Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan Produktivitas Domba melalui Pembinaan Kelompok Peternak Domba Desa Pamulihan terkait Keterampilan Manajemen Pemeliharaan Ken Ratu gharizah Alhuur; An An Nurmeidiansyah; Denie Heriyadi; Diky Ramdani; Iin Susilawati
Media Kontak Tani Ternak Vol 5, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v5i2.48977

Abstract

Education regarding the management of sheep rearing in groups of sheep breeders in Pamulihan Village is carried out as a form of effort to increase the productivity of sheep owned by breeders. This educational activity was carried out in Pamulihan Village with an audience of 30 people who are sheep breeders from that village. Educational activities are carried out using the method of delivering material and discussion an evaluating it from pretest and posttest data taken before and after the material delivery session is carried out. Based on the results of the pretest and posttest evaluations, it was found that there was an increase in knowledge about feed management by 22% (from 70% to 92%), planning and recording by 45% (from 40% to 85%), maintenance management by 15% (from 75% to 90%) and Health management as much as 30% (from 60% to 90%). Aspects of the farmer's attitude after participating in the training as much as 90% of the farmers are aware of the deficiencies in the implementation of their farms and 10% are still unsure. In contrast, the desire of the breeders to apply the knowledge gained to their farms is found that 80% of the farmers will implement it, 7% do not, and 13% are doubtful -hesitant. This educational activity succeeded in increasing the knowledge and awareness of breeders in running their farms well. However, it still needs to be given technical examples that are easy for breeders to implement. 
Peningkatan Pengetahuan Jenis-Jenis Penyakit Pada Kambing Perah di Kelompok Ternak Azkia Raya dan Gotong Royong Kabupaten Bandung Barat Jawa Barat Raden Febrianto Christi; Rangga Setiawan; Ken Ratu Gharizah Alhuur
Farmers: Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v3i1.37617

Abstract

Penyakit pada ternak merupakan suatu hal yang  tidak ingin terjadi karena dapat merugikan peternak . Ternak yang terkena penyakit dapat menyebabkan penurunan performa produksinya. Kambing  perah salah satu jenis ternak penghasil susu yang sangat rentan terhadap penyakit. Penyakit yang umum terjadi pada kambing  diantaranya mastitis, mulut dan kuku, serta bloat.  Tujuan kegiatan ini adalah menerapkan dan menambah wawasan tentang  jenis penyakit pada kambing  perah di kalangan peternak Azkia Raya dan Gotong  Royong di Kabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah melalui ceramah mengenai penyakit pada kambing perah, diskusi dan tanya jawab, dan praktik menentukan karakteristik penyakit melalui ilustrasi gambar secara virtual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di kalangan peternak mengenai jenis penyakit pada kambing  perah  serta dapat mengenal dan menentukan melalui ilustrasi gambar secara virtual. Penyakit mastitis paling banyak dikenali oleh peternak karena dalam kehidupan sehari-hari sering terjadi bila dibandingkan dengan jenis penyakit lainnya.
Kualitas dan Cara Penyimpanan Telur Yang Baik dalam Upaya Menjaga Asupan Gizi Optimal di Masa Pandemi COVID-19 Ken Ratu gharizah Alhuur; Andry Pratama; Endah Yuniarti
Farmers: Journal of Community Services Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v1i1.28647

