Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Sediaan Kapsul Ekstrak Daun Kalangkala (Litsea angulata Bl) Serta Formulasi Dan Evaluasi Fisik Aditha Wulandari; Rohama Rohama; Setia Budi
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi negara berkembang adalah penyakit diare, diare dapat disembuhkan salah satunya dengan pengobatan tradisional menggunakan tanaman. Dimana tanaman yang memiliki manfaat sebagai antidiare salah satunya adalah tanaman kalangkala, namun pengolahan yang rumit membuat peneliti tertarik untuk membuat ekstrak daun kalangkala dalam bentuk sediaan kapsul. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi formulasi yang tepat, menguji konsentrasi hambat minimum dan menguji konsentrasi bunuh minimum. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental murni, daun kalangkala dibuat menjadi ekstrak dengan metode maserasi, selanjutnya dibuat menjadi sediaan kapsul, dan di uji antibakteri dengan menggunakan metode dilusi. Hasil yang didapatkan yaitu semua formulasi memenuhi persyaratan evaluasi fisik, kecuali uji kelembapan. Dimana formulasi terbaik terdapat di formula I dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 100 mg. Dari hasil uji antibakteri dengan metode dilusi,didapatkan semua formula memiliki daya hambat terhadap bakteri Escherichia coli, namun belum memiliki daya bunuh terhadap bakteri Escherichia coli pada semua formula. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu formulasi terbaik terdapat di formula I dengan konsentrasi ekstrak sebanyak 100 mg, dan pada semua formula sudah memiliki daya hambat namun belum memiliki daya bunuh pada semua formula.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Gel Handsanitizer Ekstrak Akar Purun Danau (Lepironia articulata) Sebagai Antibakteri Hairunnisa Hairunnisa; Setia Budi; Iwan Yuwindry
Sains Medisina Vol 1 No 6 (2023): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gel handsanitizer yang beredar di masyarakat sebagian besar mengandung alkohol. Penggunaan alkohol secara berlebihan dapat memicu iritasi dan rasa terbakar pada kulit. Pada akar purun danau (Lepironia articulata) mengandung flavonoid, tanin dan saponin yang berperan sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan Mengetahui bahwa ekstrak akar purun danau (Lepironia articulata) dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel handsanitizer dan memenuhi evaluasi sediaan yang baik. Sediaan gel handsanitizer ekstrak akar purun danau dibuat dalam 3 formulasi dengan variasi konsentrasi ekstrak akar purun danau 3%, 4% dan 5%. Hasil pengamatan yang dilakukan pada sediaan gel handsaniitzer ekstrak akar purun danau pada pengamatan organoleptis didapatkan hasil formula 1 yang baik terhadap tekstur sedangkan warna dan bau 3 formulasi memiliki hasil yang sama. Pada pengamatan homogenitas didapatkan hasil ketiga formulasi homogen. Pada uji pH didapatkan hasil formula 1 memenuhi kriteria. Pada uji bobot jenis didapatkan ketiga formulasi tidak memenuhi kriteria. Pada uji viskositas dan sifat alir didapatkan memiliki sifat pseudoplastis dan tidak memenuhi nilai rentang spesifikasi. Pada uji daya antiseptik memenuhi kriteria. Penelitian ini perlu pengembangan formulasi untuk mendapatkan evaluasi fisik yang optimal.
Pengembangan Formulasi Tablet Karbon Aktif Kayu Gelam (Melaleuca Sp) sebagai Alternatif Pengobatan Antidiare Tuti Alawiyah; Raihanah Raihanah; Setia Budi; Sismeri Dona
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1402

