Articles
UTILIZATION OF TOFU LIQUID WASTE INTO BIOGAS: REVIEW
Lukhi Mulia Shitophyta;
Sarifa Kaisupy;
Indah Puspita Sari
Konversi Vol 10, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/k.v10i1.10033
Tofu production produces by-products in the form of liquid waste and solid waste. Tofu liquid waste which contains organic compounds has not been able to be managed properly. Industry owners only disposed of wastes into the environment. It causes water pollution and unpleasant odors around the tofu industry. One of the solutions to reduce environmental pollution is to utilize tofu liquid waste as alternative energy, namely biogas. The management of tofu liquid waste into biogas for the household scale tofu industry can use a fixed bed reactor, batch scale anaerobic reactor, and anaerobic sludge blanket (UASB) up-flow reactor. The UASB reactor is the best reactor for processing tofu liquid waste into biogas on a household scale. The volume of biogas produced by the UASB reactor was 11.115 liters, while the volume of biogas produced by the fixed bed reactor and batch scale anaerobic digester reactor was 3.5 liters and 1.525 liters, respectively.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS BAGI KELOMPOK TERNAK SAPI DI ERA PANDEMI COVID-19
Lukhi Mulia Shitophyta;
Siwi Purwanti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (618.425 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5033
Abstrak: Limbah ternak sapi yang dihasilkan di kelompok ternak Wiro Lembu Lemu, Wiyoro, Bantul, Yogyakarta sebesar 200 kg per hari. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok ternak adalah kurangnya pengetahuan tentang metode pengelolaan kotoran sapi. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan cara mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik melalui proses pengomposan. Metode yang diterapkan yaitu sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk kompos secara langsung kepada mitra yang terdiri dari 10 peserta selama 3 hari. Proses pengomposan dilakukan selama tiga minggu. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah peserta memahami teknik pengolahan pupuk kompos dari kotoran sapi yang ditunjukkan dengan persentase capaian sebelum pelatihan 60% dan setelah pelatihan 80%.Abstract: Rancher group of Wiro Lembu Lemu Wiyoro, Bantul, Yogyakarta produced 200 kg of cattle dung per day. The lack of knowledge in handling methods of livestock waste becomes a major problem for the ranchers. Therefore, the program aims to provide the training of processing cattle waste into organic fertilizer through the composting process. Methods of this program consisted of socialization and training on compost manufacturing directly to partners. Ten participants attended in this program. The composting process was carried out for three weeks. The result of this program showed that participants were able to understand the technique of compost production from cattle waste as indicated by the percentage of achievement before training of 60% and after training of 80%.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK DI RANTING MUHAMMADIYAH TIRTONIRMOLO, KASIHAN, YOGYAKARTA
Lukhi Mulia Shitophyta;
Shinta Amelia;
Siti Jamilatun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1405
Sampah organik merupakan sampah yang mengandung kadar air tinggi dan mudak busuk. Peunumpukan sampah organik dapat mencemari lingkungan dan menjadi wabah penyakit. Salah satu cara untuk mengolah sampah organik adalah pembuatan pupuk kompos. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dilaksanakan di ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo, Kasihan, Yogyakarta. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi anggota ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo dalam pengolahan sampah organik. Kegiatan diawali dengan pemaparan melalui sosialisasi materi tentang sampah organik dan pupuk kompos secara umum kemudian dilanjutkan dengan pelatihan praktek pembuatan pupuk kompos dari sampah organik. Proses pembuatan kompos dilakukan dalam komposter 20 L menggunakan bioaktivator EM-4. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta dapat memahami teknik pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dengan baik yang ditunjukkan dengan persentase capaian ≥ 80%.
Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Cair Secara Daring di Masa Pandemi Covid-19
Lukhi Mulia Shitophyta;
Shinta Amelia;
Siti Jamilatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JPMI - Februari 2022
Publisher : CV Infinite Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52436/1.jpmi.432
Penggunaan sabun cair semakin meningkat setelah banyak ibu rumah tangga yang meninggalkan sabun padat. Konsumsi sabun cair menambah pengeluaran rumah tangga. Minimnya pengetahuan dalam pembuatan dan bahan sabun cair menjadi masalah besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih pembuatan sabun cair bagi anggota Nasyiatul Aisyiyah Bantul. Metode kegiatan terdiri dari sosialisasi materi pokok tentang sabun melalui zoom dan pelatihan pembuatan sabun cair melalui video tutorial. Tahapan produksi sabun cair terdiri dari persiapan bahan dan peralatan, pencampuran dan pengadukan semua bahan, kemudian sabun disimpan dalam botol dan didiamkan selama 24 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami teknik pembuatan sabun cair dengan persentase pencapaian sebesar 74%.
Optimization of biogas from corn stover using liquid and solid-state anaerobic digestion
Lukhi Mulia Shitophyta;
Muhammad Hanafi;
Yusuf Eko Nugroho
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 9, No 1 (2020): Jurnal TURBO
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.342 KB)
|
DOI: 10.24127/trb.v9i1.1156
The shortage of fossil fuel can be minimized by developing renewable energies such as biogas. The raw material of biogas can be derived from corn stover. Biogas was produced under solid-state anaerobic digestion (SS-AD) and liquid anaerobic digestion (L-AD). The objectives of this study were to compare the biogas yield and analyze the pH value and VS degradation. The results reported that the SS-AD generated a higher biogas yield than L-AD. SS-AD could improve the biogas yield of 71%. Both SS-AD and L-AD had a higher final pH than the initial pH. Moreover, the VS degradation was proportionate to the biogas yield. The highest VS reduction was achieved on SS-AD. Keywords: anaerobic digestion, biogas, liquid state, solid state, volatile solid, renewable energy
Pemanfaatan Limbah Cair Tahu menjadi Biogas di Industri Tahu Murni Pak Min Jomblangan, Banguntapan, Yogyakarta
Lukhi Mulia Shitophyta;
Siwi Purwanti;
Maryudi Maryudi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 4 No 4 (2019)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (640.627 KB)
|
DOI: 10.30653/002.201944.191
COMMUNITY PARTNERSHIP PROGRAM: THE UTILIZING OF TOFU LIQUID WASTE INTO BIOGAS AT TOFU INDUSTRY OF PAK MIN, JOMBLANGAN, BANGUNTAPAN, YOGYAKARTA. The industry tofu of Pak Min is a home industry with four employees which produces 200 kg of tofu every day and generates 50 kg of liquid wastes per day. The problem that is faced by the industrial owner is the lack of knowledge in handling liquid wastes. The disposal of waste is only discharged into a river which results in buildup of liquid paddles on the ground surface and environmental pollution. Therefore, the objectives of this program were to socialize the hazard and management process of tofu waste and to provide the training to convert tofu liquid waste into biogas.
PERBANDINGAN MODEL KINETIKA PEMBUATAN BIOGAS DARI JERAMI JAGUNG DENGAN CO-DIGESSTION LIMBAH MAKANAN
Gita Indah Budiarti;
Lukhi Mulia Shitophyta;
Dika Fajariyanto;
Yusuf Eko Nugroho
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (186.024 KB)
Bahan bakar minyak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan yaitu meningkatkan emisi karbon dioksida (CO2). Oleh karena itu, perlu mencari sumber energi alternatif untuk menurunkan ketergantungan bahan bakar minyak dan memasok energi konsumsi domestik. Salah satu sumber energi terbarukan yang paling menjanjikan adalah biogas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan model kinetik untuk produksi biogas dari jerami jagung dengan limbah makanan sebagai co-digestion menggunakan persamaan linear dan eksponensial. Penelitian ini dilakukan pada variasi rasio F/I 2,3,4 dengan komposisi limbah makanan 10%. Kecepatan pembuatan biogas tertinggi diperoleh pada F/I 2. Model eksponensial memiliki nilai korelasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan model linier pada periode naik. Namun, model linier memiliki nilai korelasi yang lebih tinggi dibandingkan eksponensial pada periode menurun.