Abstract

AbstrakAsupan gizi yang optimal terutama asupan protein, baik dimasa pandemi Covid-19 maupun dalam situasi normal, penting untuk dipenuhi. Telur merupakan salah satu pangan sumber protein dengan harga yang cukup terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lain, seperti daging dan susu. Sehingga telur banyak dipilih oleh masyarakat luas dalam pemenuhan kebutuhan protein harian mereka. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak bermunculan pedagang telur dadakan di kalangan masyarakat, sebagai salah satu imbas dari anjloknya harga telur di pasaran. Namun, para pedagang telur dadakan ini seringkali tidak mengindahkan kualitas telur yang mereka jual. Hal ini tentu akan berakibat merugikan dan membahayakan bagi kesehatan konsumen. Untuk itu, sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara membedakan kualitas telur dan cara penyimpanan telur yang baik menjadi penting untuk dilakukan, agar masyarakat dapat memilih dan mendapatkan telur dengan kualitas yang baik dalam jangka waktu yang lebih Panjang. Manfaat dari sosialisasi ini adalah partisipan menjadi lebih teliti dalam memilih telur yang mereka beli, dan mengetahui cara penyimpanan telur yang benar agar masa simpan telur yang mereka beli dapat bertahan lebih lama.Kata Kunci: asupan gizi, kualitas telur, cara penyimpanan telurAbstractOptimal nutritional intake, especially protein intake, both during the Covid-19 pandemic and in normal situations, is important to fulfill. Eggs are a source of protein with prices that are quite affordable compared to other animal protein sources, such as meat and milk. So people prefer eggs as a fulfillment of their daily protein needs compared to meat and milk. During the Covid-19 pandemic, many impromptu egg sellers emerged in the community, as one of the effects of the drop in egg prices on the market. However, these impromptu egg sellers often disregard the quality of the eggs they sell. This will certainly have detrimental and harmful consequences to consumer health. For this reason, socialization to the public about how to differentiate egg quality and how to storing eggs in a good way is important, so that people can choose and get good quality eggs in a longer period of time. The benefit of this socialization is that participants become more careful in choosing the eggs they buy and knowing how to store eggs properly so that the shelf life of the eggs they buy can last longer.Keywords: nutritional intake, eggs quality, eggs storage
Optimalisasi Kesehatan Rusa Timor (Cevrus timorensis) di Sekitar Cagar Alam Pangandaran Jawa Barat Endah Yuniarti; Sauland Sinaga; Indrawati Yudha Asmara; Ambara Adi Prasetya; Ken Ratu Gharizah Alhuur
Farmers: Journal of Community Services Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v4i1.45025

Abstract

Rusa Timor merupakan salah satu satwa yang dilindungi berdasarkan UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati serta Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1997 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Sehingga sudah semestinya keberadaan, status nutrisi, dan kesehatannya terjamin, khususnya di kawasan yang ditunjuk sebagai kawasan konservasi. Populasi Rusa Timor yang terdapat di Kawasan Konservasi Cagar Alam Pangandaran justru mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Beberapa di antaranya diakibatkan oleh terjadinya penyimpangan tingkah laku makan dan ancaman kesehatan. Salah satu ancaman kesehatan yang kerap menjangkit hewan yang mencari makan dengan cara digembalakan termasuk salah satunya rusa, adalah cacingan. Program Pengabdian Pada Masyarakat ini dimaksudkan untuk mengupayakan tindakan preventif dalam meningkatkan kesehatan Rusa Timor khususnya dari ancaman parasit pada saluran pencernaan dengan memberikan ivermectin secara oral, di Kawasan Konservasi Cagar Alam Pangandaran. Program pemberian ivermectin melalui pakan pellet yang dilokalisir pada dua titik kumpul kelompok rusa di Kawasan Konservasi Cagar Alam Pangandaran telah berhasil dilakukan. Diharapkan jumlah rusa yang mendatangi tempat pakan yang telah disediakan dan mengonsumsi pakan pellet yang mengandung ivermectin dapat terus bertambah sampai mencakup keseluruhan populasi rusa di kawasan ini. Perlu dilakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap program ini untuk melihat efektivitasnya terhadap angka perbaikan status nutrisi dan kasus kematian rusa yang disebabkan oleh investasi cacing pada saluran pencernaannya.
PELATIHAN PEMBUATAN JERAMI PADI DIFERMENTASI UNTUK PAKAN DOMBA DI KABUPATEN GARUT Diky Ramdani; Ken Ratu Gharizah Alhuur; Farah Lasti Utami; Kevin Immanuel; Aulia Sabrina Faisal Bermani; Ratu Asyfa; Zalfa Hasna Nadhira; Diny Putri Istiqomah; Muhammad Farhan Ardi Wiguna; Muhammad Arkan Lamiday
Farmers: Journal of Community Services Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v3i1.37716

