Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGARUH ARUS BEBAN DAN KEKENDORAN KONEKTOR TERHADAP TEGANGAN JATUH (VOLTAGE DROP) Noer Soedjarwanto; Altika Zulfa Kurniawan; Saka Arif Aulia
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v12i2.4070

Abstract

Tegangan jatuh (Voltage Drop) adalah perbedaan potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian listrik yang disebabkan oleh resistansi konduktor. Fenomena ini dapat terjadi ketika arus listrik mengalir melalui suatu jalur atau rangkaian, dan resistansi yang dihadapi oleh arus tersebut menyebabkan penurunan tegangan pada titik tertentu. Tegangan jatuh dapat memiliki dampak signifikan terutama dalam sistem listrik yang memerlukan tegangan yang stabil untuk operasionalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tegangan jatuh, seperti arus beban dan kekendoran konektor. Penelitian ini akan menggunakan metode eksperimen  untuk mengumpulkan data terkait arus beban, kekendoran konektor, dan tegangan jatuh. Dan didapati hasil dari penelitian ini adalah Kekendoran konektor diiringi pertambahan arus beban memiliki pengaruh positif terhadap tegangan drop. Semakin kendor konektor maka pengaruh tegangan drop semakin besar. Begitu juga dengan arus beban, semakin tinggi arus bebannya semakin besar pula tegangan dropnya. Sehingga gabungan keduanya membuat tegangan   drop   semakin   besar   dengan   persamaan   Y   =   0,2617698X1   + 0,021841507X2 + 0,18618126X3
Analisis Tahanan Kontak pada Pemisah (PMS) 150 kV Berdasarkan Hasil Pemeliharaan di PT. PLN (Persero) Gardu Induk Sutami Soedjarwanto, Noer; Kenya Excellentia Kines; Saka Arif Aulia
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtia.v5i2.4821

Abstract

 The substation is a part of the electricity distribution system from consumer generators. To maintain the operation of the substation in optimal condition, maintenance or upkeep needs to be carried out in accordance with applicable maintenance standards. One of the equipment that requires routine maintenance at the main substation is the Separator (PMS). The disconnector (PMS) functions as protective equipment installed at the main substation and functions to disconnect and connect electrical power in a no-load condition. For this reason, maintenance needs to be carried out which aims to maintain the performance of the Separator. In this practical work report, tests were carried out on the knives or contacts on the Separator (PMS) to determine the contact resistance value. Next, this value is processed to determine the value of Power Loss, Electrical Energy Loss, and Electricity Costs and to determine whether or not it is necessary to repair the Separator (PMS). The results of the 150 kV Separator contact resistance (PMS) test in the Tarahan 1 Conductor bay of the Sutami Main Substation in the R, S and Contact Resistance phases are in the normal category because they meet the permitted standards, namely R <100 µΩ. This means that the Contact Resistance tested is still in good condition and the PMS does not require further repairs and the calculation results show that the largest electricity costs occur in Phase S when the injection current is 300A, amounting to Rp. 1,098,938 and the lowest electricity costs occur in Phase R when the injection current is 100A, amounting to Rp. 89,397.
Analisis Commissioning Pembangkit Listrik Tenaga Surya Kapasitas 20.5 kWp On Grid PT. Quickprint Office Soedjarwanto, Noer; T Rausyan Hilmy; Komalasari, Endah; Zebua, Osea
Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Teknik Ilmu dan Aplikasi
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jtia.v5i2.4823

Abstract

Solar power plants (PLTS) are one of the renewable energy plants that continue to be developed in Indonesia to meet electrical energy needs. The Indonesian government issued the Electricity Supply Business Plan (RUPTL) as a national energy management framework designed to resolve energy needs challenges and problems by utilizing new renewable energy sources (EBT). In the construction of a Solar Power Plant (PLTS) at PT. Quick Print Office built PLTS with a capacity of 20.5 kWp which is used for the electrical energy needs used by PT. Quick Print Office with a total power of 10 kWp, generator system with an on grid system which means it is directly connected to the PLN network. In the feasibility study, the performance ratio (PR) obtained from manual calculations for inverter 1 was 71.9% and inverter 2 was 26.2%. Meanwhile, to improve the performance ratio of the PLTS system, maintenance of the PLTS system is required, starting from cleaning the panels or checking the cable installation on the PLTS. For the calculation results, the efficiency on inverter 1 was 94.6% and on inverter 2 the efficiency was 90.8% when measured at 11.18 – 14.53.
ANALISIS PERBANDINGAN TEMPERATURE WINDING PADA MOTOR SEPARATOR AREA RAW MILL DAN CEMENT MILL DI PT SEMEN BATURAJA Tbk Soedjarwanto, Noer; Prayoga, Jefri
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v13i1.5513

