Claim Missing Document
Check
Articles

PROTOTYPE ALAT PENCACAH SAMPAH PLASTIK TERKONEKSI ANDROID DENGAN SUMBER PANEL SURYA Soedjarwanto, Noer
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3388

Abstract

Limbah sampah Plastik merupakan masalah yang sangat serius bagi Lingkungan Indonesia, dikarenakan  plastik merupakan sampah yang sulit terurai oleh bakteri. Plastik memerlukan puluhan bahan ratusan tahun agar dapat terurai alami oleh bakteri. Walaupun demikian limbah plastik dapat menjadi berguna apabila ia dicacah dan dijual agar mendapatkan nilai jual yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari hari. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pencacah sampah plastik yang terkoneksi dengan android untuk memudahkan proses pencacah sampah plastik. Pengembangan prototipe ini melibatkan Langkah Langkah perakitan dan pengujian alat pencacah sampah plastik. Penelitian ini menggunakan Node Mcu sebagai microcontroller dengan aplikasi blynk untk mengontrol node mcu melalui internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu menghancurkan sampah plastik sebanyak 54 gram selama 1 menit. Penelitian ini menggunakan panel surya 100 wp sebagai sumber daya untuk mengecas dua buah aki 6.3 Ah dengan lama pengecasan 8 jam dan habis dalam waktu 36 menit.
PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR DC MENGGUNAKAN BUCK-BOOST CONVERTER BERBASIS IoT Soedjarwanto, Noer
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3399

Abstract

Buck-boost Converter merupakan jenis konverter yang digunakan untuk menurunkan dan menaikkan tegangan dengan memadukan prinsip dari buck-converter dan boost-converter. Sedangkan teknologi IoT digunakan untuk memantau kecepatan dan tegangan motor secara jarak dekat maupun jauh melalui aplikasi mobile. Pada skripsi ini, perancangan buck-boost converter digunakan sebagai pengatur kecepatan motor DC berdasarkan tegangan output yang dimana hasil tegangan output dapat lebih kecil atau lebih besar dari sumber tegangan.  Kemudian, driver motor digunakan sebagai perantara komunikasi yang terhubung pada NodeMCU agar pemantauan dapat dilakukan dengan lebih efisien. Selanjutnya, implementasi teknologi IoT dilakukan dengan menggunakan platform IoT Blynk. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perubahan nilai tegangan pada proses pengendalian berhasil mengendalikan kecepatan motor DC. Selain itu, teknologi IoT berhasil diimplementasikan dengan baik dan memungkinkan pengguna untuk memantau kecepatan motor secara jarak jauh melalui aplikasi. Dengan demikian, penggunaan buck-boost converter dengan driver motor dan teknologi IoT dapat meningkatkan efisiensi dari pengendalian motor DC.
ANALISIS STARTING MAIN MOTOR COAL MILL DENGAN LIQUID RESISTANCE STARTER DI PT SEMEN BATURAJA TBK Aulia, Saka Arif; Soedjarwanto, Noer; Safaruddin, Safaruddin
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 3s1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i3s1.3587

Abstract

Motor induksi 3 fasa merupakan motor yang paling banyak digunakan pada setiap aplikasi industri karena motor induksi memiliki beberapa kelebihan. PT Semen Baturaja Tbk sebagai salah satu yang banyak menggunakan motor listrik sebagai menggerakan mesin-mesin produksinya. Dalam pengaplikasiannya, motor induksi 3 fasa memerlukan starting untuk memulai putaran, namun kendala dari penggunaan motor induksi adalah dimana pada saat proses starting motor akan menyerap arus lebih hingga 500-700% arus nominal kerja. Untuk mengatasi hal itu, salah satu metode starting yang digunakan adalah metode tahanan rotor menggunakan liquid resistance starter dalam penurunan arus starting motor yang mampu menahan arus starting tidak lebih dari 130% dati arus nominal kerja. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pengujian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisa persentase arus starting, persentase torsi starting, dan waktu starting motor induksi 3 fasa. Didapati pada 3 kali starting persentase arus starting berturut turut 125%, 130%, 123% , persentase torsi starting berturut turut 128%, 124%, 128%, dan waktu starting berturut turut 36 detik, 52 detik, 38 detik.
ANALISIS PENGARUH ARUS BEBAN DAN KEKENDORAN KONEKTOR TERHADAP TEGANGAN JATUH (VOLTAGE DROP) Soedjarwanto, Noer; Kurniawan, Altika Zulfa; Aulia, Saka Arif
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4070