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Program (KKN) on the manufacture of fermented paddy straw for sheep was carried out using a mixed method, namely through webinar media and conducting direct surveys to the field. The place where fermented paddy straws are made at Paddy Farm which is located in Panerusan Village, Tanjung Kemuning Village, Tarogong Kaler District, Garut Regency. As for the webinar, it will be carried out through the media zoom which will be held on August 7, 2021, with a total committee of eight people. Indonesia is one of the countries that has a large area of rice fields, so the availability of paddy straw resources is also abundant. This can be exploited by using paddy straw as an alternative material for sheep feed. However, paddy straw has low palatability and nutrient quality. Fermentation will greatly help to improve the quality and palatability of paddy straw. The procedure for making fermented paddy straw is delivered through webinars and videos uploaded on the Youtube application. Sheep farmers can see the procedure for making fermented paddy straw through the media. Key Words: Fermentation, Paddy straws, Farmers, Sheep.
PENGARUH PEMBERIAN POLIFENOL DARI TANAMAN HERBAL SEBAGAI NATURAL FEED ADDITIVE TERHADAP PERFORMA ANAK KAMBING DAN DOMBA Endah Yuniarti; Raden Febrianto Christi; Ken Ratu Gharizah Alhuur
Wahana Peternakan Vol. 6 No. 3 (2022): Wahana Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v6i3.628

Abstract

The antibiotics as feed additive had been prohibited by the government regulation, because it was feared that it would pose a risk to livestock and residues in the products they produce. The ban is an opportunity for the development of innovations in feeding, such as the use of herbal plants as natural feed additives (NFA). The provision of NFA had been carried out by several researchers to the performance of kids and lambs. Kids and lambs are one of the key stages of successful sheep and goat farming. Kids and lambs that are healthy and have good performance will certainly be good breeds for livestock farming. Utilization of herbs and spices containing polyphenolic compounds has various effects on livestock, especially kids and lambs. The benefits or effects of NFA on kids and lambs are summarized in several studies, namely faster livestock growth, increased feed digestibility, feed efficiency, and economic efficiency. In addition, NFA also affects metabolic function and immunity, and reduces methane gas emissions without disturbing the rumen microbial population. Meat produced from kids and lambs supplemented with NFA also showed increased oxidative stability and increased PUFA and MUFA levels. Keywords: additive, herb, polyphenol, goat, lamb, kids
Pengaruh Bobot Badan Awal Terhadap Pertambahan Bobot Badan Harian, Konsumsi Pakan dan Efisiensi Pakan Domba Lokal Penggemukan An An Nurmeidiansyah; Dzikri Almatlubi; Ken Ratu Gharizah Alhuur; Ronnie Permana
Bulletin of Applied Animal Research Vol 6 No 1 (2024): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v6i1.1537

Abstract

Penelitian mengenai Pengaruh Bobot Awal Terhadap Pertambahan Berat Badan Harian, Konsumsi Pakan dan Efisiensi Pakan Domba Lokal Penggemukan telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2023 di Santika Farm yang terletak di Desa Cilembu Kabupaten Sumedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya korelasi bobot badan awal terhadap pertambahan bobot badan harian, konsumsi pakan dengan efisiensi pakan, serta mengetahui kisaran rata-rata bobot badan optimal yang menghasilkan pertambahan bobot badan harian dan efisiensi pakan terbaik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan eksperimen berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) yang dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan untuk mengetahui perbedaan nyata pertambahan bobot badan harian, sedangkan efisiensi pakan tidak menunjukkan perbedaan nyata sehingga tidak dilakukan pengujian lebih lanjut. Rata-rata pertambahan berat badan harian pada berat badan awal 27-30 kilogram (P3) sebesar 157 gram, 23-26 kilogram (P2) sebesar 133 gram, dan 18-22 kilogram sebesar 130 gram. Konsumsi BK Pakan pada domba dengan bobot awal 18-22 kilogram (P1), 23-26 kilogram (P2) dan 27-30 kilogram (P3) sebanyak 5,51, 6,48, 7,13 BK/kilogram/hari. Efisiensi pakan pada bobot awal 18-22 kilogram (P1) sebesar 15,3%, 27-30 kilogram (P3) sebesar 13,2%, dan 23-26 kilogram (P3) sebesar 12,1%. Kesimpulan penelitian ini adalah berat badan awal 27-30 kilogram memiliki pertambahan harian terbaik.
Efektivitas Binahong (Anredera cordifolia) sebagai Natural Feed Additive pada Ternak Ruminansia dan Monogastrik Ken Ratu Gharizah Alhuur; Endah Yuniarti
Bulletin of Applied Animal Research Vol 6 No 1 (2024): Bulletin of Applied Animal Research
Publisher : LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/baar.v6i1.1538