Abstract

Motor separator berfungsi untuk memisahkan material halus dari material kasar setelah proses penggilingan, menggunakan motor induksi tiga fasa dengan daya 500 kW. Pengukuran temperatur dilakukan dengan menggunakan kamera termal, termogun, dan sensor PT100 pada tiga motor separator, yaitu 65SP14, 66SP14, dan 32SP06. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa motor separator 65SP14 memiliki temperatur tertinggi, dengan suhu rata-rata mencapai 99,35°C hingga 102,22°C pada winding-nya, menunjukkan risiko overheating. Motor 66SP14 memiliki temperatur winding yang lebih stabil dibandingkan 65SP14, dengan suhu rata-rata di Winding A, B, dan C masing-masing sebesar 97,23°C, 95,31°C, dan 96,62°C. Sementara itu, motor separator 32SP06 menunjukkan temperatur yang relatif lebih rendah, dengan suhu tertinggi mencapai 94,21°C pada winding B.Analisis melibatkan perhitungan resistansi, daya, dan flow rate udara pendingin untuk menentukan penyebab kenaikan temperatur. Ditemukan bahwa peningkatan temperatur pada motor 65SP14 dan 66SP14 terkait dengan fluktuasi arus, meskipun nilai-nilai ini masih dalam rentang spesifikasi motor yang ditetapkan. Motor 32SP06 menunjukkan suhu yang relatif stabil dengan arus rata-rata terendah dan kecepatan tertinggi. Berdasarkan perhitungan flow rate udara, disarankan bahwa sistem pendinginan motor separator memerlukan perbaikan untuk memastikan suhu operasional yang aman dan optimal.
Monitoring Arus, Tegangan dan Daya pada Transformator Distribusi 20 KV Menggunakan Teknologi Internet of Things Soedjarwanto, Noer; Nama, Gigih Forda
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v13i3.612

Abstract

Kerusakan pada transformator distribusi dapat mengganggu kontinuitas pengiriman daya listrik ke konsumen. Berbagai gangguan dapat mengakibatkan kerusakan pada transformator distribusi sehingga monitoring besaran listrik dari transformator distribusi perlu dilakukan. Makalah ini menyajikan sistem monitoring besaran-besaran listrik dari transformator distribusi secara online berbasis teknologi internet of things (IoT). Sensor tegangan dan sensor arus digunakan untuk mengukur tegangan dan arus, mikrokontroler digunakan sebagai pemrosesan data hasil pengukuran dan ethernet shield  serta modem internet digunakan untuk mengirimkan data ke server platform IoT Ubidots. Hasil pengujian menunjukkan alat monitoring transformator distribusi mampu bekerja untuk memonitor besaran-besaran listrik transformator distribusi dan mengirimkan data ke jaringan penyedia IoT sehingga dapat dimonitor dari jarak yang jauh melalui perangkat laptop atau handphone.  
Desain Kendali Tegangan Keluaran Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro Menggunakan Konverter SEPIC dengan Tuning Fuzzy Logic Control Soedjarwanto, Noer; Zebua, Osea; Hamdani, Fadil; Eliza , Dona; Nurmalik, Luki
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 19 No. 3 (2025)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v19n3.2918

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan suplai listrik pada daerah terpencil yang tidak terjangkau jaringan listrik nasional. Tantangan utama dalam implementasi PLTPH adalah ketidakstabilan tegangan keluaran yang dihasilkan karena fluktuasi debit air yang menggerakkan turbin. Pada penelitian ini dilakukan integrasi Konverter SEPIC dan Pengendali Logika Fuzzy pada prototipe PLTPH untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan pembangkit. Integrasi konverter SEPIC memungkinkan penstabilan tegangan menuju nilai setpoint dengan menaikkan dan menurunkan tegangan sesuai kondisi operasi. Pengendali Logika Fuzzy menggunakan sistem logika untuk menangani ketidakpastian pada tegangan input. Pengujian dengan setpoint 12 V dan beban lampu DC 12 V menghasilkan nilai rise time 1,5420 detik dan Settling time rata-rata 1,7414 detik. Hasil ini menunjukkan sistem mampu mencapai setpoint secara cepat tanpa fluktuasi berkepanjangan. Nilai Maximum overshoot rata-rata 0,583% dan Error steady-state rata-rata 0,0146% sehingga tidak terdapat lonjakan tegangan berlebih dan tegangan keluaran mendekati nilai setpoint.
Optimization of Power Loss Reduction in IGBT-based Three-Phase Rectifiers using Discontinuous Pulse Width Modulation Method: A Simulation-Based Analysis with QSpice and Fuji IGBT Simulator Pratama, Rio; Alam, Syaiful; Soedjarwanto, Noer; Komalasari, Endah
Jurnal Rekayasa Elektrika Vol 21, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17529/jre.v21i3.42848