Abstract

Tegangan jatuh (Voltage Drop) adalah perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik yang disebabkan oleh resistansi konduktor. Fenomena ini dapat terjadi ketika arus listrik mengalir melalui suatu jalur atau rangkaian, dan resistansi yang dihadapi oleh arus tersebut menyebabkan penurunan tegangan pada titik tertentu. Tegangan jatuh dapat memiliki dampak signifikan terutama dalam sistem listrik yang memerlukan tegangan yang stabil untuk operasionalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tegangan jatuh, seperti arus beban dan kekendoran konektor. Penelitian ini akan menggunakan metode eksperimen  untuk mengumpulkan data terkait arus beban, kekendoran konektor, dan tegangan jatuh. Dan didapati hasil dari penelitian ini adalah Kekendoran konektor diiringi pertambahan arus beban memiliki pengaruh positif terhadap tegangan drop. Semakin kendor konektor maka pengaruh tegangan drop semakin besar. Begitu juga dengan arus beban, semakin tinggi arus bebannya semakin besar pula tegangan dropnya. Sehingga gabungan keduanya membuat tegangan   drop   semakin   besar   dengan   persamaan   Y   =   0,2617698X1   + 0,021841507X2 + 0,18618126X3
ANALISIS SUSUT DAYA (LOSSES) PADA PENYULANG RAYAP PT PLN (PERSERO) UID LAMPUNG BERBASIS APLIKASI ETAP 19.0.1 Soedjarwanto, Noer; Kines, Kenya Excellentia; Aulia, Saka Arif
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4072

Abstract

Dalam penyaluran tenaga listrik terdapat suatu faktor rugi daya atau susut (losses) dimana hilangnya energi yang berdampak pada tidak andalnya kualitas daya yang dihantarkan ke pelanggan. Menurut SPLN No. 72 Tahun 1987 besarnya rugi daya yang diperbolehkan untuk menentukan keandalan pada sistem distribusi yaitu 10% untuk rugi tegangan dan 5% untuk rugi daya. Pada penelitian ini menggunakan metode studi literatur, observasi lapangan, wawancara, proses pengumpulan data dan pensimulasian, yang bertujuan untuk menganalisis bertujuan untuk menganalisis susut daya pada penyulang Rayap. Dari hasil analisis didapati bahwa pada simulasi menggunakan ETAP 19.0.1, didapatkan total losses pada saluran sebesar 0,6 kW dan total losses pada trafo sebesar 6,4 kW sehingga total losses pada simulasi sebesar 7 kW. maka susut yang didapat adalah 1,82% dari total daya yang dikirim gardu induk yaitu sebesar 415,5 kW. Pada perhitungan secara manual menggunakan rumus daya didapatkan hasil total losses pada saluran sebesar 0,6175 kW dan total losses pada perangkat sebesar 15,9 kW sehingga total losses pada perhitungan sebesar 16,5175 kW maka susut yang didapat adalah 3,97% dari total daya yang dikirim gardu induk yaitu sebesar 415,5 kW.
ANALISIS PERBANDINGAN RC FILTER DAN PI FILTER PADA SISTEM CONTROLLER TURBIN ANGIN THE SKY DANCER ( TSD) 500 DI PT. LENTERA BUMI NUSANTARA Soedjarwanto, Noer; Aulia, Saka Arif
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4176

