang dihasilkan. Untuk mendeteksi kerusakan bantalan motor induksi menggunakan analisis FFT (Fast Fourier Transform). Sehingga dengan metode ini dapat dihasilkan analisis identifikasi dan klasifikasi kerusakan bearing yang lebih akurat. Dari hasil analisis diketahui bahwa bantalan normal dan cacat menunjukkan karakteristik spektrum yang berbeda.