Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Budidaya Maggot BSF Untuk Pakan Ternak Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Bane Pematang Siantar Romauli Simanjuntak; Roeskani Sinaga; Ramainim Saragih; Wahyunita Sitinjak; Rosmadelina Purba; Arvita Sihaloho; Cristin Imelda Girsang; Linda Reni Purba; Mirna Anriani Siregar; January Rizky; Simon Sidabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/hy6cye65

Abstract

The increase in the price of animal feed makes it difficult for households as farmers by utilizing household waste to feed their livestock. The increase in feed prices also encourages food farmers to switch to corn because corn is a raw material for animal feed. So that household farmers also have difficulty buying corn. Maggot BSF is an alternative feed that is very high in protein to encourage livestock growth. BSF maggots are larvae that can be used as alternative feed. Cultivation of BSF maggot is also relatively easy and can utilize household waste or food scraps as BSF maggot food. In this community service, training activities for maggot cultivation as an alternative to animal feed are carried out in Bane Village. The implementation method is carried out by means of lectures, discussions and practice. The result of this service is to grow the participants' desire to cultivate BSF maggot as animal feed. The result was that the participants were very responsive to this activity, as evidenced by the active participation of the community in the activity from beginning to end and the large number of active participants in the discussion and question and answer sessions. So it can be concluded that the maggot cultivation training in Bane Village was successful and the participants' understanding and attitudes increased about the importance of waste treatment for maggot cultivation as an alternative to animal feed
Pemanfaatan Pekarangan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Gizi Sehat Keluarga Dengan Budidaya Tanaman Sayuran Secara Vertikultur Di Masyarakat Sekitar GMI Banuh Raya Wahyunita Sitinjak; Roeskani Sinaga; Linda Reni; Romauli Simanjuntak; Jhonson Marbun; Martua Siadari; Hotman Tuah; Januari Rizky; Imman Yusuf Sitinjak; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/d30jwt66

Abstract

Perkarangan rumah merupakan sebidang tanah disekitar rumah, baik itu berada di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Pemanfaatan perkarangan rumah sangat penting, karena manfaat yang dapat diambil sangat banyak. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain yaitu sebagai warung, apotek, lumbung hidup dan bank hidup. Perkarangan memiliki potensi dalam penyediaan bahan pangan bagi keluarga, sehingga pengeluaran rumah tangga untuk membeli bahan pangan dapat dikurangi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga jika produksi bahan pangan berlimpah terutama sayur-sayuran yang higienis dan sehat bagi keluarga. Penanaman tanaman secara vertikultur dapat menjadi solusi dalam mengatasi lahan sempit. Sistem tanam vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sistem ini cocok diterapkan di lahan- lahan sempit atau pada pemukiman yang padat penduduk. Teknik vertikultur ini memungkinkan untuk berkebun dengan memanfaatkan tempat secara efisien. Salah satu solusi untuk masyarakat dapat mengembangkan pertanian untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan menanan tanaman secara vertikultur. Secara estetika, tanaman vertikultur berguna sebagai latar belakang yang menyuguhkan pemandangan yang indah dengan berbagai warna. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah agar masyarakat dapat memanfaatan lahan pekarangan yang sempit sebagai penghasil sayur-sayuran yang sehat untuk keluarga dengan budidaya tanaman teknik vertikultur. Kegiatan dilaksanakan di GMI Banuh Raya, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Metode kegiatan ini dengan cara sosialisasi dengan pelatihan dan pamplet serta workshop budidaya tanaman sayuran secara vertikultur dengan peserta ibu- ibu rumah tangga. Tujuan akhir masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur- sayuran untuk kebutuhan rumah tangganya, sehingga mengurangi biaya belanja sayur mayur untuk keluarga. Mengingat harga sayur mayur di kota Simalungun tergolong mahal. Hasil kegiatan ini bagi masyarakat yaitu ibu-ibu rumah tangga dan anggota keluarganya dapat menguasai teknik budidaya tanaman sayur secara vertikultur, yang meliputi, persiapan media tanam, persemaian, penanaman, pemeliharaan hama dan penyakit serta panen serta pasca panen
IMPLEMENTASI PERTANIAN MODERN DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN WISATA PEMANDIAN KARANG ANYER Ahmad Fakhri Hutauruk; Arvita Netti Br Sihaloho; Wahyunita Sitinjak; Hana Pertiwi Damanik; Nur Ainun Purba; Yohannes Setiawan Zega; Anggi Safitri Br Damanik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/w20seb41