Abstract

Background: Diarrhea remains a major global health problem requiring effective and safe therapeutic interventions. The utilization of natural activated carbon presents a promising alternative for antidiarrheal therapy. Objective: This study aimed to develop an activated carbon tablet formulation derived from Kayu Gelam (Melaleuca sp.) and to evaluate the physical and chemical quality of the resulting tablets. Methods: Activated carbon was obtained through carbonization and chemical activation processes, then formulated into three tablet formulas with varying concentrations of polyvinylpyrrolidone (PVP) as a binder: 2% (Formula 1), 3% (Formula 2), and 4% (Formula 3). Tablet quality evaluation included pH measurement, weight uniformity, hardness, friability, and disintegration time. Data were analyzed using one-way ANOVA. Results: The pH values of Formulas 1, 2, and 3 were 6.15, 6.65, and 6.85, respectively, all within the neutral range (5.8–7.4) and safe for biological systems. The average tablet weights were 157.0 mg, 153.5 mg, and 158.5 mg, respectively, meeting weight uniformity requirements. Hardness values were 6.47 kg, 6.83 kg, and 7.67 kg, indicating adequate mechanical strength. Friability values were 0.664%, 0.763%, and 0.502%, all below the acceptable limit of 1%. Disintegration times were 13.01 min, 13.65 min, and 13.85 min, respectively, satisfying the requirement of less than 15 minutes. One-way ANOVA revealed significant differences (p < 0.05) in pH, hardness, friability, and disintegration time among the three formulas, while weight uniformity showed no significant difference (p > 0.05). Conclusion: All formulated Kayu Gelam activated carbon tablets met the required physical and chemical quality parameters, demonstrating their potential for further development as an alternative antidiarrheal tablet preparation.
Penyuluhan Manfaat Seduhan Daun Salam (Syzygium polyanthum) dan Daun Sirsak (Annona muricata Linn) Untuk Mengatasi Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Hiperkolesterolemia Di Desa Sungai Bakung RT. 03 [Counseling on the Benefits of Bay Leaf (Syzygium polyanthum) and Soursop Leaf (Annona muricata Linn) Infusions to Treat Hypertension, Diabetes Mellitus, and Hypercholesterolemia Sungai Bakung Village, RT. 03]: Counseling on the Benefits of Bay Leaf (Syzygium polyanthum) and Soursop Leaf (Annona muric Setia Budi; Siska Fitriani; Pinky Alifanda Ardisa; M. Iqbal Rizantha
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261560

Abstract

Hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia are common non-communicable diseases that require continuous preventive and promotive efforts. In Sungai Bakung Village RT. 03, South Kalimantan, these diseases were identified as major health problems, while public knowledge regarding the proper use of medicinal plants remained limited. This community service activity aimed to increase community knowledge about the benefits and preparation of bay leaf (Syzygium polyanthum) and soursop leaf (Annona muricata Linn) infusions as complementary herbal therapies for hypertension, diabetes mellitus, and hypercholesterolemia. The program was conducted through surveys, interviews, health education sessions, demonstrations of herbal infusion preparation, leaflet distribution, and pre-test and post-test evaluations involving adult and elderly residents. The results showed that hypertension, hypercholesterolemia, and diabetes mellitus were the most prevalent health conditions among participants. Educational activities improved participants’ understanding of the phytochemical benefits, preparation methods, dosage, safety, and potential interactions of bay and soursop leaf infusions. Knowledge scores increased from an average of 56.66% in the pre-test to 90% in the post-test. In conclusion, community education on the utilization of bay and soursop leaf infusions effectively improved public knowledge and may support promotive and preventive health efforts when used safely and rationally.   Abstrak. Hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia merupakan penyakit tidak menular yang umum terjadi dan memerlukan upaya promotif serta preventif secara berkelanjutan. Di Desa Sungai Bakung RT. 03, Kalimantan Selatan, ketiga penyakit tersebut teridentifikasi sebagai permasalahan kesehatan utama, sementara pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman obat secara tepat masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara pembuatan seduhan daun salam (Syzygium polyanthum) dan daun sirsak (Annona muricata Linn) sebagai terapi herbal komplementer untuk hipertensi, diabetes melitus, dan hiperkolesterolemia. Program dilaksanakan melalui survei, wawancara, penyuluhan kesehatan, demonstrasi pembuatan seduhan herbal, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test yang melibatkan masyarakat dewasa dan lanjut usia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa hipertensi, hiperkolesterolemia, dan diabetes melitus merupakan kondisi kesehatan yang paling banyak ditemukan pada peserta. Kegiatan edukasi meningkatkan pemahaman peserta mengenai manfaat fitokimia, cara pembuatan, dosis penggunaan, aspek keamanan, serta potensi interaksi dari seduhan daun salam dan daun sirsak. Nilai pengetahuan meningkat dari rata-rata 56,66% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Kesimpulannya, edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan seduhan daun salam dan daun sirsak efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi mendukung upaya promotif serta preventif kesehatan apabila digunakan secara aman dan rasional.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Di Wilayah Puskesmas Tumbang Rahuyan Evan Soradi; Setia Budi; Nur Hidayah; Rahmadani Rahmadani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1051

