Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pondasi

PENERAPAN MANAJEMEN MUTU PADA PEKERJAAN STRUKTUR BETON PEMBANGUNAN GEDUNG ITS TOWER 3 DI SURABAYA Chasanah, Ummi; Soehartono, Soehartono; Baswindro, Baswindro
Pondasi Vol 29, No 1 (2024): June
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v29i1.38209

Abstract

Pengelolaan proyek merupakan terpenuhinya persyaratan mutu antara syarat, dan cara pelaksanaannya sesuai yang direncanakan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut perlu adanya proses pelaksanaan konstruksi yang sesuai rencana. Sedangkan tercapainya mutu yang ditetapkan, maka diperlukan serangkaian kegiatan konstruksi mulai dari perencanaan, pengawasan, pemeriksaan, dan pengendalian mutu. Penerapan manajemen mutu dilakukan untuk menghasilkan produk konstruksi yang bermutu, memenuhi harapan pemilik proyek dan menjaga keunggulan bersaing dalam proyek kontruksi. Sehingga dalam pelaksanaan konstruksi untuk mencapai standar mutu diperlukan penggunaan suatu sistem manajemen mutu yang direncanakan untuk menghasilkan konstruksi yang sesuai dengan persyaratan dan yang direncanakan.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan manajemen mutu pada pembangunan gedung ITS Tower 3 di Surabaya. Batasan dalam penelitian ini hanya pada proses pembangunan khusus untuk struktur beton. dan analisis yang dilakukan dengan mengkaji metode pelaksanaan, survey lapangan, dan spesifikasi teknis yang direncanakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui manajemen mutu dalam pembangunan Gedung ITS Tower 3 Surabaya dan untuk menerapkan pekerjaan konstruksi khususnya pekerjaan struktur beton sesuai dengan standar mutu SNI.Hasil penelitian ini dengan menghasilkan manajemen mutu yang ditetapkan pada pada pekerjaan struktur beton pembangunan gedung ITS Tower 3 adalah sebagai berikut : Mutu beton fc 30 MPa, 33,2 MPa, 37,35 MPa dan 41,50 MPa atau setara  K-350, K 400, K-450, dan K-500, Baja Tulangan yang berstandart SNI,  Tulangan Ulir Mutu BJTD-40 (fy = 400 Mpa), dan Tulangan Polos Mutu BJTP-24 (fy = 240 Mpa).
ANALISIS PENGENDALIAN MUTU BAHAN DENGAN UJI LABORATORIUM Chasanah, Ummi; Soehartono, Soehartono
Pondasi Vol 28, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v28i1.31798

Abstract

Bahan merupakan hal penting yang harus diperhatikan kualitas dan cara penanganan. Adapun mutu gypsum ditentukan oleh bahan yang digunakan sebagai bahan baku dan bahan pengisi serta bahan tambahan yang digunakan seperti abu sekam padi dan bahan-bahanselulosa seperti serat sabut kelapa, mill dan semen. Penambahan serat batang pisang padabahan gypsum adalah salah satu cara menginovasi dan memberi peluang yang lebih baik dari bahan yang dihasilkan. Dari bahan- bahan tersebut dapat diolah menjadi barang industri dan bahan pengisi atau bahan tambahan untuk produk-produk yaitu untuk pembuatan plafond yang dapat membentuk produk yang bersifat komposit, sehingga dalam proses pembuatannya memerluhkan tekanan agar lebih menyatu dan dapat menghasilkan produk yang lebih padat. Tujuan penelitian penambahan serat batang pisang pada bahan baku pembuatan gypsum adalah untuk memperkuat kekuatan dan tekstur gypsum. Teknologi pembuatan gypsum dibuat dari campuran semen dan mill serta serat-serat lain seperti rami, serat pakaian bekas atau kertas sebagai pengganti asbes, bahan-bahan tersebut dicampur dalam variasi perbandingan 25 bagian semen, 10 bagian mill dan 1 bagian serat. Lembaran-lembaran gypsum umumnya berukuran panjang 100 cm, lebar 100 cm dan tebal 0,6 cm, Adapun tebal 0,6 cm merupakan tebal dari gypsum yang dilakukan penelian. Metode penelitian ini adalah metode uji laboratorium dan pengumpulan literatur dari beberapa sumber. Penggunaan 2 metode tersebut akan mendapatkan data yang akurat dan teliti dari hasil penelitian yang dilakukan. Variabel penelitian serat batang pisang pada bahan pembuat gypsum adalah variasi perbandingan jumlah bahan penyusun gypsum dengan variasi 25:10:1, 25:10:3, dan 25:10:5.