Abstract

Pada saat ini penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia mulai banyak digunakan. Salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Pada sistem pembangkit listrik tenaga bayu skala mikro terdiri dari beberapa bagian, yaitu turbin angin (bilah), generator, Controller, data logger, baterai, dan juga inverter. Peran Controller pada sistem pembangkit listrik tenaga bayu cukup krusial, yaitu sebagai sistem proteksi, penyearah, pengontrol tegangan yang fluktuatif dari generator, arus, dan juga daya keluaran untuk disimpan di baterai.Pada sistem Controller turbin angin dibutuhkan tegangan yang ideal, energi listrik disalurkan dalam frekuensi tunggal yang konstan serta pada level tegangan yang juga konstan. Tetapi dengan perkembangan beban listrik yang semakin maju, terutama penggunaan beban-beban tak linier, akan menimbulkan harmonisa. Harmonisa menyebabkan terjadinya penyimpangan gelombang tegangan dan arus yang mempunyai pengaruh kurang baik terhadap komponen pada controller turbin angin. Filter merupakan sebuah rangkaian yang berfungsi untuk menstabilkan tegangan keluaran dari proses perubahan tegangan AC menjadi tegangan DC pada sistem controller turbin angin. Pada sistem controller TSD  500 sudah terpasang sebuah filter yaitu RC filter, tetapi masih ada metode filter yang lebih baik yaitu metode PI Filter . Pada  RC filter menghasilkan ripple sebesar 0,011 % sedangkan PI filter menghasilkan ripple sebesar 0,003%.
PERANCANGAN PROTOTYPE SISTEM PEMANTAUAN PANEL SURYA BERBASIS IOT Soedjarwanto, Noer; Huda, Zulmiftah; Kurniawan, Altika Zulfa
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i3.4549

Abstract

Pembangkit listrik di Indonesia saat ini masi bergantung pada energi fosil, yang mana ketersediannya semakin terbatas, sehingga diperlukannya sumber energi listrik yang berasal dari energi terbarukan salah satunya yaitu PLTS. Dengan adanya pembangkit energi baru dan terbarukan efeknya dapat mengurangi penggunaan energi fosil sekaligus mengurangi emisi karbon yang ada. Pada PLTS perlu dilakukannya pengukuran nilai tegangan dan arus agar dapat mengetahui daya yang dapat dihasilkan. Jika pengukuran dilakukan secara manual dan harus dilakukan secara terus menerus maka tidak akan efektif dan efisien dalam penggunaannya. Sehingga berdasarkan hal tersebut, perlu dibuat alat sistem pemantauan tegangan, arus, dan daya pada panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan protoype sistem pemantauan panel surya berbasis IoT. Berdasarkan percobaan protoype sistem pemantauan panel surya yang dibuat dapat bekerja dengan baik dan hanya memiliki nilai rata-rata error sebesar 0,56% untuk tegangan dan 7% untuk arus.
ANALISIS PERBANDINGAN TEMPERATURE WINDING PADA MOTOR SEPARATOR AREA RAW MILL DAN CEMENT MILL DI PT SEMEN BATURAJA Tbk Soedjarwanto, Noer; Prayoga, Jefri
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i1.5513

Abstract

Motor separator berfungsi untuk memisahkan material halus dari material kasar setelah proses penggilingan, menggunakan motor induksi tiga fasa dengan daya 500 kW. Pengukuran temperatur dilakukan dengan menggunakan kamera termal, termogun, dan sensor PT100 pada tiga motor separator, yaitu 65SP14, 66SP14, dan 32SP06. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa motor separator 65SP14 memiliki temperatur tertinggi, dengan suhu rata-rata mencapai 99,35°C hingga 102,22°C pada winding-nya, menunjukkan risiko overheating. Motor 66SP14 memiliki temperatur winding yang lebih stabil dibandingkan 65SP14, dengan suhu rata-rata di Winding A, B, dan C masing-masing sebesar 97,23°C, 95,31°C, dan 96,62°C. Sementara itu, motor separator 32SP06 menunjukkan temperatur yang relatif lebih rendah, dengan suhu tertinggi mencapai 94,21°C pada winding B.Analisis melibatkan perhitungan resistansi, daya, dan flow rate udara pendingin untuk menentukan penyebab kenaikan temperatur. Ditemukan bahwa peningkatan temperatur pada motor 65SP14 dan 66SP14 terkait dengan fluktuasi arus, meskipun nilai-nilai ini masih dalam rentang spesifikasi motor yang ditetapkan. Motor 32SP06 menunjukkan suhu yang relatif stabil dengan arus rata-rata terendah dan kecepatan tertinggi. Berdasarkan perhitungan flow rate udara, disarankan bahwa sistem pendinginan motor separator memerlukan perbaikan untuk memastikan suhu operasional yang aman dan optimal.