Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH DESAIN PRODUK DAN DIGITAL MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS ZYBA BATIK TUBAN) Luwes Safitri; Henny Sri Astuty
Jurnal Economic Edu Vol. 7 No. 01 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jee.v7i01.10453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh desain produk serta digital marketing terhadap keputusan pembelian di Zyba Batik Tuban. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Jumlah sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 55 responden yang merupakan pelanggan tetap Zyba Batik Tuban yang telah melakukan transaksi, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara terpisah (parsial), desain produk memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t hitung = 2,309; sig = 0,025 < 0,05). Variabel digital marketing  juga menunjukkan dampak positif dan signifikan pada keputusan pembelian (t hitung = 2,244; sig = 0,029 < 0,05). Secara keseluruhan (simultan), desain Produk dan digital marketing memiliki pengaruh yang positif dan signifikan pada keputusan pembelian (F hitung = 38,911; sig = 0,000 < 0,05). Nilai Adjusted R Square mencapai 0,584, menandakan bahwa kedua variabel ini dapat menjelaskan kontribusi terhadap Keputusan Pembelian sebesar 58,4%, sedangkan sisanya 41,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. Berdasarkan analisis tersebut, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian adalah desain produk, dengan Standardized Coefficients (Beta) sebesar 0,406. Ini menunjukkan bahwa elemen desain produk memiliki dampak yang lebih signifikan dibandingkan dengan digital marketing dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen.   Kata Kunci: Desain produk, Digital marketing dan Keputusan pembelian
ADOPSI FINANCIAL TECHNOLOGY PADA UMKM DESA LERAN: PELUANG DAN HAMBATAN DALAM PENGUATAN KEUANGAN DIGITAL Selmitha Dwi Pradestia; Henny Sri Astuty
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/edunomia.v6i2.11278

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are crucial for rural economic development and social welfare. Fintech enables companies to transform transactions and channel financing, and promote financial inclusion through the use of digital finance. However, the level of fintech utilization by MSMEs in rural areas still faces various obstacles. This study examines the adoption of fintech by MSMEs in Leran Village, Palang District, Tuban Regency and the obstacles encountered. Local business owners were interviewed, observed, and documented for the study. Data shows that most MSMEs started with conventional transaction systems and then switched to fintech. Fintech can simplify transaction procedures and help business owners record and manage funds more effectively. Due to limited digital literacy among business owners, security concerns, and the continued dominance of cash transactions, fintech adoption remains minimal. This data suggests that fintech can improve business efficiency and MSME financial services. Therefore, the government, financial institutions, and fintech providers should promote digital literacy and access to digital finance to increase MSME financial inclusion. Keywords : Digital Finance; Financial Inclusion; Fintech; MSMES