Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pemanfaatan Layanan Telemedicine pada Generasi Z di Kota Makassar Marzuki, Dian Saputra
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 2 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i2.2352

Abstract

Telemedicine is a technology-based health service that enables remote medical consultations effectively, particularly for communities in remote areas. Its usage in Indonesia continues to grow, especially among Generation Z. This study aims to identify the factors influencing the utilization of telemedicine services among Generation Z in Makassar City. The research design used was a cross-sectional study involving 320 respondents from SMAN 1, SMAN 5, and SMAN 21 Makassar, selected through accidental sampling. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods. The results showed significant associations between performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions with the use of telemedicine (p < 0.001; p = 0.008; p < 0.001; p < 0.001). Additionally, performance expectancy and social influence were associated with telemedicine use based on gender (p = 0.023; p < 0.001), while effort expectancy showed no significant relationship by gender (p = 0.242). It is concluded that factors within the UTAUT model influence telemedicine utilization among Generation Z in Makassar, with gender moderating the relationship between performance expectancy and social influence.
DISEMINASI MINI FARM LAYER DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PROTEIN HEWANI UNTUK MENCEGAH STUNTING DI DESA TOMPOBULU KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS Sri Purwanti; Dian Saputra Marzuki; Abdul Alim Yamin; Hasrin Hasrin; Mita Arifa Hakim; Lisa Nasfati Muhammad; Jasmal A Syamsu
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1612-1618

Abstract

Kabupaten Maros merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan memiliki angka stunting tahun 2022 mencapai 4.434 atau 14 persen dari 29.684 balita yang diperiksa. Tahun 2021 yakni 2.892 atau 9.47 persen dari 30.584 balita yang diperiksa. Untuk itu perlu upaya untuk mencegah terjadinya stunting sedini mungkin dengan penyediaan sumber protein hewani seperti telur untuk kebutuhan gizi keluarga dengan melakukan pemeliharaan ternak ayam petelur dalam bentuk mini farm. Pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di Desa Tompobulu Kecamatan Tompobulu dengan kelompok sasaran adalah kelompok tani Tompo Limbua. Tahapan kegiatan adalah persiapan dan pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil pelaksanaan pelatihan berdasarkan uji perbandingan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan sangat nyata (P0.01) pengetahuan peserta yaitu nilai post-test lebih tinggi dibanding nilai pres-test. Peningkatan pengetahuan peserta terkait dengan lingkup materi yaitu pengetahuan tentang mini farm layer, stunting dan pakan ayam petelur. Dalam tahapan pendampingan dilakukan bimbingan manajemen pemeliharaan ayam petelur, dan melakukan recording tentang pemberian pakan, produksi telur, dan penyakit. Recording dilakukan dengan mengisi cacatan harian (log book). Pelaksanaan monitoring dan evaluasi dilakukan selama program pengabdian kepada masyarakat.
Model Dalam Penyusunan Indikator Pulau Sehat Di Kota Makassar: Protokol Model Pulau Sehat Nurul Syahriani Salahuddin; Sukri Palutturi; Agus Bintara Birawida; Healthy Hidayanty; Dian Saputra Marzuki; Sri Handayani; Owildan Wisudawan B
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.756

Abstract

Kota Makassar adalah salah satu kota yang meraih penghargaan Swasta Saba Wistara 5 kali berturut-turut. Penghargaan tersebut tidak melihat salah satu aspek yang dinilai sangat penting yaitu indikator pulau sehat. Hal ini dikarenakan indikator pulau sehat di Indonesia masih belum diselenggarakan sebab masih mengikuti sistem administrasi Kabupaten/Kota sehat. Tujuan dari pengembangan model ini adalah untuk menyusun indikator dan model pulau sehat di Kota Makassar. Pengembangan model dalam penelitian ini menggunakan Mixed Methods. Tahap 1 menggunakan pendekatan kualitatif yaitu melakukan wawancara mendalam dan FGD dengan tokoh-tokoh kunci yang sesuai dengan tujuan penelitian. Tahap 1 ini banyak menyusun indikator pulau sehat berdasarkan hasil penilaian dan need assessment yang dilakukan. Tahap 2 penelitian ini adalah melakukan penilaian indikator dan kemudian menyusun model pulau sehat. Etika penelitian ini berasal dari Universitas Hasanuddin.