Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS DITINJAU DARI METAKOGNISI SISWA Nuqthy Faiziyah; Bagas Legowo Priyambodho
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.888 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5918

Abstract

Keterampilan berpikir kritis dalam proses belajar matematika dapat membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Siswa yang terlatih berpikir kritis mampu menghadapi masalah, menganalisis masalah serta menyelesaikan masalah tersebut dengan langkah-langkah yang tepat. Kemampuan berpikir kritis terdiri dari indikator pemahaman masalah (interpretation), Analisis (analysis), Evaluasi (evaluation) dan penarikan kesimpulan (inference). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir siswa dalam menyelesaikan soal cerita berbasis HOTS ditinjau dari metakognisi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dari penelitian ini yaitu 15 siswa kelas XI SMK Negeri 2 Sragen. Subjek yang dipaparkan dalam penelitian ini yaitu enam siswa dengan berdasarkan kategori kemampuan metakognisi tinggi, kemampuan metakognisi sedang dan kemampuan metakognisi rendah. Instrumen yang digunakan yaitu soal cerita HOTS, angket metakognisi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Validator instrument penelitian ini adalah dua guru dan satu dosen Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa siswa dengan metakognisi tinggi dan sedang dalam memecahkan soal HOTS termasuk kedalam kemampuan berpikir kritis tinggi. Sedangkan siswa dengan metakognisi rendah, dalam memecahkan soal cerita HOTS proses berpikir kritisnya masih rendah.
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru di Kabupaten Sragen Muhammad Noor Kholid; Nuqthy Faiziyah; Christina Kartika Sari; Muhamad Toyib; Sri Rejeki; Adi Nurcahyo; Sutama Sutama; Tika Andriani; Mohammad Rifki Maulana; Khofifah Titan Palupi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i2.9680

Abstract

Background: Untuk keperluan kenaikan pangkat/golongan guru harus memiliki karya ilmiah. Sayangnya, banyak guru yang masih belum memiliki pengalaman dalam kepenulisan karya ilmiah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk melatih guru dalam menuliskan karya ilmiah dan mengenalkan jenis-jenis desiminasi seperti publikasi melalui jurnal ataupun sebuah konferensi. Metode: Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru di Kabupaten Sragen dengan jumlah 25 orang. Guru-guru tersebut akan menempuh sertifikasi atau mengajukan kenaikan golongan sehingga mereka membutuhkan pelatihan untuk menulis karya ilmiah. Kegiatan dilaksanakan secara Luring selama 32 JP di SMP Muhammadiyah 5 Tanon Sragen secara tatap muka dan mandiri. Hasil: Output yang dicapai selama rangkaian kegiatan diantaranya draft artikel ilmiah, serta pengalaman dan pengetahuan tentang: 1) pengertian artikel ilmiah, 2) Urutan penulisan artikel karya ilmiah, 3) perbedaan PTK dengan artikel ilmiah, serta kesinambungannya, dan 4) Cara menentukan dan menulis judul serta upaya mendapatkan inspirasi ketika kehabisan ide saat menulis. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil menanamkan urgensi penulisan artikel ilmiah pada guru serta bagaimana menyusunnya dan mengetahui proses publikasinya. Adapun luaran berupa produk yaitu draft artikel ilmiah.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MENYELESAIKAN OPEN-ENDEED PROBLEM BERBASIS ETNOMATEMATIKA DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA Hilda Nurdiati Akma; Nuqthy Faiziyah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.53 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i4.5919

Abstract

AbstrakKemampuan berpikir kreatif siswa merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika. Permasalahan open-ended berbasis etnomatematika salah satu cara untuk mendorong siswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan open-ended problem berbasis etnomatematika yang memiliki tingkat kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek yang dipilih adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kreatif siswa berupa soal open-ended problem berbasis etnomatematika, dan lembar pedoman wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat kemampuan matematika tinggi memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility, dan originality. Siswa dengan tingkat kemampuan matematika sedang memenuhi dua indikator berpikir kreatif yaitu fluency, dan flexibility. Siswa dengan tingkat kemampuan matematika rendah tidak mampu memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif, dikarenakan siswa masih kesulitan dalam menjelaskan penyelesaian yang mereka tulis, serta buruk dalam memahami permasalahan.Kata kunci: Berpikir kreatif, etnomatematika, kemampuan matematika, open-endedAbstractStudents creative thinking ability is one of the important aspects of learning mathematics. Open-ended problem based on ethnomathematics are one way to encourage students to improve their creative thinking skills. This study aims to describe students creative thinking ability in solving open-ended problem based on ethnomathematics that have high, medium, and low levels of mathematics. The type of research used is qualitative research. The study subjects were selected using purposive sampling technique. The selected subjects were grade VIII of SMP Negeri 1 Kalitidu, Bojonegoro, East Java. The instrument used in this study was a student’s creative thinking ability test in the form of open-ended problem based on ethnomathematics, and interview guide sheet. The data analysis technique was carried out in 3 stages, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the study, it shows that students with high level of mathematical ability meet the three indicators of creative thinking, namely fluency, flexibility, and originality. Students with medium level of mathematical ability meet two indicators of creative thinking, namely fluency, and flexibility. Students with low level of mathematical ability are not able to meet the three indicators of creative thinking, because students still have difficulty in explaining the solutions they write, and are bad at understanding problems.Keywords: Creative thinking, ethnomathematics, mathematics ability, open-ended
Analysis of students' creative thinking ability in solving multiple solution tasks in terms of learning style Nurul Avivah; Nuqthy Faiziyah
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Mei - Agustus 2023
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v9i2.2159