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi pertanian modern sebagai strategi pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan wisata Pemandian Karang Anyer, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design dengan tahapan kegiatan meliputi survei awal, pelatihan teori dan praktik, serta pendampingan intensif selama delapan minggu. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta pada aspek teknis dan strategi pemasaran hasil pertanian, meskipun terdapat penyesuaian persepsi terhadap tantangan teknis setelah praktik lapangan. Output program berupa demplot hidroponik menghasilkan panen sayuran berkualitas yang dimanfaatkan untuk konsumsi dan dijual di pasar lokal. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok tani kecil yang berkomitmen melanjutkan kegiatan secara mandiri. Tantangan yang dihadapi meliputi hambatan teknis, sosial, logistik, dan faktor cuaca, namun dapat diatasi melalui adaptasi teknologi, pendekatan partisipatif, dan dukungan pemerintah desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pertanian modern mampu meningkatkan keterampilan, pendapatan, dan solidaritas sosial masyarakat sekaligus memperkuat keterkaitan sektor pertanian dengan pariwisata lokal
Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Hukum Tentang Kenakalan Remaja Sejak Dini Bagi Peserta Didik Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Krissi Wahyuni; Aris Suhendar; Christian Daniel Hermes; Netty Mewahaty Simbolon; Wahyunita Sitinjak; Mardin Silalahi; Johan Alfred Sarades Silalahi; Humala Sitinjak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gtz0r260

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi, pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan di masyarakat oleh peserta didik, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi mengenai kenakalan remaja dan aturan hukum.Kegiatan pengabdian dilakukan melalui sosialisasi berbentuk metode ceramah, dengan memberikan materi dan diskusi serta tanya jawab. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang hukum bagaimana perlunya ilmu pengetahuan secara umum tentang kenakalan remaja. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi para masyarakat untuk menghindari masalah-masalah hukum dan memahami solusi-solusi hukum. Pentingnya pengetahuan hukum tentang kenakalan remaja bagi peserta didik, dapat diimplementasikan kepada seluruh masyarakat sekitar bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku buruk yang harus dirubah dan dihilangkan pada kalangan peserta didik, guna menciptakan masyarakat yang teratur, rukun dan jauh dari perilaku kejahatan di masyarakat
PENTINGNYA PENDIDIKAN NORMA DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT TAAT HUKUM Imman Yusuf Sitinjak; Sariaman Gultom; Humala Sitinjak; Rosita Nainggolan; Christian Daniel Hermes; Van Lodewijk Purba; Netty Mewahaty Simbolon; Wahyunita Sitinjak; Ika Rosenta Purba; Pandapotan Damanik1
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42207

Abstract

Dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan keilmuan yang dapat digunakan dan diterapkan didalam bermasyarakat, serta mengevaluasi masalah-masalah yang terjadi mengenai norma dan aturan hukum. Dengan adanya pengabdian masyarakat ini dapat memberikan solusi dan pendalaman ilmu tentang hukum bagaimana perlunya ilmu pengetahuan secara umum tentang norma hukum. Pelaksanaan pengabdian ini yang dilakukan memiliki penyelesaian dan berguna bagi para masyarakat untuk menghindari masalah-masalah hukum dan memahami solusi-solusi hukum. Pentingnya mempelajari norma hukum untuk membuat masyarakat lebih taat hukum, dan dapat diimplementasikan kepada seluaruh masayarakat sekitar yang dapat menciptakan masyarakat yang teratur, runkun dan jauh dari perilaku kejahatan di masyarakat.