Abstract

The increasing demand for electricity supply is evident across various modern industrial sectors. Electrification advancements in the transportation industry aim to address environmental and energy issues and continue to evolve. Charging electric vehicles is one of the most important aspects of electrification in the transportation sector. This study develops and simulates a three-phase IGBT-based rectifier using the Discontinuous Pulse Width Modulation 60-degree (DPWM1) method to optimize power loss reduction in a 200-kW charging system. The DPWM method has been shown to reduce power losses by up to 44% compared to the conventional Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) method under full load conditions, resulting in reduced heat and cooling requirements for the devices. Simulations show that with the appropriate use of filters, the total harmonic distortion of current (THDi) of the AC input side is reduced to 2.267%, minimizing the negative impacts on the grid. In addition, implementing feedforward control maintains DC voltage stability despite load variations, improving system efficiency and reliability.
Rancang Bangun Boost Converter Untuk Charging Baterai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Bertenaga Surya Soedjarwanto, Noer
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 13 No. 3 (2019)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v13n3.2129

Abstract

Abstrak Saat UAV melakukan suatu misi, UAV dituntut untuk memiliki durasi terbang yang lama sehingga misi yang dikerjakan akan bisa selesai. Durasi terbang yang pendek akan menyebabkan pekerjaan menjadi lebih lama selesainya. Konsumsi daya yang tinggi dibandingkan dengan kemampuan penyimpanan energinya yang terbatas, akan menyebabkan durasi terbang menjadi pendek. Salah satu alternatif untuk meningkatkan durasi penerbangan yaitu dengan menambahkan panel surya sebagai sumber energi tambahan. Dengan Adanya sumber energi lain yaitu menggunakan panel surya pada sistem charging baterai untuk menyuplai energi pada sistem daya di UAV, maka UAV dapat digunakan ke beban dan sekaligus dapat melakukan charging baterai. Sehingga durasi terbang dari UAV bertambah lebih lama dan memudahkan para pilot UAV atau pengguna UAV dalam melakukan charging baterai. Sistem charging baterai pada UAV bertenaga surya menggunakan DC-DC konverter yaitu boost converter. Boost converter dipilih karena dapat menghasilkan tegangan keluaran yang lebih besar dari tegangan sumber, dengan cara mengendalikan sinyal PWM (Pulse Widht Modulation). UAV tanpa panel surya hanya memiliki estimasi durasi terbang hanya 1 jam. Dengan menambah sistem charging baterai baterai pada UAV bertenaga surya estimasi durasi terbang menjadi 90 menit. Kata kunci UAV, DC-DC Konverter, Boost Converter , Panel Surya.
Prototipe Smart Door Lock Menggunakan Motor Stepper Berbasis Iot (Internet Of Things) Soedjarwanto, Noer; Nama, Gigih Forda; Nugroho, Rega Astu
Electrician : Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/elc.v15n2.2167

Abstract

Internet of things adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus . adapun kemampuan nya seperti berbagi data maupun sebagai remote control dan lain sebagainya. Maka dari itu penulis berinisiatif untuk membuat pengaman sekaligus pengontrol pintu dari jarak jauh untuk mempermudah pemilik rumah mengontrol keadaan kunci saat terbuka maupun sedang terkunci. Aplikasi di rancang menggunakan mit inventor dengan berbagai vitur diantaranya tombol untuk membuka kunci dan menutup kunci dengan mengatur sudut dan arah gerak motor menggunakan driver motor steeper. kemudian pada aplikasi menampilkan notifikasi kondisi pintu saat di jalankan ,dan juga menampilkan berapa arus dan tegangan yang di gunakan saat menjalankan alat tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa semakin berat beban yang diberikan pada alat ini maka nilai daya saat membuka dan mengunci pintu tetap konstan. Prototype smart dor lock menampilkan data secara realtime dan hanya diberikan beban 0,08 kg , 0,115 kg, dan 0,170 kg.
RANCANG BANGUN DIODE CLAMPED MULTILEVEL INVERTER 7 TINGKAT UNTUK KONTROL DAN MONITORING MOTOR INDUKSI SATU FASA BERBASIS IoT Soedjarwanto, Noer; Setyawan, F. X. Arinto; Adiwinata, Farhan
Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jitet.v11i1.2791

Abstract

Kecepatan motor induksi dapat diatur dengan mengubah tegangan input, jumlah kutub ataupun frekuensi yang diberikan pada motor. Mengatur kecepatan motor induksi dengan cara mengubah tegangan input dan jumlah kutub cukup sulit dilakukan. Oleh karena itu hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan mengubah frekuensi input pada motor induksi. Salah satu cara mendapatkan nilai frekuensi yang dapat diubah – ubah adalah dengan menggunakan inverter. Inverter yang digunakan pada penelitian ini adalah diode clamped multilevel inverter. Untuk memudahkan dalam melakukan kontrol kecepatan dan monitoring motor induksi, digunakan sensor tegangan ZMPT101B dan sensor kecepatan Optocoupler serta aplikasi blynk sebagai media dari internet of things. Hasil pengujian menunjukkan jika rangkaian alat dapat bekerja dengan baik. Perubahan frekuensi yang dilakukan diode clamped multilevel inverter berhasil mengubah kecepatan putaran motor induksi dan kontrol serta monitoring menggunakan konsep internet of things dapat bekerja sesuai kebutuhan.