Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran kepuasan konsumen sebagai pemediasi determinan yang mempengaruhi niat beli ulang kacamata resep Nuvida, Levya Otivian; DC, Kuswardani; Sudjito, Sudjito
Jurnal Riset Ekonomi dan Bisnis Vol 16, No 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jreb.v16i2.6802

Abstract

Lingkungan bisnis yang semakin ketat dan kompetitif menuntut perusahaan untuk menyesuaikan diri pada setiap perubahan yang terjadi serta siap menerima semua tantangan yang ada. Keberlangsungan suatu optik terletak pada keberhasilan optik tersebut membawa para konsumennya tetap setia melakukan pembelian ulang kacamata resep untuk keberhasilan rehabilitasi refraksi. Penjualan optik XYZ masih jauh berada dibawah para kompetitornya sehingga perlu merumuskan strategi yang tepat agar dapat meningkatkan niat beli ulang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan apakah ada pengaruh atribut produk, pengalaman konsumen dan nilai yang dirasakan terhadap niat beli ulang. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling yaitu sebanyak 126 reseponden diolah menggunakan path analysis dengan bantuan Smart PLS versi 4.0. Experiential marketing theory dipilih sebagai pisau analisis pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel atribut produk, pengalaman konsumen dan nilai yang dirasakan berpengaruh terhadap niat beli ulang serta kepuasan konsumen terbukti secara statistik mampu memediasi pengaruh atribut produk terhadap niat beli ulang. Optik XYZ diharapkan mampu untuk terus memberikan kelengkapan produk yang akan memberikan nilai ekslusivitas yang diharapkan oleh konsumennya agar niat untuk membeli ulang semakin meningkat dari waktu ke waktu. An increasingly tight and competitive business environment requires companies to adapt to every change and be ready to accept all existing challenges. An optic's sustainability lies in its success in bringing its consumers to remain loyal in repurchasing prescription glasses for successful refractive rehabilitation. XYZ optical sales are still far below its competitors, so it is necessary to formulate the right strategy to increase repurchase intentions. This research aims to find out and explain whether product attributes, consumer experience, and perceived value influence repurchase intention. Sampling used a non-probability sampling technique; 126 respondents were processed using path analysis with the help of Smart PLS version 4.0. Experiential marketing theory was chosen as the analytical tool in this research. The research results show that the variables of product attributes, consumer experience, and perceived value influence repurchase intentions, and consumer satisfaction is statistically proven to mediate the influence of product attributes on repurchase intentions. Optik XYZ must be able to provide complete products that will provide the exclusivity value expected by consumers so that their intention to repurchase increases over time.
PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN SEWA MAHASISWA KAJIAN TENTANG INKONSISTENSI REGULASI DAN IMPLEMENTASI Sudjito, Sudjito
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 5 No. 1 (2020): March
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v5i1.99

Abstract

Program Rusunawa Mahasiswa merupakan upaya pemerintah mewu­judkan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Di­harapkan dengan adanya Rusunawa Mahasiswa, biaya sewanya lebih murah dibanding harga sewa kos-kosan. Diharapkan pula, pihak kampus sebagai penge­lola Rusunawa Mahasiswa bisa memprioritaskan mahasiswa kurang mampu dari luar kota yang memiliki prestasi akademik b a g u s , sehingga mereka terbantu dari aspek ekonomi. Sampai saat ini masih ada kesenjangan antara target dan realisasinya pembangunan Rusunawa Mahasiswa. Kesenjangan dapat terjadi karena berbagai faktor, antara lain berupa inkonsistensi regulasi maupun inkon­ sistensi implementasi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat yuridis-normatif. Penelitian ini dilakukan dengan meneliti bahan pustaka dan perundang-undangan yang relevan dan terkait dengan substansi penelitian. Data yang terkum­pul dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa: 1. Ada inkonsistensi regulasi berupa kekurangan peraturan pelaksanaan dalam bentuk Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri; 2. Ada inkonsistensi implemen­tasi disebabkan lemahnya pengawasan, kurang profesionalitas pelaksanaan dan penegakan regulasi.
The Unsettled Agreement of the 2019 Re-Demarcation of the Indonesia-Malaysia Boundary Line’s Impact Nurdin, Amin; Sudjito, Sudjito; Arsana, I Made Andi
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 2 No. 9 (2023): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v2i9.524

Abstract

Referring to the principle of uti possidetis juris, the establishment of the boundary line on Sebatik Island was based on a previous agreement between the Netherlands and the British. It was stated in the 1915 Agreement between the Netherlands and the British, which declared that the boundary line follows a parallel line of 4º10' North Latitude. Unfortunately, The Boundary Agreement of 1915 does not mention the datum and reference ellipsoid used to determine the abovementioned 4° 10' North Latitude. The absence of a datum and reference ellipsoid causes disputes in determining the precise location of boundary pillars during the field reconstruction procedure. A joint survey between Indonesia and Malaysia in 1983 found that most of the boundary pillars on Sebatik Island were not precisely located along the 4° 10' North Latitude line and based on the results of the 10th meeting of the Joint Working Group on the Outstanding Boundary Problems in 2018, Indonesia and Malaysia agreed to re-demarcate the boundary, which was carried out in 2019. This study aims to determine the impact of the 2019 re-demarcation of the boundary line between Indonesia and Malaysia on Sebatik Island. The methods applied in this research are in-depth interviews, observation, and document studies. The results found that the 2019 re-demarcation resulted in exchanging areas between Indonesia and Malaysia. This area exchange generates uncertainty about land ownership by citizens in border zones.