Abstract

Pada penelitian ini implementasi berpikir kreatif akan diterapkan pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan soal Multiple Solution Task (MST) ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMPN 1 Sambi telah menempuh materi SPLDV 2, dipilih sebanyak 2 siswa masing-masing kategori gaya belajar visual, auditory dan kinestetik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes soal, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan subjek tipe belajar visual tersebut rata-rata telah memenuhi 4 indikator MST yaitu fluency, elaboration, flexibility, dan collaboration. Subjek tipe belajar auditory memenuhi 2 indikator MST yaitu fluency dan flexibility. Subjek tipe belajar kinestetik dari hasil penelitian tersebut didapat bahwa objek tersebut telah memenuhi 4 indikator MST yaitu fluency, elaboration, flexibility, dan originality.
ANALISIS BREAK EVEN POINT TERHADAP PENJUALAN DESSERTKURBG DI KALANGAN ANAK REMAJA Gita Rachmawati; Reikha Amsaina Safitri; Isnaini Nurul Hidayati; Riska Ira Kusuma Hamid; Rizka Tsalista; Nuqthy Faiziyah
Jurnal Javanica Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v1i2.2022.1-9

Abstract

Keuntungan yang maksimum merupakan suatu tujuan perusahaan agar dapat tetap melangsungkan kebutuhan hidup dari waktu ke waktu, manajemen dapat dikatakan baik dan efisien apabila manajemen tersebut dapat mengelola serta dapat mengambil keputusan yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup perusahaan agar dapat mencapai tujuan. Analisi Break Even Point (BEP) merupakan suatu pendekatan yang digunakan manajemen dalam perencanaan laba atau keuntungan. Dessertkurbg, salah satu usaha kecil dalam bidang kuliner memiliki berbagai varian seperti oreo, greentea dan beng - beng oleh karena itu diperlukan analisis Break Event Point (BEP) untuk mengetahui seberapa lama modal pengusaha tersebut kembali serta dapat menentukan apakah penjualan tersebut menghasilkan keuntungan atau kerugian. Penelitian ini agar dapat mengetahui besarnya penerimaan dari produksi suatu usaha guna mencapai hasil Break Even Point (BEP). Keuntungan tersebut seringkali digunakan sebagai tolak ukur suksesnya suatu pengusaha. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini dapat menunjukkan bahwa keuntungan atau laba penjualan Dessert Box Varian Oreo sebesar Rp20.640,00 dengan Break Event Point (BEP) penjualan sebanyak 267 unit, selama penjualan tahun 2021. Untuk penjualan Dessert Box Varian Greentea dalam periode 2021 diperoleh keuntungan sebesar Rp40.176,00 dengan Break Even Point (BEP) penjualan sebanyak 219 unit.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Berbasis HOTS Ditinjau dari Gaya Kognitif Anggi Dodo Saputri; Nuqthy Faiziyah
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v7i3.2352