Abstract

Penelitian untuk menggali potensi tanaman herbal sebagai pakan aditif alami terus dilakukan seiring pelarangan penggunaan Antibiotic growth promotor (AGP). Aktivitas antibakteri zat metabolik sekunder dari tanaman herbal diharapkan efektif untuk terhadap peningkatan performa pertumbuhan, kecernaan pakan, reproduksi, dan fisiologis ternak, selain itu resiko pengaruh residu yang terakumulasi dari penggunaan AGP tidak ditemukan pada tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal yang memiliki zat metabolic sekunder yang cukup kompleks adalah binahong. Kandungan polifenol, saponin, tannin, dan flavonoid pada binahong terbukti efektif berperan sebagai antibakteri, anthelmintic, anti inflamasi, dan healing agent pada ternak ruminansia maupun monogastrik. Saponin banyak berperan terhadap performa yang diujikan. Namun efektivitas penggunaan binahong sebagai pakan aditif alami juga bergantung pada dosis yang digunakan.
Review: Pemanfaatan Herbal sebagai Pakan Aditif Alami dan Pengobatan terhadap Performa Ternak Alhuur, Ken Ratu Gharizah; Nurmeidiansyah, An An; Heriyadi, Denie
JANHUS Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 7, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v7i2.3543

Abstract

Pelarangan penggunaan Antibiotic growth promotor (AGP) sebagai feed additive untuk meningkatkan produktivitas ternak menyebabkan penelitian untuk mencari pengganti penggunaan AGP banyak dilakukan. Zat metabolit sekunder yang dimiliki herbal berpotensi untuk meningkatkan produktivitas ternak tanpa menimbulkan efek negative bagi saluran cerna. Hal tersebut menjadi pendorong banyaknya penelitian mengenai pemanfaatan herbal sebagai feed additive alami bagi ternak. Kunyit (Curcuma domestica Val.), jintan hitam (Nigella sativa), dan binahong (Anredera cordifolia) memiliki banyak kandungan zat metabolit sekunder yang menyebabkan ketiga herbal tersebut berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai feed additive pada ternak. Penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai jurnal nasional maupun internasional yang berjumlah 29 sumber literatur. Efek antibakteri, anthelmintic, antiparasite, antiinflamasi,analgesic, dan gastroprotektif telah banyak ditampilkan dari hasil penelitian baik pada objek ternak, yang memberikan pengaruh baik terhadap status kesehatan maupun performa produksi ternak. Cara ekstraksi maupun perlakuan untuk mendapatkan zat metabolit sekunder sangat mempengaruhi jenis dan jumlah zat metabolit sekunder yang didapatkan.
SEBARAN RUMPUN, POLA WARNA, DAN MOTIF BULU DOMBA LOKAL JANTAN PADA BEBERAPA PASAR HEWAN DI WILAYAH KABUPATEN BANDUNG Sundari, Holis Sri; Ken Ratu Gharizah Alhuur; An An Nurmeidiansyah
JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan Journal of Animal Husbandry Science Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/janhus.v9i1.41711

Abstract

Domba lokal yang tersebar luas di Wilayah Jawa Barat mempunyai sebaran rumpun dan pola warna bulu yang cukup beragam. Hal tersebut dapat mempengaruhi pola pemeliharaan peternak dan preferensi konsumen. Rumpun yang cukup sering ditemukan di Wilayah Jawa Barat adalah Domba Garut, Domba Priangan, dan Domba Ekor Tipis. Pola warna pada domba terdiri dari warna putih, hitam, kombinasi dan cokelat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan pada beberapa pasar hewan di Wilayah Kabupaten Bandung. Penelitian dilakukan pada Bulan Januari 2024 di tiga pasar hewan, yaitu Pasar Hewan Majalaya, Pacet, dan Banjaran. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan cara pengumpulan data menggunakan metode sensus dengan melihat parameter rumpun dan pola warna bulu domba lokal jantan yang ada di setiap pasar hewan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ditemukan dua rumpun domba pada tiga pasar hewan yang berlokasi di Kabupaten Bandung, yaitu rumpun Domba Garut sebesar 67,1% dan Domba Priangan sebesar 32,9%, sedangkan untuk Domba Ekor Tipis tidak ditemukan pada ketiga lokasi pasar hewan di Kabupaten Bandung. Pola warna bulu domba yang ditemukan pada saat penelitian adalah warna dominan putih sebesar 74,84%, dominan hitam sebesar 14,19%, dominan coklat sebanyak sebesar 1,29%, dan kombinasi sebesar 9,68% dari total domba sebanyak 155 ekor.