Perbandingan Pretreatment Kimia dan Biologi pada Limbah Makanan untuk Produksi Biogas
Lukhi Mulia Shitophyta;
Adi Permadi;
Novia Rahmawati;
Nisya Slivani Sembiring
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 6, No 2: December 2021
Publisher : Politeknik Sukabumi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31544/jtera.v6.i2.2021.297-302
Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang dapat diaplikasikan untuk berbagai teknologi secara universal. Bahan baku biogas dapat menggunakan limbah makanan yang diproses dengan anaerobic digestion. Pretreatment dapat meningkatkan produksi biogas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pretreatment kimia asam dan biologi terhadap produksi biogas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pretreatment kimia asam menghasilkan yield biogas lebih tinggi dibandingkan pretreatment biologi. HCl 2% menghasilkan yield biogas tertinggi sebesar 58,2 mL/gVS. Pretreatment kimia asam berpengaruh signifikan terhadap produksi biogas (p < 0,05). EM-4 4% menghasilkan yield biogas tertingi sebesar 36,8 mL/gVS. Pretreatment biologi tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi biogas (p > 0,05). Nilal pH berpengaruh terhadap produksi biogas. Konsentrasi HCl dan EM-4 tertinggi memiliki nilai pH awal dan pH akhir paling rendah.
Enhancement of Biogas Production Through Solid-State Anaerobic Co-Digestion of Food Waste and Corn Cobs
Shitophyta, Lukhi Mulia;
Salsabila, Anisa;
Putri, Firanita Angraini;
Jamilatun, Siti
Makara Journal of Technology Vol. 26, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Although biogas has been primarily produced through liquid anaerobic digestion, this method leads to the floating and stratification of fibers and non-homogeneous mixing, which can reduce the biogas yield. Alternatively, biogas can be produced by the solid-state anaerobic digestion (SS-AD) of organic material with a high solid content, such as corn cobs. We investigated the co-digestion of food waste and corn cobs as a biomass feedstock for SS-AD in biogas production. We measured the effects of the total solid (TS) content, percentage of food waste, and reduction in volatile solids (VS), from which we determined its appropriate kinetic model. We found that the SS-AD of food waste with corn cobs produced a high biogas yield of 543 mL/g VS at a TS content of 22% and a food waste content of 20%. The first-order kinetics model for biogas production during SS-AD of the tested corn cob and food waste yielded an R2 value in the range of 0.91–0.94. The main contributor to the biogas production during the SS-AD of the corn cobs and food waste was the reduction in VS. A positive linear relationship was observed between the biogas yield and the reduction of VS.
Produksi Biogas dari Kotoran Sapi dengan Biodigester Kontinyu dan Batch: Review
Lukhi Mulia Shitophyta;
Masreza Hari Darmawan;
Yestri Rusfidiantoni
Journal of Chemical Process Engineering Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33536/jcpe.v7i2.903
Sumber energi terbarukan perlu terus dikembangkan untuk menekan ketersediaan bahan bakar fosil yang sudah semakin menipis. Biogas merupakan salah satu energi alternatif dengan memanfaatkan limbah organik seperti kotoran sapi. Pengolahan kotoran sapi sebagai bahan baku biogas dapat menggunakan biodigester tipe kontinyu dan tipe batch. Biodigester kontinyu selalu berisi 80% umpan dari volume total (50 liter) dan 20% sisanya sebagai ruang gas. Biodigester tipe batch kapasitas 220 liter memiliki komposisi kotoran sapi dan rumput gajah sebesar 25 kg : 25 kg dengan penambahan air 100 liter. Produksi biogas dilakukan selama 70 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biodigester kontinyu menghasilkan volume biogas total 17.520 ml dan kandungan CH4 51,37%, sedangkan untuk biodigester batch menghasilkan volume biogas total 66.484 ml dan kandungan CH4 31,37%. Uji nyala untuk biodigester kontinyu menunjukkan bahwa setelah hari ke-12 nyala api berwarna biru dan menyembur cukup kuat pada saat katup pengaturan gas dibuka dan dikenakan api, tetapi pada biodigester batch tidak menghasilkan nyala api karena kadar CH4 kurang dari 45%. Biodigester tipe kontinyu dengan kapasitas 50 L menghasilkan volume biogas lebih tinggi dibandingkan dengan tipe batch yang berkapasitas 220 liter