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS ditinjau dari gaya kognitif Field Independent serta Field Dependent. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data dengan mereduksi data, penyajikan data, dan pengambilan kesimpulan. Instrumen yang dipergunakan uji GEFT dan soal uji pemahaman ketrampilan representasi matematis berbasis HOTS. Siswa kelas VIII C dan D SMP sebagai subjek penelitian ini yang berjumlah 55 siswa. Hasil penelitian yang didapat yaitu: 1) Siswa yang termasuk dalam gaya kognitif field independent sudah bisa menyelesaikan soal dengan baik. Sehingga siswa mempunyai pemahaman konsep serta dapat merepresentasikan penyelesaian permasalahan secara benar. Sehingga siswa sudah bisa membentuk model matematis atau persamaan dari permasalah yang ada atau bisa didapatkan kesimpulan yaitu siswa yang termasuk kedalam gaya kognitif field independent mampu melibatkan representasi verbal, representasi simbolik serta representasi gambar dalam menyelesaikan permasalahan, 2) Siswa yang termasuk dalam gaya kognitif field dependent belum bisa dalam menyelesaikan soal yang sudah disajikan. Dalam merepresentasikan gambar, siswa belum mampu menyelesaikan masalah dengan melibatkan representasi gambar, hal tersebut bisa diamati dari hasil pengerjaan siswa. Materi SPLDV belum dikuasai dan dipahami siswa, dimana ini bisa ditunjukkan dengan kurangnya kemampuan siswa membuat persamaan atau model matematis, belum bisa menjawab pertanyaan dengan memakai teks tertulis atau kata-kata pada permasalahan. Maka dari hal tersebut, bisa didapatkan kesimpulan bahwa siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent belum bisa melibatkan representasi verbal, representasi simbolik serta representasi gambar dalam menyelesaikan permasalahan.
Pelatihan Model Project Based Learning berbasis Multiple Solution Task bagi Guru Matematika Nuqthy Faiziyah; Adi Nurcahyo; Muhammad Noor Kholid; Muhamad Toyib; Tina Putri Alfiana; Nuriya Hazma Arifatul Ulya
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i2.2046

Abstract

Kurikulum 2013 memiliki karakteristik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centred) dengan tujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Sementara itu, kurikulum merdeka menginginkan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning yang memberikan siswa pengalaman langsung dalam sebuah aktivitas pembelajaran. Namun, pada kenyataannya, kualitas pembelajaran matematika di sekolah masih perlu ditingkatkan. Guru belum dapat sepenuhnya menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa aktif, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif serta kolaboratif. Mitra pengabdian ini adalah Majelis Dikdasmen PDM Kabupaten Sragen. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman bagi guru matematika di kabupaten Sragen tentang model Project Based Learning berbasis Multiple Solution Task. Metode yang gunakan ada 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dalam 2 bentuk yaitu praktik langsung dan teori. Hasil pengabdian ini menunjukkan keberhasilan. Hal ini dapat disimpulkan dari kepesertaan 83,3%, keatifan peserta 100%, ketuntasan tugas 100%. Rata-rata penilaian terhadap pelaksanaan platihan adalah 88,4. Selain itu, terdapat pengetahuan baru yang diperoleh peserta yaitu pemahaman tentang prosedur dan karakteristik PjBL, kesadaran bahwa matematika dapat dikembangkan menjadi pembelajaran projek dengan mengambil permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, dan penguatan bahwa matematika tidak harus selalu menghitung dan rumus, namun bisa menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan.
Climber, Camper, and Quitter: How Solve Ethnomathematics Based Mathematics Problem Plavantiano Labiodonta Aviko Veola; Nuqthy Faiziyah
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 4 (2023): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i4.2339

Abstract

Problem-solving ability is the capacity to think critically and determine solutions for specific problems. This study aims to assess the problem-solving skills of students in tackling High Order Thinking Skills (HOTS) problems, focusing on students with different Adversity Quotient (AQ) types: quitter, camper, and climber. A qualitative descriptive method was employed to evaluate the students' abilities in solving Systems of Linear Equations in Two Variables (SPLDV) problems. The subjects of this study were students categorized into quitter, camper, and climber AQ types. Data collection methods included: 1) written tests to evaluate problem-solving skills, 2) questionnaires to assess AQ levels, and 3) interviews to clarify students' confidence levels. The results indicated that students with the quitter AQ type could only complete one stage of problem-solving. Those with the camper AQ type managed to complete two stages, while students with the climber AQ type were able to successfully complete all four stages of problem-solving, despite encountering minor errors in the process.
Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru di Kabupaten Sragen Muhammad Noor Kholid; Nuqthy Faiziyah; Christina Kartika Sari; Muhamad Toyib; Sri Rejeki; Sutama Sutama; Adi Nurcahyo; Tika Andriani; Mohammad Rifki Maulana; Khofifah Titan Palupi
Jurnal SOLMA Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v11i2.9680