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular pada lansia yang memerlukan terapi jangka panjang. Keberhasilan terapi dipengaruhi oleh kepatuhan dalam penggunaan obat antihipertensi, yang salah satunya berkaitan dengan tingkat pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien lansia penderita hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kepatuhan dalam minum obat. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sedang hingga tinggi dan sebagian besar responden tergolong patuh dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien lansia (p < 0,05). Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan Sebanyak 40,0% responden memiliki kepatuhan rendah, 33,3% kepatuhan sedang, dan 26,7% kepatuhan tinggi dalam penggunaan obat antihipertensi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien lansia (p < 0,05), sehingga peningkatan edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terapi.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Terhadap Penggunaan Sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin Dwi Ramadhayanti; Saftia Aryzki; Erlina Syamsu; Setia Budi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1112

Abstract

Pendahuluan: Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan faktor resiko utama terjadinya gangguan kulit, terutama di negara tropis seperti di Indonesia. Penggunaan sunscreen merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak sinar matahari, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan sikap terhadap penggunaannya. Faktanya, masih terdapat pasien yang belum memiliki tingkat pengetahuan dan sikap yang optimal terkait penggunaan sunscreen yang benar. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap pasien terhadap penggunaan sunscreen di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 69 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling melalui penyebaran kuesioner. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 50,7%, kategori cukup  30,4% dan kategori baik 18,8%. Sikap responden terhadap penggunaan sunscreen berada pada kategori negatif sebesar 56,5%, sedangkan sikap positif sebesar 43,5%. Simpulan: Pada penelitian ini, pasien di Klinik Kecantikan DMR Gatot Subroto Banjarmasin memiliki tingkat pengetahuan yang kurang dan sikap yang negatif terhadap penggunaan sunscreen.
Pengembangan Acne patch Ekstrak Pegagan (Centella asiatica L. Urban) sebagai Sediaan Anti-Acne Setia Budi; Tuti Alawiyah; Malisa Ariani
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1384

Abstract

Background: Acne vulgaris is a chronic inflammatory skin condition where prolonged use of synthetic antibacterials can lead to bacterial resistance, necessitating natural alternatives. Centella asiatica extract, rich in triterpenoid saponins and flavonoids, exhibits antibacterial activity against acne-causing bacteria. Objective: This study aimed to formulate and evaluate the physical properties and in vitro penetration of an acne patch containing C. asiatica extract using a combination of polyvinylpyrrolidone (PVP) K30 and ethyl cellulose polymers. Methods: The extract was obtained by 96% ethanol maceration and formulated into three patch formulas with varying polymer ratios (PVP K30:ethyl cellulose = 100:300, 200:200, and 300:100 w/w). All patches were prepared using the solvent casting method. Evaluations included organoleptic properties, homogeneity, thickness, folding endurance, moisture content, weight uniformity, and in vitro penetration using a Franz diffusion cell. Results: All formulations produced homogeneous, transparent patches with uniform thickness (approx. 1 mm). However, all formulas exhibited poor mechanical properties, with folding endurance values (<30 folds) far below the required standard (>300 folds). Moisture content (21.7-23.3%) exceeded the recommended limit (<10%), indicating potential instability. Furthermore, the cumulative in vitro penetration of the active compound through rat skin was very low (0.001-0.004 µg/cm²) over 180 minutes. Conclusion: The C. asiatica extract acne patches demonstrated acceptable basic physical characteristics (homogeneity, thickness). However, they require significant optimization to improve mechanical strength, reduce moisture content, and enhance drug penetration before being considered a viable anti-acne preparation.