Abstract

Background: Untuk keperluan kenaikan pangkat/golongan guru harus memiliki karya ilmiah. Sayangnya, banyak guru yang masih belum memiliki pengalaman dalam kepenulisan karya ilmiah. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk melatih guru dalam menuliskan karya ilmiah dan mengenalkan jenis-jenis desiminasi seperti publikasi melalui jurnal ataupun sebuah konferensi. Metode: Pelatihan ini diikuti oleh guru-guru di Kabupaten Sragen dengan jumlah 25 orang. Guru-guru tersebut akan menempuh sertifikasi atau mengajukan kenaikan golongan sehingga mereka membutuhkan pelatihan untuk menulis karya ilmiah. Kegiatan dilaksanakan secara Luring selama 32 JP di SMP Muhammadiyah 5 Tanon Sragen secara tatap muka dan mandiri. Hasil: Output yang dicapai selama rangkaian kegiatan diantaranya draft artikel ilmiah, serta pengalaman dan pengetahuan tentang: 1) pengertian artikel ilmiah, 2) Urutan penulisan artikel karya ilmiah, 3) perbedaan PTK dengan artikel ilmiah, serta kesinambungannya, dan 4) Cara menentukan dan menulis judul serta upaya mendapatkan inspirasi ketika kehabisan ide saat menulis. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil menanamkan urgensi penulisan artikel ilmiah pada guru serta bagaimana menyusunnya dan mengetahui proses publikasinya. Adapun luaran berupa produk yaitu draft artikel ilmiah.
Analysis of students' creative thinking ability in solving multiple solution tasks in terms of learning style Avivah, Nurul; Faiziyah, Nuqthy
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 2 (2023): Mei - Agustus 2023
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v9i2.2159

Abstract

Pada penelitian ini implementasi berpikir kreatif akan diterapkan pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP dalam menyelesaikan soal Multiple Solution Task (MST) ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMPN 1 Sambi telah menempuh materi SPLDV 2, dipilih sebanyak 2 siswa masing-masing kategori gaya belajar visual, auditory dan kinestetik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, tes soal, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini menunjukkan subjek tipe belajar visual tersebut rata-rata telah memenuhi 4 indikator MST yaitu fluency, elaboration, flexibility, dan collaboration. Subjek tipe belajar auditory memenuhi 2 indikator MST yaitu fluency dan flexibility. Subjek tipe belajar kinestetik dari hasil penelitian tersebut didapat bahwa objek tersebut telah memenuhi 4 indikator MST yaitu fluency, elaboration, flexibility, dan originality.
Co-Authors Adi Nurcahyo Adi Nurcahyo Adi Nurcahyo Adnan, Mazlini Binti Alviani Milenia Safitri Anarani, Dewi Andini, Andini Anggi Dodo Saputri Anggraini, Intan Antok Aryuana Ariffudin, Amir Aryuana, Antok Avivah, Nurul Azizah, Navia Nur Bagas Legowo Priyambodho Cahyuningsih, Windy Christina Kartika Sari Dewi Anarani Dias Aziz Pramudita Fahira, Nindi Itsna Fauzizah, Ulfa Gita Rachmawati Hanan, Nityana Anisah Hanifah, Nisa Noventya Hasan, Titis Rohmat Hendiawan Setiyoso Hilda Nurdiati Akma Ika Candra Sayekti Ika Fajar Rini Isnaini Nurul Hidayati Khishaaluhussaniyyati, Mudrikah Khofifah Titan Palupi Kholid, Muhammad Nur M. Noor Kholid Mohammad Rifki Maulana Muchsin, Ernawati Mudrikah Khishaaluhussaniyyati Muhamad Taufik Hidayat Muhamad Toyib Muhammad Aji Antoko Ehsa Wibowo Muhammad Noor Kholid Naufal Ishartono Navia Nur Azizah Nida Sri Utami Nityana Anisah Hanan Novandi, Rizki Yakaria Nugroho, Arif Ganda Nuriya Hazma Arifatul Ulya Nurmeidina, Rahmatya Nurul Avivah Paramita, Yeni Plavantiano Labiodonta Aviko Veola Putra, Alma Destyan Putri Cahyaningtyas Qotrunnada, Shofiya Rahmanuri, Anis Reikha Amsaina Safitri Rini Setyaningsih Risda Putri Nugrahani Riska Ira Kusuma Hamid Rizka Tsalista Rizki Yakaria Novandi Setianingkrum, Reni Setiyoso, Hendiawan Solikah, Arum Sri Rejeki Sri Sutarni Sri Utami, Nida Surahmat Surahmat Sutama Syar’i, Ahmad Tika Andriani Tina Putri Alfiana Toyib, Muhamad Vina Listiawati Wahyu Nugroho Widya Ayu Pangestika Windy Cahyuningsih Wulandari, Aprianti Diah Yulia Maftuhah Hidayati Yuliana, Irma Zaqiyah, Nafisa Nur